Sesi pertama SKD CASN Kotim 10 peserta dipastikan gugur

Sesi pertama SKD CASN Kotim 10 peserta dipastikan gugur

Sesi pertama seleksi kompetensi dasar calon aparatur sipil negara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah dimulai Sabtu pagi dan 10 peserta dipastikan gugur."Kalau peserta yang terkonfirmasi positif …

Sumber: ANTARA

Ternyata Begini Motif Ibu Bayi Sengaja Meletakan Anaknya di Teras Rumah

Ternyata Begini Motif Ibu Bayi Sengaja Meletakan Anaknya di Teras Rumah

SAMPIT – Takut tidak bisa membiayai anaknya lantaran suami sirinya yang berprofesi sebagai sopir tak kunjung ada kabar, membuat S (24) nekat meletakan bayi yang baru dilahirkannya di teras rumah warga yang tak lain adalah neneknya sendiri, di Desa Penyang Km 38,6 Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin 20 September 2021, sekitar pukul 03.50 Wib lalu.

Inilah salah satu motif yang diduga menjadi alasan sang ibu meletakan bayi tersebut di teras rumah, lantaran juga takut orang tua, kakek dan neneknya tahu kehamilannya.

“Niat untuk membuang bayi belum muncul. Jadi Motifnya bukan membuang, tapi meletakan bayi di depan rumahnya sendiri,” kata Wakapolres Kotim, Kompol Abdul Aziz Septiadi, saat menggelar konferensi pers, Jumat 24 September 2021.

“Tapi tetap kami dalami pada yang bersangkutan apakah ada unsur niat disitu,” lanjutnya.

Aziz juga menerangkan, bayi tersebut merupakan anak ketiga dari S bersama suami sirinya yang berdomisili di Sampit tersebut. Dengan tubuhnya yang kecil dan kurus, sehingga S juga bisa menyembunyikan kehamilannya dari keluarganya.

“Kakek dan neneknya tidak tahu, karena secara fisik badan S kecil dan tidak diketahui dalam kondisi hamil,” paparnya.

Dijelaskan, pada waktu kejadian S melahirkan sendiri di rumah belakang, sedangkan pada subuh itu kakek dan neneknya berada di rumah depan.

“Panik melahirkan sendiri, selang beberapa menit bayi itu kemudian diletakan di depan rumah. Itu pun tidak ditinggal, S menunggu dari jauh. Setelah tahu ada yang mengambil bayinya dan selanjutnya menghubungi bidan,” jelas Aziz.

Sebelumnya, kasus penemuan bayi ini terungkap setelah unit Reskrim dan Intel Polsek Telawang melakukan pemeriksaan keterangan dari para saksi yakni Kepala Desa Penyang, Misja dan Suripah pemilik rumah dimana bayi tersebut diletakan, bidan setempat serta S sendiri.

Setelah dilakukan pendalaman dari penyidik, kecurigaan pun mengarah ke S, yang kemudian pihak kepolisian kembali mendatangi rumah Suripah untuk mengumpulkan bahan keterangan kembali.

“Pihak keluarga mengetahui setelah penyidik menginterogasi S di rumah tersebut, dan yang bersangkutan mengakui bahwa itu bayinya,” kata Aziz.

Dengan pengakuan tersebut, polisi selanjutnya membawa S beserta barang bukti berupa 1 keset kaki dimana bayi tersebut diletakan dan 1 gamis, baju yang dikenakan S saat melahirkan.

“Untuk status belum ada penetapan tersangka, namun masih terlapor,” tutup Aziz. (Cha/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Masyarakat diminta Tetap Waspada COVID-19, Gubernur Kalteng: Jangan Sampai Lengah dan Kendor

Masyarakat diminta Tetap Waspada COVID-19, Gubernur Kalteng: Jangan Sampai Lengah dan Kendor

PALANGKA RAYA – Dalam beberapa waktu terakhir jumlah tambahan kasus konfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak lagi mencapai ratusan pasien dalam sehari.

Data yang dirilis Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kalteng pada 21 September 2021, tambahan kasus positif sebanyak 41 orang, 22 September 2021 sebanyak 46 orang dan 23 September 2021 sebanyak 43 pasien.

Meski adanya penurunan kasus, namun Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi paparan COVID-19.

“Meski saat ini COVID-19 mulai melandai, jangan sampai lengah dan kendor,” katanya saat dihubungi dari Palangka Raya, seperti dikutip dari Antara, Jumat 24 September 2021.

Gubernur juga meminta seluruh lapisan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi atau mencegah kerumunan, serta mengurangi mobilitas keluar rumah maupun keluar daerah. Masyarakat juga diminta untuk mendukung upaya percepatan vaksinasi sehingga tercipta kekebalan kelompok.

Pada Kamis 23 September 2021,  Sugianto beserta jajaran melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Darul Amin di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam kunjungannya, selain bersilaturahmi, gubernur ingin melihat serta memastikan kesiapan pondok pesantren menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM).

“Saya ingin memastikan kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka agar betul-betul aman,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengharapkan setiap satuan pendidikan, tidak terkecuali pondok pesantren, mampu memajukan dunia pendidikan di Kalteng dengan menciptakan generasi muda andal, tangguh serta berdaya saing.

“Tentunya juga dilandasi dengan akhlak yang mulia,” ucap Sugianto Sabran.

Di masa sekarang dan mendatang, kata dia, generasi muda memiliki tantangan berat dan kompleks, sehingga perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan dengan bekal ilmu pengetahuan serta keterampilan yang memadai.

(Antara/BS-65/beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Simpan Sabu di Ban Mobil, Pria ini Diringkus Polisi

Simpan Sabu di Ban Mobil, Pria ini Diringkus Polisi

SAMPIT – Seorang pemuda pengedar 15 paket narkotika jenis sabu-sabu seberat 6,1 gram, berinisial DS (30) diringkus Satuan Resnarkoba Polres Kotawaringin Timur, dijalan Metro Tv, Perumahan Panca Setia Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumat 23 September 2021, sekira pukul 14.20 Wib.

Kapolres Kotim AKBP. Abdoel Harris Jakin, melalui Kasat Resnarkoba AKP. Syaifullah mengungkapkan kasus ini terungkap menindaklanjuti informasi masyarakat bahwa di rumah tersangka sering melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu dirumahnya.

Kemudian anggota Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan dan ternyata informasi tersebut benar, dan selanjutnya mendatangi rumah tersangka serta berhasil mengamankannya.

“Pada saat ditangkap tersangka sedang berada di dalam toilet rumahnya. Selanjutnya petugas penggeledahan rumah dan ditemukan sabu yang diselipkan didalam ban mobil bekas,”kata Syaifullah, Kamis 24 September 2021.

Kini tersangka beserta barang bukti berupa 15 bungkus plastik klip sabu dengan berat kotor keseluruhan 6,1 gram, 1 bungkus kotak rokok, 1 timbangan digital, 1 sendok bekas sedotan, 3 pak plastik klip, 1 gunting kecil dan 1 unit Handphone diamankan ke Polres Kotim untuk proses sidik lanjut.

“Tarsangka kita bidik dengan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,”tutupnya.

(Cha/beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Kampus STIH HR Sampit Tambah Gedung 2 Lantai

Kampus STIH HR Sampit Tambah Gedung 2 Lantai

SAMPIT – Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Habaring Hurung Sampit (STIH HR), Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akan kembali membangun bangunan baru sebagai sarana belajar mahasiswa.

Titik yang menjadi pusat pembangunan gedung baru tersebut masih berada di kawasan kampus setempat.

Ketua STIH HR Sampit, H. Rusdianto, menyampaikan bahwa dirinya bertekad menjadikan kampus STIH HR sebagai kampus yang terus berkembang dan maju dari berbagai aspek.

Selain maju dari sisi sumber dayanya, infrastruktur yang memadai tak kalah penting terus dipertahankan. Rusdianto mengakui, STIH HR Sampit saat ini kian dikenal oleh khalayak. Hal itu dibuktikan dengan animo mahasiswa baru yang diterima STIH HR Sampit selalu menggembirakan.

“Gedung baru yang sedang dibangun saat ini akan digunakan sebagai ruang belajar,
ruang kantor, ruang organisasi mahasiswa, mushola dan kepentingan kegiatan kampus lainnya,” kata H. Rusdianto, Jumat 24 September 2021.

Ia mengungkapkan, dibalik pembangunan gedung baru berlantai dua tersebut nantinya juga akan digunakan sebagai sarana dan prasarana untuk persiapan pendidikan Strata Dua (S2).

“Dengan adanya pembangunan gedung baru ini juga, kami berencana untuk membuka jenjang S2 hukum. Karena salah satu penilaian dari Dikti adalah tersedianya gedung yang memadai untuk sarana belajar bagi mahasiswa,” demikian Ketua Kampus STIH HR Sampit yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

(im/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Copyright © 2021 Sampit