Heboh Video Mesum Sampit Bergoyang, Pemerannya Om-Om dan Wanitanya Masih Muda

Heboh Video Mesum Sampit Bergoyang, Pemerannya Om-Om dan Wanitanya Masih Muda

Warga di Sampit dihebohkan dengan beredarnya video mesum lokal yang beredar via medsos.

Video mesum Sampit bergoyang yang pemeran perempuannya bersama laki-laki diduga di Sampit itu tersebar di media sosial baik Facebook  dan  WhatsApp.

Informasi terhimpun, video tersebut sudah mulai tersebar beberapa hari terakhir. Pemerannya seorang wanita muda dan pria yang nampak berusia.

Dalam rekaman tersebut, terlihat sang perempuan tidak menggunakan sehelai pakaian apapun. Sedangkan sang laki-laki hanya mengenakan baju saja.

Diduga video tersebut sengaja direkam keduanya. Karena dalam rekaman tersebut, terdengar perbincangan agar menaruh ponsel untuk merekam di atas meja.

Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Abdoel Harris Jakin pun mengingatkan kepada warga terkait dugaan penyebaran video mesum di Sampit. Pasalnya, penyebaran konten pornografi ada aturan yang melarangnya.

“Penyebaran itu bisa dikenakan pidana. Ini kasusnya masih kami selidiki terlebih dahulu, apakah benar di Sampit atau bukan,” kata Harris Jakin saat dikonfirmasi, Sabtu, 25 Juli 2020.

Dia mengingatkan hal tersebut meski video mesum itu belum bisa dipastikan kebenarannya di Sampit atau tidak. Dan untuk membuktikan itu, polisi masih melakukan penyelidikan intensif.

“Personel reskrim sudah saya instruksikan untuk menyelidikinya. Bagaimana hasilnya nanti, kita tunggu penyelidikan dulu,” pungkas AH Jakin.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Zaldy Kurniawan menyampaikan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologis tersebarnya video tersebut.

“Anggota masih menyelidiki. Kalau ada hasilnya lebih lanjut nanti disampaikan,” kata dia.

Ditolak Balikan, Pemuda ini Sebar Video Mesum Mantan Pacar

Ditolak Balikan, Pemuda ini Sebar Video Mesum Mantan Pacar

INTROGASI – Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin S.I.K, didampingi Wakapolres Kompol Abdul Aziz Septiadi, dan Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Zaldy Kurniawan, saat mengintrogasi pelaku penyebar video mesum AP, senin 08 Juni 2020. (Ilham)

SAMPIT – Entah apa yang ada di benak AP (23), warga Kecamatan Pulau Hanaut ini. Pemuda ini nekat menyebarkan video mesum mantan pacarnya lantaran ditolak balikan. Akibatnya pemuda ini harus mendekam di tahanan Polres Kotim dengan dikenakan dakwaan Undang-Undang ITE.

“Korban berinisial (S) tidak terima dan melaporkan ke Polres pada tanggal 19 mei lalu, kemudian ditindak lanjuti Satreskrim dengan melakukan peyelidikan dan penyidikan. Keduanya berpacaran cukup lama kurang lebih dua tahun, namun seiring berjalan waktu mereka putus. Pelaku mengajak balikan namun korban tidak mau, merasa harga dirinya tercoreng pelaku menyebarkan video tersebut, ada sekitar 71 instagram yang disebarkannya,” terang Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin S.I.K, dalan konferensi pers, senin 08 Juni 2020.

BACA JUGA:   Pasien Positif Covid-19 di Kotim Kembali Bertambah 3 Orang

Kejadian bermula pada bulan Nobember tahun 2019, antara pelaku dengan korban melakukan komunikasi melalui video call, eratnya hubungan keduanya, menumbuhkan keinginan memunculkan gambar yang bersifat pribadi.

“Pelaku menyuruh korban melakukan masurbasi, dan tanpa sepengetahuan korban pelaku merekam dan disimpan,” papar Jakin.

Dengan berjalannya waktu pada bulan februari 2020 kedua pasangan muda mudi ini putus, kemudian AP ingin mengajak balikan pada korban pada bulan maret 2020 namun ditolak.

“Si (S) tidak mau balikan, akhirnya AP mengancam akan menyebarkan video pribadi tersebut, namun korban tetap di pendiriannya tidak ingin balikan dan akhirnya pelaku AP menyebar luaskan video tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA:   Seorang Tamu Hotel Ditemukan Meninggal di Kamar Sepulang dari Pagatan

Saat ini barang bukti berupa 1 unit handphone yang digunakan untuk merekam video, Akun Instagram dan juga Facebook yang sudah ditransfer Polisi dengan bentuk digital.

Akibat perbuatannya, AP dikenakan pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 ayat (1) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun pidana penjara. (Cha/beritasampit.co.id)

Copyright © 2020 Sampit