Keluarga Korban Serahkan ke Polisi Terkait Peristiwa Kesetrum di Water Park

Keluarga Korban Serahkan ke Polisi Terkait Peristiwa Kesetrum di Water Park

BORNEONESW, Sampit – Hingga kini, belum ada pertanggung jawaban terhadap korban anak 6 tahun yang tersengat listrik di Water Park, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Marudin paman korban mengatakan, owner Water Park sudah ada datang ke mereka selaku keluarga korban menyampaikan bela sungkawa. Selain itu, kata Marudin, mereka menyampaikan siap bertanggung jawab …

Selengkapnya

Video Viral 32 Detik Kienzy No Sensor Tersebar di Twitter

Video Viral 32 Detik Kienzy No Sensor Tersebar di Twitter

Menit.co.id – Meski Kienzy Myelin sudah memberikan bantahan dan klarifikasi, masih saja netizen memburu video viral 32 detik Kienzy no sensor tersebar di Twitter. Video viral 32 detik Kienzy no sensor masih menduduki kata kunci pencarian akhir pekan ini. Pemeran video di duga mirip wajah Kienzy Myelin, Selebgram Sampit, Kalimantan Tengah. Tak hanya itu saja, …

Selengkapnya

Link Video Viral 32 Detik Twitter dan Tiktok Masih Jadi Buruan

Link Video Viral 32 Detik Twitter dan Tiktok Masih Jadi Buruan

Menit.co.id – Baru-baru ini dunia maya tengah di hebohkan dengan link video viral 32 detik twitter dan tiktok. Kabarnya video itu mirip Selebgram asal Sampit. Berita terbaru hari ini mengatakan bahwa video viral 32 detik ini mirip dengan seseorang selebgram cukup terkenal dari Sampit, Kalimantan. Meski yang bersangkutan sudah memberikan klarifikasi dan bantahan, namun video …

Selengkapnya

Link Video Viral Kienzy 32 Detik Jadi Buruan Netizen di Twitter

Link Video Viral Kienzy 32 Detik Jadi Buruan Netizen di Twitter

Menit.co.id – Meski Kienzy Myelin sudah memberikan klarifikasi dan bantahan, namun link video viral Kienzy 32 detik masih jadi buruan netizen di Twitter. Link video viral Kienzy 32 detik masih banyak di bicarakan pengguna media sosial di Twitter. Mereka masih penasaran dengan video viral 32 detik tersebut. Video viral 32 detik yang di duga mirip …

Selengkapnya

Kienzy Myelin, Selebgram Sampit Viral di Twitter

Kienzy Myelin, Selebgram Sampit Viral di Twitter

Menit.co.id – Kienzy Myelin, Selebgram Sampit viral di Twitter. Namanya terbawa dalam skandal video viral 32 detik di duga pemerannya adalah Kienzy. Sebelum lebih jauh mengulik informasi mengenai video viral Kienzy 32 detik, alangkah bagusnya mengetahui biodata Kienzy Myelin, selebgram asal Sampit tersebut. Kienzy Myelin merupakan seorang konten kreator di beberapa platform media sosial. Seperti …

Selengkapnya

LL Selama 1 Bulan Alami Tindak Kekerasan Ibu Kandung dan Kekasihnya

LL Selama 1 Bulan Alami Tindak Kekerasan Ibu Kandung dan Kekasihnya

ILHAM/BERITA SAMPIT – Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin S.I.K.

SAMPIT – Dari hasil penggalian keterangan para saksi, diperkirakan sekitar satu bulan lamanya, LL bocah berusia 6 tahun telah mendapatkan tindakan kekerasan oleh ibu kandungnya (YT) dan kekasih ibunya (AN) tersebut.
“Sebanyak 4 orang saksi sudah kita mintai keterangannya, dari hasil pemeriksaan bocah tersebut mendapatkan perlakukan kekerasan sekitar 1 bulan, karena memang waktu itu dari tetangga ingin membantu tidak berani, dari keluarga juga tidak berani untuk langsung menyampaikan pada kami,” ungkap Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, Senin 24 Agustus 2020.

BACA JUGA:   Polresta Palangka Raya Bekuk Dua Budak Sabu

Saat ini selain mendalami motif kekerasan yang dilakukan oleh orang tua bocah tersebut, yang saat ini telah berhasil ditangkap di Kota Palangka Raya, polisi juga fokus memprioritaskan pemulihan luka dan trauma psikologi bocah malang tersebut.
“Anak ini cerdas, karena dalam kondisi sakit pun diajak ngobrol nyambung, namun kita tidak tahu keadaan fisikisnya. Para saksi sudah kami periksa dan sudah kami ambil visum, dan untuk motifnya akan kita lanjut setelah hasil pendalaman kepada kedua orang pelaku,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Banjir Setinggi Dua Hingga Tiga Meter Rendam Sembilan Desa di Suling Tambun

Sementara itu, saat ini kedua pelaku telah berhasil ditangkap jajaran Polda Kalimantan Tengah, dan kini telah dijemput Resmob Polres Kotim, guna diperiksa lebih lanjut terkait motif kekerasan yang mereka lakukan terhadap LL. (Cha/beritasampit.co.id).

Selengkapnya

Camat Parenggean Bisa Dipolisikan Bacalon Independen Karena Cuitan di Medos

Camat Parenggean Bisa Dipolisikan Bacalon Independen Karena Cuitan di Medos

Foto tangkapan layar cuitan Camat Parenggean Siyono di akun media sosial Facebook Suparman Iman.

SAMPIT – Camat Parenggean, Siyono, terancam dipolisikan oleh tim Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari jalur independen, H Yoyo Sugeng Triyogo-Rusmadi Abdullah (Mas Yoyo Amang Madi), terkait cuitannya di media sosial (Medsos) Facebook.
Kasus ini bermula ketika muncul postingan pemilik akun Facebook Suparman Iman pada Minggu 19 Juli 2020 malam, dengan bunyi “Semoga Calon Independen lolos az (aja) supaya kompetisi di Pilkada Kotim punya warna tersendiri dn (dan) punya tantangan tersendiri dan siapa yg (yang) layak jd (jadi) pemimpin. Kira2 (kira-kira) siapa yg (yang) paling hebat Mesin Partai atau Timses dari independent yg (yang) paling hebat di dalam memikat hati pemilih di Kotim”.

Postingan yang ditujukan kepada pasangan Mas Yoyo – Amang Madi tersebut langsung ditanggapi oleh pemilik akun Camat Parenggean dengan nama Siyono Mkj, yang masih berstatus camat aktif.

BACA JUGA:   PANTAS Klaim Akan Kantongi Rekomendasi Nasdem, Ini Respon Sekretaris Nasdem Kotim

“Waduh proses awal saja banyak pemalsuan data bank (bang),” cuit Siyono. “klo (kalau) itu ada mekanismenya pa, misalkan data tdk (tidak) valid kan dukungannya bisa di anggap tdk (tidak) sah pa dn (dan) atau ada perbaikan data nanti pa,” sahut akun pembuat status Suparman Iman.
Tidak sampai disitu akun camat Siyono kembali membalas sahutan Suparman Iman kembali dengan isi. “Yang jelas tanda tangan dukungan awal bank (bang) banyak yg (yang) dipalsu sehingga verpak nya (verifikasinya) lucut (lepas)” balas Siyono.
Menanggapi postingan dan cuitan tersebut, Yoyo Sugeng Triyogo mengaku keberatan atas postingan yang dianggap merugikan pihaknya tersebut.
“Sepertinya beliau (Siyono) lupa kalau komen tersebut masuk ranah fitnah, pencemaran nama baik seseorang. Apalagi ada kalimat pemalsuan data,” beber Yoyo dikonfirmasi, Senin, 20 Juli 2020 sore.

BACA JUGA:   TK PAUD Al-Amin Kalab Seban Punya Gedung Baru

Bakal Calon Bupati Independen Yoyo mengatakan, setelah berkonsultasi dengan pihak legalnya, komentar tersebut dianggap sudah masuk ranah tindak pidana, yakni UU ITE, pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. “Kalau melihat komentar beliau saya rasa sudah masuk ranah hukum. Apalagi terkait ITE,” imbuhnya.
Yoyo sendiri mengakui tidak memiliki masalah pribadi dengan sang camat. Kendati demikian, dirinya akan mengambil langkah kekeluargaan terlebih dulu sebelum kasus itu dibawa ke jalur hukum.
“Ada langkah awal kita buatkan somasi dulu, kita ingin penjelasan langsung dari yang bersangkutan. Untuk langkah hukumnya sudah saya koordinasikan dengan tim legal kita,” tegasnya.
(im/beritasampit.co.id)

Selengkapnya

Mayat Mengapung Ternyata Usianya Muda, Polisi Minta Diviralkan

Mayat Mengapung Ternyata Usianya Muda, Polisi Minta Diviralkan

EVAKUASI JASAD : IST/BERITA SAMPIT – Sejumlah warga Desa Ujung Pandaran saat mengevakuasi jasad yang ditemukan mengapung.

SAMPIT – Setelah dilakukan visum luar di Rumah Sakit dr Murjani Sampit, akhirnya tim menyimpulkan usia mayat yang ditemukan mengapung di Teluk Bogam dekat Sungai Peradah, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), masih muda.
“Sampai saat ini sudah dilaksanakan visum luar di rumah sakit, usia kurang lebih 15-30 tahun dan berkelamin laki-laki,” kata Kapolres Kotim melalui Kapolsek Jaya Karya, Samuda Ipda Doohan Prasetya S. Trk, melalui whatsapp yang diterima redaksi beritasampit.co.id, Selasa 7 Juli 2020.

BACA JUGA:   Patut Dicontoh, Desa Rawa Sari Punya 2 Produk Olahan Lokal

Hingga kini, jenazah itu masih berada di kamar mayat rumah sakit dr Murjani Sampit, karena belum ada keluarganya yang menjenguk ataupun membawa pulang jasad tersebut.
“Yang sudah diketahui dari segi usia sedangkan identitas korban tidak diketahui jelas. Kami harapkan kepada masyarakat untuk memviralkan penemuan mayat tanpa identitas supaya diketahui oleh keluarganya,” ujar Doohan.

BACA JUGA:   Kapal Dagang di Puruk Cahu Seberang Tenggelam

Terpisah, Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur menegaskan bahwa mayat yang ditemukan mengapung itu bukan warga Desa Ujung Pandaran. “Tidak ada warga desa kami yang merasa kehilangan ini sanak keluarganya,” kata Aswin. (ifin/beritasampit.co.id).

Selengkapnya

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Teluk Bogam

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Teluk Bogam

EVAKUASI : IST/BERITA SAMPIT – Babinsa bersama bhabinkantibmas Teluk Sampit dibantu warga saat mengevakuasi mayat.

SAMPIT – Mayat mengapung di Teluk Bogam dekat Sungai Peradah, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), menggegerkan warga. Mayat ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB jenis kelamin laki-laki tanpa identitas jelas.
Komandan Kodim 1015 Sampit melalui Danramil 06 Samuda Letda Infantri Margus mengatakan, sesosok mayat ditemukan oleh sepasang suami istri saat akan memasang jaring di teluk bogam dekat sungai peradah.

“Pada saat melabuh jangkar, tiba-tiba istrinya ada melihat sesosok tubuh mengapung di atas air yang diduga mayat. Setelah dilihat lebih dekat ternyata benar, kemudian suaminya langsung melaporkan temuannya kepada kepala desa dan aparat terdekat,” ujar Margus kepada wartawan beritasampit.co.id via telepon, Senin 6 Juli 2020 malam.

BACA JUGA:   RSUD dr Murjani Sampit Terima Bantuan Dua Unit Alat Ventilator dari PMI Pusat

Saat dievakuasi, lanjutnya, ditubuh mayat tidak ditemukan adanya identitas jelas. Selain itu, kondisi tubuhnya mengenaskan yakni, kedua kaki dan lengan kanan putus.
“Serda Primandona Babinsa Ujung Pandaran yang mengangkat mayat. Saat ini mayat sudah dievakuasi ke rumah sakit Dr Murjani Sampit untuk otopsi lebih lanjut,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur membenarkan bahwa ada warganya telah menemukan mayat mengapung di Teluk Bogam dekat Sungai Peradah.

BACA JUGA:   Monyet Rampas dan Larikan Sampel Darah Pasien COVID-19 di India

“Iya, ada laporan dari ketua RT, laporan itu juga sudah kami sampaikan ke Polsek Jaya Karya Samuda dan Koramil 06 Samuda,” kata Aswin.
Dia menambahkan, mayat dievakuasi ke rumah sakit menggunakan pikap milik warga desa.(ifin/beritasampit.co.id)

Selengkapnya

Tabrakan Mobil Rush vs Sepeda Motor di Sampit

Tabrakan Mobil Rush vs Sepeda Motor di Sampit

KECELAKAAN: ist/BERITASAMPIT – Kecelakan motor vs mobil di depan Adira Sampit. 

SAMPIT – Kecelakaan lalulintas terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sawahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin 22 Juni 2020. Kecelakaan tersebut melibatkan Mobil Toyota Rush dengan Sepeda Motor.
“Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.15 WIB, dan Alhamdulilah sehat saja orangnya,” kata Kapolres Kotim melalui Kasatlantas AKP Johari Fitri Casdy S.I.K.

BACA JUGA:   Ini Variabel Data dan Langkah-Langkah Mengisi Sensus Penduduk Online 2020

Dia mengatakan, kecelakaan berawal saat pengendara motor hendak menyeberang pertigaan dan berbelok masuk ke jalan A Yani. Saat menyebrang, dari arah yang berlawanan muncul sebuah mobil Rush.
Karena kaget dan tidak dapat mengendalikan kendaraanya akhirnya mobil Rush tersebut langsung menabrak pengendara motor yang ada didepannya. “Pengendara yang luka sudah di evakuasi ke RS dr Murjani Sampit untuk melakukan pengobatan,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Kematian Hermanus Berbuntut Panjang, Kuasa Hukumnya Minta Otopsi Ulang

Dari informasi yang didapat dari beritasampit.co.id atas kejadian tersebut kerugiannya sekitar Rp 1 juta dan 1 orang luka-luka.(Dasi/beritasampit.co.id )

Selengkapnya

Copyright © 2022 Sampit_ID