INGAT! Peserta Tes SKB CPNS Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

INGAT! Peserta Tes SKB CPNS Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

ILHAM/BERITA SAMPIT – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim, Alang Arianto, saat meninjau persiapan ruang SKB CPNS, di Balai diklat Kotim, Selasa 08 September 2020

SAMPIT – Berbeda dari tahun sebelumnya di tengah pandemi Covid-19 ini, pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon PNS Formasi Tahun 2019, yang akan digelar pada Rabu 09 September 2020, juga memperketat protokol kesehatan pada seluruh peserta.

Panitia selain menyediakan bilik disinfektan, tempat cuci tangan serta Alat Pelindung Diri (APD), juga disiapkan satu ruangan khusus bagi peserta yang memiliki suhu badan diatas normal.

“Semua peserta wajib menggenakan masker, kalau memang ada terdapat peserta suhunya diatas 37 sampai 38 akan masuk di ruang khusus, sementara ada 6 komputer dan yang siap ada 4,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim, Alang Arianto, Selasa 08 September 2020.

BACA JUGA:   Setelah Gubernur, Giliran Empat Dinas di Provinsi Terancam Batal Panen Raya di Kotim

Demikian juga untuk para pengantar, juga dilakukan pembatasan oleh Panitia. Dengan mengutamakan protokol kesehatan, selain peserta dan panitia yang boleh masuk kedalam lokasi kegiatan, pengantar hanya diperbolehkan menunggu diluar.

Sedangkan untuk tahap pelaksanaan sendiri akan dibagi dalam 3 sesi, dimana dalam setiap sesi akan melibatkan 45 orang peserta.

“Memang berbeda dari tahun sebelumnya sebelum Covid, dalam setiap sesi biasanya 90 orang. Waktunya juga kita atur, setiap sesi dibagi 3 jam, diantaranya 90 menit untuk seleksi, sisa waktunya dilakukan untuk mensterilkan tempat dengan dibersihkan dan di semprot menggunakan disinfektan,” jelas Alang.

BACA JUGA:   DPRD Ingatkan ASN Harus Netral

Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 350 orang lebih, menurut alang kemungkinan akan menyita waktu lebih banyak.

“Kita jadwalkan SKB CPNS 2019 ini akan memakan waktu selama 3 hari,” pungkasnya.

(Cha/beritasampit.co.id)

Sengketa Lahan, Ibu Paruh Baya ini Perjuangkan Tanahnya di DAD Kotim

Sengketa Lahan, Ibu Paruh Baya ini Perjuangkan Tanahnya di DAD Kotim

SAMPIT – Sengketa lahan di Jalan Lingkar Utara Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) antara Misnawati dan Safari bermula Misnawati melaporkan kasus ini ke Polres Kotim hingga berlanjut di Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim. Kasus ini sudah 4 kali mediasi di DAD namun belum juga terselesaikan.

Andriansyah selaku pendamping Misnawati mengatakan, legalitas milik mereka adalah sertifikat, secara hukum sertifikat milik Misnawati lebih kuat legalitasnya dibanding dengan SKT milik Safari. Karena dikeluarkan langsung oleh BPN. “Saat itu Misnawati membeli tanah tersebut dari Sariatun dan Boyyanto pada tahun 2000,” ujarnya, Selasa 1 September 2020.

Menurutnya kasus sengketa lahan seluas 50 meter x 200 meter yang berada dipinggiran Jalan Lingkar Utara tersebut sudah dilaporkan kepada Polres Kotim, namun hingga kini belum ada perkembangan dan hanya pihaknya yang masih di panggil untuk pemeriksaan. Sehingga kata dia atas permintaan Misnawati kasus ini dilaporkan kepada Dewan Adat Dayak setempat untuk minta dimediasi bersama Safari.

“Ini sudah mediasi ke-4, mediasi pertama pihak Safari hadir, kedua tidak, ketiga hadir lagi dan keempat ini hadir dan hari ini lanjut Pemeriksaan ditempat. Namun selama mediasi beberapa kali itu, kita belum pernah melihat bukti kepemilikan mereka. Bahkan saat dilapanganpun mereka beralasan tertinggal. Padahal sudah tahu ada mediasi harusnya bukti-bukti dibawa,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa dari sertifikat Misnawati tertulis jalan di tanah tersebut yaitu Gang Gunung Binaiya. Sedangkan SKT milik Safari menyebutkan Jalan Bumi Raya 2. “Padahal dari data BPN jalan tersebut Gang Gunung Binaiya. Ada kejanggalan, berapa kali mediasi yang ditekankan hanya kami yang diminta tunjukkan legalitas. Sementara dari pihak Safari belum pernah kami lihat datanya,” ungkapnya.

Ia berharap dari DAD memanggil saksi ahli yaitu lurah, camat dan BPN yang mengeluarkan SKT serta sertifikat itu dan DAD diminta bersikap netral. Selain itu, disebutkannya juga jika pihaknya memang salah maka pihaknya siap meminta maaf dan melepaskan tanah tersebut.

“Kalau kami salah mohon arahannya, tapi kami minta mereka benar-benar menunjukkan bukti yang sah seperti bukti kami,” ujarnya. Sementara itu Misnawati mengatakan, pada mediasi ke-4 dihadirkan saksi penggarapan asal, saksi perbatasan dan kelompok tani Bumi Raya tahun 1981 sebanyak 10 orang. 

“Kami itu membuat parit jalan di sana pada tahun 1990. Sudah jelas namanya Gang Gunung Binaiya, karena lengkap yang hadir ini dari penggarap pertama hingga surat izin garap ada,” ujarnya. Ia juga mengatakan, sengketa ini baru tahun 2020 muncul karena dibangun rumah di atasnya oleh Safari. Padahal jika melihat SKT Safari mereka menilai objek tanah itu bukan dipinggir jalan lingkar utara itu melainkan di belakang.

Ketua kelompok penggarap Zamaludin juga mengatakan, pihaknya menggarap tanah disana pada tahun 1981 mulai menggarap. “Dan memang benar ada hak milih ibu Misnawati,” sebutnya. Sementara itu Safari menegaskan kalau mereka juga punya legialitas yang sah bahkan sampai kini menguasai lahan tersebut.

“Iya memang legalitas mereka sertifikat tapi dari pihak kami juga punya surat dan saksi sebatas tanah sebelah lengkap,” ucap Safari. Safari menyebutkan kalau mendapatkan lahan itu beli dari Congkene pada 2012 lalu dengan legialitas SKT yang terbit pada 1995 silam. 

Terpisah Ketua Harian DAD Kotim Untung TR mengaku kalau kedua belah pihak sepakat kembali dilakukan cek lapangan karena ada informasi baru yang akan ditunjukan oleh saksi Guntur. “Giat dilaksanakan hari ini jam 16.00 WIB, Pak Guntur RT yang sudah lama di sana. Jadi nanti yang akan menunjukkan lokasi itu,” demikiannya.

(dia/matakalteng.com)

The post Sengketa Lahan, Ibu Paruh Baya ini Perjuangkan Tanahnya di DAD Kotim appeared first on Mata Kalteng.

Gandeng Balai Bahasa Kalteng Untuk Pembuatan Kamus Bahasa Sampit

Gandeng Balai Bahasa Kalteng Untuk Pembuatan Kamus Bahasa Sampit

SAMPIT – Komunitas Uluh Tabela dan Lembaga Adat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyelenggarakan Webinar tentang rencana pembuatan kamus besar bahasa Sampit.

Webinar itu dilaksanakan pada 25 Agustus 2020 dengan tema Urgensi Kamus Untuk Menjaga Eksistensi Bahasa Sampit, yang dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh 37 peserta.

Acara yang berdurasi 2 jam ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom dan menggandeng Balai Bahasa Kalimantan Tengah. Dimana kegiatan ini juga didukung penuh oleh ketua STKIP Muhammadiyah Sampit yang disampaikan oleh ketuanya melalui sambutan.

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah juga mengapresiasi kegiatan ini, ini karena konservasi bahasa daerah merupakan salah satu program kerja Balai Bahasa.

Seminar yang diikuti oleh berbagai kalangan seperti anak muda, mahasiswa, tokoh bahasa Sampit, dan para akademisi ini berjalan dengan lancar.

Dimana hadir sebagai narasumber Anthony Suryanyahu yang saat ini berprofesi sebagai analisis Kata dan Istilah Balai Bahasa Kalimantan Tengah.

Menurut Sandy Ramadhan, selaku ketua tim pelaksana sekaligus Duta Bahasa Kalimantan Tengah, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk merealisasikan rencana pembuatan kamus Bahasa Sampit.

“Diperlukan pedoman yang ilmiah dan akademis sehingga kamus nanti dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Selasa 1 September 2020.

Lanjutnya, bahwa pembuatan kamus sendiri merupakan program kerja yang sudah lama dirancang oleh Lembaga Adat dan Budaya Sampit. Para tokoh ini telah mengumpulkan ribuan kosakata bahasa Sampit.

“Demikian juga dengan komunitas Paduli Basa Itah juga telah memiliki database kosakata. Sehingga perlu dilakukan upaya yang strategis agar dapat menghasilkan kamus yang baik dan benar,” ungkapnya.

Anthony selaku narasumber turut mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya selama 20 tahun ia bekerja baru pertama diundang untuk menjadi narasumber kamus secara daring.

“Apalagi kegiatan ini diselenggarakan oleh anak muda dan didukung penuh oleh generasi sebelumnya,” ujarnya penuh semangat.

Selanjutnya, acara seminar diakhiri dengan sesi diskusi yang disambut antusias oleh para peserta dan narasumber.

(dia/matakalteng.com)

Tradisi Bikin Bubur Asyura Masih Dilestarikan, Begini Ceritanya

Tradisi Bikin Bubur Asyura Masih Dilestarikan, Begini Ceritanya

BUBUR ASYURA : IST/BERITA SAMPIT – Proses pengolahan bubur asyura di Masjid Kota Almadinatul Mubaraqah Sampit.

SAMPIT – Setiap 10 Muharram atau biasa disebut Hari Asyura ada sebuah tradisi yang masih melekat dan hingga sekarang masih dilestarikan khususnya masyarakat di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Tradisi itu membikin bubur asyura.

“Bubur asyura ini selalu ditunggu masyarakat. Meski tidak diumumkan, masyarakat sudah tahu dan pasti datang saat pembagian bubur asyura,” kata Muhammad Yunus, salah seorang panitia di Kota Sampit, Sabtu 29 Agustus 2020.

Dia menyebutkan bahwa di Kota Sampit ada beberapa lokasi tempat pembuatan bubur asyura. Salah satunya di Masjid Kota Almadinatul Mubaraqah yang terletak disekitar ikon jelawat Kota Sampit.

BACA JUGA:   Gubernur Apresiasi Bupati Kotim dalam Penanganan Covid-19

“Panitia menyiapkan sekitar 150 kilogram. Mengenai bahannya ada sekitar 41 jenis. Beragam bahan tersebut kemudian dicampur menjadi satu di dalam kawah/panci besar. Khusus di Masjid Kota Almadinatul Mubaraqah, memasaknya menggunakan 2 kawah/panci super besar dan 1 panci ukuran sedang,” ujar Yunus yang biasa disapa Om Bos ini.

Pria yang tampil setiap ada pembuatan bubur asyura itu menjelaskan, dapur yang terletak di sekitar kompleks Masjid Almadinatul Mubaraqah sudah ramai oleh puluhan perempuan. Mereka bergotong-royong memasak bubur Asyura yakni bubur yang memiliki beragam campuran bahan makanan didalamnya

BACA JUGA:   Dewan Nilai Bandara H Asan Sampit Perlu Direnovasi

Bagi umat muslim yang tinggal di sekitar masjid atau kompleks makam pasar/pembuatan bubur as-syura, kini sudah menjadi tradisi dalam rangkaian peringatan 10 Muharram yang dibagikan setiap 10 Muharam.

“Biasanya, bubur asyura dibagi selepas salat zuhur atau ashar,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

Fakta Baru, Ibu dan kekasih Penganiaya Bocah 6 Tahun Pecandu Narkoba

Fakta Baru, Ibu dan kekasih Penganiaya Bocah 6 Tahun Pecandu Narkoba

ILHAM/BERITA SAMPIT – Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, saat mengintrogasi ibu kandung dan kekasihnya pelaku tindak kekerasan terhadap anaknya, dalam kegiatan konferensi pers, Selasa 25 Agustus 2020.

SAMPIT – Dari penyidikan polisi, diduga AN dan YT ibu kandung LL, bocah yang mendapat tindak kekerasan adalah pecandu narkoba. Bahkan saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, pelaku masih dalam keadaan pengaruh narkoba.

“Ibu korban dan kekasihnya ini mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu, jadi kalau sudah terpengaruh narkoba akalnya sudah tidak sehat, sehingga anak sendiri pun dia siksa. Kemungkinan besar aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku terpengaruh narkoba, bahkan saat dilakukan pemeriksaan tadi malam, masih tampak mereka terpengaruh narkoba,” jelas Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, saat menggelar Konferensi Pers, selasa 25 Agustus 2020.

BACA JUGA:   Modus Pinjam Mobil, Sapi Hilang 2 Ekor

AN berprofesi sebagai pekerjaan swasta, sedangkan YT bekerja menjadi penyanyi. Keduanya diduga telah lama menjadi pengguna narkoba, hal ini telah diakui oleh keduanya.

“Bahkan saat melarikan diri, mereka juga mengkonsumsi barang haram itu,” lanjut Jakin.

Ditambahkannya, berdasarkan hasil pemeriksaan, tindak kekerasan terhadap LL terjadi tiga kali, yakni pada tanggal 17, 19 dan 21 Agustus.

Atas perbuatannya, kedua pelaku ini dikenakan pasal 44 ayat (2) UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman pidana 10 tahun.

BACA JUGA:   UKM PKK Desa Rawa Sari Siap Raih Izin Industri Pengelolaan Rumah Tangga

Kemudian Subsider pasal 80 (kekerasan terhadap anak) ayat 2 (mengakibatkan korban cacat/ luka parah) dan ayat 4 (orang tua kandung) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, menjadi undang-undang Jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun + sepertiga.

(Cha/beritasampit.co.id)

Hanya Gara-gara Susah Tidur, LL Dianiaya dengan Kejam

Hanya Gara-gara Susah Tidur, LL Dianiaya dengan Kejam

ILHAM/BERITA SAMPIT – Tersangka AN kekasih YT Ibu Kandung LL, Bocah 6 tahun yang menjadi Korban kekerasan, saat di gelandang polisi, Selasa 25 Agustus 2020.

SAMPIT – Sungguh kejam apa yang dilakukan AN Kekasih YT ibu kandung LL, hanya lantaran LL susah tidur setiap malam, bocah 6 tahun itu menjadi korban penganiayaan yang sangat tidak manusiawi oleh kedua pelaku.

Dan yang sangat memprihatinkan lagi, bukan hanya di cubit, namun bocah itu juga mengalami siksaan seperti menerima pukulan hingga alis dan dibawah matanya berdarah.

Tidak hanya itu, bocah malang tersebut juga mengalami penyiksaan seperti di cubit, ditendang, diinjak, hingga ditenggelamkan dalam ember, dan yang lebih brutalnya lagi, AN mempelintir tangan sebelah kiri LL hingga mengalami patah pada bagian lengan atas.

BACA JUGA:   Dirawat Intensif, Korban Mengaku Sempat Ditenggelamkan di Ember

“Alasan saya memukulnya biar anaknya menurut, sebab susah tidur dan saat ditegur ibunya tidak mau mendengarkan, kepalanya saya celupkan di ember biar bisa tidur. Tangannya saya yang mempelintir, tapi saya tidak tahu itu patah,”kata AN, Selasa 25 Agustus 2020.

Pelaku juga sangat mengingat waktu dia melakukan penganiayaan terhadap korban,” tanggal 17, 19 dan 21 jumat kemarin, tangannya saya yang pelintir hari jumat itu,”jelasnya.

Sementara YT ibu kandung korban, mengakui telah berpacaran dengan AN sekitar 1 tahun, dan dirinya juga ikut melakukan pemukulan pada anaknya tersebut.

BACA JUGA:   Kades Bapanggang Raya Cek Sumur Bor, Ada Apa Ya?

“Saya hanya mencubit dan menginjak perutnya,” paparnya.

Sebagai seorang orang tua apa lagi ibu kandung seharusnya memberikan perlindungan kepada anaknya, namun apa yang di lakukan YT hanya bisa menyaksikan anaknya disiksa oleh kekasihnya dan juga ikut melakukan tindak kekerasan.

“Saya tidak berani menghalangi, karena saya juga bisa menjadi sasaran kalau dia (AN) marah,” ujarnya

Kini kedua pasangan sajoli ini telah berhadapan dengan proses hukum, dan harus mempertangung jawabkan perbuatannya.

(Cha/beritasampit.co.id)

Pemilihan Ketua RT 02 Kelurahan Tanah Mas Serasa Pemilu, Tiga Kandidat Bersaing

Pemilihan Ketua RT 02 Kelurahan Tanah Mas Serasa Pemilu, Tiga Kandidat Bersaing

SAMPIT – Warga Rukun Tetangga (RT) 02 Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengadakan pemilihan langsung (Pilsung) ketua. Pilsung itu kali pertama digelar diwilayah kelurahan tersebut.

“Pilsung RT 02 yang dilaksanakan untuk pertama kalinya secara jujur, adil, transparan dan terbuka. Saya harapkan ini memberikan contoh kepada RT lainnya di Kelurahan Tanah Mas untuk melaksanakan Pilsung serupa,” ujar Lurah Tanah Mas Deden E.R Jaya melalui rilis yang diterima redaksi beritasampit.co.id, Selasa 25 Agustus 2020.

Dia menjelaskan, ada 3 kandidat yang meramaikan pada Pilsung ketua RT 02. Adapun 3 kandidat dan yang terpilih itu yakni, Abdul Sani memperoleh 53 suara, Sabda Hidayat hanya memperoleh 26 suara, sedangkan Khairul Mamun cuma 22 suara.

“Dengan terpilihnya Ketua yang baru hasil pilihan warga RT 02 diharapkan dapat menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik di warga RT 02 dan juga sekaligus dapat bersinergi dengan program dan kegiatan di Kelurahan Tanah Mas sesuai tugas RT,” saran Deden.

Disamping itu, Kelurahan Tanah Mas mengucapkan terima kasih kepada panitia karena sukses menjalankan tugasnya sehingga, Pilsung RT 02 berjalan sukses, tertib dan lancar.

“Saya selaku Lurah Tanah Mas mengucapkan terima kasih kepada panitia, berkat kerja sama yang baik seluruh kegiatan itu berjalan lancar dan tertib,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

Korban Kekerasan Anak di Sampit Mendapat Pendampingan dari Berbagai Pihak

Korban Kekerasan Anak di Sampit Mendapat Pendampingan dari Berbagai Pihak

SAMPIT – Kekerasan terhadap anak dibawah umur yang baru-baru ini ramai diperbincangkan, akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri terus mendapat perhatian.

Salah satunya perhatian diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau (DPPPAPPKB) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Ellena Rosie Kepala DPPPAPPKB mengatakan pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap korban. Selain itu, dirinya juga telah melakukan kerjasama dengan pihak Polisi dan Jaksa serta Lembaga Masyarakat seperti Lentera Kartini untuk mendapatkan akses keadilan bagi korban kekerasan tersebut.

“Sesuai tugas dan tupoksinya,kita telah melakukan pendampingan dari awal hingga akhir,yang artinya dari kejadian awal hingga nanti sampai keranah hukum,” katanya, Senin 24 Agustus 2020.

Dilihat dari keadaan korban, Ellena menambahkan bahwa korban sangat trauma dengan tindakan yang dilakukan oleh orangtuanya sehingga korban perlu mendapatkan pendampingan secara psikologis agar korban dapat pulih seperti mestinya anak seusianya.

“Kalau saya lihat anak itu harus dibantuan psikologisnya dan dipulihkan kembali seperti anak-anak seusianya seperti disekolahkan sehingga bisa berkumpul dengan teman seusianya,” tambahnya. Namun yang saat ini perlu diperhatikan menurutnya adalah kesehatan korban,pasalnya melihat kondisi fisiknya yang sangat memprihatikan.

“Sekarang yang kita utamakan adalah pendampingan terkait kesehatan korban,karena kita lihat kemarin kondisinya sangat memperhatikan selain memar-memar juga patah tulang,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan Polres Kotim dan LSM Lentera Kartini akan membawa korban ke Palangkaraya untuk perawatan lebih lanjut, agar fisik korban dapat kembali seperti semula terutama pada bagian tangan yang patah. “Kita bersama yang lain bekerjasama untuk membawa korban ke Palangkaraya guna pengobatan lebih lanjut,” tambah Ellena Rosie.

Fifit Novita H. salah satu anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Kartini yang juga ikut memperhatikan dan pendampingan korban dari awal membenarkan bahwa yang diperlukan korban saat ini selain kesehatan,pendampingan berupa psikologis sangat diperlukan.

“Kita juga memberikan bantuan berupa pendampingan psikologis dan kita juga telah menyiapkan psikolog, yang bersangkutan juga sudah mendatangi korban cuma korbannya masih belum bisa maksimal karena saat ini korban tinggal di rumah datunya dan banyak orang yang berkunjung, tapi nanti akan secara rutin oleh tim psikolog kami untuk menghilangkan rasa trauma,” terangnya.

Pihaknya yang juga melakukan pendampingan dari awal mulai dari pengaduan ini nantinya juga akan mendampingi hingga sidang,bahkan akan menjadi saksi dalam persidangan. 

Fifi Novita berharap penegak hukum dapat memberikan hukum yang setimpal bagi pelaku kekerasan pada anak dibawah umur,agar hal ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak melakukan hal yang sama.

(dev/matakalteng.com)

Dewan Apresiasi Kinerja Kejati Kalteng Tanggap Terhadap Dugaan Pelanggaran Proyek di Kotim

Dewan Apresiasi Kinerja Kejati Kalteng Tanggap Terhadap Dugaan Pelanggaran Proyek di Kotim

IM/BERITASAMPIT – Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Hendra Sia.

SAMPIT – Sekertaris Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Hendra Sia mengapresiasi kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah yang cepat tanggap terhadap laporan dugaan pelanggaran proyek di Kotim yang saat ini sudah ditangani oleh pihak Kejati.

“Selaku Sekertaris Komisi I DPRD Kotim, tentu sangat mengapresiasi kinerja Kejati yang mana cepat tanggap atas laporan dugaan pelanggaran terhadap proyek yang ada di Kotim ini, yang jelas harapan kita dengan adanya hal ini praktek-praktek pelanggaran yang mengarah pada tindakan korupsi dapat di putus dan tidak terjadi lagi di daerah kita ini,” sebutnya Senin 24 Agustus 2020.

BACA JUGA:   Definitif Sebagai Kepala Kesbangpol, Wim RK Benung Juga Tetap Membantu Bagian ekonomi

Anggota Komisi I dari dapil V ini juga mengharapkan dalam kasus yang saat ini ditangani oleh Kejati agar bisa segera ada titik terang benderang, supaya tidak menjadi sorotan publik dan berdampak negatif bagi instansi pemerintah daerah kedepannya.

“Tentunya kami mendorong agar dalam kasus ini bisa cepat terselesaikan, supaya jelas dan tidak menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat,” beber Hendra Sia.

BACA JUGA:   HUT RI Ke-75, Kodim 1015 Sampit Lestarikan Warisan Leluhur Suku Dayak

(im/beritasampit.co.id).

BREAKING NEWS : Ibu dan Kekasih Penganiaya Bocah 5 Tahun Berhasil Ditangkap

BREAKING NEWS : Ibu dan Kekasih Penganiaya Bocah 5 Tahun Berhasil Ditangkap

IST/BERITA SAMPIT – Kedua Pelaku penganiyaan bocah 5 tahun di Sampit saat diamankan di kantor Polisi

SAMPIT – Kerja keras Tim Resmob Polres Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya membuahkan hasil.

Setelah melakukan pengejaran sekitar 1×24 jam, akhirnya pelaku penganiyaan LL bocah 5 tahun yang dilakukan oleh Ibu kandungnya berinisal Yi  dan kekasihnya berinisial An berhasil diringkus.

Melalui video berdurasi sekitar 12 detik ini, terlihat wajah mirip kedua pelaku yang melakukan aksi kekerasan terhadap bocah 5 tahun telah diamankan di Pos jaga Polisi.

BACA JUGA:   Wacana Pemda Beri Hp Siswa, Jangan Sampai Jadi Penyalahgunaan Anggaran dan Kecemburuan Sosial

“Alhamdulillah, dapat orangnya, mantap Resmob 92,” ungkap yang mengunggah di video tersebut, Selasa 24 Agustus 2020.

Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, melalui Kasat Reskrim AKP Zaldy Kurniawan, membenarkan dugaan kedua pelaku telah diamankan.

“Sedang kita pastikan identitasnya dulu, dan sekarang telah kita lakukan penjemputan pada keduannya,” tandasnya.

Sebelumnya, pelaku pelarian berpindah-pindah, sehingga sedikit menyulitkan petugas untuk meringkus mereka.

BACA JUGA:   Pelayanan Prima, RSUD dr Murjani Buka Pelayanan Rapid Test 24 Jam

“Dari kemarin anggota sudah dikerahkan dilapangan, pelaku sempat bersembunyi di tempat kerabatnya di wilayah bagian selatan, namun saat anggota kami kesana, mereka berpindah lagi,” ungkapnya.

(Cha/beritasampit.co.id)

Copyright © 2020 Sampit