Trend Meningkat, Kasus Positif Covid-19 Semakin Menghawatirkan

Trend Meningkat, Kasus Positif Covid-19 Semakin Menghawatirkan

SAMPIT – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengalami peningkatan. Per 7 September 2020 tercatat sebanyak 51 kasus.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kotim, Multazam mengatakan, meski baru awal bulan namun berkembang kasus Covid-19 sudah cukup tinggi.

“Meski masih awal bulan tapi perkembangan Covid-19 di bulan September cukup tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya,” ujar Multazam, Selasa 8 September 2020.

Berdasarkan data gugus tugas Covid-19, pada bulan Maret yang merupakan awal merebaknya kasus Covid-19 nol kasus, April 14 kasus, Mei 6 kasus, Juni 15 kasus, Juli 31 kasus, Agustus 34 kasus, dan hingga September ini sudah terjadi 51 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Sedangkan jika dilihat dari perkembangan kasus berdasarkan rentang usia per 7 September 2020. Usia dewasa lebih rentan terhadap penyebaran Covid-19, karena lebih mendominasi yakni sekitar 77 persen, remaja 8 persen, anak-anak 8 persen, lanjut usia 6 persen, dan bayi 1 persen.

Sementara yang di rawat sebanyak 44 persen, meninggal 3,3 persen, dan sembuh 52,3 persen.

Melonjaknya kasus Covid-19 di awal bulan ini masyarakat pun diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan dan waspada jangan mengabaikan penggunaan masker.

“Masyarakat jangan kendor harus tetap waspada dan mengembangkan masker,” tambah Multazam.

(dev/matakalteng.com)

INGAT! Peserta Tes SKB CPNS Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

INGAT! Peserta Tes SKB CPNS Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

ILHAM/BERITA SAMPIT – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim, Alang Arianto, saat meninjau persiapan ruang SKB CPNS, di Balai diklat Kotim, Selasa 08 September 2020

SAMPIT – Berbeda dari tahun sebelumnya di tengah pandemi Covid-19 ini, pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon PNS Formasi Tahun 2019, yang akan digelar pada Rabu 09 September 2020, juga memperketat protokol kesehatan pada seluruh peserta.

Panitia selain menyediakan bilik disinfektan, tempat cuci tangan serta Alat Pelindung Diri (APD), juga disiapkan satu ruangan khusus bagi peserta yang memiliki suhu badan diatas normal.

“Semua peserta wajib menggenakan masker, kalau memang ada terdapat peserta suhunya diatas 37 sampai 38 akan masuk di ruang khusus, sementara ada 6 komputer dan yang siap ada 4,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim, Alang Arianto, Selasa 08 September 2020.

BACA JUGA:   Setelah Gubernur, Giliran Empat Dinas di Provinsi Terancam Batal Panen Raya di Kotim

Demikian juga untuk para pengantar, juga dilakukan pembatasan oleh Panitia. Dengan mengutamakan protokol kesehatan, selain peserta dan panitia yang boleh masuk kedalam lokasi kegiatan, pengantar hanya diperbolehkan menunggu diluar.

Sedangkan untuk tahap pelaksanaan sendiri akan dibagi dalam 3 sesi, dimana dalam setiap sesi akan melibatkan 45 orang peserta.

“Memang berbeda dari tahun sebelumnya sebelum Covid, dalam setiap sesi biasanya 90 orang. Waktunya juga kita atur, setiap sesi dibagi 3 jam, diantaranya 90 menit untuk seleksi, sisa waktunya dilakukan untuk mensterilkan tempat dengan dibersihkan dan di semprot menggunakan disinfektan,” jelas Alang.

BACA JUGA:   DPRD Ingatkan ASN Harus Netral

Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 350 orang lebih, menurut alang kemungkinan akan menyita waktu lebih banyak.

“Kita jadwalkan SKB CPNS 2019 ini akan memakan waktu selama 3 hari,” pungkasnya.

(Cha/beritasampit.co.id)

Berharap Pemerintah Anggarkan Dokumentasi Bahasa Daerah

Berharap Pemerintah Anggarkan Dokumentasi Bahasa Daerah

SAMPIT – Analis Kata dan Istilah
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Anthony Suryanyahu menyambut baik niatan Komunitas Uluh Tabela Padul Basa Itah di Sampit untuk membuat kamus bahasa Sampit.

Menurutnya, inisiatif untuk inisiasi pelestarian budaya di daerah adalah langkah bagus bahkan hal itu didukung oleh stakeholder setempat termasuk lembaga adat.

“Mengajak balai bahasa Kalteng untuk kerjasama itu sudah langkah maju, di daerah lain belum bergerak. Di Kalteng yang sudah kerjasama hanya Kabupaten Katingan, itupun dari pemerintahnya. Namun untuk yang generasi muda baru di Sampit ini,” ujarnya, Selasa 8 September 2020.

Lanjutnya, jika kerjasama ini nantinya terjalin, balai bahasa Kalteng akan memfasilitasi dari sumber daya manusianya seperti tenaga teknis, menggarap secara teknis penyusunan kamus itu.

“Kerjasama ini tergantung pola kebutuhan daerahnya, misal ada penyuluhan nanti dari balai bahasa akan mengadakan tim penyuluhnya dari pakarnya yaitu bidang analis kata dan istilah,” sebut Anthony.

Pembuatan kamus bahasa daerah ini dijelaskanny merupakan pekerjaan dari pembidangan analis kata dan istilah untuk bidang kamus, dan saat ini baru tahap awal yaitu menyebar luas informasi pembuatan kamus bahasa Sampit itu sendiri.

“Kita juga perlu mengadakan bimtek untuk membimbing mereka yang akan membuat kamus, dimana akan kita ajarkan secara prakteknya,” ujarnya.

Disebutkan Anthony, bahasa daerah sudah mulai tergerus karena nasionalisasi bahasa Indonesia kemudian masuknya bahasa asing. Bahkan belum semua bahasa daerah yang terdokumentasi.

“Ada 30 bahasa daerah di Kalteng dan belum setengahnya yang terdokumentasikan,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat terbiasa dengan budaya lisan, sehingga ini nanti yang akan di naikkan dalam budaya tulis yang sesuai dengan kaidah-kaidah nya sehingga naik menjadi bahan kajian ilmiah dan sains.

“Kalau lisan kita tidak akan tahu sampai kapan bertahan dan akan hilang nantinya karena tidak ada dokumentasinya. Untuk itu lembaga adat dan pemerintah kabupaten bisa berkolaborasi untuk memrogramkan ini kedepannya,” kata Anthony.

Agar sumber daya manusia dan sumber dananya ada, menurut Anthony pemerintah setempat harus menganggarkan hak tersebut. Karena ini inisiatif dari pemuda yang bagus dan harus didukung. Setidanya DPRD atau pemda memasukkan dokumentasi bahasa daerah ini dalam anggaran.

“Ketika muncul dalam bentuk bahan ajar nantinya bisa di ajarkan pada pelajatan muatan lokal, dan ini perlu dilegalisasikan dalam bentuk formal agar bisa di ajarkan di sekolah-sekolah. Tinggal bagaimana pemerintah setempat nantinya yang akan mengembangkan,” tutupnya.

(dia/matakalteng.com)

Besok, Peserta CPNS Kotim Siap Ikuti Tes SKB

Besok, Peserta CPNS Kotim Siap Ikuti Tes SKB

SAMPIT – Sebanyak 349 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan mengikuti tes selanjutnya yaitu seleksi kompetensi bidang, setelah sebelumnya dinyatakan lolos pada tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD).

“Besok kita akan melaksanakan SKB bagi peserta CPNS,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim, Alang Arianto saat meninjau lokasi yang akan digunakan untuk pelaksanaan SKB, Selasa 8 September 2020.

Pelaksanaan SKB akan dimulai pada pukul 8.30 WIB, namun peserta CPNS diminta hadir pada pukul 6.30 WIB karena para peserta harus melaksanakan protokol kesehatan sebelum mengikuti SKB, seperti pengecekan suhu tubuh, sterilisasi serta mencuci tangan.

“Kita menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” tambah Alang Arianto.

Alang Arianto mengatakan, dalam pelaksanaan tes pun menerapkan protokol kesehatan, jika biasanya setiap sesi jumlah pesertanya 90 orang saat ini hanya 45 orang. Menurutnya dengan jumlah tersebut maka pengaturan jarak sesuai protokol kesehatan dapat diberlakukan.

“Jumlah peserta setiap sesinya kita batasi menjadi 45 orang, ini setengah dari jumlah peserta sebelum adanya pandemi,” katanya.

Alang menambahkan, untuk mengantisipasi ada peserta yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat Celcius, pihaknya telah menyiapkan ruang tes tersendiri yang berkapasitas 4 sampai 6 orang.

Sementara itu, petugas BKN Kantor Regional (Kanreg) VIII Banjarmasin, Galuh mengatakan, tes dilakukan secara online dengan sistem computer asisten test (Cat) hasilnya pun langsung tersimpan di server pusat, sehingga tidak dapat dimanipulasi.

“Tes SKB sekarang beda dengan yang kemarin, karena sekarang semuanya online dan servernya cuma ada satu yaitu di BKN Pusat, sehingga jika ada trouble kita nunggu dari pusat,” terangnya.

Pelaksanaan tes SKB dibagi menjadi tiga sesi dengan durasi tes selama 90 menit, dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 9 sampai tanggal 11 September 2020.

(dev/matakalteng.com)

Gawat! Kasur Perawatan Pasien Covid-19 di Kotim Hampir Penuh 

Gawat! Kasur Perawatan Pasien Covid-19 di Kotim Hampir Penuh 

SAMPIT – Jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meningkat sehingga kuota kasur yang disediakan ditempat isolasi hampir penuh. Tinggi fatalitas kasus dari virus berbahaya ini tercatat mencapai 3,31 persen.

“Kasur yang disediakan berjumlah 90 unit, sementara yang mengisinya sudah lebih 67 pasien dari Sampit dan beberapa lainnya ada juga dari kabupaten tetangga yang dirawat disini (Sampit). Dari jumlah ini tentunya fasilitas yang ada hampir penuh,” sebut Multazam, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim, Senin, 7 September 2020.

Ada dua tempat untuk merawat para pasien, yakni di RSUD dr Murjani Sampit dan di Islamic Center Sampit. Jumlah terkonfirmasi di Bumi Habaring Hurung ini sudah mecapai 151 orang. Yang hingga kini dirawat ada 67 orang, sembuh 79 orang, dan meninggal dunia 5 orang.

“Semoga jumlahnya tidak kembali bertambah. Harapan kami adalah kasus semakin berkurang dan pandemi Covid-19 segera berakhir. Tentunya ini harus ada kerjasama antar seluruh lapisan masyarakat. Sama-sama sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan dan selalu menerapkan protokol kesehatan,” tutur Multazam.

Dilanjutkan, jika memang tidak ada keperluan yang sangat teramat mendesak, dirinya berharap agar masyarakat tidak keluar rumah dan berkunjung ketempat kerumunan orang banyak meski sejauh ini pemerintah tidak ada mengeluarkan larangan tersebut.

“Lebih baik di rumah, buat apa juga ketempat perkumpulan orang banyak. Kita tidak tau siapa saja dan dari mana mereka. Terlebih apakah mereka terbebas dari virus ini atau tidak. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Ingat, virus ini menyerang segala usia dan dapat menyebabkan kematian,” tegas Multazam yang juga merupakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kotim.

(shb/matakalteng.com)

Pasar Tradisional Al Kamal Sampit Menjamin Keamanan dan Kebersihan saat Pandemi  Covid-19

Pasar Tradisional Al Kamal Sampit Menjamin Keamanan dan Kebersihan saat Pandemi  Covid-19

SAMPIT – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) khususnya di Kota Sampit Kecamatan Baang, tidak perlu khawatir untuk berbelanja ke pasar tradisional seperti di Pasar Al Kamal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pasalnya pengelola pasar tersebut sangat memperhatikan dan memberlakukan protokol kesehatan  sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

“Selain menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker bagi pedagang dan menyediakan tempat cuci tangan, kita juga melakukan penyemprotan disinfektan,” kata Supriyadi Elyas selaku pengelola Pasar Al Kamal yang juga ketua Penanganan Bebas Covid-19 Pasar tersebut, Senin 7 September 2020.

Bang Yadi sapaan akrabnya tersebut menambahkan penyemprotan disinfektan dilakukan setiap hari yaitu pagi dan malam hari setelah pasar tutup. Hal ini dilakukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Dirinya juga memperhatikan kebersihan pasar dengan melibatkan sebanyak 11 orang petugas untuk menciptakan hal tersebut.”Kalau pasar bersih dan tidak bau maka yang belanja jadi nyaman. Kita kan mau buat pembeli nyaman saat belanja di pasar ini,” tambahnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa saat ini dirinya telah memesan lampu virus yang menurutnya dapat mematikan bakteri, yang harganya berkisar Rp600 ribu peritem. Lampu tersebut diharapkan dapat membantu untuk mencegah penyebaran virus tidak hanya Covid-19 namun juga virus dan bakteri lainnya yang biasanya banyak terdapat di pasar-pasar.

“Saya sudah pesan 6 buah lampu virus untuk dipasang di pasar, dengan lampu ini diharapkan dapat mengurangi bakteri dan virus yang menyebar di pasar,” terangnya. Dengan begitu pembeli merasa nyaman namun tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Selain memberikan rasa nyaman, dirinya juga memberikan rasa semangat berbelanja bagi pembeli pasalnya saat ini di pasar tersebut menyediakan berbagai jenis hadiah undian seperti mesin cuci, kipas angin dan masih banyak lagi. Hal ini dilakukannya dalam rangka semarak sumpah pemuda.

Sehingga setiap pembeli yang berbelanja ke pasar tersebut akan diberi kupon undian dan akan diundi pada tanggal 28 Oktober mendatang, jika beruntung maka pembeli tersebut akan ditelpon untuk mengambil hadiah.

“Iya kita akan beri kupon bagi setiap pembeli, ini kita lakukan selain dalam rangka semarak sumpah pemuda,kita juga ingin berbagi,” tutupnya. 

(dev/matakalteng.com)

Pasien Positif Covid-19 Termuda di Kotim Berusia 2 Tahun

Pasien Positif Covid-19 Termuda di Kotim Berusia 2 Tahun

SAMPIT – Sungguh prihatin, di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terdapat bayi berusia 2 tahun terkonfirmasi Covid-19. Terhitung hingga periode 7 September 2020 pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berjumlah 151 orang.

“Yang dirawat hingga hari ini berjumlah 67 pasien. Umur yang termuda 2 tahun dan ada juga yang 10 tahun. Sementara yang tertua berusia 67 tahun,” kata Multazam, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim, Senin 7 September 2020.

Satu hari yang lalu, Minggu 6 September 2020) pasien terkonfirmasi berjumlah 137 orang. Artinya hari ini sudah ada 14 orang yang terkonfirmasi. Hampir rata-rata yang terkonfirmasi positif virus berbahaya ini berasal dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sehingga masuk ke dalam zona merah.

Selain itu, ada 7 kecamatan yang lainnya masuk dalam zona merah, yakni Kecamatan Parenggean, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Kota Besi, Cempaga Hulu, dan Baamang.

“Sekarang ini sudah ada Transmisi Lokal, sebab sudah ada warga yang terkonfirmasi Covid dari lingkungan keluarga. Bayi maupun anak kecil juga terancam virus ini, faktanya yang terjadi sekarang tidak hanya menyerang remaja, orang dewasa maupun lanjut usia,” beber Multazam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) ini juga mengimbau masyarakat agar selalu dan menjadikan protokol kesehatan sebagai kebutuhan sehari-hari saat beraktivitas, baik diluar rumah maupun di dalam rumah.

(shb/matakalteng.com)

Koramil 1015-09/Bmg Patroli Bersama Polsek Baamang Cipta Kondisi Wilayah aman

Koramil 1015-09/Bmg Patroli Bersama Polsek Baamang Cipta Kondisi Wilayah aman

IST/BERITA SAMPIT – Petugas Saat Patroli

SAMPIT – Patroli gabungan Koramil 1015-09/Bmg bersama Polsek Baamang merupakan suatu bentuk sinergitas TNI-Polri dalam melaksanakan tugas pengamanan wilayah Kecamatan Baamang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan tengah, Minggu 6 September 2020.

Dalam patroli sinergitas tersebut melibatkan personil dari Koramil dan Personil Polsek Baamang untuk melaksanakan patroli di tempat-tempat yang dianggap rawan gangguan kamtibmas, dengan kegiatan ini diharapkan dapat terjalin hubungan baik antara Babinsa dan Babinkamtibmas serta masyarakat. Kegiatan Patroli bersama ini sebagai bentuk soliditas dan sinergitas TNI-Polri dan komponen lainnya dalam upaya menjaga Kondusifitas dan stabilitas kamtibmas di wilayah.

BACA JUGA:   Kodim Sampit Dukung Operasi Mantap Praja Telabang 2020

“Kegiatan patroli gabungan ini merupakan upaya jajaran TNI-POLRI dan unsur lainnya dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman, serta untuk menekan angka kriminalitas yang mungkin terjadi. Selain untuk menjaga Kamtibmas, patroli bersama ini diadakan dalam rangka mewujudkan Cipta Kondisi jelang Pilkada 2020, serta meningkatkan sinergitas antara TNI Polri agar semakin solid dan kokoh dalam rangka untuk menciptakan situasi kamtibmas di wilayah,” kata Danramil 1015-09/Bmg Ws. Pelda Hadi Sulistyono.

Dalam kesempatan Tersebut Danramil 1015-09/Bmg Pelda Hadi Sulistyono Menyampaikan, ucapan rasa syukur dan Terimakasih Kepada rekan-rekan Polsek Baamang dan pihak terkait lainnya yang sudah Turut hadir untuk Melaksanakan Patroli Gabungan demi untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah khususnya Kecamatan Baamang.

BACA JUGA:   Pantau Pemulihan Perekonomian, Gubernur Dorong Peningkatan UMKM Masyarakat

Apel tersebut dihadiri oleh anggota Polsek Baamang dan Anggota Koramil Baamang. Danramil 1015-09/Bmg Juga menyampaikan tentang Jalur Patroli yang akan dilalui, jalur tersebut melewati jalan cilik riwut menuju Bandara, lanjut Pertamina, PLTD dan PDAM dan berahkir menuju Koramil Baamang untuk konsolidasi.

(Hardi/Beritasampit.co.id)

Pasien Covid-19 Terus Melonjak, Siswa Tetap Belajar Dari Rumah

Pasien Covid-19 Terus Melonjak, Siswa Tetap Belajar Dari Rumah

SAMPIT – Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur terus meningkat. Hingga Senin (7/9) tercatat sebanyak 151 kasus positif Corona yang tersebar di beberapa kecamatan di Bumi Habaring Hurung.

“Yang terkonfirmasi positif ada 14 orang untuk hari ini,” kata, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kotim, Multazam, Senin 7 September 2020.

Dijelaskan Multazam sebanyak 14 orang terkonfirmasi positif tersebut diantaranya 3 dari hasil rapid tes yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Sampit, dan 11 hasil pemeriksaan rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Murjani Sampit dari kluster khusus.

Dengan melonjaknya jumlah kasus terkonfirmasi positif. Kotim saat ini berstatus zona merah padahal sebelumnya sempat berada pada posisi zona kuning.

“Kemarin sempat di zona kuning,kalau sekarang bisa merah,” tambah Multazam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, H Suparmadi mengatakan, belajar daring akan tetap dilaksanakan hingga ada kebijakan dari pimpinan terkait pembelajaran secara tatap muka di sekolah.

“Kita tetap mengacu kepada petunjuk pimpinan, untuk sekarang kita masih menggunakan sistem daring,” terangnya.

Ia menambahkan, sesuai kebijakan pemerintah, belajar tatap muka dapat dilakukan pada daerah yang berzona kuning, namun dengan menggunakan pernyataan orang tua siswa. Pasalnya, meskipun telah zona kuning namun resiko terhadap penularan Covid-19 masih ada.

Dengan begitu Suparmadi berharap Kotim segera berada dalam zona hijau sehingga pembelajaran secara tatap muka dapat kembali dilakukan.

“Kita tunggu saja semoga Kotim segera berada zona hijau,sehingga kita bisa mengatur lagi pembelajaran secara tatap muka untuk tahun yang sedang berjalan,” tutupnya.

(dev/matakalteng.com)

Empat Pasangan Balon Kepala Daerah Kotim Ikuti Pra Pemeriksaan Kesehatan

Empat Pasangan Balon Kepala Daerah Kotim Ikuti Pra Pemeriksaan Kesehatan

ILHAM/BERITA SAMPIT – Empat Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim, saat mengikuti Koordinasi Pra Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Bakal Pasangan Calon, di aula KPU Kotim, Senin 07 September 2020.

SAMPIT – Empat pasang Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), mengikuti Koordinasi Pra Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Bakal Pasangan Calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotim, Senin 07 September 2020.

Kegiatan ini lengkap dihadiri seluruh pasangan calon, dari Suprianti – Muhammad Arsyad, Halikinnor – Irawati, Muhammad Rudini – KH Samsudin dan HM Taufiq Mukri – H Supriadi MT.

Dalam sambutannya Ketua KPU Kotim, Siti Fathonah Purnaningsih, untuk pemeriksaan kesehatan ini merupakan tahap lanjutan melengkapi syarat bakal calon.

“Semua status berkas pendaftaran kami terima, tahapan selanjutnya syarat calon kami akan laksanakan tanggal 6-12, hasilnya akan kami infokan pada tanggal 13-14,” papar Fathonah.

BACA JUGA:   Data Warga Penerima BST di Tanjung Jaringau Bermasalah dan Dikritik Pemuda

ILHAM/BERITA SAMPIT – Keakraban Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim

Kemudian untuk tahap perbaikan pada 16-22, dan penetapan akan dilakukan pada tanggal 23 dan dilanjutkan pengundian nomor urut tanggal 24.

“Untuk verifikasi ini KPU tidak bisa melaksanakan sendiri seperti Berkas Ijazah dan pajak dan lain-lain, semua melibatkan instansi terkait,” katanya

Sementara itu, Ketua Tahapan Pemeriksaan Kesehatan dari IDI Kotim, dr Ikhwan Setiabudi, menjelaskan untuk pemeriksaan test kesehatan dimulai pada tanggal 8 di RSUD dr Murjani Sampit.

“Besok jam 6-7 Wib, sudah kita siapkan. Setelah itu full tahapan pemeriksaan jam 16.00 Wib sudah kelar. Kalau ada keluhan dan apa-apa nanti kita sampaikan,” terangnya.

BACA JUGA:   Klaim Survei Tertinggi, Taufiq Mukri – Supriadi Berpeluang Besar Kantongi Rekomendasi Golkar

Berhubung untuk.teat narkoba di Kotim masih belum bisa, karena harus melibatkan BNN dari Provinsi, maka pelaksanaan pemeriksaan test kesehatan narkoba dilanjutkan ke Kota Palangka Raya.

“Tanggal 9 kita ke Palangka Raya ada jadwal pemeriksaan dari BNN, jam 2 Wib sudah dilakukan pemeriksaan sampai malam. Dan pada esok harinya Kamis dilakukan regestrasi dari Himsi pemeriksaan fisikologi di hotel langsung, tanggal 11 pagi pleno di Sampit kami memberikan hasil ke KPU,” pungkasnya.

(Cha/beritasampit.co.id)

Copyright © 2020 Sampit