PDIP Kotim Pastikan Mesin Partai Berjalan Menangkan Halikinnor-Irawati

PDIP Kotim Pastikan Mesin Partai Berjalan Menangkan Halikinnor-Irawati

SAMPIT – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), telah lama menyusun kesiapan mereka untuk memenangkan Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang mereka usung.

Bahkan sebelum diumumkan nama bakal calon oleh partai, seluruh tim baik dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan dan Desa sudah mereka bentuk.

BACA JUGA:   Warga Tukang Langit Usulkan Listrik Masuk Desa

“Sekitar 1000 lebih tim pemenangan sudah lama kita bentuk di seluruh wilayah di Kotim, dan semua tim siap berjuang bersama memenangkan Halikinnor-Irawati sebagai pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati yang kita Usung,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Kotim, Ahmad Yani, kamis 13 Agustus 2020.

Yani juga menerangkan, keputusan yang dikeluarkan oleh Partai merupakan final dan mengikat, tentunya menjadi kewajiban sebagai kader maupun simpatisan bekerjasama berjuang memenangkan Halikinnor-Irawati di Pilkada yang akan digelar Desember 2020 mendatang.

BACA JUGA:   Tiga Nama Rebutkan Rekomendasi Hanura

“Kalau di internal PDI Perjuangan semuanya telah bersatu, dan kami tegak lurus bersatu bersama-sama memperjuangkan calon yang telah di usung oleh PDI Perjuangan,”pungkasnya.

(Cha/beritasampit.co.id)

Rubah Mindset Masyarakat Cegah Karhutla, Ini yang Dilakukan Polres Kotim

Rubah Mindset Masyarakat Cegah Karhutla, Ini yang Dilakukan Polres Kotim

FOTO BERSAMA : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Camat, Kasat Binmas Polres Kotim, Kades dan perangkat desa, MPA desa foto bersama usai mengadakan kegiatan.

SAMPIT – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) mulai gencar melaksanakan program Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kali ini, sasarannya di Kecamatan Pulau Hanaut.

Peserta yang hadir ada 14 Kepala Desa (Kades) dan beberapa perangkat desa di Kecamatan Pulau Hanaut. Selain itu, Masyarakat Pemburu Api (MPA) desa. Kegiatan dipusatkan di Aula kecamatan setempat.

Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kasat Binmas IPTU Guntur Reden Winarto mengatakan, ada tujuh kegiatan yang akan dilaksanakan, salah satunya di Kecamatan Pulau Hanaut.

BACA JUGA:   Antisipasi Karhutla, PT BGA Group Gelar Pelatihan

“Ada tiga narasumber yang dihadirkan yakni, Danramil 06 Samuda, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Pulau Hanaut dan Polres Kotim,” ucapnya kepada wartawan beritasampit.co.id, usai kegiatan, Kamis 13 Agustus 2020.

Guntur menjelaskan, ada beberapa pembahasan yang disampaikan narasumber, salah satunya membuka lahan tidak dengan cara dibakar.

“Inti dari diskusi ini, bagaimana mengubah mindset (pola pikir) masyarakat agar membuka lahan tanpa dibakar tapi yang ramah lingkungan. Namun, tidak mengurangi kesuburan tanah,” ujarnya.

Polres Kotim mengimbau agar masyarakat patuh akan aturan, dan menyadari bahwa membuka lahan dengan cara dibakar bukan lagi budaya melainkan merusak lingkungan.

BACA JUGA:   Dinas Ketahanan Pangan Tanam Bibit Sorgum Perdana di Desa Rawa Sari

“Diskusi ini, kami tidak hanya membahas pencegahan dan penanggulangan Karhutla melainkan juga menyampaikan sanksi hukum dan solusi. Hal itu sesuai apa yang diprogramkan pemerintah yakni Indonesia Bebas Asap,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Pulau Hanaut H Eddy Mashamy mengucapkan terima kasih terpilihnya kecamatan yang dia pimpin masuk dalam salah satu lokasi program pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Polres Kotim dan kepada seluruh kades, perangkat desa dan MPA desa hendaknya sosialisasi ini penyampaiannya dilanjutkan ke warga desanya masing-masing,” sarannya,” harapnya. (ifin/beritasampit.co.id).

Harga Emas Mulai Turun, Kesempatan Investasi

Harga Emas Mulai Turun, Kesempatan Investasi

ILHAM/BERITA SAMPIT – Suasana transaksi jual beli emas di Pertokoan Emas PPM Sampit, Kamis 13 Agustus 2020.

SAMPIT – Setelah sempat melonjak cukup tinggi mencapai Rp 970.000 per gram, pada harga emas perhiasan jenis 999/Amerika, namun dalam dua hari belakangan ini, kondisi harga logam mulia ini mulai mengalami penurunan.

Hal ini menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi, pasalnya dengan harga emas yang belum stabil dan mencapai level tertingginya ini, tidak menutup kemungkinan akan mengalami kenaikan kembali.

BACA JUGA:   New Normal, Transaksi Jual Beli Emas Mulai Normal

“Kita tidak bisa mempredikasi apakah akan turun atau naik, tapi dengan kenaikan yang cukup tinggi, kemungkinan untuk turun sangat tipis, sedangkan naik bisa kembali terjadi. Dengan harga emas turun saat ini, kesempatan baik bagi masyarakat yang ingin berinvestasi,” ungkap Sani, Pedagang Emas di Pertokoan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kamis 13 Agustus 2020.

Sekedar diketahui, saat ini harga emas perhiasan jenis 999/Amerika mencapai Rp 920.000, turun dari sebelumnya mencapai Rp 970.000 per gram.

BACA JUGA:   Desa Rawa Sari Buktikan Keberhasilannya, Kadis PMD Kotim Berikan Apresiasi

Kemudian pada emas jenis 750/Putih telah tembus ke level Rp 825.000, emas jenis 700/singapur Rp 720.000, dan pada jenis emas yang paling diminati seperti 420 serta 375 telah mencapai Rp 470.000 dan Rp 430.000 per gram. (Cha/beritasampit.co.id).

Menangkal Terorisme dan Radikalisme, Ini Aksi Brimob Kalteng

Menangkal Terorisme dan Radikalisme, Ini Aksi Brimob Kalteng

IST/BERITA SAMPIT – Personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor saat latihan GAG di Lahan Sawit.

SAMPIT – Guna meningkatkan kemampuan, personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor melaksanakan latihan Gerilya Anti Gerilya (GAG). Kegiatan ini merupakan salah satu kemampuan Brimob yang wajib dimiliki oleh setiap personel Brimob. Latihan ini dilaksanakan di kebun sawit Bundaran Pangkalan Lima Sampit Kotawaringin Timur, Kamis 13 Agustus 2020.

Tugas dari seorang angggota Brimob selain menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat, anggota Brimob juga harus siap dalam mengantisipasi serangan teroris.

BACA JUGA:   Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Teluk Bogam

Dansatbrimob Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Bambang Widjanarko Baiin menegaskan, latihan rutin ini dilaksanakan bertujuan untuk mengantisipasi berbagai ancaman gangguan Kamtibmas, seperti serangan teroris maupun kelompok radikalisme.

“Tidak menutup kemungkinan para teroris maupun kelompok radikalisme tersebut lari dan bersembunyi di Hutan, Jadi kita sebagai Pasukan khusus Polri harus siap jika terjunkan secara langsung kedalam hutan. Sebab, semakin tinggi tingkat kejahatan maka semakin tinggi pula anggota Brimob dituntut untuk terlatih, maka dari itu diperlukan adanya latihan rutin GAG (Gerilya Anti Gerilya),” kata Bambang Widjanarko Baiin.

BACA JUGA:   Astaga, Tiga Hari Kecamatan Pulau Hanaut Gelap Gulita

Kegiatan ini dilaksanakan tanpa mengurangi semangat anggota yang latihan walaupun dalam prakteknya dimedan pertempuran yang sesungguhnya tidak sama dengan saat latihan. (Hardi/beritasampit.co.id).

Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim Masih Bersaing Rebut Rekomendasi Partai

Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim Masih Bersaing Rebut Rekomendasi Partai

Partai politik

SAMPIT – Partai Politik sudah mulai menetapkan kemana arah koalisi mereka, apalagi para pasangan Bakal Calon Kepala Daerah masih belum sepenuhnya mencukupi jumlah kursi dari masing-masing partai yang mengusungnya.

Sebagai syarat Calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), setidaknya para calon mendapat dukungan 8 kursi legislatif. Seperti pasangan Halikinnor-Irawati yang telah mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan, dan Partai ini telah memiliki 7 kursi dan masih membutuhkan kekurangan 1 kursi.

Kabarnya Partai Perindo telah melengkapi kekurangan 1 kursi itu, namun sampai saat ini, Perindo juga menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) kemana arah koalisi mereka.

“DPD Perindo Kotim, sampai saat ini belum terima B1 KWK, karena itu kewenangan DPP Perindo. Apapun hasilnya yang diarahkam oleh pusat nantinya, DPD Perindo Kotim wajib mengawal dan memenangkannya,” ungkap Wakil Sekretaris Perindo Kotim, Khalik Rahmani, Rabu 12 Agustus 2020.

BACA JUGA:   Pilkada, Kader Muda Golkar Dampingi Sugianto Sabran

Demikian juga pasangan Rudini-Samsudin, yang juga sudah mendapatkan dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN), tetapi partai ini memiliki 6 kursi, masih sebanyak 2 kursi untuk bisa melengkapi maju di Pilkada Kotim.

Dikabarkan juga, bahwa dua Partai telah memberikan dukungannya yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), yang masing-masih memiliki 1 kursi di legeslatif.

Namun untuk Hanura, saat ini masih belum menentukan arah koalisinya, karena tetap menunggu keputusan dari DPP Hanura, yang sampai saat ini masih belum diterima DPC Hanura Kotim.

“Intinya kami tetap menunggu B1-KWK, sebelum B1-KWK keluar kami anggap itu klaim sepihak yang wajar. Karena mereka mendaftar dan berharap diusung,” kata Ketua DPC Hanura Kotim, Hary Rahmad Panca Setia.

Kemudian pada Bacalon Suprianti-Sanidin, yang diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), sama dengan paslon yang lain, juga masih menunggu hasil partai mana yang akan berkoalisi pada mereka, pasalnya Gerindra sendiri hanya memiliki 5 kursi, artinya masih butuh dukungan 3 kursi legislatif.

BACA JUGA:   Anggota DPD RI Ini Dengarkan Curhatan Masyarakat

Memang telah bersiar kabar bahwa Suprianti telah mendapatkan angin segar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang memiliki 4 kursi, namun lagi-lagi keputusan dari DPP yang menjadi penentu, kemana arah partai itu melabuhkan dukungannya.

“Kepastiannya setelah Rekom dari DPP keluar, sementara ini komunikasi keseluruh Parpol sudah dilakukan, tinggal menunggu paling lambat akhir bulan ini,” papar Ketua DPC PKB Kotim, Muhammad Shohibul Hidayah.

Sedangkan pada pasangan HM.Taufiq Mukri-Supriadi, yang diusung oleh Partai Golongan Karya (Golkar), kabarnya dalam waktu dekat ini Golkar juga akan mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan yang akrab di panggil PANTAS tersebut. (Cha/beritasampit.co.id).

Penerapan Protokol K3 Masih Diabaikan

Penerapan Protokol K3 Masih Diabaikan

IST/BERITASAMPIT – Pardamean Gultom Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur.

SAMPIT – Beberapa kali setelah anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya Komisi IV mengunjungi perusahaan di sektor pelabuhan. Kerap menemukan adanya pelanggaran protokol kerja.

Pardamean Gultom yang juga merupakan anggota Komisi IV menyebutkan bahwa protokol Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3 masih sering diabaikan oleh pihak perusahaan.

“Dari beberapa kecelakaan kerja yang terjadi di Kotim, didominasi faktor kesalahan manusia. Faktor ini sangat signifikan, sekitar 80 sampai 90 % karena kesalahan manusia yang menyebabkan kecelakaan kerja,” kata Pardamean Gultom, Rabu 12 Agustus 2020 saat di wawancarai di ruang kerjanya.

BACA JUGA:   Belajar Daring Jangan Sampai Menimbulkan Tindak Kejahatan

Penerapan K3 menurut legislator partai Nasdem itu jangan hanya sebatas tulisan saja. Namun harus betul-betul diterapkan, baik dari pihak perusahaan yang bersangkutan maupun pengawasan dari pemerintah, karena hal itu menyangkut nyawa seseorang.

“Perusahaan yang memiliki resiko tinggi akan terjadinya kecelakaan kerja masih banyak yang belum menerapkan K3, padahal ini adalah keharusan dan kewajiban yang harus mereka laksanakan,” bebernya.

BACA JUGA:   Peningkatan Jalan Samuda-Ujung Pandaran Telan Dana Rp 38,9 Miliar

(im/beritasampit.co.id).

Peningkatan Kemandirian, WBP Lapas Sampit Produksi Batako

Peningkatan Kemandirian, WBP Lapas Sampit Produksi Batako

ANTUSIAS :IST/BERITASAMPIT – Terlihat tiga orang Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Klas IIB Sampit saat melakukan proses produksi batako yang di awasi oleh petugas Lapas.

SAMPIT – Tugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah melakukan pemasyarakatan terhadap narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Untuk melakukan tugas tersebut salah satunya adalah memberikan pembinaan.

Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Klas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Setyo Sukismo mengatakan, pembinaan meliputi kepribadian, kemandirian. Hal itu dilakukan guna membentuk narapidana agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat serta menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

BACA JUGA:   Gubernur Apresiasi Bupati Kotim dalam Penanganan Covid-19

“Pembinaan dimaksud adalah untuk meningkatkan kwalitas ketakwaan, intelektual, sikap dan prilaku, profesional dan kesehatan. Maka dari itu sehubungan dengan pembinaan Kemandirian, Lapas Klas IIB Sampit terus membekali para narapidana dengan berbagai pembinaan kemandirian seperti keterampilan berupa pembuatan batako hingga berproduksi yang dilaksanakan setiap hari kerja,” kata Setyo Sukismo di Sampit.

Disampaikan Kepala Sub seksi kegiatan ini. Pada saat berlangsung kegiatan tampak WBP yang mengikuti kegiatan sangat antusias, dengan penuh semangat dan termotivasi untuk mengikuti keterampilan demi masa depannya.

BACA JUGA:   14 Item Usulan Pembangunan Desa Ujung Pandaran, Ini Perkiraan Skala Prioritas?

Terpisah Kepala Lapas Klas IIB Sampit Agung Supriyanto menyambut positif atas pelaksanaan kegiatan pembinaan kemandirian berupa pembuatan batako itu.

“Semoga bekal keterampilan ini dapat bermanfaat bagi narapidana baik selama menjalani pidananya dan yang terutama menjadi bekal setelah habis menjalani pidananya di Lapas Sampit ini. Diharapkan para WBP agar dapat produktif dan bahkan mampu menciptakan lapangan kerja sehingga dapat bermanfaat untuk dirinya, keluarganya maupun lingkungannya”, tambah Agung Supriyanto.

(im/beritasampit.co.id).

Dewan Geram, Perusahaan Sawit Lalai Hingga Wilayahnya Terbakar

Dewan Geram, Perusahaan Sawit Lalai Hingga Wilayahnya Terbakar

IST/BERITASAMPIT – M. Abadi Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur.

SAMPIT – Kebakaran lahan yang terjadi diperbatasan antara Desa Kawan Batu dan Desa Bantur, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akibat adanya kelalaian pihak perusahaan.

Anggota Komisi II DPRD Kotim M Abadi geram dengan kelalaian yang timbulkan pihak perusahaan. Pasalnya kebakaran itu terjadi di lahan milik perusahaan setempat.

“Perusahaan atau korporasi yang wilayahnya terbakar artinya tidak mampu mengurus dan mereka lalai.
Ini bisa di usut dan diberikan sanksi pidana bahkan juga tidak menutup kemungkinan ada sanksi dari pemberi izin,” tegas pria yang akrab disapa Abadi ini, Rabu 12 Agustus 2020.

BACA JUGA:   Penjual Sapi Kurban di Sampit Merana, Pembeli Turun Drastis

Legislator partai PKB ini melanjutkan, kebakaran yang terjadi di wilayah perusahaan tersebut di duga juga karena perusahaan tidak mematuhi amanat yang dikeluarkan melalui Peraturan Presiden No 44 Tahun 2020, tentang sistem sertifikasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.

“Kalau terjadi kebakaran hutan dan lahan tentunya memberikan dampak kerusakan ekosistem dan menimbulkan kabut asap serta jelas merugikan masyarakat sekitar,” katanya tegas.

Dijelaskan Ketua Fraksi PKB itu. Sesuai dengan ketentuan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan pasal 49 mengatakan, bahwa pemegang hak atau izin bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran hutan diareal kerjanya.

BACA JUGA:   Wujudkan Keinginan Gubernur, Dishut Kalteng Siap Manfaatkan Hutan Mangrove di Desa Ujung Pandaran

Selanjutnya didalam UU juga disebutkan, dinyatakan bahwa setiap orang yang diberikan izin usahan pemanfaatan kawasan, izin usaha pemanfaatan jasa lingkungan, izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu, serta izin pemungutan hasil hasil hutan kayu dan bukan kayu, dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan kerusakan hutan.

“Ini dapat menjadi dasar kepada siapapun yang terbukti melanggar agar ditindak dengan tegas,” demikian M Abadi.

(im/beritasampit.co.id).

Dewan Minta Ketersediaan Pangan di Kotim Harus Jelas

Dewan Minta Ketersediaan Pangan di Kotim Harus Jelas

IM/BERITASAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur komisi II, Megawati.

SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah meminta kepada pihak pemerintah daerah melalui dinas terkait terkait dengan ketersediaan pangan.

Hal itu disampaikan oleh legislator komisi II DPRD Kotim, Megawati. Menurutnya pemerintah daerah melalui dinas terkait harus menjamin ketersediaan bahan ketahanan pangan, apabila sampai saat ini kabupaten dengan julukan Kota Mentaya ini belum bebas dari pandemi covid-19.

“Ketersedian bahan kebutuhan dan stok pangan kita harus jelas ketersediaannya, dalam hal ini instansi terkait di kabupaten ini harus memastikan dan menjamin ketahanan pangan kita tetap aman dan tersedia,” kata Megawati, Rabu 12 Agustus 2020 saat dijumpai di ruang kerjanya.

BACA JUGA:   Gubernur Apresiasi Bupati Kotim dalam Penanganan Covid-19

Politisi Partai Amanat Nasional ini menjelaskan, beberapa bulan ke depan pemenuhan bahan pangan bagi masyarakat perlu untuk ditingkatkan. Masyarakat yang memiliki lahan pertanian agar tetap bertani, tetapi harus mawaspadai diri terhadap penyebaran Covid-19.

Menurutnya, masyarakat Kotim saat ini cukup baik dalam membudidayakan tanaman hortikultura atau tanaman kebun. Penggunaan pupuk organik dan penanamannya juga sangat bagus, tetapi peningkatan produksi yang perlu untuk diperhatikan.

BACA JUGA:   Pemilik Bangunan Setuju Keluarkan Alat Pancang Paku Bumi dan Perbaiki Rumah Warga yang Retak

“Karena dari petani ini kita bisa memaksimalkan ketersedian dan stabilnya bahan pangan, instansi terkait juga harus bisa bahu membahu bersama para petani dalam hal ketersediaan bahan pangan,” sebutnya.

Ketersediaan bahan pangan, kata Megawati merupakan kekuatan untuk menghadapi persoalan pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia lebih khusus daerah dengan semboyan bumi Habaring Hurung ini.

(im/beritasampit.co.id).

BPD dan Mantir Desa Penyaguan Berubah Pikiran, Sekretaris DAD Kotim : Itu Bukan Wewenangnya

BPD dan Mantir Desa Penyaguan Berubah Pikiran, Sekretaris DAD Kotim : Itu Bukan Wewenangnya

ISTIRAHAT : IST/BERITA SAMPIT – Camat dan Kapolsek Pulau Hanaut, Danramil 06 Samuda dan Kades Penyaguan saat beristirahat di pos keamanan penanggulangan Karhutla.

SAMPIT – Oknum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Mantir Desa Penyaguan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), berubah pikiran. Sebelumnya bersikukuh menolak bantuan dana untuk penanggulangan bencana alam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutka) dari pihak ketiga. Kini, mereka menerima atas bantuan tersebut.

“Akhirnya, oknum BPD dan mantir desa menyetujui bantuan untuk penanggulangan Karhutla dari perusahaan Rimba Makmur Utama,” ucap Kepala Desa Penyaguan Zainal Abidin kepada wartawan beritasampit.co.id via telepon, Selasa 11 Agustus 2020.

Terucapnya kata sepakat menerima bantuan tersebut, menurut Zainal, karena adanya mediasi yang dilakukan pihak kepolisian. Seluruh anggota BPD, Mantir dan tokoh masyarakat Desa Penyaguan diundang guna menyelesaikan persoalan atas bantuan pihak ketiga.

BACA JUGA:   Perusahaan Bantah Pembangunan Bunker CPO di Bagendang Bermasalah

“Setelah dijelaskan dan dimediasi di kantor Polsek Pulau Hanaut, akhirnya semua sepakat menerima bantuan pihak ketiga untuk penanggulangan Karhutla,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kotim Rusdiansyah menegaskan, sesuai aturan bahwa BPD maupun mantir desa tidak ada wewenang untuk menolak apapun bantuan yang diberikan kepada desa melalui pihak ketiga.

BACA JUGA:   Rapat Bahas Kasus Tanah Makam Lintas Agama di DPRD Kotim Sempat Memanas

“BPD maupun mantir desa tidak ada wewenangnya. Itu urusan pemerintah desa terutama kepala desa,” tegas Rusdi yang juga menjabat Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim saat ditemui dikediamannya.

Dia menyayangkan adanya campur tangan Mantir Desa yang ikut-ikutan menolak bantuan pihak ketiga, apalagi bantuan tersebut untuk penanggulangan Karhutla. Sebab, kata Rusdi, dana desa pada saat pandemi Covid-19 tidak akan cukup untuk membiayai program tersebut.

“Saya sangat menyayangkan terutama mantir desa yang bukan wewenangnya justru ikut-ikutan menolak,” tegas Rusdiansyah. (ifin/beritasampit.co.id).

Copyright © 2020 Sampit