Produk Olahan Pangan IKM di Sampit Bisnis Menjanjikan

Produk Olahan Pangan IKM di Sampit Bisnis Menjanjikan

SAMPIT – Jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), hampir setiap bulan bertambah.

Hal itu membuktikan bisnis terutama produk makanan dan minuman bahkan keperluan dapur sangat menjanjikan, sehingga banyak yang tertarik untuk menggeluti bisnis yang mulai menjamur terutama di Sampit.

Salah seorang IKM Juragan Wadi Yusi mengungkapkan, produk yang diolah saat ini jumlahnya 12 produk. Bahkan, produk olahan itu sudah berizin.

“Produk yang sudah mengantongi izin ada sepuluh produk, sedangkan dua produk lainnya masih didaftarkan,” ucap Yusi usai mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Manajemen Usaha pengolahan pangan yang diadakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kotim, Jumat 4 Desember 2020.

Menurutnya, pangsa pasar khususnya di Sampit masih terbuka luas. Disamping itu, bahan baku untuk pengolahan produk juga tersedia dan cukup melimpah.

Yusi mencontohkan, keripik Jelawat Crispy dan Sambal Sarai berbahan baku ikan jelawat. Untuk mendapatkan bahan tersebut, kata dia, masih mudah yakni, bisa pesan ke penjual ikan yang ada di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Sampit.

“Bahan baku untuk pengolahan pangan cukup berlimpah dan mudah, hal inilah yang membuat semangat untuk memproduksi olahan pangan,” ujarnya.

Hanya saja, tambahnya, pemasaran produk olahan pangan IKM ini masih di tingkat lokal sehingga, perlu adanya bantuan terutama dinas terkait untuk memperkenalkan produk hingga keluar daerah. (ifin/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Survei LSI Denny LA, HARATI Berpeluang Memenangkan Pilkada Kotim

Survei LSI Denny LA, HARATI Berpeluang Memenangkan Pilkada Kotim

SAMPIT – Hari pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) tinggal 5 hari lagi.

Empat pasangan kandidat sudah mengerahkan segala strategi untuk meraih elektabilitas mereka. Lalu pasangan mana yang paling berpeluang memenangkan Pilkada Kotim 2020.

Pasangan Halikinnor-Irawati atau yang akrab dengan sebutan pasangan Harati paling berpeluang memenangkan Pilkada Kotim.

Dalam survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP), salah satu sister company dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI- Denny JA), elektabilitas pasangan Harati mencapai 36,82%.

Kemudian pada rangking kedua diduduki pasangan Suprianti Rambat – M Arsyad (Super) dengan perolehan 21,59%. Pasangan berikutnya adalah M Rudini Darwan Ali – Syamsudin (Bercahaya) dengan perolehan 20,68%. Dan terakhir pasangan M Taufiq Mukri – Supriadi MT (Pantas) memeroleh 10,23%.

Sedangkan survei ini masih menyisakan responden yang menjawab ragu-ragu, tidak tahu atau tidak menjawab yang biasa disebut dengan swing voters sebesar 10,23%.

Paparan hasil survei ini disampaikan oleh Sunarto Ciptoharjono, Direktur LSKP-LSI Denny JA.

Ia menjelaskan, bahwa survei tersebut dilakukan pada tanggal 23-29 November 2020. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat dengan mewawancarai 440 responden yang tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Kotim.

BACA JUGA:   Dalami Peternakan dan Pertanian di Dompu, Habib Ismail: Sektor Ini Mampu Menopang Ekonomi

“Survei ini menggunakan margin of error sebesar plus minus 4,8%. Artinya bila jarak perolehan antar kandidat dalam batas margin of error, maka secara statistik posisi kandidat dikatakan setara,” terangnya, saat menggelar konferensi pers di Hotel Aquarius Sampit, jumat 04 Desember 2020.

Mengapa Pasangan Halikinnor-Irawati paling berpeluang memenangkan Pilkada Kotim tahun ini, Sunarto menjelaskan berdasarkan tren yang dilihat dari tracking survei yang dilakukan sebelumnya, yakni pada bulan September, pasangan Halikinnor-Irawati mengalami kenaikan yang paling signifikan yakni sebesar 19,32%.

Kenaikan elektabilitas berikutnya diperoleh Pasangan M Rudini Darwan Ali-Syamsudin sebesar 7,73%.

Pasangan Suprianti Rambat hanya mengalami kenaikan sebesar 4,49%. Sedangkan pasangan M Taufik Mukri-Supriadi MT justru mengalami penurunan sebesar 3,64%.

“Faktor lain yang mendorong elektabilitas pasangan HARATI naik secara signifikan adalah kenaikan popularitas yang cukup tinggi dibanding survei periode sebelumnya. Halikinnor memperoleh kenaikan popularitas sebesar 10,91% yakni dari 58,18% pada bulan September menjadi 69,09%. Kenaikan popularitas Halikinnor didukung oleh kenaikan popularitas pasangannya, Irawati sebesar 22,96%, dari 37,95% pada bulan September menjadi 60,91% pada bulan November. Sedangkan kandidat Bupati yang lain kenaikkan popularitasnya masih di bawah 2%,” jelasnya.

BACA JUGA:   Dewan Minta BPPRD Genjot PAD di Semua Sektor

Selain kenaikan popularitas, pasangan Harati juga mengalami kenaikan tingkat kesukaan. Tingkat kesukaan dari 69,53% menjadi 73% hadap Halikinnor naik 4,15%, sedangkan tingkat kesukaan terhadap Irawati naik sebesar 9,28% dari 66,47% menjadi 75,75%.

Irawati menjadi kunci dari kenaikan perolehan suara HARATI. Irawati dikenal sebagai adik kandung dari Bupati Kotim Supian Hadi. Dalam survei ini masyarakat menilai kinerja Supian Hadi sebagai Bupati berhasil sebanyak 77%.

Artinya ketika masyarakat puas terhadap Bupati Incumbent, maka sangat berpengaruh apabila memberikan dukungan kepada salah satu calon, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jadi selain kepopuleran kandidat, kali ini peran Supian Hadi bisa dikatakan sebagai king maker.

“Dalam waktu relatif kecil sekitar 5 hari, dengan hasil survei ini sulit dikejar. Terkecuali ada kejadian luar biasa,” demikian Sunarto.(Cha/beritasampit.co.id)

Survei LSI Denny JA, HARATI Berpeluang Memenangkan Pilkada Kotim

Survei LSI Denny JA, HARATI Berpeluang Memenangkan Pilkada Kotim

SAMPIT – Hari pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) tinggal 5 hari lagi.

Empat pasangan kandidat sudah mengerahkan segala strategi untuk meraih elektabilitas mereka. Lalu pasangan mana yang paling berpeluang memenangkan Pilkada Kotim 2020.

Pasangan Halikinnor-Irawati atau yang akrab dengan sebutan pasangan Harati paling berpeluang memenangkan Pilkada Kotim.

Dalam survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP), salah satu sister company dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI- Denny JA), elektabilitas pasangan Harati mencapai 36,82%.

Kemudian pada rangking kedua diduduki pasangan Suprianti Rambat – M Arsyad (Super) dengan perolehan 21,59%. Pasangan berikutnya adalah M Rudini Darwan Ali – Syamsudin (Bercahaya) dengan perolehan 20,68%. Dan terakhir pasangan M Taufiq Mukri – Supriadi MT (Pantas) memeroleh 10,23%.

Sedangkan survei ini masih menyisakan responden yang menjawab ragu-ragu, tidak tahu atau tidak menjawab yang biasa disebut dengan swing voters sebesar 10,23%.

Paparan hasil survei ini disampaikan oleh Sunarto Ciptoharjono, Direktur LSKP-LSI Denny JA.

Ia menjelaskan, bahwa survei tersebut dilakukan pada tanggal 23-29 November 2020. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat dengan mewawancarai 440 responden yang tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Kotim.

“Survei ini menggunakan margin of error sebesar plus minus 4,8%. Artinya bila jarak perolehan antar kandidat dalam batas margin of error, maka secara statistik posisi kandidat dikatakan setara,” terangnya, saat menggelar konferensi pers di Hotel Aquarius Sampit, jumat 04 Desember 2020.

Mengapa Pasangan Halikinnor-Irawati paling berpeluang memenangkan Pilkada Kotim tahun ini, Sunarto menjelaskan berdasarkan tren yang dilihat dari tracking survei yang dilakukan sebelumnya, yakni pada bulan September, pasangan Halikinnor-Irawati mengalami kenaikan yang paling signifikan yakni sebesar 19,32%.

Kenaikan elektabilitas berikutnya diperoleh Pasangan M Rudini Darwan Ali-Syamsudin sebesar 7,73%.

Pasangan Suprianti Rambat hanya mengalami kenaikan sebesar 4,49%. Sedangkan pasangan M Taufik Mukri-Supriadi MT justru mengalami penurunan sebesar 3,64%.

“Faktor lain yang mendorong elektabilitas pasangan HARATI naik secara signifikan adalah kenaikan popularitas yang cukup tinggi dibanding survei periode sebelumnya. Halikinnor memperoleh kenaikan popularitas sebesar 10,91% yakni dari 58,18% pada bulan September menjadi 69,09%. Kenaikan popularitas Halikinnor didukung oleh kenaikan popularitas pasangannya, Irawati sebesar 22,96%, dari 37,95% pada bulan September menjadi 60,91% pada bulan November. Sedangkan kandidat Bupati yang lain kenaikkan popularitasnya masih di bawah 2%,” jelasnya.

Selain kenaikan popularitas, pasangan Harati juga mengalami kenaikan tingkat kesukaan. Tingkat kesukaan dari 69,53% menjadi 73% hadap Halikinnor naik 4,15%, sedangkan tingkat kesukaan terhadap Irawati naik sebesar 9,28% dari 66,47% menjadi 75,75%.

Irawati menjadi kunci dari kenaikan perolehan suara HARATI. Irawati dikenal sebagai adik kandung dari Bupati Kotim Supian Hadi. Dalam survei ini masyarakat menilai kinerja Supian Hadi sebagai Bupati berhasil sebanyak 77%.

Artinya ketika masyarakat puas terhadap Bupati Incumbent, maka sangat berpengaruh apabila memberikan dukungan kepada salah satu calon, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jadi selain kepopuleran kandidat, kali ini peran Supian Hadi bisa dikatakan sebagai king maker.

“Dalam waktu relatif kecil sekitar 5 hari, dengan hasil survei ini sulit dikejar. Terkecuali ada kejadian luar biasa,” demikian Sunarto.(Cha/beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Puluhan IKM 17 Kecamatan Diberikan Bimtek Pengolahan Pangan Berbahan Lokal

Puluhan IKM 17 Kecamatan Diberikan Bimtek Pengolahan Pangan Berbahan Lokal

SIMBOLIS : IST/BERITA SAMPIT – Plt Disperdagin Kotim Zulhaidir secara simbolis memberikan bantuan alat masak kepada peserta Bimtek dan Manajemen Usaha pengolahan pangan berbahan lokal.

SAMPIT – Sebanyak 60 peserta Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tersebar 17 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Manajemen Usaha Pengolahan Pangan berbahan lokal. Kegiatan dipusatkan di Bambu Kuning, 4-5 Desember 2020.

Bupati Kotim Supian Hadi melalui Pelaksana tugas Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Zulhaidir mengatakan, salah satu tugas pihaknya memberikan pembinaan dan pengetahuan tambahan agar IKM agar terarah dan dapat tumbuh berkembang berdaya saing untuk menopang perekonomian.

BACA JUGA:   TMMD Bantu Pemerintah Daerah Kempanyekan Protokol Kesehatan

“Kami harapkan Bimtek dan Manajemen Usaha ini benar-benar dijadikan sebagai acuan bagi IKM dalam pengolahan pangan berbahan lokal,” ujar Zulhaidir saat membuka kegiatan, Jumat 4 Desember 2020.

PRODUK LOKAL : IST/BERITA SAMPIT – Produk olahan pangan berbahan lokal diperlihatkan pada saat Bimtek dan Manajemen Usaha pengolahan pangan.

Ada beberapa produk olahan pangan berbahan lokal yang sudah diproduksi para IKM yakni, sirup nanas, keripik berbahan baku pisang, wadi jelawat, bawang dayak, gula merah, minuman berbahan jeruk lemon, dan berbagai produk lainnya.

BACA JUGA:   TNI AL Bantu Amankan Pergeseran Logistik TMMD di Sungai Mentaya

Mengenai peserta, lanjutnya, ada dari Kelompok Wanita Tani (KWT), anggota Tim Penggerak PKK dan Karang Taruna. Sedangkan nara sumber dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kotim dan Bank Rakyat Indonesia.

“Disperdagin Kotim tidak hanya memberikan pembinaan bahkan bisa membantu dari segi pemasaran sehingga, produk olahan pangan berbahan lokal tidak hanya dikenal di tingkat lokalan bahkan ke luar daerah,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

Legislator Kotim dorong kemudahan permodalan dukung pemulihan ekonomi

Legislator Kotim dorong kemudahan permodalan dukung pemulihan ekonomi

Sampit (ANTARA) – Anggota DPRD Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Hairis Salamad mendorong pemerintah daerah bersama perbankan mengupayakan kemudahan modal usaha, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan masyarakat luas agar bisa bangkit di tengah pandemi COVID-19 ini.

“Perbankan, khususnya milik daerah diharapkan bisa mempermudah pinjaman lunak kepada mereka yang membutuhkan, terutama dari masyarakat yang berprofesi petani, nelayan, pelaku UMKM dan lainnya agar kembali bangkit,” kata Hairis di Sampit, Jumat.

Pandemi COVID-19 yang merambah ke Kotawaringin Timur sejak Maret lalu, membawa dampak yang luar biasa terhadap hampir semua bidang kehidupan masyarakat. Tidak hanya mengancam keselamatan, pandemi virus mematikan itu juga membuat ekonomi menjadi lesu.

Saat kondisi normal saja, masalah permodalan masih menjadi kendala yang sering dihadapi masyarakat kecil. Kini kondisi semakin sulit akibat dampak pandemi COVID-19 yang membuat perekonomian lesu.

Perlu intervensi pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Khusus untuk ekonomi kerakyatan, pamerintah daerah diharapkan secara serius membantu masyarakat agar bisa kembali bangkit.

Kemudahan dalam mengakses permodalan sangat dibutuhkan agar pelaku usaha bisa kembali membenahi usaha mereka. Dengan bantuan pinjaman modal tersebut diharapkan bisa mendorong kembali menggeliatnya ekonomi kerakyatan meski pandemi COVID-19 masih terjadi.

Baca juga:

Ketua Fraksi PAN ini berharap dukungan penuh pemerintah daerah terhadap sektor ekonomi kerakyatan jangan sampai terputus. Hairis juga berharap pihak perbankan tidak perlu ragu untuk membantu permodalan UMKM dan lainnya karena meski terdampak, namun ekonomi di Kotawaringin Timur lebih stabil dibanding daerah lain di Kalimantan Tengah.

Program pinjaman modal melalui program Kredit Usaha Rakyat maupun program lainnya diharapkan bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. Tujuannya agar program itu benar-benar membawa manfaat besar bagi pengembangan usaha masyarakat.

Jika ekonomi kerakyatan bangkit maka angka kemiskinan secara otomatis akan berkurang. Ini sekaligus menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

“Kita dorong bagaimana ke depannya agar masyarakat lebih muda mengakses permodalan sehingga semakin mudah mengembangkan usaha. Ini sangat dibutuhkan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi, khususnya bagi ekonomi kerakyatan di Kotawaringin Timur ini,” demikian Hairis.

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Kualitas terbaik dunia, rotan Sampit diincar di luar negeri

Kualitas terbaik dunia, rotan Sampit diincar di luar negeri

Sampit (ANTARA) – Kualitas rotan asal Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah sebagai yang terbaik di dunia membuat rotan ini diincar importir di luar negeri padahal larangan ekspor rotan mentah masih berlaku.

“Mungkin semua tahu bahwa rotan dari Sampit merupakan rotan yang terbaik di dunia. Dijaga keluar tapi ternyata data impor di luar negeri itu ada impor rotan dari Indonesia,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tips Madya Pabean C Sampit, Indasah di Sampit, Kamis.

Pemerintah pusat telah memberlakukan larangan ekspor rotan mentah sejak akhir 2011. Namun belakangan ini, hasil penelusuran pemerintah, masih ditemukan rotan Indonesia yang masuk ke negara tetangga, yang diperkirakan merupakan rotan berasal dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Temuan inilah yang membuat Bea Cukai Sampit kembali intens mengawasi pengiriman rotan mentah. Koordinasi dilakukan dengan petugas di perbatasan, baik darat maupun jalur sungai atau laut.

Baca juga:

Secara geografis, kata Indasah, Kalimantan Tengah tidak berbatasan langsung dengan negara tetangga. Penyelundupan rotan diduga menggunakan kapal-kapal kecil dibawa ke laut sekitar Kepulauan Natuna, baru kemudian diselundupkan ke luar negeri, khususnya ke Malaysia.

“Indikasinya seperti itu. Kami juga berkoordinasi dengan KSOP Sampit untuk mencari informasi, kemudian kami sampaikan kepada rekan-rekan di perbatasan. Ada tangkapan rotan di perbatasan cukup banyak dan nilainya memang fantastis,” kata Indasah.

Terkait masalah ini, Indasah menginformasikan bahwa di Kalimantan Selatan saat ini sedang diproses pembuatan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan tentang Tata Kelola Rotan. Jika peraturan itu sudah selesai, kata Indasah, maka bisa menjadi rujukan bagi Kalimantan Tengah untuk membuat peraturan serupa.

Sementara itu, selain mengawasi pengangkutan rotan, Bea Cukai Sampit juga fokus mengawasi barang kena cukai ilegal seperti minuman keras dan rokok. Selama ini rokok ilegal mendominasi penyelundupan di wilayah kerja Bea Cukai Sampit yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan dan Seruyan.

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Bupati Kotim beri penghargaan peduli pendidikan kepada PT Sukajadi Sawit Mekar

Bupati Kotim beri penghargaan peduli pendidikan kepada PT Sukajadi Sawit Mekar

Sampit (ANTARA) – Bupati Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Supian Hadi memberikan piagam penghargaan kepada PT Sukajadi Sawit Mekar atas peran aktif dan kepeduliannya selama ini terhadap dunia pendidikan di daerah ini.

“Penghargaan ini wujud apresiasi dan rasa bangga pemerintah daerah kepada PT Sukajadi Sawit Mekar yang selama ini telah banyak membantu di berbagai bidang, termasuk kali ini apresiasi di bidang pendidikan. Kami berharap pihak perusahaan terus konsisten membantu daerah dan masyarakat karena pendidikan anak-anak bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Supian Hadi saat menghadiri peletakan batu pertama Masjid Al Muhajirin Desa Biru Maju Kecamatan Telawang, Kamis 

Piagam penghargaan diserahkan Supian kepada Senior Manager Musim Mas Group Wilayah Kalimantan Tengah, Teuku Kanna. Turut hadir dalam acara itu, Pelaksana Tugas Camat Telawang Ady Candra.

Supian menyampaikan terima kasihnya karena PT Sukajadi Sawit Mekar yang bernaung di bawah perusahaan besar Musim Mas Group ini, konsisten membantu pemerintah. Pihaknya selalu menerima laporan tentang perusahaan-perusahaan mana saja yang selama ini peduli membantu pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dia mengakui, perlu dukungan swasta agar percepatan pemerataan peningkatan kualitas pendidikan bisa tercapai. Pihak swasta bisa membantu dengan berkoordinasi kepada pemerintah agar program yang dijalankan bisa sejalan sehingga hasilnya lebih maksimal.

Supian sangat mengapresiasi PT Sukajadi Sawit Mekar melalui program CSR (corporate social responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaannya telah banyak membantu masyarakat dan pemerintah daerah. 

Langkah ini diharapkan dilaksanakan berkelanjutan sehingga masyarakat pun bangga dan merasa memiliki karena kehadiran perusahaan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas.

“Saya berharap ini menjadi motivasi dan konsistensi pihak PT Sukajadi Sawit Mekar untuk terus peduli terhadap daerah dan masyarakat. Saya juga berharap ini menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kotawaringin Timur ini,” ujar Supian.

Pelaksana Tugas Camat Telawang Ady Candra mengatakan, penghargaan tersebut memang berhak didapat PT Sukajadi Sawit Mekar. Selama ini perusahaan besar kelapa sawit tersebut sudah banyak membantu masyarakat dalam banyak hal, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, usaha ekonomi, penanggulangan bencana dan lainnya.

“Selama ini pihak perusahaan cepat tanggap dalam membantu masyarakat dan pemerintah kecamatan maupun desa. Kami sangat berterima kasih. Mudah-mudahan perusahaan semakin maju dan juga terus meningkatkan partisipasinya membantu masyarakat dan pembangunan daerah,” harap Ady Candra.

Senior Manager Musim Mas Group Wilayah Kalimantan Tengah, Teuku Kanna menyampaikan terima kasih kepada bupati dan jajaran pemerintah daerah yang ternyata selalu memantau dan kini memberikan penghargaan atas kepedulian perusahaannya, khususnya kali ini di bidang pendidikan.

“Kami berterima kasih atas penghargaan dari Pemkab Kotim ini. Kami berkomitmen akan terus berbakti mencerdaskan putra dan putri bangsa, khususnya di Kotim. Melalui Yayasan Anwar Karim yang fokus pada bidang pendidikan, kami berupaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan standarisasi yang tidak kalah dari daerah lain,” ujar Kanna.

Yayasan Anwar Karim yang dibentuk pihak perusahaan, mengelola Sekolah Dasar (SD) Anwar Karim IV dengan jumlah peserta didik saat ini sebanyak 986 murid. Sekolah yang berlokasi di Desa Sebabi ini menampung murid yang orangtuanya kebetulan menjadi karyawan PT Sukajadi Sawit Mekar. SD Anwar Karim IV yang selama ini menjadi tumpuan warga Kotim yang bekerja di PT Sukajadi Sawit Mekar untuk menyekolahkan anak-anak mereka agar tetap mendapatkan pendidikan terbaik. ANTARA/HO-PT SSM
Yayasan yang dibentuk pada 2007 lalu itu sangat memperhatikan kualitas pendidikan setempat meski lokasi sekolah mereka jauh dari ibu kota kabupaten. Hasilnya, murid sekolah ini mampu bersaing dalam prestasi, bahkan pernah melaju ke tingkat nasional mewakili Provinsi Kalimantan Tengah dalam O2SN.

Tahun 2021, pihak perusahaan mulai membangun berdirinya sekolah jenjang SMP. Bangunan terdiri dari empat lokal atau ruang belajar, ditambah ruang kepala sekolah, ruang guru, UKS, perpustakaan dan lainnya.

Selain untuk memudahkan anak-anak melanjutkan sekolah, ini juga untuk mendukung program pemerintah dalam wajib belajar sembilan tahun.

PT Sukajadi Sawit Mekar juga membantu di satuan-satuan pendidikan yang dikelola pemerintah. Saat ini perusahaan ini membantu pembangunan ruangan SDN 004 Simpang Sebabi. 

Selain itu, selama ini PT Sukajadi Sawit Mekar juga membantu insentif banyak guru honor yang bertugas di sejumlah sekolah di desa-desa sekitar lokasi perusahaan.

“Kami ingin anak-anak di daerah kita ini mendapatkan pendidikan yang terbaik sehingga peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia bisa terwujud. Perusahaan kami akan konsisten membantu sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” demikian Kanna.

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Bupati Berharap Kotim Dijadikan Daerah Pengembangan Food Estate

Bupati Berharap Kotim Dijadikan Daerah Pengembangan Food Estate

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Supian Hadi mengungkapkan keinginannya agar Kotim dapat dijadikan sebagai salah satu daerah tempat pengembangan ketahanan pangan jangka panjang seperti yang diprogramkan Pemerintah Pusat atau food estate.

“Saya kemarin sudah minta kepada Bulog agar dapat membantu Kotim menjadi salah satu daerah food estate,” ungkapnya.

Supian Hadi memaparkan, bahwa Kabupaten Kotim memiliki lahan yang cukup luas untuk digunakan sebagai food estate. Ada 40 ribu hektar lahan pertanian, dimana 23 ribu hektar siap ditanami dan sebagian masih belum dibuka.

“40 ribu hektar dalam setahun kita mudah saja membukanya,” ujarnya.

Keinginannya tersebut tentu bukan tanpa alasan. Ia berharap dengan dijadikannya Kotim sebagai salah satu pusat pengembangan food estate, secara tidak langsung akan mendorong kesejahteraan masyarakat terutama bagi para petani.

“Karena dengan adanya food estate maka otomatis jalan tani, jalan usaha tani ataupun alat tani dan alat modern tani dapat dibantu pemerintah pusat,” tambahnya.

Sehingga ia berharap keinginannya tersebut dapat didengar oleh Pemerintah Pusat.

(dev/matakalteng.com)

Perda Covid-19 Harus Segera Dibuat

Perda Covid-19 Harus Segera Dibuat

IM/BERITASAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Sanidin.

SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H Sanidin mendukung penuh rencana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang penanganan Covid-19. Karena memang diperlukan sebagai payung hukum bagi Pemerintah Daerah dalam mengambil kebijakan untuk menangani pandemi.

“Saya yakin seluruh anggota DPRD akan setuju karena ini demi menyelamatkan seluruh masyarakat,” ucap Ketua Komisi III DPRD Kotim Sanidin, Kamis 3 Desember 2020.

Wacana membentuk Perda bergulir dengan tujuan lebih mengoptimalkan penanganan Covid-19, seiring dengan terus meningkatnya pandemi virus mematikan itu, khususnya di Kotim

Saat ini memang sudah ada peraturan terkait penanganan Covid-19 yang diatur melalui Peraturan Bupati Kotim Nomor 29 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

BACA JUGA:   Bupati Kotim: Maja Lewu Program Serap Langsung Aspirasi Masyarakat

Didalam pelaksanaannya, peraturan bupati yang efektif diterapkan mulai September 2020 lalu dinilai masih perlu disempurnakan, salah satunya terkait aturan sanksi yang dinilai belum memberikan efek jera kepada pelanggar protokol kesehatan sehingga pelanggaran pun masih banyak diketemukan.

Pria dengan gelar Strata Satu Agama itu menegaskan pihaknya selaku perwakilan rakyat siap mendukung penuh dengan cara mempercepat proses pembahasannya di DPRD. Untuk itu dia mendorong pemerintah kabupaten agar segera mengajukan rancangan peraturan daerah tersebut, bahkan dalam satu atau dua hari ini.

BACA JUGA:   Pembangunan Pos Terpadu TMMD Tahap Pemasangan Atap

Dia meyakini pemerintah kabupaten maupun pihak lain sebagai pemrakarsa rancangan peraturan daerah tersebut sudah banyak mendapat masukan. Dengan begitu, pembahasan nantinya pun diharapkan tidak terlalu lama berjalan dan memakan waktu yang lama.

“Yang penting kan bagaimana Perda itu nanti terlaksana, mengakomodir dan melindungi masyarakat. Untuk pembiayaan penanganan Covid-19, kita sudah paham semua. Selama ini bahkan anggaran sudah dipangkas, termasuk anggaran kami di DPRD. Kami tidak menolak karena ini untuk kepentingan masyarakat Kotim,” ujar legislator jebolan partai Gerakan Indonesia Raya.

(im/beritasampit.co.id).

Copyright © 2020 Sampit