Belum Resmi Dibuka, Ratusan Wisatawan Padati Objek Wisata Pantai Ujung Pandaran

Belum Resmi Dibuka, Ratusan Wisatawan Padati Objek Wisata Pantai Ujung Pandaran

SAMPIT – Ratusan wisatawan memadati kawasan Pantai Ujung Pandaran, Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Sabtu 1 Juli 2020. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat terlihat memadati kawasan tersebut.

Mereka berbondong-bondong mendatangi kawasan wisata yang terkenal dengan keindahan pantainya tersebut meski statusnya masih tutup di tengah pandemi Covid-19 ini.

Kawasan wisata dipadati wisatawan lokal, kendaraan roda dua mendominasi, libur lebaran Idul Adha sebagian masyarakat memilih menyambangi kawasan Pantai Ujung Pandaran.

Herman misalnya, pemuda asal Desa Pelangsian, Kecamatan Ketapang ini mengaku tak mampu membendung lagi keinginannya untuk berlibur ke Pantai Ujung Pandaran setelah beberapa bulan terakhir pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menutup kawasan wisata tersebut.

“Iya baru pertama kali liburan lagi setelah adanya corona, senang sekali bisa datang kesini, karena jenuh juga dirumah terus,” kata Herman pemuda asal Desa Pelangsian, Kecamatan Ketapang Kotim. Sabtu 1 Agustus 2020.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur belum membuka kawasan wisata tersebut.

Sementara Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur saat dikonfirmasi mengaku tidak punya wewenang untuk melarang wisatawan yang berkunjung ke Pantai Laut Ujung Pandaran.

“Kalau objek wisata yang dikelola Pemkab Kotim, sampai saat tidak dibuka untuk umum, sedangkan tempat wisata punya masyarakat itu pemerintah desa tidak ada wewenang melarang,” ujarnya Aswin.

Dari pantauan beritasampit.co.id, masih banyak pengunjung yang tidak memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

(ASY/beritasampit.co.id)

New Normal, Transaksi Jual Beli Emas Mulai Normal

New Normal, Transaksi Jual Beli Emas Mulai Normal

ILHAM/BERITA SAMPIT – Suasana jual beli emas di toko Sani, salah seorang pedagang emas di PPM Sampit, Minggu 28 Juni 2020.

SAMPIT – Setelah hampir 3 bulan lamanya minat beli masyarakat terhadap emas anjlok akibat pandemi Covid-19, kini pelan-pelan masyarakat sudah mulai beradaptasi seiring transisi new normal.

Seperti yang diungkapkan Sani, salah seorang pedagang emas di Pertokon Emas Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, yang mengakui bahwa kondisi transaksi jual beli di tokonya sudah mulai normal dibandingkan beberapa bulan lalu.

“New normal, aktivitas jual beli di toko kami juga mulai normal, memang belum seperti hari normal, tapi peningkatan ini sudah membuat kami merasa senang karena bisa berjualan dengan nyaman, dan pelanggan juga merasa nyaman datang ke PPM ini,” ungkap Sani, Minggu 28 Juni 2020.

BACA JUGA:   Pemkab Kotim Siapkan Sanksi Adat untuk Pelanggar New Normal

Sebagai pedagang dirinya mengakui dampak Covid-19 sangat berpengaruh besar, bahkan telah melumpuhkan perekonomian para pedagang, karena minat beli masyarakat turun lantaran takut tertular dan harus membatasi aktivitas keluar rumah.

“Alhamdulillah dibandingkan setelah lebaran kemarin pengunjung yang datang sudah meningkat, dana kalau untuk jual dan beli masih berimbang. Saat ini pabrik yang memproduksi perhiasan di Surabaya (Jawa Timur) juga sudah beroperasi, jadi banyak pilihan perhiasan kalau pelanggan mau mampir ke toko kami,” paparnya.

BACA JUGA:   Parimus Ingatkan Seluruh Kades Jangan Sampai Abaikan Administrasi Dana Desa

Sementara itu, untuk harga emas perhiasan tidak mengalami perubahan yang cukup tinggi, seperti jenis perhiasan 999/Amerika masih di kisaran Rp 810.000, emas 750/ emas putih Rp 720.000 per gram.

Demikian juga pada emas yang saat ini jadi primadona masyarakat yakni jenis 700/singapure masih diharga Rp 625.000. Kemudian emas jenis 420 dan 375 masih sekitar Rp 400.000 dan Rp 370.000 per gram. (Cha/beritasampit.co.id).

Jelang New Normal, Fraksi PKB Dorong Pemkab Kotim Perhatikan Pesantren

Jelang New Normal, Fraksi PKB Dorong Pemkab Kotim Perhatikan Pesantren

IST/BERITA SAMPIT – Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kotim Bima Santosa 

SAMPIT – Pemerintah pusat rencananya mulai awal Juni 2020 akan memberlakukan new normal termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Akan tetapi penerapan rencana tersebut diharapkan juga untuk pesantren.

“Kami dorong Pemkab Kotim segera menyiapkan skema new normal termasuk untuk pesantren, agar para santri bisa kembali menuntut ilmu agama. Akan tetapi, tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ucap Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kotim Bima Santoso, Sabtu 30 Mei 2020.

BACA JUGA:   Kotim Tertimpa Dua Bencana, Pemkab Akan Kembali Bagikan Sembako Dan Ikan Segar

Dengan diperbolehkannya kembali para santriwan dan satriwati untuk menuntut ilmu agama di pesantren, lanjutnya, akan menghidupkan ukhuwah islamiah. Disamping itu, juga menyelamatkan ekonomi masyarakat.

“Kami mendesak agar Pemkab Kotim tidak ragu untuk mengalokasikan anggaran khusus untuk menunjang kembali dibukanya pesantren khususnya di Kotim,” tegas anggota dewan dapil 1 Kotim ini.

Ditambahkannya, pesantren di Kotim cukup banyak dan para santriwan dan satriwati jumlahnya ribuan. Untuk itu, pihaknya berharap agar kegiatan belajar mengajar di pesantren bisa segera dimulai seperti biasanya.

BACA JUGA:   Pedagang Apresiasi Pemerintah Gelar Rapid Test Gratis, Bupati: Bukan Hanya Pasar

(ifin/beritasampit.co.id)

Kabupaten dan Kota di Kalteng Belum Sepenuhnya Siap Melaksanakan New Normal

Kabupaten dan Kota di Kalteng Belum Sepenuhnya Siap Melaksanakan New Normal

Ilham/BERITA SAMPIT – Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran (jaket merah) sedang berbincang dengan Bupati Kotim, Supian Hadi, dalan kegiatan kunjungannya menyerahkan Bantuan Sosial Terdampak Covid-19, yang digelar di Aula Kantor Diskominfo Kotim, Kamis 29 Mei 2020.

SAMPIT – Adanya keputusan dari pemerintah pusat yang mulai memberlakukan New Normal, disambut hangat oleh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran, Meski demikian dirinya tetap mempertimbangkan untuk melaksanakannya, sebab masih melihat kondisi Covid-19 di sejumlah kabupaten dan juga kota yang terus mengalami peningkatan.

“Melaksanakan new normal di Kalimantan Tengah kita liat dulu grafiknya, naik apa turun, seperti Kota Palangka Raya masih naik, selaku Gubernur dan juga ketua Gugus Tugas Provinsi saya rasa Kota Palangka Raya belum siap melakukan new normal,” kata Sugian, saat mengunjungi Posko Gugus Tugas Kotim, Kamis 28 Mei 2020.

BACA JUGA:   Renovasi Gedung LPTQ 90 Persen Rampung, Siap Dijadikan Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Menurutnya tingkat kedisiplinan masyarakat memiliki peran penting dalam melaksanakan new normal, seperti menjalankan protokol kesehatan dan menaati anjuran dari Pemerintah.

Bagaimana pun kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19 memang tidak bisa dihindari, namun setidaknya pemerintah Provinsi Kalteng bekerja keras menekan penyebarannya dengan tetap memperketat pintu-pintu masuk ke Kalteng ini.

“Sementara, hanya logistik dan sembako yang kita perbolehkan masuk dari luar Kalteng,” tandas Sugian.

BACA JUGA:   Gubernur Kalteng: Rp9 Miliar untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19 adalah Duit Pribadi

(Cha/beritasampit.co.id)

Kemenkes Keluarkan Panduan ‘New Normal’ di Tengah Pandemi

Kemenkes Keluarkan Panduan ‘New Normal’ di Tengah Pandemi

Ilustrasi

SAMPIT – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Kementerian Kesehatan RI, mengatakan, dunia usaha dan masyakat pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan karena besarnya jumlah populasi pekerja dan besarnya mobilitas, serta interaksi penduduk umumnya disebabkan aktifitas bekerja.

Peraturan Pemerintah nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 telah menyatakan bahwa PSBB dilakukan salah satunya dengan meliburkan tempat kerja.

IST/BERITA SAMPIT – Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Namun dunia kerja tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan, roda perekonomian harus tetap berjalan.

“Untuk itu pasca pemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 atau New Normal,” ujar Menkes RI.

Panduan pencegahan penularan Covid-19 secara rinci antara lain :

A. Selama PSBB bagi Tempat Kerja

a. Kebijakan Manajemen dalam Pencegahan Penularan Covid-19

1) Pihak manajemen agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID19 di wilayahnya. (Secara berkala dapat diakses di http://infeksiemerging.kemkes.go.id. dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat).

2) Pembentukan Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja.

3) Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

BACA JUGA:   Kementan Akan Garap Lahan Gambut di Kalteng, Teras Narang Ingatkan Agar Masyarakat Mengawasi

4) Tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma.

5) Pengaturan bekerja dari rumah (work from home).

Menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

B. Jika ada pekerja esensial yang harus tetap bekerja selama PSBB berlangsung

1) Di pintu masuk tempat kerja lakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja terapkan Self Assessment Risiko Covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19.

2) Pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.

3) Untuk pekerja shift :

a) Jika memungkinkan tiadakan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari)

b) Bagi pekerja shift 3 atur agar yang bekerja terutama pekerja berusia kurang dari 50 tahun.

4) Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja.

5) Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.

6) Memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat

a) Higiene dan sanitasi lingkungan kerja:

1) Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainya.

2)Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.

BACA JUGA:   Rapid Test Cluster Gowa di Kecamatan Katingan Kuala 3 Negatif dan 1 Reaktif

b) Sarana cuci tangan:

1) Menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir).

2)Memberikan petunjuk lokasi sarana cuci tangan

3)Memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar.

4)Menyediakan handsanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dll)

c) Physical Distancing dalam semua aktifitas kerja. Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktifitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dll).

d) Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja sebagai berikut:

1) Etika batuk Membudayakan etika batuk (tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam) .

2) Olahraga bersama sebelum kerja dengan tetap menjaga jarak aman, dan anjuran berjemur matahari saat jam istirahat.

3) Makan makanan dengan gizi seimbang

4) Hindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lain lain.

C. Sosialisasi dan Edukasi pekerja mengenai Covid-19

1) Edukasi dilakukan secara intensif kepada seluruh pekerja dan keluarga agar memberikan pemahaman yang benar terkait masalah pandemi Covid-19.

2) Materi edukasi yang dapat diberikan:

a) Penyebab Covid-19 dan cara pencegahannya

b) Mengenali gejala awal penyakit dan tindakan yang harus dilakukan saat gejala timbul

c) Praktek PHBS seperti praktek mencuci tangan yang benar, etika batuk

d) Alur pelaporan dan pemeriksaan bila didapatkan kecurigaan

e) Materi edukasi dapat diakses pada www.covid19.go.id.

(jmy/beritasampit.co.id)

Copyright © 2020 Sampit