Jabatan Sekda Kotim Masih Dipegang Halikinnor

Jabatan Sekda Kotim Masih Dipegang Halikinnor

SAMPIT – Meski telah mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk maju sebagai calon Bupati, Halikinnor masih bekerja seperti biasanya di pemerintahan sebagai Sekretris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim, Alang Arianto menerangkan, hingga saat ini Halikinnor masih belum ada mengirimkan surat pengunduran diri. Hal ini dinilai tidak sedikitpun melanggar aturan yang ada. Pasalnya, pengunduran diri harus dilakukan apabila yang bersangkutan telah resmi mendaftarkan diri dan ditetapkan sebagai calon Bupati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

“Jabatan Sekda masih dipegang bapak H Halikinnor,” kata Alang Arianto, Jumat, 14 Agustus 2020.

Sejumlah nama sudah digodok oleh Bupati Kotim, Supian Hadi untuk memegang jabatan tersebut namun hanya berstatus penjabat (Pj) bukan definitif. Sebab, penetapan jabatan definitif untuk sekda harusnya melalui beberapa tahapan dalam lelang jabatan.

Menurut informasi terhimpun dari tiga nama tersebut sudah ada satu nama kepala dinas yang akan dijadikan sebagai Pj Sekda Kotim. Hingga kini masih menjadi teka-teki siapa orang tersebut. Kendati demikian, dikatakan juga jika orang tersebut sudah pernah mengikuti leang jabatan Sekda Kotim periode sebelumnya.

“Kami belum tahu siapa yang akan mengisi jabatan itu nantinya, itu urusan Bupati. Kami BKD hanya menyiapkan teknisnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur Alang.

(shb/matakalteng.com)

Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning Perlu Pernyataan Orangtua Siswa

Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning Perlu Pernyataan Orangtua Siswa

SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini masih dalam zona orange. Sehingga pemerintah setempat masih belum bisa sepenuhnya membuka beberapa aktivitas, seperti belajar mengajar secara tatap muka di sekolah. Namun demikian, belajar tatap muka di sekolah perlu pernyataan orang tua siswa.

“Untuk itu kita tetap mengacu pada petunjuk pimpinan, yaitu zona merah dan orange tidak dapat melakukan pembelajaran secara tatap muka, namun jika sudah masuk dalam zona kuning pembelajaran secara tatap muka di sekolah dapat dilakukan dengan catatan ada pernyataan dari orang tua siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Suparmadi, Kamis 13 Agustus 2020.

Suparmadi mengatakan, alasan dimintanya pernyataan dari orangtua siswa lantaran sebagian orangtua tidak ingin anaknya melakukan pembelajaran secara tatap muka di sekolah dengan alasan bahaya pandemi Covid-19. Namun sebagian orangtua ingin anaknya kembali belajar di sekolah, alasannya belajar dengan menggunakan sistem daring banyak memakan biaya, terutama untuk membeli kuota internet.

“Pernyataan orangtua ini perlu, karena sebagian orang tua setuju anaknya sekolah lagi, sebagian ada yang tidak setuju,” tambahnya.

Meskipun demikian Suparmadi menegaskan belajar tatap muka di sekolah baru dapat dilakukan setelah mendapat instruksi dari Bupati Kotim. Sehingga Dinas Pendidikan tidak mau mengambil keputusan terkait hal itu karena sangat beresiko, menyangkut kesehatan guru dan siswa.

“Kami tidak mau mengambil resiko. Kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan siapa yang mau bertanggung jawab,” terang Suparmadi.

(dev/matakalteng.com)

Ini Alasan Bupati Kotim Minta Para Seniman Bentuk Komunitas

Ini Alasan Bupati Kotim Minta Para Seniman Bentuk Komunitas

SAMPIT – Para penggiat seni yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terdampak pandemi Covid-19 membentuk komunitas seni dengan tujuan dapat menaungi para seniman yang ada di Kotim.

“Komunitas seni Kotim ini dibentuk agar dapat menaungi kawan-kawan seniman seperti dangdut, band, MC, penyanyi, organtunggal yang didalamnya ada gambus juga,” kata Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, Kamis 13 Agustus 2020.

Supian Hadi yang memimpin rapat pembentukan komunitas seniman tersebut mengatakan, dengan dibentuknya komunitas seni Kotim ini dapat merangkul seluruh seniman. Selain itu juga mempermudah dalam mengkoordinasi para seniman tersebut.

Pasalnya para seniman ini juga terdampak Covid-19. Sehingga mereka juga berhak mendapatkan bantuan pemerintah, baik dari daerah maupun pusat.

Dengan adanya komunitas ini, terang Supian Hadi dapat mempermudah pihaknya dalam memperoleh data mereka, karena telah terkoordinir. Sehingga kedepannya mendapat bantuan maka Pemerintah dengan mudah menyalurkannya.

“Organisasi ini selain untuk bersilaturahmi serta tempat memberi masukan kepada pemerintah daerah, juga berperan serta ikut membangun Kabupaten Kotawaringin Timur. Seandainya nanti kalau dimintain data bagi seniman yang terdampak sangat mudah,” terangnya.

Diakui Supian Hadi, hingga saat ini para seniman yang terdampak belum pernah tersentuh oleh bantuan. Berbeda dengan karyawan hotel yang terdampak pandemi, mereka telah mendapat bantuan. Pasalnya mereka telah memiliki organisasi yang dapat mengkoordinir sehingga dapat dengan mudah untuk memperoleh data mereka.

“Seperti kemarin dari kawan-kawan persatuan hotel karyawan yang terdampak itu kami bantu. Seniman sendiri tidak tersentuh dari bantuan tersebut,” tambahnya.

Terkait aktivitas para seniman seperti musisi, Supian Hadi menerangkan saat ini sudah mulai berjalan seperti sebelumnya yaitu dapat melakukan live musik dalam suatu acara seperti resepsi pernikahan. Namun mereka harus melapor kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kotim dan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti penyanyi harus membawa mic sendiri, tidak diperbolehkan orang berjoget dan selalu menyediakan hand sanitizer.

“Kita lagi menggodok namun sudah 99% untuk membolehkan aktivitas para seniman seperti live musik dan saat ini sudah berjalan, tapi mereka harus lapor dulu ke tim gugus tugas dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Alasan diperbolehkannya kembali aktivitas para seniman tersebut selain memperbaiki perekonomiannya juga sebagai salah satu bagian yang dapat mengangkat perekonomian daerah Kotim untuk lebih baik lagi.

(dev/matakalteng.com)

Pelajar Pengguna Fasilitas Internet Gratis Akan Diawasi

Pelajar Pengguna Fasilitas Internet Gratis Akan Diawasi

SAMPIT – Pelajar yang memanfaatkan fasilitas internet gratis yang disediakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan selalu dipantau.

“Mereka akan kita pantau setiap harinya,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kotim, Ramadhansyah, Selasa 11 Agustus 2020.

Ramadhansyah mengatakan, pemantauan akan dilakukan oleh Bappeda dengan cara menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim. Diskominfo lah yang nantinya akan memantau dari segi penggunaan atau situs apa saja yang diakses para pelajar tersebut.

Selain itu, pihak Bappeda juga telah membagi tugas setiap harinya untuk mengawasi para pelajar yang memanfaatkan fasilitas internet gratis.

“Selain menggandeng Diskominfo kita juga telah membagi tugas untuk mengawasi setiap harinya,” jelasnya.

Pantauan ini dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan fasilitas internet. Sehingga fasilitas tersebut dimanfaatkan secara benar sesuai dengan kebutuhan, seperti mengerjakan tugas sekolah ataupun belajar secara online.

Pasalnya selama ini sebagian anak banyak yang menyalah gunakan penggunaan internet,seperti mengakses situs berkonten dewasa yang dapat membawa dampak negatif bagi dirinya.

“Orang tua tidak perlu khawatir karena kita akan melakukan pengawasan setiap harinya dan juga pengawasan dari segi penggunaan internet seperti situs yang diakses para pelajar,” terang Ramadhansyah.

(dev/matakalteng.com)

Pembayaran Gaji Ke-13 ASN Kotim Tertunda

Pembayaran Gaji Ke-13 ASN Kotim Tertunda

SAMPIT – Pencairan gaji ke-13 yang diperuntukkan bagi pegawai negeri sipil (PNS), TNI dan Polri serta pensiunan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang semestinya pada Senin 10 Agustus 2020 tertunda. Padahal pemerintah pusat sudah menetapkan hari Senin harus dibayarkan.

“Gaji 13 belum cair,” kata Kasi Belanja Tidak Langsung pada BPKAD Kotim, H Jumaeh, Senin 10 Agustus 2020.

Jumaeh menyebut, alasan belum cairnya gaji 13 tersebut lantaran saat ini masih dalam proses cetak daftar bagi penerima gaji 13. Ia pun memastikan bahwa dalam Minggu ini gaji 13 akan masuk dalam rekening bank.

“Insya Allah Minggu ini sudah masuk bank,” tambahnya.

Jumlah penerima gaji 13 di Kotim sebanyak 5.548 orang. Jumlah tersebut mulai dari golongan I, II, III dan IV, termasuk untuk eselon II, III dan IV . Untuk besarannya ditetapkan paling banyak sebesar penghasilan pada bulan Juli 2020.

“Untuk ASN Kotim penerima gaji 13 berjumlah 5.548 terdiri dari golongan I, II, III dan IV termasuk untuk eselon II, III dan IV berdasarkan perhitungan gaji pada Juli 2020,” terang Jumaeh.

Dasar pemberian gaji 13 atau tunjangan ini sebelumnya telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia (RI) nomor 44 tahun 2020 yang menyebutkan bahwa gaji 13 diberikan kepada PNS, TNI, anggota Polri, termasuk yang ditempatkan di luar negeri. Di luar instansi pemerintah baik di dalam maupun di luar negeri yang gajinya dibayar oleh instansi induknya, penerima uang tunggu, penerima gaji terusan yang meninggal dunia, tewas, atau gugur, hingga dinyatakan hilang.

Selain itu, gaji ke-13 juga diberikan kepada ketua, wakil ketua dan hakim pada semua badan peradilan sudah khusus di lingkungan Kementerian, hakim ad hoc, pimpinan LNS, LPP, BLU dan pejabat lain yang hak keuangan atau hak administratifnya disetarakan atau setingkat pejabat pimpinan tinggi, pegawai non PNS pada LNS, LPP atau BLU, pegawai lainnya yang diangkat oleh pejabat yang memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan penerima pensiun atau tunjangan dan calon PNS.

(dev/matakalteng.com)

Halikinnor Mundur dari Sekda, Siapa Penggantinya?

Halikinnor Mundur dari Sekda, Siapa Penggantinya?

SAMPIT – Jabatan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bakal dijabat oleh pejabat sementara (Pj), karena Sekda yang saat ini yakni Halikinnor bakal maju sebagai Bupati Kotim pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

“Kalau untuk setingkat Sekda maka akan digantikan oleh PJ,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim, Alang Arianto, Senin 10 Agustus 2020.

Alang Arianto mengatakan, sejak ditetapkan sebagai calon kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) maka Sekda harus mengundurkan diri dari jabatannya tersebut.

“Sejak ditetapkan harus mengundurkan diri. Diumpamakan dia ditetapkan pada tanggal 17 Agustus, maka 1 September harus mengundurkan diri dari PNS, karena ini sudah ditetapkan dalam undang-undang,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa yang bersangkutan saat ini telah menyiapkan persyaratan untuk pengunduran diri. Jika nanti yang bersangkutan telah mendapat dukungan politik, maka pihaknya akan meminta persyaratan tersebut.

“Kalau sudah dapat dukungan politik, kita akan suruh menyiapkan persyaratan pengunduran diri itu, untuk sekarang kita masih belum tau beliau sudah dapat rekom atau belum,” tambahnya.

Sedangkan untuk yang menjabat sementara kedepannya pihaknya masih belum mengetahui siapa yang akan ditunjuk oleh Bupati, namun yang pasti adalah dari internal pemerintah seperti beberapa kepala OPD.

“Yang pastinya siapa kita masih belum tau,tapi dari internal beberapa OPD itu sudah ada dengan Bupati,karena yang nunjuk Bupati dan minta persetujuan Gubernur. PJ ini ditunjuk untuk mempersiapkan lelang selama tiga bulan,” terang Alang Arianto.

(dev/matakalteng.com)

Kurangnya Perhatian Orangtua Picu Tindak Asusila Pada Anak

Kurangnya Perhatian Orangtua Picu Tindak Asusila Pada Anak

SAMPIT – Kurangnya perhatian dari orangtua dapat menyebabkan terjadinya tindakan asusila pada anak, seperti yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhir-akhir ini.

“Penyebab terjadinya asusila pada anak adalah yang pertama kurangnya perhatian orang tua,” kata Kapala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3AP2KB) Kotim, Ellena Rosie, Senin 10 Agustus 2020.

Ellena Rosie mengatakan, kurangnya perhatian orang tua karena fokus mencari nafkah, apalagi disaat pandemi yang membuat ekonomi menjadi lemah. Hal inilah yang menjadi celah bagi para pelaku asusila menjalankan aksinya untuk melakukan perbuatan yang tidak bermoral tersebut kepada anak-anak.

Selain hal tersebut, zaman teknologi yaitu penggunaan handphone seperti saat ini yang hampir semua anak memiliki handphone sendiri dengan alasan untuk belajar,karena saat ini sistem pembelajaran menggunakan sistem online, sehingga jika tidak dengan pengawasan atau perhatian orang tua dapat disalah gunakan oleh anak. Karena pada dasarnya media sosial saat ini dapat membawa dampak buruk bagi anak-anak.

Tindakan asusila yang disebabkan dari media sosial seperti itu diperkuat dengan kasus tindak pidana asusila yang akhir-akhir ini baru terjadi di Kotim, seorang anak dibawah umur menjadi korban tindak asusila oleh pelaku yang kenal melalui media sosial.

Tata berpakaian anak dalam hal ini juga perlu diperhatikan, lantaran cara berpakaian yang kurang sopan juga menjadi salah satu penyebab yang dapat mengundang tindak asusila.

“Selain orang tua memperhatikan jadwal anak-anak juga harus memperhatikan tata cara berpakaian anak, harus yang sopan,” tambah Ellena Rosie.

Diakui Ellena Rosie, tahun 2020 ini kasus Asusila pada anak mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun 2019 kekerasan seksual berjumlah 4 kasus, pada tahun 2020 menjadi 6 kasus yang hampir rata-rata dialami oleh anak berumur dibawah 18 tahun.

Dirinya pun menghimbau kepada masyarakat terutama terhadap orang tua untuk selalu meningkatkan perhatian dan pengawasan kepada anak agar terhindar dari tindak kejahatan terutama tindak asusila yang makin menjadi saat ini.

(dev/matakalteng.com)

Batamad Akan Dikerahkan Bantu Pengamanan Pilkada Kotim

Batamad Akan Dikerahkan Bantu Pengamanan Pilkada Kotim

SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di tahun 2020 ini diketahui akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Bupati dan wakil bupati, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah. Untuk itu, penjagaan ketertiban dan kemanan masyarakat (kamtibmas) harus benar-benar dijaga di tahun politik ini.

Ketua harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim, Untung TR mengatakan, pihaknya sudah membicarakan hal ini kepada KPU Kotim dalam penjagaan jelang pemilihan.

“Sudah disampaikan ke KPU pada saat pemilihan dan dekat hari H nanti, Batamad Kotim ikut diturunkan untuk menjaga keamanan pemilihan di Kotim. Karena lembaga adat ini juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kamtibmas Kotim,” ujarnya, Minggu 9 Agustus 2020.

Ia juga menyebutkan, pihaknya sudah memberikan perintah kepada Damang dan Mantir Kecamatan untuk turut menjaga kamtibmas ini.

“Tolong segera koordinasi jika ada hal mencurigakan agar ditangani secepatnya. Hal ini sudah di sampaikan kepada Damang dan juga Mantir yang ada di Kotim,” tandasnya.

Tidak hanya menjelang pemilihan, pihaknya juga selalu menjaga kamtibmas di Kotim. Jika ada perkelahian yang dikarenakan salah pembicaraan, menurutnya jangan dihukum karena akan menimbulkan dendam.

“Tapi kalau sesuai hukum adat seperti di damaikan dan kedua pihak angkat saudara atau disebut tukar darah. Kedepannya mereka pasti tidak akan berkelahi lagi,” kata Untung.

Lanjutnya, pihaknya tetap berupaya menjaga Kotim dengan semua kekuatan dari lembaga adat, dan membantu menyukseskan pilkada mendatang. Agar bisa berjalan dengan baik.

“Karena ini untuk kelangsungan dan kebaikan kita semua juga. Sehingga kamtibmas ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

(dia/matakalteng.com)

Satu Unit Armada Baru Disiapkan Untuk Penanganan Karhutla

Satu Unit Armada Baru Disiapkan Untuk Penanganan Karhutla

SAMPIT – Belum selesai dengan pandemi Covid-19 yang tengah mewabah saat ini, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah harus bersiap-siap menghadapi ancaman berikutnya, yaitu bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang rutin terjadi saat memasuki musim kemarau.

Hal ini menjadi PR (pekerjaan rumah) pemerintah setempat dan juga masyarakat pada umumnya untuk menanggulangi bersama.

Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan Kotim telah menyiasati potensi karhutla yang akan terjadi beberapa waktu ke depan pada musim kemarau.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim Rihel menyebutkan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan satu unit armada baru pemadam kebakaran jenis Ayaxx dari pengadaan BDH DR APBD Kotim.

“Total ada lima unit armada untuk karhutla tahun ini. Yang baru ada 1 untuk pihak kita dan 4 di BPBD,” ungkap Rihel, kemarin.

Ia juga mengatakan, pihaknya telah bersiap-siap menghadpi situasi kedepannya. Namun dikatakannya, ia berharap bahwa tahun ini karhutla tidak separah tahun sebelumnya, kalau bisa tidak ada terjadi karhutla.

“Karena di prediksi tahun ini merupakan musim kemarau basah, meski tidak sebasah tahun 2016 dan 2017. Namun semoga dengan ini meminimalisir terjadinya karhutla. Karena meski panas, akan ada hujan juga beberapa kali,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG Stasiun bandar udara H Asan Sampit memprediksi bahwa berdasarkan prakiraan musim, frekuensi musim kemarau di Kalimantan Tengah (Kalteng), khusunya di Kotim tidak akan berlangsung lama.

(dia/matakalteng.com)

Copyright © 2020 Sampit