TK PAUD Al-Amin Kalab Seban Punya Gedung Baru

TK PAUD Al-Amin Kalab Seban Punya Gedung Baru

GEDUNG BARU – Gedung Belajar TK PAUD Al-Amin Kalab Seban sudah diresmikan. (Foto:Arifin)

SAMPIT – Setelah menunggu hampir setahun, akhirnya gedung TK PAUD Al-Amin Kalab Seban, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) selesai dibangun. Bahkan gedung itu secara simbolis telah diresmikan.

“Saya harapkan kepada guru-guru dan kepala sekolah, rawat dan peliharalah gedung sekolah ini dengan sebaik-baiknya karena gedung ini adalah aset dan sarana pendidikan,” ujar Camat Teluk Sampit Juliansyah pada saat acara pisah kenang anak didik digedung baru, Rabu 1 Juli 2020.

BACA JUGA:   Ditolak Balikan, Pemuda ini Sebar Video Mesum Mantan Pacar

Selain itu, dirinya juga mengapresiasi Pemdes Ujung Pandaran karena telah membangunkan gedung baru. Sebab, sarana tersebut sebagai penunjang pendidikan khususnya generasi yang ada di Dusun Kalab Seban dan Dusun Cabang.

Sementara itu, Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur mengungkapkan bahwa pemerintah desa telah menganggarkan untuk melengkapi sarana lainnya melalui dana desa.

“Ayunan anak bermain sudah ada, meja dan kursi masih kami anggarkan melalui dana desa, mudah-mudahan tahun depan sarana yang diperlukan terealisasi,” ujar Aswin.

BACA JUGA:   Rapat Kerja Bersama KPU Jelang Pilkada, Komisi I DPRD Kotim Minta Laporan Kesiapan Anggaran

Akan tetapi, sambungnya, dirinya siap menyediakan meja kursi sekolah secepatnya dengan menggunakan dana pribadi. Alasannya, apabila menunggu anggaran dana desa tahun depan anak didik belajarnya di lantai.

Sekadar diketahui, gedung baru TK PAUD Al-Amin Kalab Seban dibangun sejak 2019 dengan ukuran lebar 9 meter dan panjang 11 meter. Desa Ujung Pandaran menganggarkan pembangunan gedung tersebut melalui dana desa.
(ifin/beritasampit.co.id)

15 Anak Didik TK PAUD Al-Amin Kalab Seban Diwisuda

15 Anak Didik TK PAUD Al-Amin Kalab Seban Diwisuda

PERDANA: ARIFIN/BERITA SAMPIT – Anak didik TK PAUD Al-Amin foto bersama dengan camat, kades dan kepala TK usai diwisuda.

SAMPIT – Taman Kanak-kanak Pendidikan Anak Usia Dini (TK PAUD) Al-Amin Kalab Seban, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), melakukan wisuda perdana secara sederhana, 1 Juli 2020.

“Ada 15 anak didik yang diwisuda, ini wisuda perdana,” ucap Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur usai acara Pisah Kenang Siswa-Siswi TK PAUD Al-Amin, Rabu 1 Juli 2020.

BACA JUGA:   BLT Dana Desa Ujung Pandaran Disalurkan Hingga Larut Malam

Pelaksanaan wisuda, menurutnya, diadakan digedung TK PAUD Al-Amin dan langsung diresmikan Camat Teluk Sampit Juliansyah. “Ukuran gedung sekolah 9×11 meter dibangun 2019 menggunakan dana desa,” ujar Aswin.

Sementara itu, Juliansyah mengharapkan, yang sudah diwisuda hendaknya tetap melanjutkan pendidikan kejenjang selanjutnya.

“Kepada para orang tua, lanjutkan pendidikan anak hingga ke pendidikan lebih tinggi sesuai kemampuan, jangan sampai ada yang putus sekolah,” saran Juliansyah.
(ifin/beritasampit.co.id)

BACA JUGA:   Breaking News! Satu Rumah di Sampit Ludes Jadi Arang, Balita Nyaris Terpanggang

Desa Ujung Pandaran Sukses Salurkan BLT-DD Tahap II

Desa Ujung Pandaran Sukses Salurkan BLT-DD Tahap II

SIMBOLIS : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Kades Ujung Pandaran saat menyerahkan BLT-DD tahap II di balai desa setempat.

SAMPIT – Pemerintah Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap II, Rabu 1 Juli 2020.

“Sesuai daftar, ada 137 orang menerima bantuan untuk tahap II ini,” ujar Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur pada acara pembukaan Penyerahan BLT-DD Tahap II di balai desa setempat, Rabu 1 Juli 2020.

BACA JUGA:   Disorot, Tanah Longsor Perbatasan Kotim-Seruyan Langsung Ditimbun

Penerima manfaat dibagi per RT, hal itu mempermudah pembagian agar tidak terlihat penumpukan warga di dalam balai desa.

“Tahap II ini besaran bantuan yang diterima Rp 600 ribu per kepala keluarga,” kata Aswin.

Sementara pada saat penyerahan BLT-DD prosesnya berjalan sukses dan lancar, tanpa adanya aksi protes dari para penerima manfaat.
(ifin/beritasampit.co.id)

BACA JUGA:   Anggaran Minim, Lampu Jalan di Samuda Terbengkalai

Tanah Jembatan Perbatasan Kabupaten Kotim-Seruyan Longsor

Tanah Jembatan Perbatasan Kabupaten Kotim-Seruyan Longsor

SAMPIT – Para pengguna jalan khususnya perbatasan antara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke Seruyan diharapkan berhati-hati. Pasalnya, di sekitar Jembatan Sepanjang terdapat tanah yang sudah longsor.

Pantauan Berita Sampit, ada beberapa jembatan penghubung antara dua kabupaten. Namun disayangkan, hampir semua tanah yang ada disekitar jembatan telah longsor.

Hal itu terkesan, pengerjaan proyek yang telah menelan dana miliaran rupiah terlihat asal-asalan dan diduga tanpa memenuhi standar proyek.

Bukti di lapangan, semestinya dibuatkan bangunan bersayap kiri kanan jembatan yang panjang untuk menahan agar tanah tidak mudah longsor. Faktanya, ada yang tidak mengindahkan ketentuan tersebut.

Kepala Desa Ujung Pandaran, Kecamatana Teluk Sampit Aswin Nur mengatakan, tanah longsor cukup parah ada di Dusun Kalap Cabang berbatasan dengan dusun di Seruyan.

“Yang paling parah diperbatasan antara Kotim dan Seruyan,” ucapnya kepada wartawan beritasampit.co.id saat meninjau lokasi tanah longsor diperbatasan, Selasa 30 Juni 2020.

Meskipun belum ada korban jiwa, Aswin berharap, agar tanah longsor disekitar jembatan segera ditimbun kembali setidaknya memasang rambu-rambu agar pengguna jalan mengetahui adanya tanah longsor.

“Ini jalan provinsi dan tanggung jawab provinsi. Kami pemerintah desa hanya melaporkan bahwa tanah longsor disekitar jembatan sudah kian parah,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, Pemprov Kalteng sudah menganggarkan dana untuk perbaikan jembatan terutama dari Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Samuda menuju Kecamatan Teluk Sampit. Akan tetapi, belum diketahui berapa besaran anggaran tersebut.

Anggaran tersebut diperuntukan pembangunan jembatan box culvert salah satunya di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan MHS, Samuda dan Desa Basawang, Kecamatan Teluk Sampit.
(ifin/beritasampit.co.id)

Peningkatan Jalan Samuda-Ujung Pandaran Telan Dana Rp 38,9 Miliar

Peningkatan Jalan Samuda-Ujung Pandaran Telan Dana Rp 38,9 Miliar

PROYEK JALAN : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Alat berat telah diturunkan meratakan bahu jalan untuk peningkatan jalan Samuda-Ujung Pandaran, Kabupaten Kotim, Provinsi Kalteng.

SAMPIT – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Bidang Bina Marga telah menggelontorkan dana Rp 38,9 miliar lebih. Dana itu diperuntukan peningkatan jalan Samuda-Ujung Pandaran, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk 2020-2021.

Pantauan Berita Sampit, jalan lintas antar kabupaten itu rusak berat dan ringan. Kerusakan jalan paling parah ada disekitar Desa Basawang menuju Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit.

Selain kondisi jalan rusak, jembatan penghubung antar kabupaten disekitar Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Samuda, ambruk. Saat ini, jembatan itu masih dalam perbaikan bahkan akan diganti box culvert.

BACA JUGA:   Anggaran Minim, Lampu Jalan di Samuda Terbengkalai

Terkait peningkatan jalan Samuda-Ujung Pandaran, menurut Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur, sudah selayaknya mendapatkan perhatian serius dari provinsi. Alasannya, jalan tersebut merupakan penghubung antar kabupaten yakni Kotim dan Seruyan.

“Jalan lintas kabupaten itu juga menuju ke destinasi wisata pantai ujung pandaran dan sungai bakau. Jadi, dengan adanya peningkatan jalan maka jalan lintas kabupaten itu akan lancar kembali,” ujarnya kepada wartawan beritasampit.co.id, Senin 29 Juni 2020.

BACA JUGA:   Desa Rege Lestari Serahkan BLT-DD Tahap Pertama Sukses

Pengerjaan proyek peningkatan jalan Samuda-Ujung Pandaran sejak pertengahan Juni sudah dimulai. Ada beberapa alat berat telah diturunkan untuk meratakan bahu jalan.

Disamping itu, ada beberapa warung yang terkena jalur hijau terpaksa dibongkar karena membangun di atas parit. Untungnya, bangunan tersebut dibongkar sendiri oleh pemiliknya tanpa ada tuntutan ganti rugi.

(ifin/beritasampit.co.id)

Bumil Desa Ujung Pandaran Diminta Rutin Periksa Janin

Bumil Desa Ujung Pandaran Diminta Rutin Periksa Janin

CEK KESEHATAN: IST/BERITA SAMPIT – Para Bumil dan Balita saat melakukan pengecekan kesehatan.

SAMPIT – Puluhan ibu hamil (Bumil) dan bayi di bawah usia lima tahun (Balita) di Dusun Kalap Paseban dan Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Kepala Desa Ujung Pandaran, Aswin Nur mengatakan, program untuk bumil dan balita merupakan kegiatan rutin diselanggarakan setiap bulan. “Program pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dan balita merupakan program setiap bulan,” ujar Aswin, Sabtu 20 Juni 2020.

BACA JUGA:   Peduli Tim Medis, BGA Ragion Pundu Serahkan APD ke RSUD dr Murjani Sampit

Program tersebut, menurutnya, merupakan program kesehatan agar bumil dan balita akan mudah terpantau terutama dari kesehatan. “Hari ini acara posyandu diadakan didua tempat yakni, di Desa Ujung Pandaran dan Dusun Kalap Paseban,” kata Aswin.

Ditambahkannya, pemeriksaan kesehatan bumil dan balita adalah program gratis. Untuk itu, Aswin berharap, para ibu-ibu yang merasa usia kandungan di atas 6 bulan diharapkan melakukan pengecekan secara rutin.
(ifin/beritasampit.co.id)

BACA JUGA:   Polres Kotim Buka Kios Habaring Hurung untuk Masyarakat

Viral: Orang Utan Muncul di Jalan Ujung Pandaran – Kuala Pembung

Viral: Orang Utan Muncul di Jalan Ujung Pandaran – Kuala Pembung

ORANG UTAN: IST/BERITA SAMPIT – Salah satu individu orang utan yang tertangkap kamera oleh pengguna jalan di antara Ujung Pandaran – Kuala Pembuang

SAMPIT – Sebuah unggahan insta story dari akun instagram @denscoot pada Kamis, 18 Juni pagi. Memperlihatkan satu individu Orang Utan (OU) di pinggir jalan Ujung Pandaran – Kuala Pembuang.

Melihat OU, pemilik akun tersebut mencoba mendekati primata yang hampir punah itu. Namun OU menjauh dan masuk ke dalam semak-semak.

Menanggapi hal tersebut, komandan pos jaga Sampit Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kotawaringin Timur (Kotim), Muriansyah menyampaikan imbauan.

BACA JUGA:   Pemprov Kalteng Memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia

“Jika melihat OU, maka jangan mendekati, karena berbahaya, juga jangan berusaha menangkap, melukai, membunuh Orangutan tersebut bisa kena sanksi atau pidana dan segera melapor kepada petugas apabila melihat satwa liar yang dilindungi,” ungkap Muriansyah saat dikonfirmasi

Menurut Muriansyah, pihaknya juga tengah melakukan observasi pada suatu wilayah di kota Sampit karena menerima laporan OU merusak kebun nanas milik warga.
(jmy/beritasampit.co.id)

BACA JUGA:   Satgas Terpadu Berikan Teguran Pada Pengendara yang Tidak Gunakan Masker

Copyright © 2020 Sampit