Ternyata, YS Nikmati Hasil Penggelapan Uang 1,9 M Berfoya-foya Hingga Keluar Negeri

Ternyata, YS Nikmati Hasil Penggelapan Uang 1,9 M Berfoya-foya Hingga Keluar Negeri

ILHAM/BERITA SAMPIT – Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, didampingi Waka Polres Kompol Abdul Aziz Septiadi, dan Kasat Reskrim AKP Zaldy Kurniawan, saat menginterogasi YK, tersangka kasus penggelapan Rp 1.9 M, dalam konferensi pers, Senin 31 Agustus 2020.

SAMPIT – YS mantan Karyawan CV Trio Motor Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini, hanya bisa tertunduk lesu saat digelandang polisi. Tersangka ditangkap akibat perbuatannya menggelapkan sekitar Rp 1,9 miliar uang perusahaan dimana tempat dia bekerja.

Dengan uang hasil kejahatannya itu, pelaku yang berstatus bujangan ini menggunakannya dengan berfoya-foya hingga jalan-jalan keluar negeri.

“Uangnya saya gunakan untuk keperluan pribadi, dan juga saya gunakan jalan-jalan ke Singapura,” ungkap YS, dalam kegiatan Konferensi Pers, Senin 31 Agustus 2020.

Sementara itu, Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin menerangkan, modus yang dilakukan YS terbilang cukup rapi, sebagai karyawan yang menjabat sebagai Person In Charge (PIC) STNK CV Trio Motor Sampit tersebut, pelaku menggunakan uang perusahaan dengan cara menginput data kendaraan yang akan diurus STNK.

BACA JUGA:   Tujuh Poin Kesepakatan RDP DPRD Dengan Perusahaan Wilayah Tanah Mas

“Tersangka ini kemudian mengambil uang untuk mengurus STNK ke kasir sesuai jumlah yang diajukan, setelah menerima kwitansi pembayaran, tersangka membawa uang dan persyaratan ke Kantor Samsat untuk penerbitan, namun uang itu tidak dibayarkan semua, namun tersangka mengambilnya digunakan untuk keperlua pribadi,” papar Jakin.

Agar tidak ketahuan, YS juga membuat keterangan data yang telah dibuat sendiri olehnya mengguna laptop pribadi, agar data sistem dan Dasboard kelihatan singkron.

“Hal ini dilakukan tersangka semenjak bekerja di CV Trio Motor Sampit tahun 2016, uang yang diambil diputar untuk menutupi uang digunakan sebelumnya (tambal sulam) hingga total kerugian mencapai Rp 1.902.248.200,” jelasnya.

BACA JUGA:   LL Dirujuk Ke Palangka Raya Untuk Penyembuhan Lengannya yang Patah

YS sendiri ditangkap pada tanggal 25 Agustus 2020, dan dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti 66 kwitansi beserta daftar pemohon penguris STNK, 2 lembar hasil audit/rangkuman hasil pengecekan berkas pengurusan STNK CV Trio Motor Sampit.

1 berkas surat keterangan dari SAMSAT berupa daftar STNK kendaraan bermotor yang diajukan CV Trio Motor, yang belum dilakukan pendaftaran dan pembayaran STNK di SAMSAT berdasarkan sistem ERI, sebanyak 872 berkas pemohon STNK. Dan 1 unit Laptop merk Acer.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 374 jo 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun. (Cha/beritasampit.co.id).

Polisi Ringkus Tiga Pelaku Pembuat KK dan KTP Palsu, Satu Orang PNS di Kecamatan

Polisi Ringkus Tiga Pelaku Pembuat KK dan KTP Palsu, Satu Orang PNS di Kecamatan

KONFERENSI PERS : ILHAM/BERITA SAMPIT – Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin (tengah), didampingi Waka Polres, Kompol Abdul Aziz Septiadi (Kanan) dan Kasatreskrim AKP Zaldy Kurniawan (Baju putih) saat menggelar ekspos, di aula kantor Polres Kotim, Senin 24 Agustus 2020.

SAMPIT – Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berhasil membongkar praktek pemalsuan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di Kota Sampit. Polisi juga berhasil mengamankan tiga orang pelaku berinisial RY, FK dan AF yang juga merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin menerangkan, terbongkarnya kasus pemalsuan dokumen penduduk ini berawal dari seleksi penerimaan Bintara Polri tahun anggaran 2020. Melalui tahapan pemeriksaan adminiatratif dengan melibatkan sejumlah petugas dari Disdukcapil dan Dinas Pendidikan Kotim, menemukan kejanggalan dan langsung melaporkan temuan tersebut.

“Disaat dari petugas Disdukcapil melakukan pemeriksaan, ternyata ditemukan adanya kejanggalan dan langsung dilaporkan pada Kabagsumda, dilaporkan ke saya dan langsung saya perintahkan ke Kasatreskrim menindak lanjutinya,” ungkap Jakin saat menggelar Konferensi Pers, Senin 24 Agustus 2020.

BACA JUGA:   Tiga Nama Rebutkan Rekomendasi Hanura

Dari hasil penelusuran petugas berhasil menangkap 2 orang pelaku RY dan FK di jalan Kopi Selatan Kelurahan Mentawa Baru Ketapang. Setelah dilakukan pengembangan polisi kembali meringkus AF di Sawahan Kelurahan Sawahan.

“Masing-masing pelaku memiliki perannya, RY melakukan mencari warga yang ingin mengurus dokumen kependudukan ke Dukcapil secara aktif mendekati mangsanya dengan menawarkan jalur cepat. Kemudian FK yang berperan membuat dokumen kependudukan, dan AF yang berperan membuat E KTP dan juga penyuplai Dokumen dan kartu E KTP palsu,” papar Jakin.

Ketiga tersangka menjalankan aksinya sekitar 2 tahun lamanya, sedangkan untuk transaksi pembuatan KTP, KK atau yang lainnya, para pelaku mengenakan biaya berkisar Rp 250, 300 hingga Rp 500 ribu per dokumen.

“Terungkapnya kasus ini juga dari kejelian petugas, sebab dari sisi warna KK yang berbeda, ada tanggal pengeluaran dan nomor register tidak singkron, dan nomor kartu serta cap tanda tangan juga berbeda, dan jadi dokumen langsung dilaminating biar terkesan keras,” terangnya.

BACA JUGA:   Megawati Minta Ini ke Sekda Kotim

Kini ketiga pelaku beserta barang bukti berupa 2 unit printer, kartu dokumen KTP, KK, Ijazah serta berbagai cap stempel berbagai instansi telah diamankan petugas. Atas perbuatanya ketiga tersangka dikenakan undang-undang administrasi kependudukan dengan ancaman 10 tahun penjara.

Berkaitan dengan kasus ini, Kapolres juga mengimbau pada seluruh warga Kotim, agar lebih waspada agar tidak mudah percaya mengurus dokumen kependudukan, terutama menggunakan jasa calo.

“Imbauan saya pada para korban yang pernah merasa pernah mengurus dokumen kependudukan melewati calo silahkan konfirmasi ke Disdukcapil, dan pesan saya langsung saja berkomunikasi ke pihak berwenang jika ingin mengurus dokumen kependudukan, jangan melalui calo,” tandasnya. (Cha/beritasampit.co.id).

LL Selama 1 Bulan Alami Tindak Kekerasan Ibu Kandung dan Kekasihnya

LL Selama 1 Bulan Alami Tindak Kekerasan Ibu Kandung dan Kekasihnya

ILHAM/BERITA SAMPIT – Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin S.I.K.

SAMPIT – Dari hasil penggalian keterangan para saksi, diperkirakan sekitar satu bulan lamanya, LL bocah berusia 6 tahun telah mendapatkan tindakan kekerasan oleh ibu kandungnya (YT) dan kekasih ibunya (AN) tersebut.

“Sebanyak 4 orang saksi sudah kita mintai keterangannya, dari hasil pemeriksaan bocah tersebut mendapatkan perlakukan kekerasan sekitar 1 bulan, karena memang waktu itu dari tetangga ingin membantu tidak berani, dari keluarga juga tidak berani untuk langsung menyampaikan pada kami,” ungkap Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, Senin 24 Agustus 2020.

BACA JUGA:   Polresta Palangka Raya Bekuk Dua Budak Sabu

Saat ini selain mendalami motif kekerasan yang dilakukan oleh orang tua bocah tersebut, yang saat ini telah berhasil ditangkap di Kota Palangka Raya, polisi juga fokus memprioritaskan pemulihan luka dan trauma psikologi bocah malang tersebut.

“Anak ini cerdas, karena dalam kondisi sakit pun diajak ngobrol nyambung, namun kita tidak tahu keadaan fisikisnya. Para saksi sudah kami periksa dan sudah kami ambil visum, dan untuk motifnya akan kita lanjut setelah hasil pendalaman kepada kedua orang pelaku,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Banjir Setinggi Dua Hingga Tiga Meter Rendam Sembilan Desa di Suling Tambun

Sementara itu, saat ini kedua pelaku telah berhasil ditangkap jajaran Polda Kalimantan Tengah, dan kini telah dijemput Resmob Polres Kotim, guna diperiksa lebih lanjut terkait motif kekerasan yang mereka lakukan terhadap LL. (Cha/beritasampit.co.id).

Rubah Mindset Masyarakat Cegah Karhutla, Ini yang Dilakukan Polres Kotim

Rubah Mindset Masyarakat Cegah Karhutla, Ini yang Dilakukan Polres Kotim

FOTO BERSAMA : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Camat, Kasat Binmas Polres Kotim, Kades dan perangkat desa, MPA desa foto bersama usai mengadakan kegiatan.

SAMPIT – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) mulai gencar melaksanakan program Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kali ini, sasarannya di Kecamatan Pulau Hanaut.

Peserta yang hadir ada 14 Kepala Desa (Kades) dan beberapa perangkat desa di Kecamatan Pulau Hanaut. Selain itu, Masyarakat Pemburu Api (MPA) desa. Kegiatan dipusatkan di Aula kecamatan setempat.

Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kasat Binmas IPTU Guntur Reden Winarto mengatakan, ada tujuh kegiatan yang akan dilaksanakan, salah satunya di Kecamatan Pulau Hanaut.

BACA JUGA:   Antisipasi Karhutla, PT BGA Group Gelar Pelatihan

“Ada tiga narasumber yang dihadirkan yakni, Danramil 06 Samuda, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Pulau Hanaut dan Polres Kotim,” ucapnya kepada wartawan beritasampit.co.id, usai kegiatan, Kamis 13 Agustus 2020.

Guntur menjelaskan, ada beberapa pembahasan yang disampaikan narasumber, salah satunya membuka lahan tidak dengan cara dibakar.

“Inti dari diskusi ini, bagaimana mengubah mindset (pola pikir) masyarakat agar membuka lahan tanpa dibakar tapi yang ramah lingkungan. Namun, tidak mengurangi kesuburan tanah,” ujarnya.

Polres Kotim mengimbau agar masyarakat patuh akan aturan, dan menyadari bahwa membuka lahan dengan cara dibakar bukan lagi budaya melainkan merusak lingkungan.

BACA JUGA:   Dinas Ketahanan Pangan Tanam Bibit Sorgum Perdana di Desa Rawa Sari

“Diskusi ini, kami tidak hanya membahas pencegahan dan penanggulangan Karhutla melainkan juga menyampaikan sanksi hukum dan solusi. Hal itu sesuai apa yang diprogramkan pemerintah yakni Indonesia Bebas Asap,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Pulau Hanaut H Eddy Mashamy mengucapkan terima kasih terpilihnya kecamatan yang dia pimpin masuk dalam salah satu lokasi program pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Polres Kotim dan kepada seluruh kades, perangkat desa dan MPA desa hendaknya sosialisasi ini penyampaiannya dilanjutkan ke warga desanya masing-masing,” sarannya,” harapnya. (ifin/beritasampit.co.id).

Safari Jumat, Kapolsek Jaya Karya Sosialisasi Kamtibmas Kepada Jamaah

Safari Jumat, Kapolsek Jaya Karya Sosialisasi Kamtibmas Kepada Jamaah

SOSIALISASI :IST/BERITA SAMPIT – Kapolsek Jaya Karya, Ipda Doohan Octa Prasetya saat menyampaikan materi Kamtibmas kepada masyarakat.

SAMPIT – Dalam rangka menjaga dan memelihara situasi Kamtibmas, Polsek Jaya Karya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus bergerak melaksanakan safari Jumat secara bergiliran keliling di masjid-masjid setempat.

Seusai pelaksanaan Salat Jumat, Kapolsek Jaya Karya Ipda Doohan Octa Prasetya bercengkrama dengan para ulama, tokoh agama dan juga masyarakat. Dalam kesempatan tersebut Ipda Doohan mengharapkan dukungan dari warga masyarakat, untuk ikut memelihara Kamtibmas, khususnya di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan melalui imbauan Kamtibmas.

BACA JUGA:   98,39 Gram Sabu Dimusnahkan Polres Kotim

“Sekarang daerah kita belum jelas cuacanya, apakah musim penghujan atau kemarau. Saya harapkan langkah waspada dari masyarakat sekalian untuk antisipasi terjadinya bencana, dengan cara turut aktif memantau kondisi lingkungan masing – masing terutama daerah rawan banjir dan kebakaran hutan dan lahan,” kata Ipda Doohan mewakili Kapolres Kotim AKBP Abdoel Haris Jakin, Jumat 7 Agustus 2020.

Selian itu dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan imbauan kepada masyarakatn berkaitan dengan pandemi Covid-19. Agar tetap waspada dengan cara menerapkan pola hidup sehat, makan sayur dan buah dengan teratur serta selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan.

BACA JUGA:   Pantau Pemulihan Perekonomian, Gubernur Dorong Peningkatan UMKM Masyarakat

Tidak lupa polisi dengan satu balok emas dipundak ini juga berpesan kepada masyarakat agar menjaga kerukunan menjelang Pilkada 9 Desember mendatang, ”Pilihan boleh berbeda persatuan dan kesatuan tetap harus dijaga,” tandas Doohan.

Safari Jumat yang dilakukan, kata dia, merupakan program kerja Polres Kotim yang mengambil kesempatan untuk memberikan pemahaman melalui sosialisasi di tempat ibadah. (Im/beritasampit.co.id).

98,39 Gram Sabu Dimusnahkan Polres Kotim

98,39 Gram Sabu Dimusnahkan Polres Kotim

PEMUSNAHAN SABU – ILHAM/BERITA SAMPIT – Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Ketua Komisi 1 DPRD Kotim, Sanidin, Asisten 1 Setda Pemda Kotim, Nur Aswan, Kepala Dinkes Kotim dr. Faisal memusnahkan secara bersamaan 98,39 gram sabu yang dilakukan di aula Polres Kotim, Rabu 5 Agustus 2020.

SAMPIT – Polres Kotawaringin Timur (Kotim) memusnahkan barang bukti narkotika golongan 1 berupa sabu-sabu seberat 98,39 gram, Rabu 5 Agustus 2020. Puluhan barang haram tersebut diperoleh dari dua tersangka yakni Arsyad dan Marhadi yang berhasil dibekuk pada bulan Juli lalu oleh jajaran Satuan Resnarkoba.

“Pemusnahan barang bukti 98,39 gram sabu ini yang kita sisikan dari 100 gram sabu yang kita amankan, sedangkan 1 gram lebih kita jadikan barang bukti untuk kepentingan persidangan,” ungkap Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin.

BACA JUGA:   Desa Diminta Bangun Sanggar Budaya Lokal, Ini Alasannya?

Barang bukti 100 gram sabu ini menurut Jakin, untuk level di Kotim merupakan salah satu tangkapan terbesar. “Kawan-kawan dari Satresnarkoba juga mendapatkan penghargaan dari Kapolda Kalteng, karena berhasil mengungkap kasus ini,” paparnya.

Pemusnahan barang bukti disaksikan dua tersangka dan Asisten 1 Setda Pemda Kotim Nur Aswan, Kepala Dinas Kesehatan dr. Faisal Novendra Cahyo, Ketua Komis 1 DPRD Kotim, Sanidin, serta perwakilan dari Pengadilan Negeri dan Badan Narkotikan Kabupaten Kotim.

BACA JUGA:   Tabrakan Mobil Rush vs Sepeda Motor di Sampit

Pemusnahan sendiri dilakukan dengan cara melarutkan sabu kedalam air, kemudian dicampur dengan bahan kimia pembersih lantai. Setelah larut kemudian air mengandung sabu itu ditumpahkan di selokan. (Cha/beritasampit.co.id).

Kapolres Kotim Terus Tekankan Anggota Berantas Narkoba

Kapolres Kotim Terus Tekankan Anggota Berantas Narkoba

TERIMA PENGHARGAAN : IST/BERITA SAMPIT – Kasat Narkoba Polres Kotim Iptu Arasi (Kanan) saat menerima penghargaan yang diberikan Kapolda Kalteng Brigjen Polisi Dedi Prasetyo (kiri).

SAMPIT – Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) belum lama ini mendapat penghargaan dari Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait pengungkapan kasus narkoba jenis sabu dengan barang bukti yang besar di lingkup wilayah hukum Polres Kotim.

Namun, dengan hal ini Kapolres Kotim AKBP Abdoel Haris Jakin menekankan kepada anggotanya agar bisa terus melakukan pemberantasan peredaran narkoba.

Penghargaan yang diterima oleh penegak hukum di Kotim sendiri ada dua, diantaranya Satuan Reserse Narkoba yang dipimpin oleh Iptu Arasi dan Polsek Cempaga dibawah pimpinan Iptu Dwi Susanto.

BACA JUGA:   Aparat Polsek Hanau Tes Urine, Kedapatan Terlibat Kasus Narkoba Dipecat Tidak Terhormat

Untuk Satuan Reserse Narkoba sendiri belum lama ini tepatnya pada 10 Juli 2020 lalu berhasil mengamankan narkoba sebanyak satu ons atau 100 gram. Sedangkan untuk jajaran Polsek Cempaga mengamankan sabu seberat
33 gram.

“Saya sedang memberikan motivasi kepada Polsek-Polsek jajaran untuk terus berupaya melakukan pengungkapan narkoba. Narkoba ini bukan hanya musuh kami saja, tapi juga musuh bagi masyarakat,” tutur Abdoel Haris, Selasa 21 Juli 2020.

Sementara saat ditanyai sejauh ini pihak Polres Kotim banyak dipertanyakan masyarakat kenapa tidak pernah bisa menyentuh bandar besar dan yang diamankan hanya perantara atau bandar kecil saja?. Haris mengatakan, bahwa untuk pengungkapan sabu 100 gram itu level bandar besar di Kotim.

BACA JUGA:   James Watt Cs Diminta Dibebaskan Tanpa Syarat

“Bandar besar kemungkinan ada di luar. Kotim ini daerah perlintasan, jarang ada yang dropping barang dalam jumlah besar lebih banyak yang transit. Untuk yang 100 gram itu bukan barang transit, karena memang di drop untuk diperjual belikan di Kotim, kalau transit tidak akan di pasarkan di kotim,” bebernya. (Im/beritasampit.co.id).

Dua Pengedar Mengaku Pertama Kali Bisnis Narkoba, Polisi Akan Ungkap Jaringannya

Dua Pengedar Mengaku Pertama Kali Bisnis Narkoba, Polisi Akan Ungkap Jaringannya

BARANG BUKTI : IM/BERITA SAMPIT – Kapolres Kotim AKBP Abdoel Haris Jakin (tengah jaket hitam) saat memeriksa barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan dari tersangka.

SAMPIT – Dua orang pengedar narkotika jenis sabu-sabu atas nama AR dan MR yang diamankan Satresnarkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim) di Jalan Sampurna 1, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Ketapang, Kotim mengaku baru pertama kali bisnis barang haram tersebut.

Hal ini disampaikan Kapolres Kotim AKBP Abdoel Haris Jakin, Jumat 10 Juli 2020 malam. “Tapi berdasarkan pengalaman saya tidak mungkin seorang pemain baru dipercayakan dengan barang bukti seberat 1 ons atau 100 gram itu,” tuturnya.

BACA JUGA:   Ringankan Beban Masyarakat, Koramil 1015-10/Kbs Kerja Sama dengan Pemerintah Bagikan Sembako

Dari kedua tangan tersangka aparat kepolisian mendapati satu paket sabu-sabu yang dibungkus dengan lakban hitam berisi kristal putih. Dikatakan Haris, bahwa tersangka pasti mempunyai jaringan, karena peredaran narkoba jenis sabu-sabu itu tidak putus pada satu orang saja.

Kedua tersangka ini pun katanya, mata rantai yang kesekian kalinya, pihak kepolisian akan tetap akan maksimal mengungkap jaringan peredaran sabu-sabu di Kota Sampit.

BACA JUGA:   15 Anak Didik TK PAUD Al-Amin Kalab Seban Diwisuda

“Untuk kasus baru ini, masih akan di dalami, mereka ini jaringan dari mana. Untuk saat ini kedua tersangka sudah diamankan ke Mapolres Kotim guna proses penyelidikan kasus lebih lanjut,” ungkapnya. (Im/beritasampit.co.id).

Hadiah Hari Bhayangkara 74, Polres Kotim Gagalkan Peredaran Sabu

Hadiah Hari Bhayangkara 74, Polres Kotim Gagalkan Peredaran Sabu

KONFERENSI PERS : IM/BERITA SAMPIT – Kapolres Kotim AKBP Abdoel Haris Jakin (kanan) di dampingi Kasat Reskoba Iptu Arasi (kiri baju putih) saat konferensi pers pengungkap kasus narkoba jenis sabu.

SAMPIT – Peredaran narkoba di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meningkat. Sebab itu, Polres Kotim berjanji terus memerangi jaringan narkoba di Bumi Habaring Hurung. Selasa 30 Juni 2020 Polres Kotim berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 31,74 gram.

“Pengungkapan kasus ini merupakan hadiah tersendiri bagi Bhayangkara di hari jadinya yang ke 74 tahun. Sabu seberat 31,74 gram berhasil digagalkan peredarannya dari tangan tersangka bernama Heriansyah alias Heri,” ungkap Kapolres Kotim AKBP Abdoel Haris Jakin, Rabu 1 Juli 2020 saat konferensi pers pengungkap kasus tersebut.

BACA JUGA:   Minat Beli Emas Masyarakat Mulai Meningkat Pada Bulan Ramadan

Barang bukti sabu seberat 31,74 gram itu ditemukan oleh anggota Satreskoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Satreskoba Iptu Arasi, ditemukan dalam jok motor Honda Vario KH 3095 QA. Untuk mengelabui petugas kepolisian tersangka memasukan barang haram itu kedalam bolam lampu merk philips.

“Sabu itu dimasukan ke dalam bolam lampu merk philips dengan pembagian enam paket sabu. Atas temuan itu tersangka berikut dengan barang bukti diamankan ke Mapolres Kotim,” tutur Abdoel Haris Jakin. (Im/beritasampit.co.id).

BACA JUGA:   Cabup Beli Suara Dengan Uang, Sama Saja Menganggap Masyarakat Bodoh

Satu Pembakar Lahan Telah Diamankan Polres Kotim

Satu Pembakar Lahan Telah Diamankan Polres Kotim

PENINJAUAN : ILHAM/BERITA SAMPIT – Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin S.I.K, bersama Wakil Bupati Kotim, HM. Taufiq Mukri, saat meninjau peralatan penanganan Karhutla di aula Mapolres Kotim, Selasa 9 Juni 2020.

SAMPIT – Tidak munggu waktu lama Satuan Reserse Polres Kotawaringin Timur (Kotim), telah berhasil mengungkap kasus kebakaran lahan yang terjadi di kilometer 8 jalan Tjilik Riwut, Sampit belum lama ini.

“Upaya Prekuentif sudah berjalan, dan reprensif penegakan hukumnya baru satu kita berhasil mengungkap, dan telah kita proses. Semoga dengan proses hukum ini bisa memberikan efek jera bagi yang lain,” ungkap Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin S.I.K, Selasa 9 Juni 2020.

BACA JUGA:   Pedagang Pasar Dadakan Ancam Beroperasi Jika Tak Ada Solusi Pemerintah

Segala upaya melakukan pencegahan tidak akan berjalan dengan baik, tanpa adanya kesadaran masyarakat. Dalam hal ini Harris berharap, peran masyarakat penting dalam menjaga lingkungan mereka masing-masing dan tidak melakukan aksi bakar lahan ketika membersihkan lahan mereka.

Harris juga mengimbau, bagi pemilik lahan dan juga pihak Perusahaan Besar Sawit (PBS) yang beroperasi di wilayah Hukum Polres Kotim, dalam upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

BACA JUGA:   Alat Cuci Tangan Bebas Sentuh Polres Kotim, Bagaimana Cara Kerjanya?

“Saat ini sudah ada 30 Posko penanggulangan Karhutla, disitu ada terlibat unsur Pemerintahan, TNI, Polri dan unsur dari Perusahaan. Saya tegaskan, kita tidak akan kasih ampun bagi siapa saya yang sengaja melakukan pembakar hutan dan lahan di Kotim ini,” tandasnya. (Cha/beritasampit.co.id).

Copyright © 2020 Sampit