Mau Ikut Program Penguatan Kepala Sekolah, Golongan 3C bisa Lho?

Mau Ikut Program Penguatan Kepala Sekolah, Golongan 3C bisa Lho?

SOSIALISASI : IST/BERITA SAMPIT – Kasi GTK SD (berdiri) sast menyosialisasikan tentang program penguatan kepala sekolah jenjang PAUD, SD dan SMP dipusatkan di SDN 3 Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), akan menggelar penguatan kepala sekolah khusus jenjang PAUD, SD dan SMP tahap pertama. Ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi, salah satunya minimal pangkat/golongan 3C.

Kepala Disdik Kotim H Suparmadi melalui Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SD Herman Yudianto mengatakan, cukup banyak persyaratan wajib dipenuhi bagi kepala sekolah yang akan mengikuti penguatan kepala sekolah.

“Syarat lainnya, salah satunya minimal pangkat/golongan  3C,” ucap Herman kepada wartawan beritasampit.co.id, Senin 28 Juli 2020.

Selain itu, lanjutnya, sekolah harus mengisi data pokok pendidikan (Dapodik) dengan valid, nama kepala sekolah masuk sistem informasi manajemen (SIM) Pendidikan dan Pelatihan (Diklat).

Disamping itu, untuk syarat utama lainnya seperti, memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG) atau memiliki sertifikat pendidik dan sudah menduduki jabatan kepala sekolah terhitang mulai Maret 2018.

“Kepala sekolah telah menduduki jabatan terhitung September 2019 di Kotim cukup banyak. Namun, aturannya hanya mulai Maret 2018,” tegas Herman.

Meskipun demikian, Disdik Kotim masih membuka peluang kepada kepala sekolah yang belum memenuhi perayaratan untuk mengikuti program tahap selanjutnya.

“Ada sekitar 61 kepala sekolah khusus jenjang SD yang akan diikutkan tahap berikutnya,” ujar Herman.

Dia menambahkan, Kotim diberikan batasan kuota diantaranya, jenjang PAUD 40 orang, SD 86 orang, jenjang SMP 34 orang sedangkan jenjang SMA/SMK merupakan wewenang Disdik Kalteng,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Ketua PWI Kalteng Lantik Pengurus PWI Seruyan

Disdik Kotim Bakal Gelar Penguatan Kepala Sekolah, Catat Tanggalnya?

Disdik Kotim Bakal Gelar Penguatan Kepala Sekolah, Catat Tanggalnya?

SOSIALISASI : IST/BERITA SAMPIT – Dihadiri Kepala Disdik Kotim (baju hitam merah), Kasi GTK SD menyosialisasikan penguatan kepsek di SDN 3 Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dalam waktu dekat akan menggelar penguatan Kepala Sekolah. Hanya saja, kegiatan itu untuk jenjang PAUD, SD, SMP sedangkan SMA wewenang provinsi.

Kepala Disdik Kotim H Suparmadi melalui Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SD Herman Yudianto mengatakan, kegiatan penguatan kepala sekolah dilaksanakan tetap menggunakan metode daring (dalam jaringan).

BACA JUGA:   Bawaslu Diminta Awasi ASN yang Ikut Berpolitik

“Pelaksanaan kegiatan masih direncanakan dan diperkirakan minggu kedua Agustus 2020 mendatang,” ucap Herman kepada wartawan beritasampit.co.id, Senin 28 Juli 2020.

Alasan mengapa bakal digelar Agustus mendatang, Herman menjelaskan bahwa fasilitator masih mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) menggunakan metode daring.

“Fasilitator atau pemberi materi masih mengikuti diklat, setelah selesai nanti akan digelar kegiatan penguatan kepala sekolah. Ya itu tadi, diperkirakan minggu kedua Agustus mendatang,” ujar Herman.

BACA JUGA:   Soal Wacana Maju di Pilkada Kotim, Begini Komentar Sutik!

Mengenai lokasi pelaksanaan, Herman menegaskan akan diadakan disekolah masing-masing. Sebab, menggunakan metode daring.

“Fasilitator ada 4 orang yang sudah lulus S2 yakni, Kepala SD Satya Widayati, Kepala SMP yakni, Hamdin dan Maspa S Puluhulawa dan Pengawas SD Lasimin,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

Sarjana Muda Kembali Mengabdi ke Desa

Sarjana Muda Kembali Mengabdi ke Desa

KEKELUARGAAN : ARIS/BERITA SAMPIT – Foto bersama Keluarga Besar Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah 

SAMPIT – Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan (MR-AHK) Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan penyegaran kepengurusan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Seleksi selaku Ketua MR-AHK, jika pihaknya melakukan upaya itu guna membina dan membentuk umat Hindu Kaharingan yang solid, maju dan memiliki semangat gotong royong yang kuat berdasarkan falsafah huma betang.

“Kita bangga dan sangat mengapresiasi langkah para generasi muda Hindu yang turut berkontribusi dalam membangun kemajuan umat Hindu, semoga tetap solid dan semakin maju,” ujar Seleksi.

BACA JUGA:   Pilkada Berlanjut, Bawaslu Seruyan Resmi Aktifkan Kembali Panwascam dan PKD

Dia menambahkan jika kader umat Hindu yang ada tidak malu ataupun minder ketika diberikan amanah untuk mengemban tugas yang diberikan.

“Mereka siap berproses dan belajar bersama. Saling hormat-menghormati antar sesama juga umat lain yang berbeda keyakinan agama,” tambahnya.

Diketahui, pada kesempatan itu juga telah terpilih pucuk pimpinan baru yang dinahkodai oleh Joko,  sebagai Ketua,  Harlindo sebagai Sekretaris dan Ermi sebagai Bendahara.

Komposisi pengurus inti itu didominasi oleh para lulusan sarjana dan ini kali pertamanya dalam tatanan majelis kelompok dimana pengurusnya diisi oleh sarjana-sarjana muda dan memilih kembali kepada daerahnya.

BACA JUGA:   Tingkatkan Kebugaran dan Imunitas Tubuh, Kapolsek Pahandut Bagikan Extra Fooding Kepada Seluruh Anggotanya

“Suatu kebanggaan bagi kami karena mereka ingin mengabdikan diri dan kembali ke daerah guna membangun umat. Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkap Seleksi.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak yang telah mendukung dan meminta agar membantu memperjuangkan amanah ini sebaik mungkin.

“Memang seyogyanya para sarjana harus mengabdikan dirinya di kampung halaman guna memberikan kontribusi untuk kemajuan wilayahnya. Untuk itu bantu dan dukung kami,” tutupnya.

(Aris/beritasampit.co.id)

Lagi-lagi, ODP dan PDP di Kotim Bertambah, Daerah Sebaran Meluas

Lagi-lagi, ODP dan PDP di Kotim Bertambah, Daerah Sebaran Meluas

Data Update Gugus Tugas Covid-19 Kotawaringin Timur.

SAMPIT – Terjadi penambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Perawatan (PDP) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),  pada Sabtu 16 Mei 2020, yang dicatat oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Dikutip dari laman resmi Gugus Tugas Covid-19 Kotim, di siaga.kotim.go.id, dari 200 total pantau, 176 orang dinyatakan lepas pantau atau terdapat  24 ODP. Hal ini menunjukkan adanya penambahan 5 ODP dari sebelumnya 19 orang. Demikian juga dengan PDP bertambah 2 dari sebelumnya 1 pasien, menjadi 3 PDP.

Adapun sebarannya terdapat di 7 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotim.

BACA JUGA:   Mofit Pembelajaran Melalui Televisi Sangat Membantu Siswa

Sementara hingga saat ini jumlah terkonfirmasi Covid-19 total 16 kasus, dengan rincian 4 orang masih dirawat, 10 sudah dinyatakan sembuh dan 2 meninggal dunia.

Berikut data daerah sebarannya ;

– Kecamatan Mentaya Hiir Selatan

ODP 11, PDP -, Positif -, Sembuh -, MD -.

– Kecamatan Mentawa Baru Ketapang
ODP 6, PDP 1, Positif -, Sembuh 6, MD -.

– Kecamatan Baamang :

ODP 3, PDP 1, Positif 1, Sembuh 1, MD 1.
– Kecamatan Mentaya Hilir Utara

ODP 2, PDP -, Positif -, Sembuh -, MD -.
– Kecamatan Kota Besi

ODP 1, PDP -, Positif 2, Sembuh 1, MD 1.
– Kecamatan Telawang

ODP 1, PDP -, Positif 1, Sembuh 1, MD -.

– Kecamatan Cemaga Hulu

ODP -, PDP 1, Positif -, Sembuh -, MD -.
– Kecamatan Parenggean

ODP -, PDP -, Positif -, Sembuh 1, MD -.

Update angka kasus Corona ini disampaikan melalui website resmi Gugus Tugas Covid-19 Kotim di siaga.kotimkab.go.id, pada pukul 12.00 WIB, dan akan diperbaharui setiap harinya.

BACA JUGA:   90.000 Masker Buatan Masyarakat di PLUT-KUMKM Kalteng Terjual Dalam Satu Bulan

(jun/beritasampit.co.id)

Kalimantan Tengah Waspada Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi

Kalimantan Tengah Waspada Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi

CUACA : JUN/BERITASAMPIT – Awan gelap diatas sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) beberapa waktu lalu.

SAMPIT – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang, berpotensi terjadi di Indonesia, salah satunya di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dikutip dari laman resmi bmkg.go.id, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan peringatan dini. Untuk itu masyarakat diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem ini.

BMKG memprakirakan hampir seluruh kabupaten di Kalteng, terimbas cuaca ekstrem, dalam 3 hari kedepan, yakni 14-16 Mei 2020, berikut rinciannya :

14 Mei 2020, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang, berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Pulang Pisau, Kapuas, dan Kota Palangka Raya.

BACA JUGA:   Pemkab Sukamara Salurkan 1.355 Paket Sembako untuk Dua Kelurahan

15 Mei 2020, potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Pulang Pisau, Kapuas, dan Kota Palangka Raya.

16 Mei 2020, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Pulang Pisau, Kapuas, dan Kota Palangka Raya.

BACA JUGA:   Dewan Apresiasi Kegiatan Operasi Aman Nusa II

Ditambahkan, cuaca ekstrem ini terjadi dikarenakan adanya pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus).

Bukan saja dapat menimbulkan hujan sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, namun juga berpotensi menambah tinggi gelombang di wilayah pesisir dan Perairan Selatan Kalimantan Tengah.

Untuk itu, diimbau kepada masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi tinggi gelombang berkisar antara 1.0 – 2.50 meter di wilayah Perairan Selatan Kalimantan Tengah.

(jun/beritasampit.co.id)

Update Covid-19 : Empat Pasien Positif Masih Jalani Perawatan

Update Covid-19 : Empat Pasien Positif Masih Jalani Perawatan

IST/BERITASAMPIT – Data Harian Update Gugus Tugas-19 Kotim, 12 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.

SAMPIT – Setelah sempat berkurang beberapa hari lalu, jumlah warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) kembali bertambah.

Penambahan 2 (dua) ODP ini berasal dari Kecamatan Mentaya Hilir Utara yang diketahui sebelumnya kecamatan tersebut nihil penyebaran Covid-19.

Meski ada tambahan jumlah ODP, terselip kabar baik, yakni sembuhnya 3 pasien positif yang sebelumnya dirawat di RSUD dr Murjani Sampit. Mereka adalah pasien 01, 08 dan 14. Dengan demikian pasien yang dinyatakan sembuh berjumlah 10 orang, dimana beberapa waktu lalu terdapat 7 pasien sembuh (pasien 03, 05, 06, 07, 10 dan 12).

BACA JUGA:   Petani dan Nelayan Diharapkan Tetap Bekerja Ini Alasan Sugianto Sabran

Sembuhnya 3 pasien positif ini tentunya mengurangi jumlah pasien yang masih dalam perawatan atau tersisa 4 orang (02, 04, 09 dan 11).

Data harian update, 12 Mei 2020, pukul 12.00 WIB, menunjukkan, jumlah total pantau tercatat sebanyak 181, selesai dipantau 171 orang (10 ODP), PDP 1 orang tersebar di 5 kecamatan.

Sedangkan terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 16 orang, dengan rincian 4 pasien dalam perawatan, 10 orang sembuh, 2 meninggal dunia.

Berikut datanya :
– Kecamatan Baamang :

BACA JUGA:   Sudah Terdampak Covid-19, Keluarga Ini Harus Menanggung Anaknya Usia 8 Bulan Terkena Penyakit Langka

ODP 4, PDP 1, Positif 1, Sembuh 1, MD 1.
– Kecamatan Mentawa Baru Ketapang
ODP 2, PDP -, Positif -, Sembuh 6, MD -.
– Kecamatan Mentaya Hilir Utara

ODP 2, PDP -, Positif -, Sembuh -, MD -.
– Kecamatan Kota Besi

ODP 1, PDP -, Positif 2, Sembuh 1, MD 1.
– Kecamatan Telawang

ODP 1, PDP -, Positif 1, Sembuh 1, MD -.
– Kecamatan Parenggean

ODP -, PDP -, Positif -, Sembuh 1, MD -.

(jun/beritasampit.co.id)

Guru SDN 7 Baamang Hilir Manfaatkan Google Meet Untuk Mengajar Online

Guru SDN 7 Baamang Hilir Manfaatkan Google Meet Untuk Mengajar Online

BERSAMA : IST/BERITA SAMPIT – Kepala Sekolah SDN 7 Baamang Hilir, Rusmaniah (kiri) dengan guru kelas Riska Yulianti (kanan)

SAMPIT – Beragam cara dilakukan para guru kepada siswanya agar kegiatan belajar mengajar dari rumah tetap berjalan secara efektif selama wabah virus corona (Covid-19) melanda.

Seperti halnya dilakukan oleh Riska Yulianti yang merupakan guru SDN 7 Baamang Hilir, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Ia menggunakan aplikasi Google Meet sebagai salah satu media pembelajaran bagi para siswanya.

“Hambatannya untuk mengajar online ini, tidak lain ada pada perangkat yang digunakan siswa dan kendala siswa tidak memiliki quota, saya masih berusaha mencari cara agar mereka semua dapat mengikuti pembelajaran yang saya berikan,” kata Yuli saat diwawancara beritasampit.co.id.

BACA JUGA:   Pemdes Pamalian Gencar Lakukan Pencegahan Pandemi Corona

Yuli menerangkan alasan mengapa dirinya menggunakan Google Meet sebagai salah satu metode mengajar online siswanya. Sebab kata dia, aplikasi ini bawaan Google dan semua ponsel pintar pasti memiliki akun Google, jadi siswa dapat dengan mudah bergabung tanpa harus repot mendaftar terlebih dahulu.

Kepala Sekolah SDN 7 Baamang Hilir, Rusmaniah cukup mengapresiasi yang dilakukan oleh guru pengajar disekolahnya. “Saya pribadi sangat mendukung apa yang dilakukan bu Yuli, apalagi sekolah kami merupakan salah satu sekolah favorite di Kecamatan Baamang,” ucap Rusmaniah.

BACA JUGA:   Lagi, Koperasi Harapan Abadi Bagi Sembako untuk Masyarakat

Lebih jauh dirinya menjelaskan, bahwa saat situasi pandemi corona, baru dua hari dibuka formulir pendaftaran sudah habis, jadi sangat mendukung jika ada guru-guru yang mampu mengangkat nama baik sekolah.

“Jadi mau tidak mau, apapun yang dapat mengangkat nama baik sekolah dalam pendidikan harus didukung, apalagi kita tidak bisa melupakan hubungan erat antara teknologi dengan pendidikan selama ini,” tutup dia.

(Ifin/beritasampit.co.id)

Siswa Kedapatan Aksi Coret-coret Akan Ditangkap

Siswa Kedapatan Aksi Coret-coret Akan Ditangkap

ADI/BERITA SAMPIT : Foto siswa dan siswi yang asik mencorat coret baju seragam sekolah.

SAMPIT – Di tengah pandemi virus corona yang tengah melanda beberapa tempat khususnya Kalimantan Tengah (Kalteng) pemerintah memberikan berbagai imbauan kepada masyarakat untuk tetap dirumah saja, demi mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Covid-19.

Hal ini tampaknya tidak berlaku bagi sebagian siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di kecamatan parenggean kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejumlah siswa masih saja melakukan perayaan kelulusan dengan berlebihan, mencoret-coret pakaian seragam sekolah mereka setelah pengumuman kelulusan.

Sejumlah foto di media sosial beredar belasan siswa dan siswi SMA merayakan kelulusan di Bukit Bajarau yang dipenuhi oleh padang rumput ilalang, tepatnya di dekat desa Bajarau kecamatan Parenggean, Rabu 6 Mei 2020.

BACA JUGA:   Eksekutif Belum Siap Rapat Lanjutan Rasionalisasi Anggaran di DPRD Kotim, Akhirnya Ditunda

Kepala sekolah SMAN 1 Parenggean, Mulyadi, saat dikonfirmasi wartawan beritasampit.co.id perihal peserta didiknya nya yang viral di media sosial saat mencoret seragam sekolah putih abu-abu, “Benar pak sudah saya wanti-wanti masih seperti ini, saya sudah kerjasama dengan polsek Parenggean, mudahan segera terinventarisir,” ujarnya.

Padahal, Dinas Pendidikan, Bidang Pendidikan Menengah Kalteng telah mengeluarkan surat edaran, melarang siswa yang mendapatkan kelulusan untuk tidak melakukan konvoi dan aksi coret-coret seragam sekolah. Apalagi ditengah pandemi seperti ini, mereka diimbau untuk tetap berada di dalam rumah agar mencegah penyebaran virus Covid-19. Sanksi menanti mereka yang melanggar imbauan tersebut.

BACA JUGA:   BKSDA Terus Pantau Buaya yang Mangsa Babi Warga di Desa Palangan

“Saya Sudah sampaikan di grup apabila terjadi corat coret dan bergerombolan akan ditangkap oleh pihak kepolisian dan bukan tanggung jawab sekolah,” kata Mulyadi.

(Adi/beritasampit.co.id).

Fenomena Alam di Bulan Mei 2020 : Hujan Meteor Eta Akuarid, Bulan Purnama, Matahari di Atas Ka’bah

Fenomena Alam di Bulan Mei 2020 : Hujan Meteor Eta Akuarid, Bulan Purnama, Matahari di Atas Ka’bah

Ilustrasi hujan meteor

SAMPIT – Fenomena astronomi yang sangat indah akan menghiasi bulan Ramadan tahun ini. Tidak hanya elok dipandang, kejadian alam yang ada di langit ini tentunya membuat kita akan semakin mengagungkan kebesaran sang pencipta alam semesta.

Dikutip dari laman resmin dan akun Instagram Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Fenomena itu diantaranya, Hujan Meteor Eta Akuarid, Bulan Purnama, dan Matahari di Atas Ka’bah.

– Hujan Meteor Eta Akuarid

Fenomena yang lazim terjadi setiap tahunnya ini akan berlangsung dari 19 April hingga 28 Mei. Adapun puncak hujan meteor kali ini diprediksi terjadi pada 6 hingga 7 Mei 2020, sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Hujan meteor ini akan sulit dilihat pada 7 Mei 2020, karena berteatan dengan bulan purnama.

Hujan meteor ini paling baik disaksikan dari belahan bumi selatan, termasuk Indonesia. Untuk diketahui, meteor eta Aquarids ini berasal dari debu-debu halus yang dilepaskan oleh komet Halley.

Tak tanggung-tanggung dalam satu jam puluhan meteor jatuh dapat dilihat dengan mata telanjang. Masyarakat di seluruh Indonesia dapat menyaksikan fenomena ini dengan syarat cuaca cerah tidak berawan dan akan semakin jelas jika dilihat dikawasan yang minim cahaya.

BACA JUGA:   Gara-gara Covid-19 Pedagang Sapi Merugi, PBS Dinilai Persempit Ekonomi

– Bulan Purnama

Bulan purnama memang sangat dinanti karena bulan terlihat bulat sempurna. Bulan akan tampak jauh lebih besar daripada biasanya. Pada bulan Ramadan kali ini, bulan purnama bisa dilihat pada tanggal 7 Mei 2020.

Bulan akan terletak hampir berhadapan langsung dengan Matahari, sehingga permukaannya yang menghadap ke bumi disinari matahari.

Selain itu, bulan juga akan melakukan pendekatan terdekat ke bumi yang disebut perigee. Ini berarti bulan akan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang. Bulan purnama perigean ini adalah yang terakhir pada tahun 2020.

Secara astronomis, fase Bulan Purnama terjadi pada pukul 17.45 WIB. Bulan Purnama ini dapat dinikmati seppanjang malam, saat matahari terbenam hingga matahari terbit keesokan harinya.

– Matahari Diatas Ka’bah

Pada tanggal 28 Mei 2020, menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki arah kiblat. Sebab tanggal ini matahari berada tegak lurus di atas Ka’bah. Fenomena matahari tepat di atas Ka’bah  bisa dilihat dari Indonesia.

BACA JUGA:   Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Ingatkan Penggunaan Bilik Disinfeksi  

Di Indonesia, kondisi matahari yang tepat berada di atas Ka’bah ini akan terjadi pada tanggal 28 Mei 2020 pukul 16.18 WIB. Sehingga dapat disaksikan dari Indonesia bagian barat hingga tengah.

Dijelaskan, sebagian masjid dan musholla yang sebelumnya menentukan arah kiblat berdasarkan perkiraan dengan mengacu arah kiblat masjid yang sudah ada atau dengan menggunakan kompas, pada tanggal ini dapat melakukan penyempurnan atau pemeriksaan ulang posisi arah kiblat. Dengan bayangan matahari pada saat-saat tertentu, arah kiblat dapat lebih mudah dan lebih akurat ditentukan.

Arah kiblat bisa ditentukan dari bayangan benda vertikal atau benda tegak, misalnya tongkat, kusen jendela/pintu, atau sisi bangunan. Dari bayangannya pada waktu yang ditentukan, kemudian tanda arah bayangan dengan menggunakan sajadah atau garis saf baru.

Fenomena ini merupakan fenomena tahunan saat Matahari berkedudukan tepat di atas Ka’bah. Sehingga bayang-bayang benda apa pun yang terpasang tegak lurus paras Bumi akan tepat berimpit dengan arah kiblat.

(jun/berbagaisumber/beritasampit.co.id)

Alat Cuci Tangan Bebas Sentuh Polres Kotim, Bagaimana Cara Kerjanya?

Alat Cuci Tangan Bebas Sentuh Polres Kotim, Bagaimana Cara Kerjanya?

Ilham/BERITA SAMPIT – Bupati Kotim, Supian Hadi saat mencoba alat cuci tangan tanpa disentuh yang di sumbang oleh Polrea Kotim, tampak juga Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel S.I.K, didampingi Wakilnya Kompol Abdul Aziz Septiadi, Kamis 30 April 2020.

SAMPIT – Unik dan kreatif, meski terlihat sederhana, namun alat cuci tangan ini memiliki manfaat yang penting untuk menghindari bersentuhan langsung melalui sarana cuci tangan pada umumnya.

Cara kerja alat ini juga sangat sederhana, hanya dengan menginjak menggunakan kaki seperti kita menginjak pedal gas dan kopling mobil, maka sudah bisa menuangkan cairan sabun, serta mengalirkan air untuk membersih tangan kita.

Alat ini merupakan bantuan dari Polres Kotawaringin Timur (Kotim), yang di sumbangkan pada tiga tempat yang dianggap penting dalam penanganan Covid-19, seperti Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim, UGD RSUD dr Murjani Sampit, dan Klinik Karentina Covid-19 di Islamic Center.

“Ini sebagai wujud kepedulian kami dalam memberantas Covid-19 di Kotim, mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kotim,” kata Kapolres Kotim, AKBP Mohammad Rommel S.I.K, disela-sela penyerahan alat cuci tangan tanpa sentuh, dihalaman Posko Gugus Tugas Covid-19 Kotim, kamis 30 April 2020.

BACA JUGA:   Desa Sikui Ikuti Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten

Sementara, Bupati Kotim Supian Hadi, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih pada Polres Kotim, yang telah menyumbangkan peralatan unik tersebut.

“Bantuan ini memang agak beda dari beberapa alat cuci tangan di fasilitas umum yang kita dapat, alat cuci tangan ink secara khusus di modifikasi, sehingga mencuci dan mengambil sabun tidak perlu menyentuh, hanya dengan diinjak menggunakan kaki kita bisa mengambil sabunnya dan airnya juga mengalir,” kata Supian.

BACA JUGA:   Mofit Pembelajaran Melalui Televisi Sangat Membantu Siswa

Menggunakan sarana cuci tangan ini menurut Supian, lebih aman dari sentuhan seperti membuka keran air dan juga memencet sabun yang biasannya digunakan bergantian.

“Ini terobosan yang luar biasa dan sangat kreatif yang diberikan Polres Kotim, dan saya juga ingin membuat alat seperti ini di rumah,” ujarnya.

Selain itu, Supian juga berencana akan mengambil contoh dari alat cuci tangan tanpa sentuh itu, untuk bisa diperbanyak dan akan di tempatkan di fasilitas umum, sehingga masyarakat juga bisa menggunakannya.

“Jika mencuci tangan di tempat umum tanpa menyentuh keran air atau sabun, secara tidak langsung kita juga membantu dalam memutus penyebaran Covid-19 di Kotim ini,” tandasnya.

(Cha/beritasampit.co.id)

Copyright © 2020 Sampit