Penipu Gunakan Foto Profil Palsu Mulai Marak : Camat : Saya Hampir Ditipu

Penipu Gunakan Foto Profil Palsu Mulai Marak : Camat : Saya Hampir Ditipu

PERCAKAPAN : IST/BERITA SAMPIT : Hasil percakapan melalui pesan WA antara penipu dengan camat.

SAMPIT – Pengguna media sosial mulai dari facebook (FB), whatsapp (WA) dan instagram (IG) diharapkan berhati-hati. Sebab, penipuan menggunakan foto profil palsu punya orang lain sudah marak. Ujung-ujungnya meminta transfer sejumlah uang.

Kali ini, target penipu gunakan foto profil camat bahkan kepala desa. Hanya saja, penipu tidak bisa mengubah nomor telepon pemilik asli.

Camat Pulau Hanaut Eddy Mashamy salah satu target para penipu. Penipu berhasil memasang foto profil camat untuk menipu.

“Kami sempat kirim-kirim pesan lewat WA, nama dia (penipu) di status WA adalah Siswanto. Saya tidak kenal sama dia. Ujung-ujungnya pinjam duit dengan alasan tertentu. Saya hampir tertipu,” ujar Eddy saat dikonfirmasi melalui sambungan selular, Senin 7 September 2020.

BACA JUGA:   Sah M Rudini Darwan Ali Kantongi Rekomendasi B1KWK DPP PAN

Eddy menduga bahwa penipu berhasil mengambil foto profil pribadi miliknya melalui akun FB, WA maupun IG. Kemudian, foto itupun dipasang di status WA penipu.

Ternyata, penipu juga tidak hanya berusaha menipu Camat Pulau Hanaut. Sebelumnya juga Kepala Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut Sigit Pranoto.

Penipu awalnya mengirim pesan melalui WA menggunakan foto profil kepala desa kepada kasir BRI Link yang ada di Desa Rawa Sari.

Penipu meminta agar kasir secepatnya mentransfer uang melalui rekening atas perintah kepala desa. Aksi itu berhasil digagalkan, karena kasir segera berkoordinasi langsung dengan kepala desa asli.

BACA JUGA:   Pengguna Kartu Pra Bayar Keluhkan Sinyal Indosat di Desa Ujung Pandaran Mati Total

Nasib serupa juga dialami Kepala Desa Terantang, Kecamatan Seranau Aswadi Syukur. Foto profil kepala desa itu juga dipasang penipu untuk menipu perangkat desa dan warga desa.

“Jika ada nomor yang tidak dikenal mengatasnamakan nama saya, jangan dilayani karena itu bukan nomor saya yang asli,” tegas dia.

Penipu menggunakan foto profil pejabat saat ini sudah marak terutama di Kotim. Diperkirakan oknum tersebut merupakan warga Sampit karena banyak kenal dengan pejabat.

Untuk itu, pihak kepolisian diminta agar membantu melacak siapa sebenarnya penipu yang sudah dianggap sangat meresahkan.

(ifin/beritasampit.co.id)

Alasan Belum Ada Ide, Beberapa Desa di Kotim Enggan Aktifkan BUMDes

Alasan Belum Ada Ide, Beberapa Desa di Kotim Enggan Aktifkan BUMDes

SAMPIT – Ada beberapa Desa yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang masih belum menjalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), padahal keberadaan BUMDes adalah amanat dari Undang Undang Desa No 6Â Tahun 2014.

Undang Undang Desa ini menjadi payung hukum bagi pendirian BUMDes sebagai pelaku ekonomi untuk mengelola potensi desa secara kolektif guna meningkatkan kesejahteraan desa dan warganya.

Ada beberapa alasan yang di sampaikan oleh Pemerintah Desa dan juga pengurus BUMDes terkait tidak jalannya BUMDes. Seperti yang disebutkan oleh Kepala Desa Jaya Karet Fauzi, bahwa pihaknya belum menemukan ide BUMDes yang tepat untuk dikelola di Desa nya.

“Saat ini pihak Desa belum menemukan potensi apa yang cocok dijadikan BUMDes, dulu sempat ada mau direncanakan pembuatan pupuk, namun tidak berani kita anggarkan karena melihat keadaan Desa yang belum berkembang ini jadi takut gagal,” ujar Fauzi.

Dilanjutkannya bahwa selain itu, ia juga melihat contoh dari beberapa desa lainnya yang kewalahan melaksanakannya sehingga berpotensi gagal.

“Kalau gagal maka akan sulit pula membuat laporan pertanggung jawabannya, makanya sampai saat ini BUMDes Jaya Karet belum jalan. Kalau untuk pengurus BUMDes kita sudah punya dan sudah di Surat Keputusan (SK) kan sejak tahun 2016 lalu,” terangnya.

Terpisah, Pemerintah Desa Bagendang Tengah yang saat ini BUMDes nya juga tidak aktif dikarenakan usaha yang dilakukan bukan hasil alam atau potensi Desa.

“Kalau penyewaan tenda ini musiman saat banyak orang nikahan saja. Sebenarnya dulu mau membuat usaha hasil panen sawit, tetapi disini sudah ada tengkulak nya,” ucap salah seorang pengurus BUMDes Novi.

Menurutnya sebelum BUMDes ini dijalankan, tidak ada kelayakan bisnis, hanya ada penilaian dari pengurus BUMDes terdahulu. Dan BUMDes ini memang belum mencapai nilai yang di inginkan.

“Karena meski SK tahun 2016, baru dijalankannya tahun 2018. Dan pengurus lalu pun kurang aktif. Dan untuk hasil alam seperti karet, sawit biasanya dijual oleh warga langsung ke tengkulak bukan ke BUMDes,” jelasnya.

Namun untuk tahun 2020 ini, menurut Novi kalau ada penambahan anggaran pihaknya akan bekerjasama dengan tengkulak setempat untuk mengelola hasil alam di Desa Bagendang Tengah ini.

“Tetapi belum tahu kapan ada penambahan dana itu, menunggu sudah jelas terlebih dahulu rencana dan diskusi dengan tengkulaknya baru nanti ada rapat untuk penambahan anggran BUMDes ini. Karena mayoritas warga setempat berkebun karet dan sawit,” ujarnya.

(dia/matakalteng.com)

Setelah Gubernur, Giliran Empat Dinas di Provinsi Terancam Batal Panen Raya di Kotim

Setelah Gubernur, Giliran Empat Dinas di Provinsi Terancam Batal Panen Raya di Kotim

BERTEMU PROTOKOLER : IST/BERITA SAMPIT – Kades Rawa Sari Sigit Pranoto (kanan) saat bertemu dengan Protokoler Gubernur Kalteng Sutoyo di Kantor Pemprov Kalteng, beberapa waktu lalu.

SAMPIT – Rencana Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran akan hadir pada pesta panen raya padi di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 28 Agustus 2020, diprediksikan batal. Dampaknya, 4 dinas terkait lainnya akan ikut-ikutan batal hadir.

“Kalau Gubernur Kalteng batal hadir, ada 4 dinas di provinsi juga akan batal,” ujar Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto kepada wartawan beritasampit.co.id, Selasa 25 Agustus 2020.

BACA JUGA:   Warga Tukang Langit Usulkan Listrik Masuk Desa

Adapun 4 dinas yang akan hadir yakni, Dinas Pertanian Kalteng, Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Dinas Koperasi dan UMKM Kalteng, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalteng.

“Saya memohon kepada protokoler kalteng agar mengundang dinas-dinas terkait terutama yang ada di provinsi, setelah disepakati ada empat dinas,” ujar Sigit.

Akan tetapi, lemahnya tindaklanjut birokrasi di Pemkab Kotim terutama melalui Dinas Pertanian Kotim, rencana kehadiran Gubernur Kalteng itupun batal.

BACA JUGA:   Dukungan KTP-El Mengalir, Bakal Calon Yoyo-Madi Optimis Lolos

Padahal, petani padi di Desa Rawa Sari sudah menahan diri untuk tidak memanen karena dijanjikan akan dihadiri Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran beserta 4 dinas terkait lainnya.

“Kalau lewat tanggal 28 Agustus 2020, tidak bisa lagi diadakan pesta panen raya padi, karena sudah dipanen petani,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

Pemilihan Ketua RT 02 Kelurahan Tanah Mas Serasa Pemilu, Tiga Kandidat Bersaing

Pemilihan Ketua RT 02 Kelurahan Tanah Mas Serasa Pemilu, Tiga Kandidat Bersaing

SAMPIT – Warga Rukun Tetangga (RT) 02 Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengadakan pemilihan langsung (Pilsung) ketua. Pilsung itu kali pertama digelar diwilayah kelurahan tersebut.

“Pilsung RT 02 yang dilaksanakan untuk pertama kalinya secara jujur, adil, transparan dan terbuka. Saya harapkan ini memberikan contoh kepada RT lainnya di Kelurahan Tanah Mas untuk melaksanakan Pilsung serupa,” ujar Lurah Tanah Mas Deden E.R Jaya melalui rilis yang diterima redaksi beritasampit.co.id, Selasa 25 Agustus 2020.

Dia menjelaskan, ada 3 kandidat yang meramaikan pada Pilsung ketua RT 02. Adapun 3 kandidat dan yang terpilih itu yakni, Abdul Sani memperoleh 53 suara, Sabda Hidayat hanya memperoleh 26 suara, sedangkan Khairul Mamun cuma 22 suara.

“Dengan terpilihnya Ketua yang baru hasil pilihan warga RT 02 diharapkan dapat menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik di warga RT 02 dan juga sekaligus dapat bersinergi dengan program dan kegiatan di Kelurahan Tanah Mas sesuai tugas RT,” saran Deden.

Disamping itu, Kelurahan Tanah Mas mengucapkan terima kasih kepada panitia karena sukses menjalankan tugasnya sehingga, Pilsung RT 02 berjalan sukses, tertib dan lancar.

“Saya selaku Lurah Tanah Mas mengucapkan terima kasih kepada panitia, berkat kerja sama yang baik seluruh kegiatan itu berjalan lancar dan tertib,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

Desa Rawa Sari Prioritaskan Pemberdayaan Ekonomi Warga, Salah Satunya Rumah Produksi

Desa Rawa Sari Prioritaskan Pemberdayaan Ekonomi Warga, Salah Satunya Rumah Produksi

LAPORAN : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Kades Rawa Sari (dipodium) saat melaporkan usulan skala prioritas pada acara Musrenbang RKPDes Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng.

SAMPIT – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), tahun anggaran 2021 memprioritaskan pemberdayaan warga desa.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto pada saat melaporkan usulan sebelumnya melalui musyawarah desa (musdes) yang diungkapkan pada Musrenbang RKPDes di Aula desa setempat, Senin 24 Agustus 2020.

Sigit melaporkan bahwa usulan yang masuk ada yang bisa didanai menggunakan dana desa dan ada yang tidak bisa didanai melalui anggaran dana desa.

Terkait usulan yang bisa didanai menggunakan dana desa menurut Sigit, yakni rumah produksi. Pengolahan pupuk organik hingga mengenai pengadaan pabrik pengolahan tahu-tempe.

Dijelaskannya, rumah produksi merupakan usulan skala prioritas karena Desa Rawa Sari melalui Usaha Kecil Menengah (UKM) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Rawa Sari telah memproduksi minuman segar dan makanan sehat dalam kemasan.

BACA JUGA:   Ternyata Ini Alasan Sispamkota Dilaksanakan di Kotim

“Apabila rumah produksi itu tidak dibangun di tahun 2021 akan berdampak pada produksi, sebab Desa Rawa Sari sudah memiliki dua produk unggulan desa yakni, Water Lemon berbahan jeruk lemon dan Carang Mas berbahan Gembili atau ubi jalar,” ujar Sigit.

Mengenai Pengolahan pupuk organik, lanjut dia, warga desa tidak hanya mayoritas berprofesi petani bahkan peternak. Dimana pengolahan kotoran ternak seperti kambing dan sapi bisa dijadikan sebagai pupuk pertanian untuk bercocok tanam.

Sedangkan mengenai pengadaan pabrik pengolahan tahu-tempe, Sigit menegaskan bahwa prospek kedepannya juga sangat menjanjikan.

BACA JUGA:   Pembangunan Dermaga Penyeberangan Bapinang Telan Dana Rp 4,2 Miliar

Untuk pemasaran sangat terbuka lebar misalnya di pasar-pasar desa yang ada di Kecamatan Pulau Hanaut maupun Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Samuda.

Terkait prioritas yang tidak bisa didanai melalui dana desa, Pemdes Rawa Sari akan berupaya mengajukan dan memperjuangkan usulan melalui dinas-dinas terkait baik di kabupaten bahkan provinsi.

“Percetakan sawah bisa saja didanai dengan dana desa tapi dananya begitu besar. Jadi, usulan prioritas ini kami upayakan ke dinas terkait yang ada di kabupaten dan Provinsi Kalteng,” janjinya.

Sekadar diketahui, Musrenbang RKPDes Rawa Sari dihadiri pejabat penting seperti Camat Pulau Hanaut diwakili Sekcam, Kapolsek Pulau Hanaut diwakili Kanit Intel dan perwakilan PT Rimba Makmur Utama (RMU) wilayah Pulau Hanaut.

(ifin/beritasampit.co.id)

Warga Desa Rawa Sari Pertahankan Tradisi 1 Muharram

Warga Desa Rawa Sari Pertahankan Tradisi 1 Muharram

GEBRAK : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Melalui program Gebrak warga desa membersihkan kubur yang ada di tempat pemakaman umum.

SAMPIT – Setiap menyambut datangnya hari Islam 1 Muharram, ada tradisi yang masih melekat dan terus dilaksanakan. Tradisi itulah dipertahankan warga Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga sekarang.

“Iya, tradisi itu masih kami pertahankan melalui program Gotong-royong Bersihkan Kubur (Gebrak) atau Petilasan,” ucap Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto usai bersihkan kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Kamis 20 Agustus 2020.

BACA JUGA:   Rakor dan Bimtek Pelaksanaan DAK TA 2020 Dihadiri Inspektorat

Dijelaskannya, membersihkan kubur tidak hanya di TPU Muslim melainkan juga di TPU Non Muslim. Sebab, di TPU tersebut, kata Sigit, ada dua lokasi yakni TPU Muslim dan Non Muslim.

“Kami membersihkan kubur ini, tidak semua ada keluarganya yang tinggal di desa. Jadi, sekalian saja dibersihkan semuanya. Ya, sebagai amal jariyahlah,” ujar Sigit sembari tersenyum.

BACA JUGA:   Dewan Nilai Aturan Truk Bertonase Besar Masuk Kota Tidak Efektif

Pada tahun baru Islam 1441 Hijriyah, tambah Sigit, warga desa juga membersihkan kubur/petilasan di TPU. Kemudian 1442 Hijriyah program Gebrak itu dilanjutkan dan akan tetap berlanjut selama dirinya menjabat sebagai kepala desa. (ifin/beritasampit.co.id).

Kades Bapanggang Raya Cek Sumur Bor, Ada Apa Ya?

Kades Bapanggang Raya Cek Sumur Bor, Ada Apa Ya?

SUMUR BOR : IST/BERITA SAMPIT – Kades bersama tim Damkar desa saat mengecek alat sumur bor.

SAMPIT – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama Kepala Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru (MB) Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), melakukan pengecekan sumur bor. Tujuannya, untuk melihat langsung kondisi dan fungsional alat tersebut.

“Kemarin, Jumat 14 agustus 2020, Kepala Desa Bapanggang Raya bersama tim Damkar desa melakukan pengecekan sumur bor yang berada dilingkungan RT 07 RW 02,” ujar Kepala Desa Bapanggang Raya Syahbana melalui rilis yang diterima redaksi beritasampit.co.id, Sabtu 15 Agustus 2020.

BACA JUGA:   Infrastruktur Jalan Desa Pangke Seruyan Tengah Memprihatinkan, Ini Respon Pemdes

Memasuki musim kemarau saat ini, lanjutnya, berbagai persiapan telah dilakukan pemerintah desa guna melakukan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama yang ada diwilayah Bapanggang Raya.

Ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah desa, menurut Syahbana, yakni tidak bosan-bosannya memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar supaya tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

BACA JUGA:   Pelayanan Prima, RSUD dr Murjani Buka Pelayanan Rapid Test 24 Jam

Selain itu, sambungnya, mengajak warga desa untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tetap waspada terhadap terjadinya kebakaran.

Terkait pengecekan sumur bor, tambah Syahbana, ternyata semua peralatan sudah siap dan berfungsi dengan baik.

“Sumur bor kami serahkan kepada tim Damkar desa untuk dijaga dan dimanfaatkan nantinya apabila ada kebakaran hutan dan lahan diwilayah Bapanggang Raya,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

Kecamatan Pulau Hanaut Punya Armada Sungai, Ini Tujuannya?

Kecamatan Pulau Hanaut Punya Armada Sungai, Ini Tujuannya?

KELOTOK : IST/BERITA SAMPIT – Camat, Kapolsek Pulau Hanaut dan Danramil 06 MHS Samuda naik kelotok saat menghadiri acara yang diselenggarakan disalah satu desa.

SAMPIT – Kesulitan Pemerintah Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), ketika akan memonitoring dan melakukan pembinaan ke tiap desa, salah satunya akses jalan darat.

Kini, kesulitan itupun sudah teratasi. Sebab, pihak kecamatan sudah punya satu unit armada sungai hasil bantuan untuk sarana transportasi air (kelotok) dari PT Rimba Makmur Utama (RMU) yang operasional diwilayah Kecamatan Pulau Hanaut.

Camat Pulau Hanaut H Eddy Mashamy mengatakan, untuk mengoptimalkan tugas kecamatan bersama unsur Muspika dalam melaksanakan kegiatan pengawasan dan pembinaan pemerintah daerah diperlukan sarana transportasi air.

BACA JUGA:   Menjelang Hari Raya Idul Adha Kalapas Sampit Kumpulkan Pejabat Struktural

“Diwilayah Pulau Hanaut terdapat 14 desa, tidak semua desa mudah dijangkau melalui jalur darat sehingga, diperlukan armada sungai,” ujarnya melalui rilis yang diterima redaksi beritasampit.co.id, Jumat 14 Agustus 2020.

Apa yang menjadi harapan, lanjut Eddy, PT RMU memberikan bantuan sarana transportasi air beserta perlengkapan keselamatan. Di mana bantuan itu, menurutnya, penyerahan langsung disaksikan perwakilan kecamatan, masyarakat dan PT RMU.

“Bantuan itu sudah dibuatkan berita acara dan dilaporkan ke Bupati Kotim. Bantuan itu akan dijadikan aset sedangkan pengelolaan barang atau alat sepenuhnya tetap akan menjadi tanggung jawab Kepala Kecamatan Pulau Hanaut,” kata Eddy.

BACA JUGA:   Supian Hadi : PDIP Keluarkan Rekom, Artinya Partai Pendukung Sudah Lengkap

Berkat adanya sarana transportasi tersebut, tambahnya, mengoptimalkan peran kecamatan bersama musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) dalam mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa bisa berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah, setiap undangan kegiatan yang diadakan di desa kami bisa hadir tepat waktu, sebab sudah ada sarana transportasi air bantuan dari PT RMU berupa perahu motor atau kelotok,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

BPD dan Mantir Desa Penyaguan Berubah Pikiran, Sekretaris DAD Kotim : Itu Bukan Wewenangnya

BPD dan Mantir Desa Penyaguan Berubah Pikiran, Sekretaris DAD Kotim : Itu Bukan Wewenangnya

ISTIRAHAT : IST/BERITA SAMPIT – Camat dan Kapolsek Pulau Hanaut, Danramil 06 Samuda dan Kades Penyaguan saat beristirahat di pos keamanan penanggulangan Karhutla.

SAMPIT – Oknum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Mantir Desa Penyaguan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), berubah pikiran. Sebelumnya bersikukuh menolak bantuan dana untuk penanggulangan bencana alam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutka) dari pihak ketiga. Kini, mereka menerima atas bantuan tersebut.

“Akhirnya, oknum BPD dan mantir desa menyetujui bantuan untuk penanggulangan Karhutla dari perusahaan Rimba Makmur Utama,” ucap Kepala Desa Penyaguan Zainal Abidin kepada wartawan beritasampit.co.id via telepon, Selasa 11 Agustus 2020.

Terucapnya kata sepakat menerima bantuan tersebut, menurut Zainal, karena adanya mediasi yang dilakukan pihak kepolisian. Seluruh anggota BPD, Mantir dan tokoh masyarakat Desa Penyaguan diundang guna menyelesaikan persoalan atas bantuan pihak ketiga.

BACA JUGA:   Perusahaan Bantah Pembangunan Bunker CPO di Bagendang Bermasalah

“Setelah dijelaskan dan dimediasi di kantor Polsek Pulau Hanaut, akhirnya semua sepakat menerima bantuan pihak ketiga untuk penanggulangan Karhutla,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kotim Rusdiansyah menegaskan, sesuai aturan bahwa BPD maupun mantir desa tidak ada wewenang untuk menolak apapun bantuan yang diberikan kepada desa melalui pihak ketiga.

BACA JUGA:   Rapat Bahas Kasus Tanah Makam Lintas Agama di DPRD Kotim Sempat Memanas

“BPD maupun mantir desa tidak ada wewenangnya. Itu urusan pemerintah desa terutama kepala desa,” tegas Rusdi yang juga menjabat Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim saat ditemui dikediamannya.

Dia menyayangkan adanya campur tangan Mantir Desa yang ikut-ikutan menolak bantuan pihak ketiga, apalagi bantuan tersebut untuk penanggulangan Karhutla. Sebab, kata Rusdi, dana desa pada saat pandemi Covid-19 tidak akan cukup untuk membiayai program tersebut.

“Saya sangat menyayangkan terutama mantir desa yang bukan wewenangnya justru ikut-ikutan menolak,” tegas Rusdiansyah. (ifin/beritasampit.co.id).

BPD dan Mantir Tolak Bantuan Penanggulangan Karhutla di Desa Penyaguan, Kenapa Ya?

BPD dan Mantir Tolak Bantuan Penanggulangan Karhutla di Desa Penyaguan, Kenapa Ya?

SAMPIT – Penanggulangan bencana alam berupa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Penyaguan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), setiap tahun dilaksanakan.

Namun, tahun ini ada penolakan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kerja sama dengan mantir desa setempat.

Kepala Desa Penyaguan Zainal Abidin mengatakan, penolakan yang dilakukan oknum BPD dan mantir desa karena tidak mau menerima adanya bantuan pihak ketiga.

“Mereka itu (BPD dan Mantir) menolak bantuan yang diberikan perusahaan Rimba Makmur Utama (RMU). Bantuan itu untuk penanggulangan Karhutla di Desa Penyaguan,” ucap Zainal via telepon, Selasa 11 Agustus 2020.

BACA JUGA:   DPRD : Bansos Itu Amanah Jangan Sampai Salah Sasaran

Terkait alasannya mengapa BPD dan Mantir menolak, Zainal menegaskan, mungkin tidak ingin disibukan dengan kegiatan tersebut.

Disamping itu, hanya berharap menggunakan Dana Desa tanpa bantuan pihak ketiga. Padahal untuk tahun ini dimasa pandemi covid-19 Dana Desa besarannya hampir tidak bisa digunakan untuk penanggulangan Karhutla.

“Inti dari penolakan mungkin seperti itulah. Walaupun mereka menolak kami atas nama desa tetap menerima bantuan pihak perusahaan karena tujuan utama digunakan untuk penanggulangan Karhutla,” ujarnya.

BACA JUGA:   Belum Resmi Dibuka, Ratusan Wisatawan Padati Objek Wisata Pantai Ujung Pandaran

Sementara itu, Kepala Desa Penyaguan, Camat Pulau Hanaut, Kapolsek Pulau Hanaut, Danramil 06 Samuda, dan Masyarakat Pemburu Api (MPA) Desa Penyaguan turun ke lokasi untuk meninjau dan membersihkan titik-titik rawan terjadinya Karhutla.

Selain itu, mereka juga memberikan arahan dan mengingatkan kembali kepada MPA Desa Penyaguan agar tetap waspada. Sebab, bencana alam Karhutla tidak bisa diprediksi kapan terjadi.

(ifin/beritasampit.co.id)

Copyright © 2020 Sampit