Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran

Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran

Ist/BERITA SAMPIT – Komunitas Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran.

SAMPIT – Saat ini bersepeda semakin banyak digemari oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini sepeda menjadi sarana untuk berolahraga lebih menyenangkan.

Salain itu, sepeda juga menjadi alat transportasi ramah lingkungan, bahkan banyak yang menganggap dengan bersepeda dapat mengurangi resiko kecil dari penularan virus corona, jadi jangan heran akhir-akhir ini pengguna sepeda semakin bertambah.

Di Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), hampir setiap hari atau akhir pekan pasti ada saja masyarakat terlihat melakukan aktifitas bersepeda.

BACA JUGA:   Update Covid-19 Kalteng 4 Juli: Positif Bertambah 26 Orang dan 6 Pasien Sembuh

Ketua Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher, Sovinah Karim mengatakan setiap akhir pekan ia rutin bersepeda bareng anggota komunitasnya.

Saat wartawan beritasampit.co.id menemuinya di kawasan Pantai Laut Ujung Pandaran, ia mengaku dengan bersepeda mampu meningkatkan daya tahan tubuh, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini.

Sovinah Karim merasa senang bisa bersepeda bersama komunitasnya dan berkunjung ke tempat pariwisata di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

“Apalagi saat penerapan new normal seperti sekarang ini, kita senang sekali sudah diberlakukan seperti biasa lagi, namun kami mesti mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, kami merasa senang bisa seperti ini kembali,” katanya.

BACA JUGA:   Food Estate di Kalteng, Tokoh Masyarakat: Terima Kasih Jokowi

Sementara itu, menurut Anggota DPRD Kalteng, Dapil II Kotim-Seruyan Zainudin Karim, rekreasi setelah Idul Adha ini merupakan yang ketujuh kali

“Ini adalah kegiatan yang sudah ketujuh kali, karena selama Covid-19 ini kami memang tidak ada kegiatan, tetapi setelah new normal baru kita mulai gowes sepeda,” ujar Zainudin kepada beritasampit.co.id.

(ASY/beritasampit.co.id)

Fenomena Alam di Bulan Mei 2020 : Hujan Meteor Eta Akuarid, Bulan Purnama, Matahari di Atas Ka’bah

Fenomena Alam di Bulan Mei 2020 : Hujan Meteor Eta Akuarid, Bulan Purnama, Matahari di Atas Ka’bah

Ilustrasi hujan meteor

SAMPIT – Fenomena astronomi yang sangat indah akan menghiasi bulan Ramadan tahun ini. Tidak hanya elok dipandang, kejadian alam yang ada di langit ini tentunya membuat kita akan semakin mengagungkan kebesaran sang pencipta alam semesta.

Dikutip dari laman resmin dan akun Instagram Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Fenomena itu diantaranya, Hujan Meteor Eta Akuarid, Bulan Purnama, dan Matahari di Atas Ka’bah.

– Hujan Meteor Eta Akuarid

Fenomena yang lazim terjadi setiap tahunnya ini akan berlangsung dari 19 April hingga 28 Mei. Adapun puncak hujan meteor kali ini diprediksi terjadi pada 6 hingga 7 Mei 2020, sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Hujan meteor ini akan sulit dilihat pada 7 Mei 2020, karena berteatan dengan bulan purnama.

Hujan meteor ini paling baik disaksikan dari belahan bumi selatan, termasuk Indonesia. Untuk diketahui, meteor eta Aquarids ini berasal dari debu-debu halus yang dilepaskan oleh komet Halley.

Tak tanggung-tanggung dalam satu jam puluhan meteor jatuh dapat dilihat dengan mata telanjang. Masyarakat di seluruh Indonesia dapat menyaksikan fenomena ini dengan syarat cuaca cerah tidak berawan dan akan semakin jelas jika dilihat dikawasan yang minim cahaya.

BACA JUGA:   Gara-gara Covid-19 Pedagang Sapi Merugi, PBS Dinilai Persempit Ekonomi

– Bulan Purnama

Bulan purnama memang sangat dinanti karena bulan terlihat bulat sempurna. Bulan akan tampak jauh lebih besar daripada biasanya. Pada bulan Ramadan kali ini, bulan purnama bisa dilihat pada tanggal 7 Mei 2020.

Bulan akan terletak hampir berhadapan langsung dengan Matahari, sehingga permukaannya yang menghadap ke bumi disinari matahari.

Selain itu, bulan juga akan melakukan pendekatan terdekat ke bumi yang disebut perigee. Ini berarti bulan akan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang. Bulan purnama perigean ini adalah yang terakhir pada tahun 2020.

Secara astronomis, fase Bulan Purnama terjadi pada pukul 17.45 WIB. Bulan Purnama ini dapat dinikmati seppanjang malam, saat matahari terbenam hingga matahari terbit keesokan harinya.

– Matahari Diatas Ka’bah

Pada tanggal 28 Mei 2020, menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki arah kiblat. Sebab tanggal ini matahari berada tegak lurus di atas Ka’bah. Fenomena matahari tepat di atas Ka’bah  bisa dilihat dari Indonesia.

BACA JUGA:   Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Ingatkan Penggunaan Bilik Disinfeksi  

Di Indonesia, kondisi matahari yang tepat berada di atas Ka’bah ini akan terjadi pada tanggal 28 Mei 2020 pukul 16.18 WIB. Sehingga dapat disaksikan dari Indonesia bagian barat hingga tengah.

Dijelaskan, sebagian masjid dan musholla yang sebelumnya menentukan arah kiblat berdasarkan perkiraan dengan mengacu arah kiblat masjid yang sudah ada atau dengan menggunakan kompas, pada tanggal ini dapat melakukan penyempurnan atau pemeriksaan ulang posisi arah kiblat. Dengan bayangan matahari pada saat-saat tertentu, arah kiblat dapat lebih mudah dan lebih akurat ditentukan.

Arah kiblat bisa ditentukan dari bayangan benda vertikal atau benda tegak, misalnya tongkat, kusen jendela/pintu, atau sisi bangunan. Dari bayangannya pada waktu yang ditentukan, kemudian tanda arah bayangan dengan menggunakan sajadah atau garis saf baru.

Fenomena ini merupakan fenomena tahunan saat Matahari berkedudukan tepat di atas Ka’bah. Sehingga bayang-bayang benda apa pun yang terpasang tegak lurus paras Bumi akan tepat berimpit dengan arah kiblat.

(jun/berbagaisumber/beritasampit.co.id)

Polsek Cempaga Hulu Non Stop 24 Jam Periksa Setiap Kendaraan yang Masuk ke Kotim

Polsek Cempaga Hulu Non Stop 24 Jam Periksa Setiap Kendaraan yang Masuk ke Kotim

PERIKSA : IST/BERITASAMPIT – Anggota Polsek Cempaga Hulu beserta personil Koramil Cempaga Hulu saat melakukan pemeriksaan satu unit truck yang lewat, Jum’at malam.

SAMPIT – Bagi anda yang akan masuk ke Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui jalur darat dari arah Palangka Raya atau Katingan jangan kaget dan takut jika anda tiba-tiba dihentikan oleh anggota kepolisian, di simpang tiga Pelantaran Jalan Tjilik Riwut.

Menurut Kapolsek Cempaga Hulu Ipda Taufik Hidayat mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, kegiatan itu dilakukan selama 24 jam non stop. Tujuan nya adalah untuk melakukan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yang akan masuk ke Kota Sampit.

BACA JUGA:   Siswa Siswi di Kotim Harus Siapkan Diri Hadapi UNBK, Ini Harapan Dewan Pada Orang Tua Murid dan Guru

“Jadi setiap kendaraan yang hendak masuk ke Kota Sampit akan kami lakukan penyemprotan cairan disinfektan, kegiatan ini melibatkan personil Polri, TNI, Tenaga Kesehatan, staf kecamatan serta relawan dari desa setempat,” tutur Kapolsek Cempaga Hulu Ipda Taufik Hidayat , Jum’at, 24 April 2020 malam ketika dikonfirmasi.

Selanjutnya, dikatakan polisi berpangkat satu balok emas di pundak itu selain kendaraan sementara penumpang atau pengendara di cek suhu tubuh mengunakan thermal gun. Apabila suhu tubuh diatas 38 derajat dicatat identitas dan tujuannya dan selanjutnya  dilaporkan ke gugus covid-19 Kotim.

BACA JUGA:   Zona Merah Bertambah di Kalteng, 2 Kabupaten Ini Berubah Status

(im/beritasampit.co.id)

Cegah Covid-19, BGA Region Pundu Ikuti Imbaun Pemerintah Tidak Mudik

Cegah Covid-19, BGA Region Pundu Ikuti Imbaun Pemerintah Tidak Mudik

APEL PAGI : IST/BERITA SAMPIT – BGA Region Pundu saat menggelar apel pagi sekaligus memberikan arahan kepada para karyawan.

SAMPIT – PT. Bumitama Gunajaya Abadi (BGA) Region Pundu terus berupaya mendukung upaya pencegahan dan penanganan penyebaran pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

PT BGA Region Pundu juga telah menjalankan Protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 baik itu dari pemerintah maupun internal perusahaan seperti setiap pos sekuriti tersedia cuci tangan, thermogun dan semprot disinfektan.

Selain upaya preventif yang dilakukan dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona, pihaknya juga mengikuti arahan Pemerintah daerah yang mengimbau pekerjanya untuk tidak mudik.

“Dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kabupaten Kotawaringin Timur sangat dibutuhkan peran serta semua elemen masyarakat dan badan usaha yang ada di Kabupaten,” ujar Zainal Mustofa selaku Head of Corp Affair BGA Wilayah Kalteng dalam siaran persnya, Rabu 22 April 2020.

BACA JUGA:   Tiga Desa Siap Rekam e-KTP, Pejabat Ini Berhalangan Hadir

Selain itu menurut Zainal, PT BGA Region Pundu bersama FKPK Cempaga Hulu juga melaksanakan sosialisasi ke karyawan.

“Setiap apel pagi juga disampaikan pencegahan penyebaran Covid 19, kami selalu mengiatkan para karyawan untuk selalu pakai masker dan jaga jarak serta
Menjalankan pola hidup sehat dan rajin cuci tangan,” tuturnya.

Untuk diketahui dalam kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri Camat Cempaga Hulu, Ubaydillah dan Sekcam Adi Chandra, Kapolsek Toufik, Kanit Reskrim Atep dan Kanit Intel Suryadi.

Sedangkan dariPosramil dihadiri Posramil Kastari dan Gustam didampingi Asissten Divisi, Manager, Area Controler, CA, PAD dan Regional Head.

Pada waktu memberikan arahan pihak FKKP menekankan agar para karyawan untuk bisa mengikuti arahan dari pemerintah.

BACA JUGA:   Cegah Penularan Covid-19, Begini Cara Yang Dilakukan Pemilik Toko Emas Ini!

Pasalnya penyebaran virus pandemi ini semakin meningkat di Kalteng, bahkan para pemerintah dan MUI serta tokoh-tokoh agama telah membuat pengecualian mengenai tentang ibadah salat Jumat yang biasanya dilakukan berjamaah untuk sementara waktu digantikan salat zuhur di rumah masing- masing.

Mengenai ibadah bulan ramadan untuk salat tarawih dan tadarusan juga untuk sementara waktu dilakukan di rumah masing-masing.

“Untuk melawan virus ini kita harus bergotong royong dan mengikuti arahan dari pemerintah, serta berdoa agar wabah ini cepat berakhir. Selain itu kami juga sudah bersepakat Kami Tidak Mudik di Kebun Saja semoga covid 19 cepat berlalu,”
tutupnya.

(Kawit/Beritasampit.co.id)

PT GAP dan Serikat Pekerja GAP Sepakati Tidak Mudik Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19

PT GAP dan Serikat Pekerja GAP Sepakati Tidak Mudik Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19

KOMPAK : IST/BERITA SAMPIT – Segenap menagemen PT GAP dan serikat pekerja GAP tidak akan melakukan mudik lebaran tahun ini

SAMPIT – Mudik atau pulang ke kampung halaman menjelang hari Raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat Indonesia. Khususnya bagi pekerja di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Namun tidak demikian pada serikat pekerja di PT Globalindo Alam Perkasa (GAP) yang tergabung di bawah naungan Musim Mas Group. Pihak Perkebunan Besar Swasta (PBS) itu bersama serikat pekerjanya menyepakati untuk tidak mudik lebaran pada tahun ini.

“Dalam rangka mematuhi peraturah pemerintah di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Segenap Managemen bersama Serikat Pekerja GAP telah bermusyawarah hingga berkomitmen untuk mematuhi surat imbauan pemerintah daerah maupun provinsi untuk tidak mudik lebaran di tahun 2020,” kata Senior Estate Manager PT GAP Poniman melalui Humasnya, Ali Akbar, pada Selasa 21 April 2020

Hal itu juga diikuti dengan pelarangan mudik yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat bagi warga muslim pulang kampung saat menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah. Maka dalam menyikapi status darurat bencana Covid-19 di kabupaten Kotim, himbauan larangan mudik lebaran bagi pekerja yang bekerja di PBS di wilayah Kotim serta semakin meningkatnya zona merah. Sehingga kedua belah pihak menyepati untuk tidak mudik lebaran 2020.

BACA JUGA:   BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Pada Tiga Kabupaten di Kalteng

Komitmen tersebut juga dibahas bersama managemen PT GAP yaitu Senior Estate Manager PT GAP Poniman, Manager PKS PT GAP Tunggul Hutasoit dan Ketua Serikat Pekerja GAP, Marwan.

“Demi mematuhi peraturan-peraturan dan mendukung program pemerintah, untuk memutus mata rantai Corona Virus Desease (Covid-19). Serta menyikapi status darurat Kabupaten Kotim dari virus corona. Maka pada Selasa 21 April 2020 Kami managemen PT GAP dan Serikat Pekerja Globalindo Alam Perkasa Bersepakat untuk berkomitmen bersama mendukung program pemerintah dengan cara tidak mudik lebaran dan tetap berada di wilayah HGU PT GAP hingga berakhirnya wabah virus corona sesuai arahan pemerintah Republik Indonesia,” ungkap Senior Estate Manager PT. GAP, Poniman.

Selain itu, saat ini PT GAP juga berperan aktif membantu pemerintah untuk pencegahan dan membantu penanganan penekanan virus corona di kabupaten Kotim.

BACA JUGA:   Lawan Covid-19, Ketua Komisi II Minta PBS Aktif Awasi Karyawannya

Dilain pihak, Marwan selaku Ketua Serikat Pekerja GAP sangat mengapresiasi inisiatif dari Pimpinan PT GAP dengan membuat sebuah komitmen untuk tidak mudik lebaran tahun ini. Mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang kian bertambah dan ini solusi dalam membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai covid-19

Marwan juga berterima kasih kepada seluruh karyawan PT GAP atas kebersamaannya dalam mencegah penyebaran covid-19 dengan tidak mudik lebaran 2020.

Belum lama ini, pihaknya juga telah membantu dua kecamatan yang ada di Kotim. Yakni kecamtan Mentaya Hilir Utara dan kecamatan Kota Besi dalam penanganan corona berupa peralatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

KOMPAK : IST/BERITA SAMPIT – Segenap menagemen PT GAP dan serikat pekerja GAP tidak akan melakukan mudik lebaran tahun ini

Poniman berharap, peran serta pihaknya terhadap kesepakatan tersebut dapat membantu pemerintah dalam menekan angka penyebaran covid-19 di daerah. Serta mampu menjadi nilai positif bagi masyarakat untuk menghindari dari terpaparnya dari Covid-19 yang tengah meneror masyarakat saat ini.

(jmy/advertorial/beritasampit.co.id)

KOMPAK : IST/BERITA SAMPIT – Segenap menagemen PT GAP dan serikat pekerja GAP tidak akan melakukan mudik lebaran tahun ini

Copyright © 2020 Sampit