Kakek Pemulung di Sampit Ditabrak Ojol

Kakek Pemulung di Sampit Ditabrak Ojol

SAMPIT – Insiden kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi di Jalan Ahmad Yani, Sampit, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa, 27 Juli 2021.

Kecelakaan tersebut melibatkan seorang Kakek bernama Wilem (65) sekitar pukul 18.10 WIB. Wilem kesehariannya menjadi tukang parkir dan memungut sampah di sekitar rumah makan setempat.

Menurut seorang saksi bernama Novi, saat itu Kakek Wilem memungut sampah di depan rumah makan. Setelah itu ia menyeberangi median jalan. Saat akan menyeberang lagi.

“Tiba-tiba ada sepeda motor yang ditunggangi oleh pengemudi ojek online (Ojol) bernama Ahmad dari arah timur ke barat. Karena kecepatan kendaraan yang cukup kencang terjadi tabrakan,” ungkapnya.

Sebuah rekaman CCTV dari salah satu rumah makan merekam kejadian tersebut. Pengemudi Ojol dan kakek Wilem saat ini tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Ahmad mengalami luka cukup parah di bagian wajah hingga tidak sadarkan diri. (jimmy).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Warga Keluhkan Bau Busuk Akibat Tumpukan Sampah di Jalan Sawit Raya

Warga Keluhkan Bau Busuk Akibat Tumpukan Sampah di Jalan Sawit Raya

SAMPIT- Tumpuhkan sampah di jalan Sawit Raya RT 004 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluarkan bau busuk menyengat. Dampaknya, pengguna jalan dan aktivitas warga sekitar terganggu.

Dari pantauan dilapangan sampah yang menumpuk semakin banyak, bahkan sampah plastik dan bekas makan tampak berceceran dibahu jalan. Mirisnya lagi, lokasi tumpukan sampah sangat dekat dengan mesjid Ash-Shiddiq dan taman kanak-kanak.

“Hampir satu bulan sampahnya enggak diambil, baunya menyekat banget menggangu kami yang keluar masuk di perumahan griya. Saya mohon sampahnya segera diangkut,” ujar Lusiya salah satu warga yang sering melintasi jalan tersebut. Selasa, 27 Juli 2021.

Ditempat terpisah Ketua RT 004 Rawit Raya, Jainu mengatkan pihaknya sudah berulang kali melaporkan ke dinas terkait, tapi hingga ini masih belum ada respon.

“Saya sudah sering menghubungi petugasnya untuk segera membersihkan sampah yang ada di jalan sawit raya, Bahkan warga juga bersedia membantu petugas pengangkut sampah supaya mereka semangat,” terangnya.

Pihaknya berharap sampah menumpuk itu cepat diangkut, dia juga mengiatkan warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan terlebih memasuki musim kemarau agar terhindar dari berbagai penyakit.

“Bukan hanya warga RT 004 yang membuang sampah di Jalan Sawit tapi dari RT lain juga membuang sampah ditempat itu,” tambahnya

(Magang/Zagiah/Beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Bupati Kotim minta perusahaan bantu listrik desa

Bupati Kotim minta perusahaan bantu listrik desa

Bupati Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Halikinnor meminta perusahaan besar yang beroperasi di daerah ini membantu perluasan listrik ke desa-desa di sekitar perusahaan masing-masing.“Jadi kalau perusahaan di sekitar …

Sumber: ANTARA

Pelatihan Pengembangan Desa Wisata, Pemdes Rawa Sari Tampilkan Kesenian Karawitan

Pelatihan Pengembangan Desa Wisata, Pemdes Rawa Sari Tampilkan Kesenian Karawitan

SAMPIT – Pelatihan pemberdayaan masyarakat dalam peran SDGs terhadap pengembangan desa wisata dipusatkan di persawahan Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, ada yang menarik perhatian.

Pemerintah Desa (Pemde) Rawa Sari, pada kesempatan itu menampilkan kesenian karawitan dengan pemainnya dari beberapa murid SDN SP-1 Babaluh. Seni karawitan jawa itu dimainkan setiap selesai kata sambutan.

“Kami tidak hanya ingin melestarikan seni budaya adat dari jawa bahkan, kedepannya akan dikembangkan ke kesenian adat dayak,” ucap Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto disela-sela kegiatan, Senin 26 Juli 2021.

Sigit menjelaskan, kelompok kesenian karawitan itu diberi nama “Sari Budoyo” Desa Rawa Sari dan diasuh Munarji. Latihan untuk menyelaraskan irama gamelan diadakan pada malam-malam tertentu dipusatkan di Balai Desa Rawa Sari.

“Pada kegiatan hari ini merupakan perdana seni karawitan Sari Budoyo ditampilkan. Nantinya, setiap ada kegiatan lain di desa akan selalu kami tampilkan,” ujar Sigit.

Keinginan pemerintah desa kedepannya, tambahnya, tidak hanya menampilkan seni karawitan bahkan tarian manasai (selamat datang) untuk menerima tamu undangan juga sudah dipersiapkan. (ifin/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Ditinggal Kerja, Mes Buruh Bangunan di Sampit Terbakar

Ditinggal Kerja, Mes Buruh Bangunan di Sampit Terbakar

SAMPIT – Si jago merah kembali mengamuk, kini giliran sebuah Mes Buruh Bangunan di Jalan Wengga Agung Jalur 14 Kelurahan Baamang Barat Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) nyaris ludes terbakar. Senin, 26 Juli 2021.

Kejadian ini terjadi sekira pukul 09.12 WIB. Beruntung api dapat segera dikendalikan oleh warga dengan peralatan seadanya sebelum unit pemadam kebakaran sampai di lokasi.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang dan pakaian buruh yang saat itu bekerja dan tidak berada di lokasi, ludes jadi arang. Sementara bangunan terbuat dari kontruksi permanen juga sempat dilahap api.

Terpantau dua unit pemadam kebakaran tiba di lokasi setelah beberapa menit api berkobar. Menurut saksi bernama Evi dirinya melihat asap tebal mengepul keudara.

“Ternyata asap itu dari mes buruh, api terlihat di lantai dua dan kami bergegas memadamkan api menggunakan peralatan seadanya,” kata Evi.

Hingga kini proses evakuasi terus dilakukan, dari informasi yang dihimpun akibat kejadian ini pemiliki mengalami kerugian materil ditaksir kisaran puluhan juta rupiah.

“Kerugian materil taksir puluhan juta dan tidak ada korban jiwa,” ucap salah satu anggota pemadam.

(Jmy/beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Unik, Pelatihan Pengembangan Wisata Desa Dipersawahan Rawa Sari

Unik, Pelatihan Pengembangan Wisata Desa Dipersawahan Rawa Sari

SAMPIT – Sebagai desa yang sebagian besar warganya berprofesi petani padi. Hal itulah menjadi alasan Pemerintah Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengadakan pelatihan pengembangan wisata desa memilih lokasi dipersawahan.

Menariknya, pelatihan itu dihadiri Bupati Kotim diwakilkan Asisten I Setda Kotim H Sutimin, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim Hj Alfisah, Plt Camat Pulau Hanaut Sufiansyah, Kapolsek Pulau Hanaut Iptu Ahmad Sobari, Danpos Ramil 1015-06/mentaya hilir, pendamping desa, narasumber dari DPMD Kotim dan 14 kepala desa.

Asisten I Setda Kotim Sutimin mengaku kaget karena kegiatan dilakukan dipersawahan bukan seperti pada umumnya di balai desa.

“Terus terang, saya merasa kaget, saya kira kegiatan dipusatkan di balai desa ternyata dipersawahan,” ucapnya pada saat memberikan sambutan pada Pelatihan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dalam peran SDGs terhadap pengembangan desa wisata di persawahan Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Senin 26 Juli 2021.

Sementara itu, Pelaksana tugas Camat Pulau Hanaut Sufiansyah melaporkan bahwa ada tiga desa yang bisa dikembangkan sebagai wisata desa.

“Wisata desa itu ada di Rawa Sari yakni hutan sengon, Desa Babaung wisata religi dan Satiruk di Dusun Cemeti sebagai wisata pantai laut,” ujar Sufiansyah.

Pemateri dari DPMD Kotim melalui Penggerak Swadaya Masyarakat Desa H Eddy Mashami menitikberatkan pengembangan desa wisata hanya ada 2 yakni, potensi secara alam dan potensi buatan.

“Patut disyukuri bagi desa yang sudah dianugerahi potensi alam yang bisa dikembangkan untuk wisata desa. Bagi desa yang belum ada potensinya, jangan menyerah tapi digali apa saja potensi yang bisa dikembangkan,” saran mantan Camat Pulau Hanaut ini.

(ifin/beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Copyright © 2021 Sampit