Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran

Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran

Ist/BERITA SAMPIT – Komunitas Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher Kunjungi Wisata Ujung Pandaran.

SAMPIT – Saat ini bersepeda semakin banyak digemari oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini sepeda menjadi sarana untuk berolahraga lebih menyenangkan.

Salain itu, sepeda juga menjadi alat transportasi ramah lingkungan, bahkan banyak yang menganggap dengan bersepeda dapat mengurangi resiko kecil dari penularan virus corona, jadi jangan heran akhir-akhir ini pengguna sepeda semakin bertambah.

Di Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), hampir setiap hari atau akhir pekan pasti ada saja masyarakat terlihat melakukan aktifitas bersepeda.

BACA JUGA:   Update Covid-19 Kalteng 4 Juli: Positif Bertambah 26 Orang dan 6 Pasien Sembuh

Ketua Komunitas Sepeda Keluarga Karim Taher, Sovinah Karim mengatakan setiap akhir pekan ia rutin bersepeda bareng anggota komunitasnya.

Saat wartawan beritasampit.co.id menemuinya di kawasan Pantai Laut Ujung Pandaran, ia mengaku dengan bersepeda mampu meningkatkan daya tahan tubuh, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini.

Sovinah Karim merasa senang bisa bersepeda bersama komunitasnya dan berkunjung ke tempat pariwisata di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

“Apalagi saat penerapan new normal seperti sekarang ini, kita senang sekali sudah diberlakukan seperti biasa lagi, namun kami mesti mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, kami merasa senang bisa seperti ini kembali,” katanya.

BACA JUGA:   Food Estate di Kalteng, Tokoh Masyarakat: Terima Kasih Jokowi

Sementara itu, menurut Anggota DPRD Kalteng, Dapil II Kotim-Seruyan Zainudin Karim, rekreasi setelah Idul Adha ini merupakan yang ketujuh kali

“Ini adalah kegiatan yang sudah ketujuh kali, karena selama Covid-19 ini kami memang tidak ada kegiatan, tetapi setelah new normal baru kita mulai gowes sepeda,” ujar Zainudin kepada beritasampit.co.id.

(ASY/beritasampit.co.id)

Aklamasi, Farid Naparin Nahkodai Golkar Palangka Raya hingga 2025

Aklamasi, Farid Naparin Nahkodai Golkar Palangka Raya hingga 2025

INTIMNEWS.COM – Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin terpilih kembali sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Palangka Raya periode 2020-2025.Fairid terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke X Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kota Palangka Raya dilaksanakan di Hotel Putra Kahayan, Jalan Tamanggung Tilung No. 1 Kota Palangka Raya pada Minggu (26/07).

Kegiatan berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dengan tema “Satukan langkah, mantapkan konsolidasi, kuatkan solidaritas untuk kejayaan partai Golkar.

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah, Suhartono Firdaus langsung mengucapkan selamat atas terpilihnya Fairid Naparin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya.

“Kami ucapkan selamat atas terpilihnya Fairid Naparin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya secara aklamasi. Hal ini membuktikan bahwa seluruh Pimpinan Kecamatan, unsur pengurus, unsur organisasi sayap, unsur ormas pendiri, dan unsur ormas yang didirikan serta konstituen memberikan kepercayaan penuh kepada beliau,” jelas Suhartono Firdaus.

“Artinya atas semua kinerja beliau selama memimpin Partai Golkar betul-betul menunjukkan kinerja yang baik dan mempunyai target yang terukur dan sistematis,” tambah Suhartono Firdaus.

DPD Parti Golkar Provinsi Kalteng yakin betul untuk menjalankan kepemimpinan di Partai Golkar periode kedua, Fairid Naparin akan lebih paham dan mengerti bagaimana trik ataupun langkah-langkah yang harus diambil dalam meningkatkan kekuatan partai Golkar ke depannya.

“Golkar Provinsi juga mengapresiasi terhadap apa yang telah dicapai oleh beliau dalam waktu yang singkat, yaitu mampu menaikkan jumlah perolehan kursi dari 4 kursi menjadi 6 kursi, wajar beliau terpilih kembali,” ungkapnya. (red)

Gubernur Apresiasi Bupati Kotim dalam Penanganan Covid-19

Gubernur Apresiasi Bupati Kotim dalam Penanganan Covid-19

IST/BERITA SAMPIT – Gubernur Apresiasi Bupati Kotim Saat Berada di Aula Jaya Tingang

PALANGKA RAYA – Gubernur Sugianto Sabran mengapresiasi upaya Bupati Kotim Supian Hadi selaku Ketua Gugus Tugas dalam upaya pengendalian penyebaran virus pandemi Covid-19 atau corona di daerah berjuluk Bumi Habaring Hurung ini.

Meski begitu Gubernur juga berharap upaya tracing lebih agresif disesuakan dengan jumlah penduduk, serta pemetaan awal sampai tingkat RT/RW dan pembatasan tingkat kelurahan/desa, hal ini diucapkannya saat menyerahkan bantuan PCR kepada Bupati Kotim Supian Hadi saat berada di Aula Jaya Tingan, Jumat 10 Juli 2020.

Sementara anggaran yang tersedia di Kabupaten Kotim dirasa cukup untuk menangani kesehatan dan dampak ekonomi. Gubernur juga menekankan pentingnya kebersamaan, gotong royong untuk menekan dan menyelesaikan COVID-19 di Kalimantan Tengah.

“Pemulihan kesehatan masyarakat di Kalteng dan pemulihan ekonomi sama-sama dapat berjalan beriringan sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo. Tak kalah penting kesadaran masyarakat dan ketegasan pemimpin terkait pada aturan yang kita buat terlebih memasuki tatanan new normal yang perlu kehatian-hatian,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Gubernur juga menyarankan perlunya pemerintah menyediaan anggaran dan tempat khusus karantina dibandingkan isolasi mandiri bagi orang yang rapid testnya menunjukkan hasil reaktif dan sedang menunggu hasil swab. Gubernur berharap dengan komitmen bersama, semua pihak dapat mencapai tujuan bersama dalam menekan penyebaran COVID-19.

BACA JUGA:   Gubernur Ingatkan Bupati dan Wali Kota Segera Implementasikan Pembenahan Pengelolaan BMD

Terkait bantuan PCR diharapkan dalam jangka 28 hari ke depan Kabupaten Kotawaringin Timur bebas kasus baru dan sarana pendukung dan laboratorium di Kotim dapat segera diwujudkan.

Bupati Supian Hadi mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Kotawaingin Timur menyampaikan apresiasi dan terima kasih terutama kepada Presiden RI Joko Widodo dan Tim Gugus Pusat Penanganan COVID -19 yang telah memperhatikan dengan baik Kabupaten Kotawaringin Timur dan memberikan bantuan PCR yang sangat dibutuhkan dalam rangka percepatan pengananan COVID-19 di Kotim.

Selanjutnya, Supian Hadi menyampaikan strategi penanganan COVID-19 dengan prinsip SMART (Spesifik, Terukur, Tercapai, Kesesuaian dan Waktu). Sesuai arahan Presiden, telah dilakukan rapid test massif sebanyak 5.357 test dengan total reaktif 255 orang, SWAB & PCR telah dilakukan sebanyak 977 sampel.

Upaya tracking agresif sudah dilakukan melalui penyelidikan epidermiologi terhadap 100.579 orang, sehingga jika ada kasus positif maka tim tracking akan melakukan pendataan melalui rapid test. Bagi yang reaktif diberlakukan isolasi ketat. Selain itu penempatan personel sangat penting, keterlibatan dan kinerja yang sangat sigap TNI dan Polri diakui sangat membantu dalam penanganan COVID-19 di Kabupaten Kotim.

BACA JUGA:   Kadis Kesehatan Seruyan Bersama Istri Reaktif Usai Menjalani Rapid Test

Sementara jenis kelamin pasien COVID-19 di Kabupaten Kotim didominasi lak-laki sebanyak 33 orang dan perempuan 12 orang. Hal ini menurut Supian disebabkan karena laki-laki kurang disiplin dalam kepatuhan. Hingga 10 Juli 2020 pukul 12.00 dilaporkan Gugus Tugas Kab. Kotim, 45 terkonfirmasi positif COVID-19, dalam perawatan 9, sembuh 32 dan meninggal dunia 4, ODP 69, PDP 0.

Selanjutnya unit PCR diserahkan Gubernur disaksikan jajaran Forkopimda Kalimantan Tengah yaitu Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dedi Prasetyo, Danrem 102/PJG Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Kajati Kalteng Mukri, Ketua Pengadilan Tinggi Mochamad Hatta, Kabinda Slamet Urip Widodo, Wakil Ketua I DPRD Kalteng Abdul Razak, Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Suyuti Syamsul, Direktur RSUD Doris Sylvanus Yayu Indriati dan Ketua Harian Gugus Tugas Kalteng Darliansjah. Sementara Bupati Supian Hadi didampingi antara lain Kepala Dinas Kesehatan Kotim dan Direktur RSUD Murjani Sampit.

(Hardi/Beritasampit.co.id)

Ini Syarat Wilayah Bisa Dikatakan Bebas dari Covid-19

Ini Syarat Wilayah Bisa Dikatakan Bebas dari Covid-19

IST/BERITA SAMPIT – Suyuti Syamsul, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah

SAMPIT – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Suyuti Syamsul sekaligus juru bicara tim percepatan penanganan gugus tugas Covid-19 Kalteng menyebutkan ketentuan suatu wilayah bisa dikatakan bebas atau sembuh dari virus corona jika tidak ditemukan lagi penderita baru dalam kurun waktu 28 hari berturut-turut.

“Meskipun pasien Covid-19 telah dinyatakan sembuh semuanya dalam satu wilayah, tidak berarti wilayah tersebut otomatis bebas Covid-19. Berdasarkan ketentuan yang ada, pernyataan berakhirnya Kejadian Luar Biasa (KLB) satu penyakit termasuk Covid-19 dapat diambil setelah 2 kali masa inkubasi terpanjang penyakit tersebut tidak lagi ditemukan satupun penderita baru,” ungkap Suyuti saat dikonfirmasi, Selasa 26 Mei 2020

BACA JUGA:   Peduli Warga Terdampak Covid-19, PW Aisyiyah Kalteng Bagikan 1000 Paket Sembako

Ia menjelaskan, alasan itu karena Covid-19 masa inkubasi terpanjangnya 14 hari maka perlu waktu 2 kali 14 hari total 28 hari berturut-turut. Tidak ditemukan kasus baru positif covid-19 untuk menyatakan suatu daerah bebas Covid-19.

“Semoga angka virus corona terus menurun dan tidak berlanjut. Serta masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah agar segera selesai,” demikian Suyuti

BACA JUGA:   Libur Sekolah Diperpanjang, Ini Keluhan Pedagang Kantin

(jmy/beritasampit.co.id)

Previous articlePemkab Kapuas Ajukan PSBB
Gubernur Serahkan Bantuan Masker Sebanyak 50.000 Masker Kepada Masyarakat Kotim

Gubernur Serahkan Bantuan Masker Sebanyak 50.000 Masker Kepada Masyarakat Kotim

IST/BERITA SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyerahkan secara simbolis bantuan 50 ribu buah masker kepada Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi 

SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyerahkan secara simbolis bantuan 50 ribu buah masker kepada Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka peninjauan sekaligus pembagian paket sembako bagi masyarakat desa yang terdampak Covid-19 di Kecamatan Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur, Minggu (17/05/2020).

Penyerahan bantuan masker tersebut turut dihadiri oleh anggota DPR RI Dapil Kalteng Agustiar Sabran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kotim, Kepala Dinas PUPR Provinsi Shalahuddin, Plt Kepala Biro Protokol dan Komunikasi Publik Sutoyo, dan Camat Mentaya Hulu Sardini.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sugianto Sabran berharap pemberian bantuan masker yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah tersebut dapat membantu untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 (Virus Corona) di Kabupaten Kotawaringin Timur.

BACA JUGA:   Sejumlah Siswa di Kotim Diduga Rayakan Kelulusan di Tengah Pandemi Corona

“Untuk di Sampit, sudah kami salurkan masker kepada masyarakat langsung dan organisasi kemasyarakatan sebanyak puluhan ribu. Saat ini kami serahkan lagi dengan Pak Bupati sebanyak 50 ribu untuk dibagikan ke warga, guna mencegah dan meminimalisasi potensi penyebaran Virus Corona di Kotim,” tutur Gubernur Sugianto

Menerima bantuan masker dari Gubernur, Bupati Supian Hadi selanjutnya menyampaikan ucapan terima kasih dan mengatakan bantuan tersebut akan sangat berguna bagi masyarakat, untuk mencegah risiko penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur.

BACA JUGA:   Disperkim Kotim Maksimalkan Penerangan Jalan Ditengah Keterbatasan Anggaran

“Saat ini (angka penyebaran Covid-19) sudah mulai menurun di Kotim, kami terus menekan. Ditambah masker bantuan ini akan kami salurkan ke warga. Terimakasih Pak Gubernur atas kunjungan dan bantuan di wilayah Kotim,” ungkap Supian Hadi.

Usai menyerahkan bantuan, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran beserta rombongan kemudian kembali ke Palangka Raya dengan berkendaraan mobil.

Setelahnya, dilakukan pula penyerahan secara simbolis truk berisi bantuan 10 ton beras yang diterima oleh Camat Mentaya Hulu, untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19.

(Hardi/Beritasampit.co.id)

Gubernur Serahkan Bantuan Masker Sebanyak 50.000 Masker Kepada Masyarakat Kotim

Gubernur Serahkan Bantuan Masker Sebanyak 50.000 Masker Kepada Masyarakat Kotim

IST/BERITA SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyerahkan secara simbolis bantuan 50 ribu buah masker kepada Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi 

SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyerahkan secara simbolis bantuan 50 ribu buah masker kepada Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka peninjauan sekaligus pembagian paket sembako bagi masyarakat desa yang terdampak Covid-19 di Kecamatan Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur, Minggu (17/05/2020).

Penyerahan bantuan masker tersebut turut dihadiri oleh anggota DPR RI Dapil Kalteng Agustiar Sabran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kotim, Kepala Dinas PUPR Provinsi Shalahuddin, Plt Kepala Biro Protokol dan Komunikasi Publik Sutoyo, dan Camat Mentaya Hulu Sardini.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sugianto Sabran berharap pemberian bantuan masker yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah tersebut dapat membantu untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 (Virus Corona) di Kabupaten Kotawaringin Timur.

BACA JUGA:   Dampak Covid-19, DAD Kotim Minta PBS Peduli dengan Warga Sekitarnya

“Untuk di Sampit, sudah kami salurkan masker kepada masyarakat langsung dan organisasi kemasyarakatan sebanyak puluhan ribu. Saat ini kami serahkan lagi dengan Pak Bupati sebanyak 50 ribu untuk dibagikan ke warga, guna mencegah dan meminimalisasi potensi penyebaran Virus Corona di Kotim,” tutur Gubernur Sugianto

Menerima bantuan masker dari Gubernur, Bupati Supian Hadi selanjutnya menyampaikan ucapan terima kasih dan mengatakan bantuan tersebut akan sangat berguna bagi masyarakat, untuk mencegah risiko penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur.

BACA JUGA:   BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca di Kalteng 

“Saat ini (angka penyebaran Covid-19) sudah mulai menurun di Kotim, kami terus menekan. Ditambah masker bantuan ini akan kami salurkan ke warga. Terimakasih Pak Gubernur atas kunjungan dan bantuan di wilayah Kotim,” ungkap Supian Hadi.

Usai menyerahkan bantuan, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran beserta rombongan kemudian kembali ke Palangka Raya dengan berkendaraan mobil.

Setelahnya, dilakukan pula penyerahan secara simbolis truk berisi bantuan 10 ton beras yang diterima oleh Camat Mentaya Hulu, untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19.

(Hardi/Beritasampit.co.id)

Abrasi Kian Parah, Pantai Ujung Pandaran Terancam Tenggelam

Abrasi Kian Parah, Pantai Ujung Pandaran Terancam Tenggelam

IST/BERITA SAMPIT – Abrasi terus mengikis bibir Pantai Ujung Pandaran, bahkan sudah mendekati bangunan Rumah Betang yang dulunya sangat jauh dari bibir pantai.

SAMPIT – Pada bulan Mei 2020 ini, seiring dengan pasang air laut serta kencangnya angin yang memicu ketinggian gelombang, membuat abrasi Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit, satu-satunya kawasan destinasi wisata kebanggaan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), semakin parah dan nyaris tenggelam ditelan air laut.

Abrasi yang semakin hari mengikis bibir pantai dengan ombak yang cukup kencang, memberikan peringatan bahwa jika tidak di tanggulangi dengan cepat, kemungkinan pantai tersebut akan tinggal kenangan saja.

IST/BERITA SAMPIT – Fasilitas bangunan di kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran, yang ambruk akibat tergerus abrasi.

Memang, selama ini upaya Pemkab Kotim dengan mencegah abrasi sudah pernah dilakukan, seperti membuat tanggul sementara dengan menggunakan karung maupun tempat khusus seperti geo bag berisikan pasir.

BACA JUGA:   Serangan Covid-19 Berimbas Pada Penonaktifan Badan Adhoc Bawaslu Di Daerah

Namun cara itu sifatnya sementara dan tidak bisa bertahan lama, bahkan sudah puluhan rumah milik warga di Desa ujung pandaran menjadi korban dan ambruk tergerus abrasi.

Bukan hanya itu, ada juga upaya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan bantuan dengan membangun tanggul beton, namun cara tersebut ternyata tidak juga memberikan hasil yang baik.

Bahkan keberadaan tanggul yang dibangun sekitar tahun 2014 lalu, pernah dikeluhkan warga Desa Ujung Pandaran, karena pembangunannya terlalu dekat dengan pemukiman warga, selain itu dibangun tidak maksimal sehingga berdampak dengan semakin parahnya pengikisan bibir pantai di desa tersebut.

BACA JUGA:   Kotim Zona Merah, Tiga Pasien Dinyatakan Positif Covid-19

“Kami hanya bisa pasrah dan menaruh harapan besar kepada Pemerintah. Selamatkan Desa kami, selamatkan pantai ini, jangan dibiarkan abrasi terus mengikis dan menenggelamkan pantai dan desa kami,” imbuh Aban, Salah seorang warga Desa Ujung Pandaran, Minggu 17 Mei 2020.

Kini, program Pemkab Kotim yang menggaung-gaungkan Bumi Habaring Hurung sebagai daerah Wisata akan sirna, jika salah satu aset kebanggaan yakni Pantai Ujung Pandaran tidak terjaga, dan kini ancaman abrasi semakin parah yang sewaktu-waktu bisa menenggelamkan pantai tersebut.

(Cha/beritasampit.co.id)

Update 26 April : Lima Kecamatan di Kotim Zona Merah, Positif Covid-19 Bertambah

Update 26 April : Lima Kecamatan di Kotim Zona Merah, Positif Covid-19 Bertambah

IST/BERITA SAMPIT – Peta penyebaran Pandemi Covid-19 di Kotim.

SAMPIT – Dari 17 Kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), 5 kecamatan dikategorikan zona merah, sedangkan 12 kecamatan lainnya zona putih atau tidak terkonfirmasi adanya penyebaran di wilayah tersebut.

Namun demikian, melalui suaran persnya pada Sabtu 24 April 2020 kemarin, Bupati Kotim, Supian Hadi, selaku Ketua Gugus Tugas Pecepatan Penanggulangan Covid-19, menegaskan, agar masyarakat tidak menganggap remeh penyebaran Covid-19 di kabupaten Kotawaringin Timur.

“Saya mendukung kebijakan presiden untuk melarang mudik, baik melalui jalur darat, udara maupun laut. Dengan penerapan larangan mudik tersebut kita sama-sama berharap dapat meminimalisir penyebaran Covid-19, bukan saja di Kotim, namun juga di seluruh daerah,” ucap Supian Hadi.

Sementara data dari Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Kotim, update 26 April 2020, pukul 12.00 WIB, ada lima kecamatan yang masih termasuk zona merah meliputi;

Kecamatan Mentawa Baru Ketapang;
ODP 16, PDP – , Positif 4, Sembuh 1, MD -.

Kecamatan Kota Besi; ODP 7, PDP -, Positif 2, Sembuh -, MD 1.

BACA JUGA:   Muhammad Yusuf, Tukang Batu Nyambi Jual Sabu

Kecamatan Telawang;
ODP 7, PDP -, Positif 1, Sembuh -, MD -.

Kecamatan Baamang;
ODP 5, PDP -, Positif 2, Sembuh -, MD -.

Kecamatan Parenggean;
ODP -, PDP -, Positif 1, Sembuh-, MD -.

Dari data tersebut tentunya penyebaran Covid-19 di kabupaten Kotim masih terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan dan sudah melalui transmisi lokal.

Gugus tugas penanganan percepatan Civid-19 kabupaten Kotawaringin Timur kembali menemukan adanya penambahan 3 orang warga yang ter konfirmasi positif terjangkit Covid-19 berdasarkan hasil swab tes.

Tiga orang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu adalah pasien dengan penamaan pasien 10, 11 dan 12

Mereka adalah satu keluarga dan merupakan OTG atau orang tanpa gejala yang sebelumnya berstatus orang dalam pemantauan.

Ketiga pasien positif yang telah melakukan karantina mandiri selama ditetapkan sebagai ODP tersebut sebelumnya memang diketahui memiliki riwayat kontak dengan salah satu pasien positif yakni pasien 03.

BACA JUGA:   Siap-siap ! Pedagang Kuliner di kawasan Jalan Pemuda Bakal Direlokasi

Dengan adanya penambahan pasien positif ini, maka jumlah warga di kabupaten Kotawaringin Timur yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 12 orang.

Dari 12 orang itu 1 diantaranya dinyatakan sembuh dan 1 orang lainnya meninggal dunia.

Data harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Timur, update 26 April 2020, pukul 12.00 WIB;

Total pantau 174, lepas pantau 139, ODP 35, PDP 0, Tersebar di 5 kecamatan.

Terkonfirmasi Positif 12 (10 dalam perawatan, 1 sembuh, 1 meninggal dunia).

Adapun data pasien perawatan Covid-19 di RSUD dr Murjani Sampit, sebanyak 16 pasien, dengan rincian 10 pasien dari Kabupaten Kotim, 4 pasien dari Kabupaten Katingan dan 2 pesien dari Kabupaten Seruyan. Data PDP 6 orang dari Kabupaten Katingan.

Sementara pasien meninggal dunia di Kabupaten Kotim 1 orang pasien positif Covid-19 dari kecamatan Kota Besi, serta 1 orang PDP (hasil swab belum keluar dari Laboratorium) dari kecamatan Baamang.

(jun/beritasampit.co.id)

1.500 Paket Sembako Dibagikan Serentak Diseluruh Kecamatan di Kotim

1.500 Paket Sembako Dibagikan Serentak Diseluruh Kecamatan di Kotim

ILHAM/BERITA SAMPIT – Bupati Kotim, Supian Hadi dan Sekda Kotim, Halikinnor, saat membagikan secara bersamaan kepada Tukang Becak dan Ojek, yang merupakan warga berdampak dari Covid-19, Sabtu 18 April 2020

SAMPIT – Penyaluran paket sembako untuk warga yang berdampak, sudah mulai dilakukan Pemerintah Daerah Kotawaringin Timur (Kotim), sabtu 18 April 2020. Pada tahap pertama ini dibagikan sebanyak 1.500 paket, dari 20 ribu paket yang sudah disiapkan.
Bupati Kotim, Supian Hadi mengungkapkan penyaluran paket sembako ini merupakan langkah Pemda dalam pencegahan Covid-19 di Kotim, sebab pemerintah membuat peraturan yang berimbas pada perekonomian warga.

BACA JUGA:   Perusahaan Ini Komitmen Bantu Desa Cegah Wabah Covid-19

“Adanya Covid-19 ini membuat warga takut keluar rumah, seperti tukang becak, ojek, gerobak dan buruh yang semuanya pekerja harian lepas mengalami penurunan pendapatan. Merekalah yang berhak menerima bantuan sembako untuk mengurangi beban himpitan ekonomi di saat pandemi Covid-19 ini,” jelas Supian.

Pembagian paket sembako ini dilakukan secara serentak di 17 Kecamatan yang ada di Kotim, dan akan terus disalurkan jika memang pandemi Covid-19 ini masih berkelanjutan.

BACA JUGA:   Simulasi, Kopassus Bebaskan Wapres dari Teroris

“Ini terus berjalan pembagiannya setiap hari, kita akan perhatikan beberapa bulan berikutnya sejauh mana dampak covid19 ini, jika masih maka kita wajib memikirkan masyarakat yang berada di garis menengah kebawah ini,” tandasnya.

(Cha/beritasampit.co.id)

BREAKING NEWS : Pasien Positif Covid-19 Kotim Bertambah

BREAKING NEWS : Pasien Positif Covid-19 Kotim Bertambah

IST/BERITA SAMPIT – Update terbaru Gugus Tugas Covid-19 Kotim, menunjukan grafik penambahan 1 pasien positif, sabtu 18 April 2020.

SAMPIT – Data terbaru Gugus Tugas Covid-19 Kotawaringin Timur (Kotim), merilis ada penambahan 1 orang pasien yang positif terpapar Corona Virus, sehingga jumlah pasien yang sebelumnya 3 menjadi 4 orang.

“Dengan adanya satu lagi pasien yang positif, saya mengimbau pada seluruh masyarakat Kotim, agar tetap waspada, jalankan anjuran dari pemerintah untuk mencegah penyebaran wabah ini,” ungkap Bupati Kotim, Supian Hadi. Sabtu 18 April 2020,

BACA JUGA:   Imbas Corona, Pendapatan Agen Transportasi Sungai Sampit – Katingan Merosot

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami penurunan, jika pada jumat kemarin 7 orang, kini menjadi 4 orang. Sementara pada Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada penambahan dari 50 menjadi 52 orang, ada bertambah 2.

“Pasien yang positif ini merupakan yang PDP, karena telah ada kontak langsung dengan pasien yang positif,” pungkasnya.

(Cha/beritasampit.co.id)

BACA JUGA:   Muktamar Muhammadiyah Diputuskan Ditunda, Kapan Ya ?

Copyright © 2020 Sampit