Trend Meningkat, Kasus Positif Covid-19 Semakin Menghawatirkan

Trend Meningkat, Kasus Positif Covid-19 Semakin Menghawatirkan

SAMPIT – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengalami peningkatan. Per 7 September 2020 tercatat sebanyak 51 kasus.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kotim, Multazam mengatakan, meski baru awal bulan namun berkembang kasus Covid-19 sudah cukup tinggi.

“Meski masih awal bulan tapi perkembangan Covid-19 di bulan September cukup tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya,” ujar Multazam, Selasa 8 September 2020.

Berdasarkan data gugus tugas Covid-19, pada bulan Maret yang merupakan awal merebaknya kasus Covid-19 nol kasus, April 14 kasus, Mei 6 kasus, Juni 15 kasus, Juli 31 kasus, Agustus 34 kasus, dan hingga September ini sudah terjadi 51 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Sedangkan jika dilihat dari perkembangan kasus berdasarkan rentang usia per 7 September 2020. Usia dewasa lebih rentan terhadap penyebaran Covid-19, karena lebih mendominasi yakni sekitar 77 persen, remaja 8 persen, anak-anak 8 persen, lanjut usia 6 persen, dan bayi 1 persen.

Sementara yang di rawat sebanyak 44 persen, meninggal 3,3 persen, dan sembuh 52,3 persen.

Melonjaknya kasus Covid-19 di awal bulan ini masyarakat pun diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan dan waspada jangan mengabaikan penggunaan masker.

“Masyarakat jangan kendor harus tetap waspada dan mengembangkan masker,” tambah Multazam.

(dev/matakalteng.com)

Berharap Pemerintah Anggarkan Dokumentasi Bahasa Daerah

Berharap Pemerintah Anggarkan Dokumentasi Bahasa Daerah

SAMPIT – Analis Kata dan Istilah
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Anthony Suryanyahu menyambut baik niatan Komunitas Uluh Tabela Padul Basa Itah di Sampit untuk membuat kamus bahasa Sampit.

Menurutnya, inisiatif untuk inisiasi pelestarian budaya di daerah adalah langkah bagus bahkan hal itu didukung oleh stakeholder setempat termasuk lembaga adat.

“Mengajak balai bahasa Kalteng untuk kerjasama itu sudah langkah maju, di daerah lain belum bergerak. Di Kalteng yang sudah kerjasama hanya Kabupaten Katingan, itupun dari pemerintahnya. Namun untuk yang generasi muda baru di Sampit ini,” ujarnya, Selasa 8 September 2020.

Lanjutnya, jika kerjasama ini nantinya terjalin, balai bahasa Kalteng akan memfasilitasi dari sumber daya manusianya seperti tenaga teknis, menggarap secara teknis penyusunan kamus itu.

“Kerjasama ini tergantung pola kebutuhan daerahnya, misal ada penyuluhan nanti dari balai bahasa akan mengadakan tim penyuluhnya dari pakarnya yaitu bidang analis kata dan istilah,” sebut Anthony.

Pembuatan kamus bahasa daerah ini dijelaskanny merupakan pekerjaan dari pembidangan analis kata dan istilah untuk bidang kamus, dan saat ini baru tahap awal yaitu menyebar luas informasi pembuatan kamus bahasa Sampit itu sendiri.

“Kita juga perlu mengadakan bimtek untuk membimbing mereka yang akan membuat kamus, dimana akan kita ajarkan secara prakteknya,” ujarnya.

Disebutkan Anthony, bahasa daerah sudah mulai tergerus karena nasionalisasi bahasa Indonesia kemudian masuknya bahasa asing. Bahkan belum semua bahasa daerah yang terdokumentasi.

“Ada 30 bahasa daerah di Kalteng dan belum setengahnya yang terdokumentasikan,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat terbiasa dengan budaya lisan, sehingga ini nanti yang akan di naikkan dalam budaya tulis yang sesuai dengan kaidah-kaidah nya sehingga naik menjadi bahan kajian ilmiah dan sains.

“Kalau lisan kita tidak akan tahu sampai kapan bertahan dan akan hilang nantinya karena tidak ada dokumentasinya. Untuk itu lembaga adat dan pemerintah kabupaten bisa berkolaborasi untuk memrogramkan ini kedepannya,” kata Anthony.

Agar sumber daya manusia dan sumber dananya ada, menurut Anthony pemerintah setempat harus menganggarkan hak tersebut. Karena ini inisiatif dari pemuda yang bagus dan harus didukung. Setidanya DPRD atau pemda memasukkan dokumentasi bahasa daerah ini dalam anggaran.

“Ketika muncul dalam bentuk bahan ajar nantinya bisa di ajarkan pada pelajatan muatan lokal, dan ini perlu dilegalisasikan dalam bentuk formal agar bisa di ajarkan di sekolah-sekolah. Tinggal bagaimana pemerintah setempat nantinya yang akan mengembangkan,” tutupnya.

(dia/matakalteng.com)

Besok, Peserta CPNS Kotim Siap Ikuti Tes SKB

Besok, Peserta CPNS Kotim Siap Ikuti Tes SKB

SAMPIT – Sebanyak 349 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan mengikuti tes selanjutnya yaitu seleksi kompetensi bidang, setelah sebelumnya dinyatakan lolos pada tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD).

“Besok kita akan melaksanakan SKB bagi peserta CPNS,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim, Alang Arianto saat meninjau lokasi yang akan digunakan untuk pelaksanaan SKB, Selasa 8 September 2020.

Pelaksanaan SKB akan dimulai pada pukul 8.30 WIB, namun peserta CPNS diminta hadir pada pukul 6.30 WIB karena para peserta harus melaksanakan protokol kesehatan sebelum mengikuti SKB, seperti pengecekan suhu tubuh, sterilisasi serta mencuci tangan.

“Kita menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” tambah Alang Arianto.

Alang Arianto mengatakan, dalam pelaksanaan tes pun menerapkan protokol kesehatan, jika biasanya setiap sesi jumlah pesertanya 90 orang saat ini hanya 45 orang. Menurutnya dengan jumlah tersebut maka pengaturan jarak sesuai protokol kesehatan dapat diberlakukan.

“Jumlah peserta setiap sesinya kita batasi menjadi 45 orang, ini setengah dari jumlah peserta sebelum adanya pandemi,” katanya.

Alang menambahkan, untuk mengantisipasi ada peserta yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat Celcius, pihaknya telah menyiapkan ruang tes tersendiri yang berkapasitas 4 sampai 6 orang.

Sementara itu, petugas BKN Kantor Regional (Kanreg) VIII Banjarmasin, Galuh mengatakan, tes dilakukan secara online dengan sistem computer asisten test (Cat) hasilnya pun langsung tersimpan di server pusat, sehingga tidak dapat dimanipulasi.

“Tes SKB sekarang beda dengan yang kemarin, karena sekarang semuanya online dan servernya cuma ada satu yaitu di BKN Pusat, sehingga jika ada trouble kita nunggu dari pusat,” terangnya.

Pelaksanaan tes SKB dibagi menjadi tiga sesi dengan durasi tes selama 90 menit, dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 9 sampai tanggal 11 September 2020.

(dev/matakalteng.com)

Pasien Covid-19 Terus Melonjak, Siswa Tetap Belajar Dari Rumah

Pasien Covid-19 Terus Melonjak, Siswa Tetap Belajar Dari Rumah

SAMPIT – Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur terus meningkat. Hingga Senin (7/9) tercatat sebanyak 151 kasus positif Corona yang tersebar di beberapa kecamatan di Bumi Habaring Hurung.

“Yang terkonfirmasi positif ada 14 orang untuk hari ini,” kata, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kotim, Multazam, Senin 7 September 2020.

Dijelaskan Multazam sebanyak 14 orang terkonfirmasi positif tersebut diantaranya 3 dari hasil rapid tes yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Sampit, dan 11 hasil pemeriksaan rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Murjani Sampit dari kluster khusus.

Dengan melonjaknya jumlah kasus terkonfirmasi positif. Kotim saat ini berstatus zona merah padahal sebelumnya sempat berada pada posisi zona kuning.

“Kemarin sempat di zona kuning,kalau sekarang bisa merah,” tambah Multazam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, H Suparmadi mengatakan, belajar daring akan tetap dilaksanakan hingga ada kebijakan dari pimpinan terkait pembelajaran secara tatap muka di sekolah.

“Kita tetap mengacu kepada petunjuk pimpinan, untuk sekarang kita masih menggunakan sistem daring,” terangnya.

Ia menambahkan, sesuai kebijakan pemerintah, belajar tatap muka dapat dilakukan pada daerah yang berzona kuning, namun dengan menggunakan pernyataan orang tua siswa. Pasalnya, meskipun telah zona kuning namun resiko terhadap penularan Covid-19 masih ada.

Dengan begitu Suparmadi berharap Kotim segera berada dalam zona hijau sehingga pembelajaran secara tatap muka dapat kembali dilakukan.

“Kita tunggu saja semoga Kotim segera berada zona hijau,sehingga kita bisa mengatur lagi pembelajaran secara tatap muka untuk tahun yang sedang berjalan,” tutupnya.

(dev/matakalteng.com)

Polres Kotim Gelar Apel Sarpras Pendukung Ops Mantap Praja 2020

Polres Kotim Gelar Apel Sarpras Pendukung Ops Mantap Praja 2020

SAMPIT – Polres Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan apel gelar sarana prasarana (Sarpras) Pendukung Operasi Mantap Praja 2020. Apel ini digelar untuk memeriksa kesiapan para personel dan peralatan pendukung yang akan bertugas membantu kelancaran tahapan hingga selesainya pemilihan umum kepala daerah (Pilkada).

“Upacara ini dilakukan bersama Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Kalteng. Sejauh ini anggota dan sarana prasananya siap bertugas melancarkan segala jenis tahapan pemilu,” kata Kaolres Kotim AKBP Abdoel Haris Jakkin, Rabu, 2 September 2020.

Kapolres menegaskan kepada seluruh personel agar bertugas dengan penuh tanggungjawab dan menjaga kesehatan lantaran Pilkada tahun ini digelar ditengah pandemi Covid-19, bahkan hingga saat ini Kotim masih dalam Zona Merah.

Selain melaksanakan tugas dalam mengamankan penyelenggaraan pemilu, para personel juga harus bisa mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi sehingga tidak mudah terprovikasi dengan adanya isu maupun informasi palsu (Hoax) yang beredar, yang dapat menimbulkan keresahan.

“Sinergritas antara Polri dengan penyelenggara pemilu dan seluruh komponen masyarakat harus ada. Apabila ada permasalahan yang terjadi dilapangan dapat dihadapi, dikoordinasikan dan dipecahkan bersama, agar permasalah tersebut tidak berkembang serta meluas,” tutur Kapolres Kotim.

(shb/matakalteng.com)

Bupati Kotim Turun Langsung Razia Masker Di PPM Sampit

Bupati Kotim Turun Langsung Razia Masker Di PPM Sampit

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi bersama Kapolres AKBP Abdoel Haris Jakkin, dan Dandim 1015 Sampit Letkol Czi Akhmad Safari beserta Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) setempat melakukan razia masker di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Selasa, 1 September 2020.

Supian Hadi mengatakan, razia yang dilakukan ditempat berkumpulnya orang banyak ini dilakukan sebagai salah satu langkah dalam melakukan pencegahan maupun penyebaran Covid-19 di Bumi Habaring Hurung.

“Dari hasil razia hari ini, hanya sedikit warga yang kedapatan tidak memakai masker. Ada sekitar 4 orang. Saat diperiksa mereka tidak mengenakan masker, padahal mereka membawa, sehingga kami berikan teguran,” kata Bupati yang sudah menjabat selama dua periode ini.

Selain teguran, Bupati juga memberikan nasehat kepada para pedagng serta pengunjung pasar agar selalu menggunakan masker, baik itu saat beraktivitas di lingkungan rumah maupun luar rumah.

“Masker adalah benteng pertama untuk mencegah dari penularan virus Corona, sehingga masker harus dan selalu digunakan masyarakat saat beraktifitas. Kedisiplinan masyarakat dalam mentati protokol kesehatan sangat berpengaruh terhadap pencegahan dan pemberantasan Covid-19,” katanya.

(shb/matakalteng.com)

WASPADA, Pasien Positif Covid Bertambah 17 Orang

WASPADA, Pasien Positif Covid Bertambah 17 Orang

SAMPIT – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali bertambah. Jika sebelumnya tercatat jumlah yang terkonfirmasi berjumlah 100 orang, kini menjadi 117 orang.

“Hari ini ada tambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 17 orang. Jadi, total terkonfirmasi positif di Kotim sejauh ini sudah ada sebanyak 117 orang,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kotim, Multazam, Selasa, 1 September 2020.

Multazam yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengajak masyarakat sadar jika virus ini mengancam keselamatan. Potensi penularan virus mematikan ini masih terbilang tinggi.

Masyarakat diimbau mematuhi anjuran pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19. Meski di dalam rumah, protokol kesehatan tetap harus dijalankan. Jika pun memang diharuskan beraktivitas keluar rumah, masyrakat diminta untuk menggunakan masker, menjaga jarak, tidak bersentuhan, serta mencuci tangan.

Memperhatikan asupan gizi makanan, berolahraga dan beristirahat secara teratur juga dinilai dapat menghindarkan diri dari virus ini. Di kabuoaten bermoto Bumi Habaring Hurung ini masih berstatus Zona Merah. Kesadaran dan kepedulian masyarakat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemerintah menangani pandemi ini.

“Kami meminta masyarakat tetap waspada karena daerah kita belum aman dari Covid-19. Potensi penularan masih tinggi, makanya kita harus selalu waspada, dan saling bekerjasama dalam pencegahan dan pemberantasannya,” kata Multazam.

Hingga saat ini jumlah pasien Covid-19 yang dalam perawatan di RSUD dr Murjani Sampit sebanyak 35 orang. Jumlah ini meningkat tajam dari hari sebelumnya hanya hanya 19 orang.

(shb/matakalteng.com)

The post WASPADA, Pasien Positif Covid Bertambah 17 Orang appeared first on Mata Kalteng.

Gandeng Balai Bahasa Kalteng Untuk Pembuatan Kamus Bahasa Sampit

Gandeng Balai Bahasa Kalteng Untuk Pembuatan Kamus Bahasa Sampit

SAMPIT – Komunitas Uluh Tabela dan Lembaga Adat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyelenggarakan Webinar tentang rencana pembuatan kamus besar bahasa Sampit.

Webinar itu dilaksanakan pada 25 Agustus 2020 dengan tema Urgensi Kamus Untuk Menjaga Eksistensi Bahasa Sampit, yang dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh 37 peserta.

Acara yang berdurasi 2 jam ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom dan menggandeng Balai Bahasa Kalimantan Tengah. Dimana kegiatan ini juga didukung penuh oleh ketua STKIP Muhammadiyah Sampit yang disampaikan oleh ketuanya melalui sambutan.

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah juga mengapresiasi kegiatan ini, ini karena konservasi bahasa daerah merupakan salah satu program kerja Balai Bahasa.

Seminar yang diikuti oleh berbagai kalangan seperti anak muda, mahasiswa, tokoh bahasa Sampit, dan para akademisi ini berjalan dengan lancar.

Dimana hadir sebagai narasumber Anthony Suryanyahu yang saat ini berprofesi sebagai analisis Kata dan Istilah Balai Bahasa Kalimantan Tengah.

Menurut Sandy Ramadhan, selaku ketua tim pelaksana sekaligus Duta Bahasa Kalimantan Tengah, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk merealisasikan rencana pembuatan kamus Bahasa Sampit.

“Diperlukan pedoman yang ilmiah dan akademis sehingga kamus nanti dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Selasa 1 September 2020.

Lanjutnya, bahwa pembuatan kamus sendiri merupakan program kerja yang sudah lama dirancang oleh Lembaga Adat dan Budaya Sampit. Para tokoh ini telah mengumpulkan ribuan kosakata bahasa Sampit.

“Demikian juga dengan komunitas Paduli Basa Itah juga telah memiliki database kosakata. Sehingga perlu dilakukan upaya yang strategis agar dapat menghasilkan kamus yang baik dan benar,” ungkapnya.

Anthony selaku narasumber turut mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya selama 20 tahun ia bekerja baru pertama diundang untuk menjadi narasumber kamus secara daring.

“Apalagi kegiatan ini diselenggarakan oleh anak muda dan didukung penuh oleh generasi sebelumnya,” ujarnya penuh semangat.

Selanjutnya, acara seminar diakhiri dengan sesi diskusi yang disambut antusias oleh para peserta dan narasumber.

(dia/matakalteng.com)

Alasan Belum Ada Ide, Beberapa Desa di Kotim Enggan Aktifkan BUMDes

Alasan Belum Ada Ide, Beberapa Desa di Kotim Enggan Aktifkan BUMDes

SAMPIT – Ada beberapa Desa yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang masih belum menjalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), padahal keberadaan BUMDes adalah amanat dari Undang Undang Desa No 6Â Tahun 2014.

Undang Undang Desa ini menjadi payung hukum bagi pendirian BUMDes sebagai pelaku ekonomi untuk mengelola potensi desa secara kolektif guna meningkatkan kesejahteraan desa dan warganya.

Ada beberapa alasan yang di sampaikan oleh Pemerintah Desa dan juga pengurus BUMDes terkait tidak jalannya BUMDes. Seperti yang disebutkan oleh Kepala Desa Jaya Karet Fauzi, bahwa pihaknya belum menemukan ide BUMDes yang tepat untuk dikelola di Desa nya.

“Saat ini pihak Desa belum menemukan potensi apa yang cocok dijadikan BUMDes, dulu sempat ada mau direncanakan pembuatan pupuk, namun tidak berani kita anggarkan karena melihat keadaan Desa yang belum berkembang ini jadi takut gagal,” ujar Fauzi.

Dilanjutkannya bahwa selain itu, ia juga melihat contoh dari beberapa desa lainnya yang kewalahan melaksanakannya sehingga berpotensi gagal.

“Kalau gagal maka akan sulit pula membuat laporan pertanggung jawabannya, makanya sampai saat ini BUMDes Jaya Karet belum jalan. Kalau untuk pengurus BUMDes kita sudah punya dan sudah di Surat Keputusan (SK) kan sejak tahun 2016 lalu,” terangnya.

Terpisah, Pemerintah Desa Bagendang Tengah yang saat ini BUMDes nya juga tidak aktif dikarenakan usaha yang dilakukan bukan hasil alam atau potensi Desa.

“Kalau penyewaan tenda ini musiman saat banyak orang nikahan saja. Sebenarnya dulu mau membuat usaha hasil panen sawit, tetapi disini sudah ada tengkulak nya,” ucap salah seorang pengurus BUMDes Novi.

Menurutnya sebelum BUMDes ini dijalankan, tidak ada kelayakan bisnis, hanya ada penilaian dari pengurus BUMDes terdahulu. Dan BUMDes ini memang belum mencapai nilai yang di inginkan.

“Karena meski SK tahun 2016, baru dijalankannya tahun 2018. Dan pengurus lalu pun kurang aktif. Dan untuk hasil alam seperti karet, sawit biasanya dijual oleh warga langsung ke tengkulak bukan ke BUMDes,” jelasnya.

Namun untuk tahun 2020 ini, menurut Novi kalau ada penambahan anggaran pihaknya akan bekerjasama dengan tengkulak setempat untuk mengelola hasil alam di Desa Bagendang Tengah ini.

“Tetapi belum tahu kapan ada penambahan dana itu, menunggu sudah jelas terlebih dahulu rencana dan diskusi dengan tengkulaknya baru nanti ada rapat untuk penambahan anggran BUMDes ini. Karena mayoritas warga setempat berkebun karet dan sawit,” ujarnya.

(dia/matakalteng.com)

TETAP WASPADA, Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 di Kotim Genap 100 Orang

TETAP WASPADA, Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 di Kotim Genap 100 Orang

SAMPIT – Tepat pada Hari ini Jumat 28 Augustus 2020, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebanyak 100 orang.

Sedangkan pasien yang menjalani perawatan sebanyak 19 pasien dan sembuh bertambah 4 menjadi 76 pasien.

“Hari ini total terkonfirmasi positif Covid-19 di Kotim sebanyak 100 orang,” kata Jru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kotim, Multazam, Jumat 28 Agustus 2020.

Sebelumnya pada tanggal 27 Agustus lalu total terkonfirmasi positif sebanyak 96 orang, kemudian bertambah 4 orang terkonfirmasi positif dari hasil pengambilan sampel swab pada tanggal 25 Agustus lalu oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kotim.

4 orang terkonfirmasi ini merupakan hasil tracking dan tracking Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim.

“Tambahan 4 itu hasil dari pengambilan swab tanggal 25 Agustus lalu dan hasilnya baru keluar tanggal 27 Agustus kemarin,” tambah Multazam.

Multazam menambahkan, hingga saat ini jumlah yang dilakukan swab oleh pihaknya dari awal Juni sampai dengan Agustus kurang lebih sebanyak 2000 spesimen.

Tes swab dilakukan untuk meningkatkan pemeriksaan sebagai salah satu cara sebagai deteksi dini kepada kelompok yang rawan terpapar virus Corona atau Covid-19.

(dev/matakalteng.com)

Copyright © 2020 Sampit