Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran

Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran

Ist/BERITA SAMPIT – Komunitas Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran.

SAMPIT – Saat ini bersepeda semakin banyak digemari oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini sepeda menjadi sarana untuk berolahraga lebih menyenangkan.

Salain itu, sepeda juga menjadi alat transportasi ramah lingkungan, bahkan banyak yang menganggap dengan bersepeda dapat mengurangi resiko kecil dari penularan virus corona, jadi jangan heran akhir-akhir ini pengguna sepeda semakin bertambah.

Di Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), hampir setiap hari atau akhir pekan pasti ada saja masyarakat terlihat melakukan aktifitas bersepeda.

BACA JUGA:   Update Covid-19 Kalteng 4 Juli: Positif Bertambah 26 Orang dan 6 Pasien Sembuh

Ketua Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher, Sovinah Karim mengatakan setiap akhir pekan ia rutin bersepeda bareng anggota komunitasnya.

Saat wartawan beritasampit.co.id menemuinya di kawasan Pantai Laut Ujung Pandaran, ia mengaku dengan bersepeda mampu meningkatkan daya tahan tubuh, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini.

Sovinah Karim merasa senang bisa bersepeda bersama komunitasnya dan berkunjung ke tempat pariwisata di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

“Apalagi saat penerapan new normal seperti sekarang ini, kita senang sekali sudah diberlakukan seperti biasa lagi, namun kami mesti mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, kami merasa senang bisa seperti ini kembali,” katanya.

BACA JUGA:   Food Estate di Kalteng, Tokoh Masyarakat: Terima Kasih Jokowi

Sementara itu, menurut Anggota DPRD Kalteng, Dapil II Kotim-Seruyan Zainudin Karim, rekreasi setelah Idul Adha ini merupakan yang ketujuh kali

“Ini adalah kegiatan yang sudah ketujuh kali, karena selama Covid-19 ini kami memang tidak ada kegiatan, tetapi setelah new normal baru kita mulai gowes sepeda,” ujar Zainudin kepada beritasampit.co.id.

(ASY/beritasampit.co.id)

Belum Resmi Dibuka, Ratusan Wisatawan Padati Objek Wisata Pantai Ujung Pandaran

Belum Resmi Dibuka, Ratusan Wisatawan Padati Objek Wisata Pantai Ujung Pandaran

SAMPIT – Ratusan wisatawan memadati kawasan Pantai Ujung Pandaran, Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Sabtu 1 Juli 2020. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat terlihat memadati kawasan tersebut.

Mereka berbondong-bondong mendatangi kawasan wisata yang terkenal dengan keindahan pantainya tersebut meski statusnya masih tutup di tengah pandemi Covid-19 ini.

Kawasan wisata dipadati wisatawan lokal, kendaraan roda dua mendominasi, libur lebaran Idul Adha sebagian masyarakat memilih menyambangi kawasan Pantai Ujung Pandaran.

Herman misalnya, pemuda asal Desa Pelangsian, Kecamatan Ketapang ini mengaku tak mampu membendung lagi keinginannya untuk berlibur ke Pantai Ujung Pandaran setelah beberapa bulan terakhir pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menutup kawasan wisata tersebut.

“Iya baru pertama kali liburan lagi setelah adanya corona, senang sekali bisa datang kesini, karena jenuh juga dirumah terus,” kata Herman pemuda asal Desa Pelangsian, Kecamatan Ketapang Kotim. Sabtu 1 Agustus 2020.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur belum membuka kawasan wisata tersebut.

Sementara Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur saat dikonfirmasi mengaku tidak punya wewenang untuk melarang wisatawan yang berkunjung ke Pantai Laut Ujung Pandaran.

“Kalau objek wisata yang dikelola Pemkab Kotim, sampai saat tidak dibuka untuk umum, sedangkan tempat wisata punya masyarakat itu pemerintah desa tidak ada wewenang melarang,” ujarnya Aswin.

Dari pantauan beritasampit.co.id, masih banyak pengunjung yang tidak memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

(ASY/beritasampit.co.id)

Pemerintah Harus Tegas, Jangan Sampai Aturan yang Dibuat Hanya untuk Mengisi Kertas Kosong 

Pemerintah Harus Tegas, Jangan Sampai Aturan yang Dibuat Hanya untuk Mengisi Kertas Kosong 

IST:BERITA SAMPIT – Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Hj. Darmawati.

SAMPIT – Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hj. Darmawati mendesak Pemerintah daerah melalui penegakan peraturan daerah diminta tegas dalam melaksanakan pengawasan terhadap peredaran minuman keras (Miras). Karena dinilai selama ini masih banyak peredaran miras ilegal di daerah berjuluk Bumi Habaring Hurung.

“Pemerintah daerah harus tegas dalam menjalankan produk hukum yang telah disahkan, perda miras kan sudah ada tapi masih banyak penjual miras secara terang-terangan bahkan tidak ada tindakan dari pemerintah daerah. Jangan sampai Perda yang kami buat hanya untuk mengisi kertas kosong saja,” tegas Hj. Darmawati saat dibincangi diruang kerjanya Selasa 21 Juli 2020.

BACA JUGA:   Hasil Program TMMD Diharapkan Dimanfaatkan Secara Maksimal

Ketua komisi II DPRD Kotim ini juga menilai penindakan terhadap peredaran miras di Kotim masih sangat lemah dari apa yang di harapan. Mengingat adanya Perda sebagai payung hukumnya sudah ada, tetapi dalam pelaksanaannya masih di temukan  toko dan warung miras illegal yang beroperasi dan itu menggambarkan penindakan saat ini masih jauh dari apa yang diharapkan.

“Saya meminta pemerintah daerah Kotim melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) agar segera melakukan rajia miras, karena selama ini masih banyak keluhan masyarakat terkait toko atau warung miras yang beroperasi seperti di kawasan Jalan Tjilik Riwut, RA Kartini dan HM. Arsyad secara terang-terangan tetapi tidak ada tindakan hukumnya,” katanya.

BACA JUGA:   Gubernur Pimpin Rakor Pemantapan Pilkada, Ini Poin Penekanan Untuk Wali Kota dan Bupati

Dirinya juga mengatakan pihak Bepemperda beberapa waktu lalu sudah mengabulkan keinginan revisi perda miras dari eksekutif agar ada perubahan dan langkah yang diambil akan kuat, kendati demikian pada kenyataannya hingga saat ini perda tersebut tidak diterapkan secara maksimal.

“Selama ini pemerintah hanya berani dengan warga biasa, ketika ada indikasi menyalahi aturan mereka ditindak tegas. Dengan adanya Perda miras inikan pemerintah tidak perlu takut untuk menindak tegas mereka yang menjual secara terang-terangan,” demikian politikus partai Golkar itu.

(im/beritasampit.co.id)

Hasil Verfak Tingkat Kabupaten, Pasangan Independen Yoyo-Madi Kekurangan Dukungan 

Hasil Verfak Tingkat Kabupaten, Pasangan Independen Yoyo-Madi Kekurangan Dukungan 

RAPAT : IST/BERITASAMPIT –  Ketua KPU Kotawaringin Timur, Siti Fathonah Purnaningsih (tengah kerudung merah) saat menerima laporan dari Ketua Bawaslu Muhamad Tohari (tengah baju abu-abu peci hitam).

SAMPIT – Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) yang akan bertarung pada Pildaka 9 Desember 2020 mendatang melalui jalur independen Yoyo Sugeng Triyogo dan Rusmadi Abdullah setelah KPU Kotim melakukan verifikasi faktual (Verfak) diketahui kekurangan dukungan, dan mereka harus bekerja keras agar memenuhi syarat pencalonan karena masih kekurangan 15.447 dukungan.

“Verifak dilaksanakan mulai dari 24 Juni – 12 Juli dan sudah direkapitulasi untuk tingkat PPS dan PPK. Nah, selanjutnya hari ini Senin 20 Juli 2020 rapat pleno rekapitulasi di tingkat kabupaten, setelah semua rampung di lakukan pasangan calon independen Yoyo – Madi masih kekurangan dukungan sebanyak 15.447. Tapi dalam prosesnya masih bisa untuk perbaikan dukungan,” ungkap Ketua KPU Kotim Siti Fathonah Purnaningsih, Senin 20 Juli 2020.

BACA JUGA:   Pemprov Kalteng Intensif Salurkan Bansos Untuk Rakyat

Guna memenuhi dan melengkapi kekurangan dukungan, KPU Kotim sendiri telah menetapkan tanggal batasan untuk tim Yoyo – Madi untuk memperbaiki data terhitung 25-27 Juli.

Lanjut Ketua KPU sesuai di aturan yang ada jumlah syarat dukungan bakal pasangan calon perseorangan harus memenuhi minimal 23.307 dukungan. Sedangkan jumlah dukungan diserahkan pasangan Yoyo-Madi yang Memenuhi Syarat 15.447 dan Tidak Memenuhi Syarat 7.860 dimana dukungan didapatkan dari 17 kecamatan yang ada di Kotim.

“Dengan adanya kekurangan dukungan  sebanyak 7.860, sesuai aturan jumlah dukungan perbaikan bakal pasangan calon independen yang wajib diserahkan pada masa perbaikan adalah di hitung dua kali lipat dari jumlah kekurangan dukungan. Berarti syarat dukungan yang harus di serahkan nanti  sebanyak 15.720 dukungan,” kata Ketua KPU Kotim.

BACA JUGA:   Kalteng Siap Hadapi Pilkada, Mendagri Apresiasi Pemprov

Dengan kekurangan syarat dukungan calon independen ini, nampaknya dalam perjalanannya Yoyo-Madi serta timnya harus kerja ekstra guna memenuhi kekurangan dukungan tersebut. Dan saat diverifikasi oleh petugas mereka harus menghadirkan warga yang memberi dukungan tersebut.

“Kita tunggu saja nanti setelah perbaikan diserahkan kepada kami di KPU. Jika telat dari waktu yang telah ditentukan maka tidak bisa di proses lanjutannya, batal atau tidak nya mereka maju Pildaka apabila terlambat dari waktu yang kami tentukan ketentuan nya sudah jelas,” imbuh Siti Fathonah Purnaningsih.

Sementara itu, dalam pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi tingkat kabupaten ini Yoyo Sugeng Triyoga bersama tim nya ikut serta menyaksikan perhitungan secara langsung.

(im/beritasampit.co.id)

PANTAS Kantongi Rekomendasi Golkar dan Nasdem

PANTAS Kantongi Rekomendasi Golkar dan Nasdem

Pamflet calon Bupati dan Wakil Bupati H.Taufiq Mukri dan H. Supriadi MT (PANTAS).

SAMPIT – Pasangan H. Taufiq Mukri dan H. Supriadi yang di singkat jadi PANTAS tampil dominan memantapkan diri maju dalam pentas demokrasi lima tahunan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) 9 Desember 2020 mendatang.

Tidak tanggung-tanggung PANTAS saat ini sudah mengantongi rekomendasi dari dua partai diantaranya Partai Nasdem dan juga Partai Golkar dimana di ketahui DPD Golkar di Kotim di ketuai sendiri oleh H. Supriadi MT.

“Sudah Final kami PANTAS siap melenggang (red-maju tanpa hambatan) untuk bertarung di Pilkada Kotim 2020 nanti dengan rekomendasi dari Nasdem dan juga Partai Golkar,” ungkap H. Supriadi yang maju sebagai wakil Bupati Kotim mendampingi H. Taufiq Mukri, Senin 20 Juli 2020.

BACA JUGA:   Ketua Dewan Minta Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan di Perkebunan Kelapa Sawit

Bahkan menurut pria yang akrab disapa H. Yadi ini menyampaikan sudah membentuk dukungan di semua tingkatan. PANTAS juga sudah mendapat dukungan dari masyarakat termasuk elemen komunitas.

Di lain sisi Supriadi juga menegaskan saat ini PANTAS tinggal menunggu waktu untuk mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim dan sudah siap melanjutkan pembangunan dan menciptakan pembaharuan di kabupaten berjuluk Bumi Habaring Hurung kedepannya.

“Kami pasangan PANTAS memiliki Tag Line untuk melanjutkan pembangunan, menciptakan pembaharuan, melanjutkan dan menyelesaikan berbagai program sebelumnya, bahkan menciptakan inovasi baru. Kami sejak awal memiliki pasangan birokrasi dan politik serta pasangan ideal bersih dan merakyat,” bebernya.

BACA JUGA:   Sugianto Tegaskan, Masker dan Bantuan Segera Dibagikan

Selain itu, wakil Ketua DPRD Kotim ini juga lantang menyuarakan PANTAS merupakan pasangan yang energik serta inovatif, memiliki jaringan keluarga yang sangat besar serta di dukung oleh organisasi kemasyarakatan daerah yang mumpuni.

“Dengan modal itu, kami sudah sangat siap maju, dan tentunya sangat optimis dalam meraih hati rakyat di Pilkada 9 Desember mendatang, minta restu dan doanya,” demikian H. Supriadi.

(im/beritasampit.co.id)

Camat Parenggean Bisa Dipolisikan Bacalon Independen Karena Cuitan di Medos

Camat Parenggean Bisa Dipolisikan Bacalon Independen Karena Cuitan di Medos

Foto tangkapan layar cuitan Camat Parenggean Siyono di akun media sosial Facebook Suparman Iman.

SAMPIT – Camat Parenggean, Siyono, terancam dipolisikan oleh tim Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari jalur independen, H Yoyo Sugeng Triyogo-Rusmadi Abdullah (Mas Yoyo Amang Madi), terkait cuitannya di media sosial (Medsos) Facebook.

Kasus ini bermula ketika muncul postingan pemilik akun Facebook Suparman Iman pada Minggu 19 Juli 2020 malam, dengan bunyi “Semoga Calon Independen lolos az (aja) supaya kompetisi di Pilkada Kotim punya warna tersendiri dn (dan) punya tantangan tersendiri dan siapa yg (yang) layak jd (jadi) pemimpin. Kira2 (kira-kira) siapa yg (yang) paling hebat Mesin Partai atau Timses dari independent yg (yang) paling hebat di dalam memikat hati pemilih di Kotim”.

Postingan yang ditujukan kepada pasangan Mas Yoyo – Amang Madi tersebut langsung ditanggapi oleh pemilik akun Camat Parenggean dengan nama Siyono Mkj, yang masih berstatus camat aktif.

BACA JUGA:   PANTAS Klaim Akan Kantongi Rekomendasi Nasdem, Ini Respon Sekretaris Nasdem Kotim

“Waduh proses awal saja banyak pemalsuan data bank (bang),” cuit Siyono. “klo (kalau) itu ada mekanismenya pa, misalkan data tdk (tidak) valid kan dukungannya bisa di anggap tdk (tidak) sah pa dn (dan) atau ada perbaikan data nanti pa,” sahut akun pembuat status Suparman Iman.

Tidak sampai disitu akun camat Siyono kembali membalas sahutan Suparman Iman kembali dengan isi. “Yang jelas tanda tangan dukungan awal bank (bang) banyak yg (yang) dipalsu sehingga verpak nya (verifikasinya) lucut (lepas)” balas Siyono.

Menanggapi postingan dan cuitan tersebut, Yoyo Sugeng Triyogo mengaku keberatan atas postingan yang dianggap merugikan pihaknya tersebut.

“Sepertinya beliau (Siyono) lupa kalau komen tersebut masuk ranah fitnah, pencemaran nama baik seseorang. Apalagi ada kalimat pemalsuan data,” beber Yoyo dikonfirmasi, Senin, 20 Juli 2020 sore.

BACA JUGA:   TK PAUD Al-Amin Kalab Seban Punya Gedung Baru

Bakal Calon Bupati Independen Yoyo mengatakan, setelah berkonsultasi dengan pihak legalnya, komentar tersebut dianggap sudah masuk ranah tindak pidana, yakni UU ITE, pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. “Kalau melihat komentar beliau saya rasa sudah masuk ranah hukum. Apalagi terkait ITE,” imbuhnya.

Yoyo sendiri mengakui tidak memiliki masalah pribadi dengan sang camat. Kendati demikian, dirinya akan mengambil langkah kekeluargaan terlebih dulu sebelum kasus itu dibawa ke jalur hukum.

“Ada langkah awal kita buatkan somasi dulu, kita ingin penjelasan langsung dari yang bersangkutan. Untuk langkah hukumnya sudah saya koordinasikan dengan tim legal kita,” tegasnya.

(im/beritasampit.co.id)

Camat Pulau Hanaut Saksikan Penyerahan BLT-DD Rawa Sari

Camat Pulau Hanaut Saksikan Penyerahan BLT-DD Rawa Sari

SALURKAN BANTUAN : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Camat Pulau Hanaut didampingi Kades Rawa Sari, Danramil 1015/06 Samuda secara simbolis menyerahkan BLT-DD kepada penerima manfaat.

SAMPIT – Sebanyak 114 penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), telah menerima bantuan tersebut. Penyerahan bantuan itu dipusatkan di balai desa setempat.

“BLT-DD sudah kami serahkan kepada 114 kepala keluarga, penyerahan bantuan itu disaksikan langsung camat Pulau Hanaut,” ucap Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto kepada wartawan beritasampit.co.id, usai kegiatan, Jumat 29 Mei 2020.

BACA JUGA:   Gubernur Kalteng Hadiri Apel Pemberangkatan Tim Pendistribusian Bansos

Guna menentukan siapa saja penerima manfaat, lanjut Sigit, pihaknya sudah melakukan berbagai proses mulai dari pra musyawarah desa (musdes) hingga musdes khusus. Hasilnya, ada 114 kepala keluarga yang berhak menerima BLT-DD Rawa Sari.

“Bantuan yang disalurkan kepada penerima manfaat setiap bulan Rp 600 ribu selama 3 bulan yakni untuk April, Mei dan Juni,” ujarnya.

Para penerima manfaat terlihat memadati balai desa sejak pukul 08.00 WIB. Sebelum menerima bantuan, mereka dilakukan pengecekan suhu badan, cuci tangan dan diwajibkan memakai masker. Tujuannya, untuk mencegah penyebaran covid-19.

BACA JUGA:   Rapid Test Cluster Gowa di Kecamatan Katingan Kuala 3 Negatif dan 1 Reaktif

Sementara itu, Camat Pulau Hanaut H Eddy Mashami mengapresiasi kepala desa dan aparaturnya karena dianggap gigih memperjuangkan warga desanya demi mendapatkan BLT-DD lebih cepat.

“Jumlah desa di Kecamatan Pulau Hanaut ada 14 desa, dari 14 desa yang sudah menyalurkan BLT-DD untuk sementara 4 desa termasuk Rawa Sari,” katanya.

(ifin/beritasampit.co.id)

Desa Rege Lestari Serahkan BLT-DD Tahap Pertama Sukses

Desa Rege Lestari Serahkan BLT-DD Tahap Pertama Sukses

PENYALURAN BANTUAN: ARIFIN/BERITA SAMPIT – Kepala DPMD Kotim, Camat Teluk Sampit, Kades Rege Lestari foto bersama dengan para penerima BLT-DD di balai desa setempat.

SAMPIT – Desa Rege Lestari, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap pertama. Berdasarkan hasil musyawarah desa (musdes) hanya ada 149 kepala keluarga yang dianggap layak menerima bantuan tersebut.

“Hasil musdes, yang bisa tercover hanya 149 kepala keluarga dan bantuan itu sudah kami serahkan langsung,” ucap Kepala Desa Rege Lestari Saprudin kepada wartawan beritasampit.co.id, usai menyerahkan BLT-DD di balai desa setempat, Kamis 28 Mei 2020, sore.

Penyerahan BLT-DD Rege Lestari, menurutnya, berupa uang tunai dan langsung diserahkan kepada penerima manfaat. Penyerahan itupun disaksikan ratusan warga desa yang hadir pada acara yang dipusatkan di Balai Desa.

BACA JUGA:   Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RS Murjani Bertambah 4 Orang

Masing-masing penerima BLT-DD tahap pertama sebesar Rp 600 ribu untuk 3 bulan ke depan yakni April, Mei dan Juni tahun 2020.

Bantuan yang disalurkan ada dua cara yakni, pertama langsung berupa uang tunai yang diserahkan kepada penerima dan kedua buka buku tabungan. Untuk Desa Rege Lestari penyerahannya langsung tunai.

“Kami berharap dengan adanya sedikit bantuan tersebut bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga. Sebab, bantuan melalui dana desa itu disalurkan untuk warga yang terdampak covid-19,” ujar kepala desa dua periode ini.

Sementara itu, Camat Teluk Sampit Juliansyah menegaskan, bantuan untuk warga desa yang terdampak covid-19 tidak hanya mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat bahkan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

BACA JUGA:   Pemantauan Hilal di Kotim Ditiadakan

“Kami harapkan, data penerima bantuan baik dari pusat, provinsi dan kabupaten hendaknya jangan sampai ada yang double,” sarannya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim Hawianan mengungkapkan, tidak semua desa telah menyalurkan BLT-DD. Alasannya, untuk menentukan penerima bantuan tersebut syaratnya desa harus mengadakan musyawarah desa.

“Menurut info yang kami terima hanya ada 23 desa yang sudah melaksanakan musyawarah desa. Kami harapkan, musyawarah desa itu harus tuntas sebelum minggu pertama Juni mendatang,” tegasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

Kabupaten dan Kota di Kalteng Belum Sepenuhnya Siap Melaksanakan New Normal

Kabupaten dan Kota di Kalteng Belum Sepenuhnya Siap Melaksanakan New Normal

Ilham/BERITA SAMPIT – Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran (jaket merah) sedang berbincang dengan Bupati Kotim, Supian Hadi, dalan kegiatan kunjungannya menyerahkan Bantuan Sosial Terdampak Covid-19, yang digelar di Aula Kantor Diskominfo Kotim, Kamis 29 Mei 2020.

SAMPIT – Adanya keputusan dari pemerintah pusat yang mulai memberlakukan New Normal, disambut hangat oleh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran, Meski demikian dirinya tetap mempertimbangkan untuk melaksanakannya, sebab masih melihat kondisi Covid-19 di sejumlah kabupaten dan juga kota yang terus mengalami peningkatan.

“Melaksanakan new normal di Kalimantan Tengah kita liat dulu grafiknya, naik apa turun, seperti Kota Palangka Raya masih naik, selaku Gubernur dan juga ketua Gugus Tugas Provinsi saya rasa Kota Palangka Raya belum siap melakukan new normal,” kata Sugian, saat mengunjungi Posko Gugus Tugas Kotim, Kamis 28 Mei 2020.

BACA JUGA:   Renovasi Gedung LPTQ 90 Persen Rampung, Siap Dijadikan Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Menurutnya tingkat kedisiplinan masyarakat memiliki peran penting dalam melaksanakan new normal, seperti menjalankan protokol kesehatan dan menaati anjuran dari Pemerintah.

Bagaimana pun kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19 memang tidak bisa dihindari, namun setidaknya pemerintah Provinsi Kalteng bekerja keras menekan penyebarannya dengan tetap memperketat pintu-pintu masuk ke Kalteng ini.

“Sementara, hanya logistik dan sembako yang kita perbolehkan masuk dari luar Kalteng,” tandas Sugian.

BACA JUGA:   Gubernur Kalteng: Rp9 Miliar untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19 adalah Duit Pribadi

(Cha/beritasampit.co.id)

Suasana Pasar PPM Sampit yang Diserbu Warga Jelang Lebaran

Suasana Pasar PPM Sampit yang Diserbu Warga Jelang Lebaran

IST/BERITA SAMPIT – Suasana di lantai dua pasar PPM Sampit, warga menyerbu kios pakaian menjelang lebaran.

SAMPIT – Menjelang hari raya lebaran idul fitri 1441 Hijriah yang tinggal menghitung hari. Warga di kota Sampit kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menggeliat mencari pakaian baru untuk merayakan hari kemenangan umat muslim itu.

Terpantau, pada Minggu 17 Mei 2020 pagi, ratusan warga telah membludak di kawasan Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Jalan Iskandar. Banyak dari warga yang ke tempat tersebut sengaja datang dari berbagai sudut kota untuk mencari pakaian baru di lantai dua PPM.

BACA JUGA:   Relawan Muda Sugianto Sisir Wilayah Pelosok Berikan Bantuan Warga

Sujono, salah satu warga kota sampit mengaku setiap tahunnya memang kerap kali membelikan pakaian baru untuk keluarganya di Pasar PPM Sampit.

“Sudah sering beli di sini setiap tahun. Saya kira hari ini masih sepi, ternyata sudah ramai,” ungkap Sujono seraya memilih pakaian di sebuah toko lantai dua Pasar PPM Sampit

BACA JUGA:   Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah Lagi di Kalteng

Meski demikian, sejak pagi hari hingga menjelang siang. Sejumlah kendaraan roda dua yang parkir di tepat tersebut terus bertambah.

IST/BERITA SAMPIT – Volume kendaraan dan arus lalulintas padat di kawasan pasar PPM Sampit karena parkir kendaraan yang membludak.

Iwan seorang karyawan kios pakaian di Pasar PPM Sampit tersebut mengaku bahwa tradisi demikian menjelang lebaran memang kerap kali terjadi di tempat tersebut.

“Jika dibandingkan dengan H-3 lebaran. Ini masih belum seberapa, biasanya kita sampai kewalahan melayani pembeli,” kata pemuda 30 tahun itu.

(jmy/beritasampit.co.id)

Copyright © 2020 Sampit