Diduga Mabuk Berat, Pengendara Tabrak Gerbang Penyemprotan Disinfektan

Diduga Mabuk Berat, Pengendara Tabrak Gerbang Penyemprotan Disinfektan

SAMPIT – Seorang pengendara sepeda motor diduga mabuk berat telah menabrak gerbang untuk penyemprotan disinfektan milik Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin 3 Agustus 2020 sore. Akibatnya, korban dilarikan ke Puskesmas terdekat.

“Iya, ada seorang anak muda telah menabrak gerbang penyemprotan disinfektan untuk kendaraan jenis mobil dan truk yang melintas,” ujar Camat Teluk Sampit Juliansyah saat dikonfirmasi via telepon, Selasa 4 Agustus 2020.

Juliansyah menuturkan, kejadian itu diperkirakan menjelang magrib dan pengendaranya diduga mabuk berat. Suara dentuman keras itu terdengar nyaring karena gerbang penyemprotan disinfektan itu berada tidak jauh dari kantor kecamatan setempat.

“Korban langsung dilarikan ke puskesmas Samuda untuk penanganan lebih lanjut. Korban mengalami luka dibagian kepala dan perut,” kata Juliansyah.

Dijelaskannya, gerbang penyemprotan disinfektan untuk kendaraan jenis mobil dan truk itu didirikan sementara di depan Puskesmas Ujung Pandaran.

Selama pandemi Covid-19, gerbang itu aktif digunakan namun setelah new normal kurang diaktifkan. Kini, gerbang itupun sudah dibongkar untuk menghindari kejadian serupa.

“Kejadian ini sudah kami laporkan ke kabupaten termasuk gerbang telah dibongkar karena sudah new normal,” tutupnya. (ifin/beritasampit.co.id).

Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran

Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran

Ist/BERITA SAMPIT – Komunitas Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran.

SAMPIT – Saat ini bersepeda semakin banyak digemari oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini sepeda menjadi sarana untuk berolahraga lebih menyenangkan.

Salain itu, sepeda juga menjadi alat transportasi ramah lingkungan, bahkan banyak yang menganggap dengan bersepeda dapat mengurangi resiko kecil dari penularan virus corona, jadi jangan heran akhir-akhir ini pengguna sepeda semakin bertambah.

Di Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), hampir setiap hari atau akhir pekan pasti ada saja masyarakat terlihat melakukan aktifitas bersepeda.

BACA JUGA:   Update Covid-19 Kalteng 4 Juli: Positif Bertambah 26 Orang dan 6 Pasien Sembuh

Ketua Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher, Sovinah Karim mengatakan setiap akhir pekan ia rutin bersepeda bareng anggota komunitasnya.

Saat wartawan beritasampit.co.id menemuinya di kawasan Pantai Laut Ujung Pandaran, ia mengaku dengan bersepeda mampu meningkatkan daya tahan tubuh, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini.

Sovinah Karim merasa senang bisa bersepeda bersama komunitasnya dan berkunjung ke tempat pariwisata di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

“Apalagi saat penerapan new normal seperti sekarang ini, kita senang sekali sudah diberlakukan seperti biasa lagi, namun kami mesti mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, kami merasa senang bisa seperti ini kembali,” katanya.

BACA JUGA:   Food Estate di Kalteng, Tokoh Masyarakat: Terima Kasih Jokowi

Sementara itu, menurut Anggota DPRD Kalteng, Dapil II Kotim-Seruyan Zainudin Karim, rekreasi setelah Idul Adha ini merupakan yang ketujuh kali

“Ini adalah kegiatan yang sudah ketujuh kali, karena selama Covid-19 ini kami memang tidak ada kegiatan, tetapi setelah new normal baru kita mulai gowes sepeda,” ujar Zainudin kepada beritasampit.co.id.

(ASY/beritasampit.co.id)

Hutan Mangrove Desa Ujung Pandaran Akan Disulap Jadi Destinasi Wisata Oleh Dishut Kalteng

Hutan Mangrove Desa Ujung Pandaran Akan Disulap Jadi Destinasi Wisata Oleh Dishut Kalteng

CEK LAPANGAN : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Sekretaris Dishut Kalteng, Camat Teluk Sampit, Kades Ujung Pandaran saat cek lapangan keberadaan hutan mangrove.

SAMPIT – Hutan mangrove (bakau) di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), rencananya akan disulap menjadi destinasi wisata. Bahkan, rencana itu sudah disepakati.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Sekretaris Achmad Syaifudi mengatakan, pihaknya masih melakukan peninjauan tahap pertama untuk menyiapkan rencana teknis (rantek) bagaimana hutan mangrove bisa dijadikan destinasi wisata kedepannya.

“Saya bersama Camat dan Kepala Desa sudah sepakat untuk menjadikan hutan mangrove di Desa Ujung Pandaran menjadi destinasi wisata, wisata mangrove,” ucap Syaifudi kepada wartawan beritasampit.co.id usai meninjau hutan mangrove di Desa Ujung Pandaran, Jumat 26 Juni 2020 sore.

BACA JUGA:   Hari Keluarga Nasional BKKBN Kalteng Adakan Pelayanan KB Gratis Sejuta Akseptor

Rencana menjadikan hutan mangrove itu, kata dia, akan dieksekusi 2021 mendatang. Pihaknya akan membuat jembatan panjang tanpa menebang pohon mangrove yang ada di dalam hutan. Jembatan itu, lanjutnya, dibangun agar para wisatawan bisa berkeliling di dalam hutan sambil menikmati keindahan hutan mangrove, menyaksikan berbagai satwa dan kesejukan alami di dalam hutan.

BACA JUGA:   Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXVIII Kodim 1012/Buntok Salurkan Paket Sembako Untuk Masyarakat

“Mudah-mudahan tahun 2021 keinginan mewujudkan hutan mangrove menjadi destinasi wisata bisa terlaksana. Kami juga memohon Pemkab Kotim melalui Camat dan Kades untuk mencari investor yang nanti bisa mengeksekusi tambahan atau misalnya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas PUPR yang mungkin ada alokasi kegiatan di hutan mangrove, Kami Dinas Kehutanan Kalteng siap kolaborasi,” ujar Syaifudi yang pernah menjabat Kabid SMA/SMK pada Dinas Pendidikan Kalteng ini. (Ifin/beritasampit.co.id).

Wujudkan Keinginan Gubernur, Dishut Kalteng Siap Manfaatkan Hutan Mangrove di Desa Ujung Pandaran

Wujudkan Keinginan Gubernur, Dishut Kalteng Siap Manfaatkan Hutan Mangrove di Desa Ujung Pandaran

PENINJAUAN : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Sekretaris Dinas Kehutanan Kalteng, Achmad Syaifudi (tengah) saat meninjau hutan mangrove di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

SAMPIT – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan siap mewujudkan keinginan Gubernur melalui program 2020. Program itu mengenai pemanfaatan hutan sebanyak-banyaknya untuk masyarakat. Salah satunya, pemanfaatan hutan mangrove.

Tahun ini, sasaran program tersebut jatuhnya di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Alasannya, di desa tersebut terdapat hutan mangrove (bakau) yang begitu luas.

Kepala Dishut Kalteng melalui Sekretaris Achmad Syaifudi mengatakan, melalui program tahun ini Dinas Kehutanan akan mewujudkan keinginan Gubernur untuk pemanfaatan hutan sebanyak-banyaknya yang dampaknya nanti dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:   Gubernur Minta Masyarakat yang Reaktif Saat Rapid Test Langsung Dikarantina

“Saat ini kami masih melakukan peninjauan tahap pertama melihat langsung di lapangan, terutama hutan mangrove yang ada di Desa Ujung Pandaran,” ucapnya kepada wartawan beritasampit.co.id usai meninjau hutan mangrove di Desa Ujung Pandaran, Jumat 26 Juni 2020 sore.

Peninjauan tersebut, kata Syaifudi, tujuan utamanya untuk menyusun rencana teknis (Rantek) dan akan diimplementasikan 2021 mendatang.

“Hutan mangrove di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit sudah bagus dan sudah tersentuh oleh kegiatan yang dilakukan Kabupaten Kotim. Yang pastinya, Dishut Kalteng masih melakukan Rantek bagaimana pemanfaatan hutan mangrove untuk tahun depan,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Gubernur Minta Masyarakat Selamatkan Hidup Dengan Disiplin dan Ikuti Protokol Kesehatan

Sementara itu, Camat Teluk Sampit Juliansyah bersama Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur, mengapresiasi program Dishut Kalteng yang telah dirancang dalam memanfaatkan hutan mangrove menjadi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Desa Ujung Pandaran.

“Kami sangat mengapresiasi program tersebut, kami harapkan mudah-mudahan tahun depan program itu bisa terealisasi,” harap Aswin Nur yang waktu itu ikut mendampingi meninjau lokasi hutan mangrove. (ifin/beritasampit.co.id).

27 Anak TK Tunas Harapan Ujung Pandaran Diwisuda

27 Anak TK Tunas Harapan Ujung Pandaran Diwisuda

WISUDA ANAK : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Pada saat New Normal, puluhan anak didik Taman Kanak-kanak foto bersama usai diwisuda.

SAMPIT – Sebanyak 27 anak didik Taman Kanak-kanak (TK) Tunas Harapan Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), diwisuda. Menariknya, wisuda yang dikemas pada acara pisah kenang itu dipusatkan di Balai Desa Ujung Pandaran, sehingga suasananya terasa lebih meriah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur, karena memfasilitasi acara pisah kenang di balai desa, ruangannya tertutup. Biasanya kami adakan disekolahan acara belum selesai balon sudah banyak yang pecah karena anginnya kencang,” ucap Kepala TK Tunas Harapan Ujung Pandaran, Mardawiyah pada acara pisah kenang, Senin 22 Juni 2020.

BACA JUGA:   Pemdes Kandan Salurkan BLT DD Tahap II Diterima 98 KPM

Dia menyebutkan, jumlah anak didik tahun pelajaran 2019-2020 ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, itu membuktikan bahwa antusias masyarakat menyekolahkan anaknya dijenjang TK PAUD cukup tinggi.

“Pada saat penerimaan anak didik baru tahun ini jumlahnya juga meningkat, hal itu bisa dilihat dari jumlah yang sudah mendaftar sekitar 46 anak,” beber Mardawiyah.

BACA JUGA:   Diduga Karena Pengiriman Sulit, Harga Daging Sapi Naik

Sementara itu, Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur menjelaskan, tetap dilaksanakannya pisah kenang anak TK Tunas Harapan salah satu alasannya, New Normal. Disamping itu, tambahnya, Desa Ujung Pandaran berada di zona putih dalam artian bebas pandemi Covid-19.

“Saya berpesan, terutama kepada orang tua hendaknya anak-anaknya yang sudah diwisuda tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dan jangan sampai ada yang putus sekolah,” harapnya. (Ifin/beritasampit.co.id).

Rumah Keluarga Penerima Manfaat BLT DD Siap-siap Ditempel Stiker “Keluarga Miskin”

Rumah Keluarga Penerima Manfaat BLT DD Siap-siap Ditempel Stiker “Keluarga Miskin”

PENERIMA MANFAAT : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Seorang keluarga penerima manfaat saat menerima bantuan langsung tunai tahap pertama.

SAMPIT – Untuk antisipasi tumpang tindih penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), Pemerintah Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan menempelkan stiker ke tiap rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima BLT DD.

“Stiker itu akan kami langsung pasang ke tiap rumah penerima BLT DD, yang akan menempelkan stiker itu masing-masing Kepala Desa,” ujar Camat Teluk Sampit Juliansyah kepada wartawan beritasampit.co.id, Selasa 9 Juni 2020.

BACA JUGA:   Gotong Royong Lawan Covid-19, Warga Tanah Mas Inisiatif Buat Bilik Disinfektan

Stiker itu bertuliskan “Kami termasuk dalam kategori keluarga miskin yang berhak menerima manfaat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa tahun 2020”.

Yang lebih menegaskan tulisan yang ada di stiker itu yakni, apabila melepas stiker yang sudah ditempel secara otomatis mengundurkan diri dari kesepakatan KPM bantuan tersebut.

Juliansyah menambahkan, stiker yang ditempel ke tiap rumah penduduk sebagai langkah antisipasi itu supaya masyarakat akan mengetahui lebih jelas siapa saja yang benar-benar menerima bantuan tersebut, begitu juga sebaliknya.

BACA JUGA:   Begini Kronologi Truk Hampir Seruduk Warung

“Selama ini, bukan rahasia umum lagi terkadang-kadang yang mampu juga menerima. Nah, dengan cara menempel stiker bertuliskan keluarga miskin yang merasa mampu bisa berpikir kembali untuk menerima bantuan,” pungkasnya. (Ifin/beritasampit.co.id).

Pembangunan Gedung Serbaguna Desa Terpaksa Dibatalkan, Ini Penjelasannya

Pembangunan Gedung Serbaguna Desa Terpaksa Dibatalkan, Ini Penjelasannya

RAPAT DESA : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Kepala Desa Ujung Pandaran (baju putih) Aswin Nur, Ketua BPD, anggota TNI/Polri serta Ketua RT/RW dan Kepala dusun saat menggelar rapat Musdesus di aula desa setempat.

SAMPIT – Rencananya Pemerintah Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), akan membangun gedung serbaguna tahun ini. Namun, rencana tersebut telah dibatalkan untuk sementara.

“Sesuai aturan pemerintah pembangunan fisik untuk sementara ditunda dan dananya dialihkan untuk penanggulangan Covid-19,” ucap Kepala Desa Ujung Pandaran, Aswin Nur kepada wartawan beritasampit.co.id usai menggelar rapat di aula desa setempat, Rabu 6 Mei 2020.

BACA JUGA:   Desa Ujung Pandaran Jadwalkan Cegah Covid-19 Setiap Selasa

Pembantalan pembangunan itupun, menurutnya, sudah dibahas pada Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang dihadiri Kecamatan Teluk Sampit, BPD, LPMDes, Ketua RT/RW dan perangkat desa.

“Hasil kesepakatan bersama, pembangunan gedung serbaguna dibatalkan. Dananya sebesar Rp 250 juta akan digunakan untuk percepatan penanganan dan pencegahan virus corona,” ujar Aswin.

Untuk itu, Aswin mengharapkan dengan adanya pengalihan dana tersebut seluruh warga Desa Ujung Pandaran dapat memahami dan memakluminya.

BACA JUGA:   Begini Cara Dinas Pertanian Kotim Tarik Minat Pemuda Bertani

“Ini aturan pemerintah dan kedepannya pembangunan gedung serbaguna tetap akan diprioritaskan,” pungkasnya. (Ifin/beritasampit.co.id).

Petani Padi di Kecamatan Teluk Sampit Siap Panen 10,555 Hektare

Petani Padi di Kecamatan Teluk Sampit Siap Panen 10,555 Hektare

PANEN PERDANA : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Camat dan Sekcam Teluk Sampit, unsur Muspika, perwakilan Dinas Pertanian Kotim, Kepala BPP Ujung Pandaran secara simbolis melakukan panen perdana di Desa Kuin Permai.

SAMPIT – Sebanyak 128 kelompok tani di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), siap panen raya. Luasan ubinan yang bakal dipanen sekitar 10,555 hektare.

Camat Teluk Sampit Juliansyah mengatakan, para petani sudah ada yang melakukan panen padi pada masa tanam Oktober-Maret (Okmar) 2019-2020.

“Panen padi khususnya di Kecamatan Teluk Sampit tidak serentak,” ucapnya kepada wartawan beritasampit.co.id, Selasa 5 Mei 2020.

BACA JUGA:   Camat, Lurah Hingga RT dan RW Diminta Serius Tangani Sampah

Dia menjelaskan, ada 4 desa yang siap panen raya, diantaranya Kuin Permai, Lampuyang, Basawang dan Parebok.

“Total luas tanam yang bakal dipanen 10,555 hektare, lahan seluas itu terbagi 128 kelompok tani,” ujar Juliansyah waktu itu didampingi Sekcam Muslih.

Kecamatan Teluk Sampit, menurutnya, sudah ditetapkan Pemerinta Kabupaten Kotim sebagai lumbung padi khusus varietas unggul lokal siam epang 95 persen dan unggul nasional 5 persen.

BACA JUGA:   BMKG: April Puncak Musim Hujan, Juli dan Agustus Memasuki Musim Kemarau

“Alhamdulillah, petani padi Kecamatan Teluk Sampit mampu memproduksi 5,40 ton gabah kering panen per hektare,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Ujung Pandaran Rasijo mengungkapkan, permasalahan yang dihadapi petani tidaknya harga bahkan infrastruktur jalan.

“Keluhan petani mengenai harga jual dan jalan menuju area pertanian. Kalau hal itu bisa diatasi, kami yakin petani akan senang bahkan sejahtera,” katanya. (Ifin/beritasampit.co.id).

Copyright © 2020 Sampit