Jenjang Sekolah Dasar Siap Buka Sekolah Tatap Muka

Jenjang Sekolah Dasar Siap Buka Sekolah Tatap Muka

SAMPIT – Wacana telah dibukanya sekolah tatap muka jenjang SMP khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), telah menyebar luas. Untuk itu, jenjang Sekolah Dasar (SD) juga menyatakan siap apabila ada kebijakan dari orang nomor satu di Kotim.

“Pada intinya, kami dari jenjang sekolah dasar siap. Tidak hanya guru-guru bahkan persiapan untuk protokol kesehatan,” ucap guru SDN 8 Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Nazur Iman Dalastawira kepada wartawan beritasampit.co.id, akhir pekan tadi.

Mengapa harus dibuka kembali sekolah tatap muka?. Alasannya, menurut Nazur, sudah sekitar 8 bulan anak didik hanya bisa belajar melalui daring (online). Tingkat kejenuhan anak juga tinggi sehingga, banyak laporan dari para orang tua bahwa anak sudah tidak mau lagi belajar.

“Kendalanya tidak hanya itu, kendala para orang tua mengenai biaya internet. Disamping itu, tidak semua wilayah terutama di luar perkotaan jaringan internet lancar,” ujarnya.

Terkait prosedur letak duduk anak, lanjutnya, akan menyesuaikan dengan kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Kotim. Pihak sekolah, tegasnya, siap akan mengikuti aturan tersebut.

“Aturan nanti apakah per sesi misalnya dalam satu ruang hanya 30 anak didik atau lebih, kami siap mengikuti aturan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Kotim Supian Hadi mewacanakan akan membuka sekolah tatap muka atau anak didik bisa langsung turun ke sekolah masing-masing. Hanya saja, untuk sementara selama sebulan khusus jenjang SMP kelas 7, 8 dan 9.

Apabila hal itu berjalan lancar dalam artian tidak ada penyebaran covid-19 atau klaster baru, maka kebijakan itu akan dilanjutkan ke jenjang sekolah dasar terutama untuk kelas 4 , 5 dan 6.

“Ini kebijakan dan risiko yang saya ambil, pasti ada yang beranggapan kebijakan itu akan mengorbankan generasi muda kedepannya. Yang pastinya, ini hasil aspirasi yang disampaikan para ibu-ibu dan bapak-bapak, sekitar 90 persen ibu-ibu,” ucap Supian kepada sejumlah wartawan usai membuka Konferensi Kabupaten PGRI Kotim di kantor Sekretariat PGRI Kotim Jalan Ahmad Yani, Sampit, akhir pekan tadi.

(ifin/beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Bupati Kotim Wacanakan Buka Sekolah Tatap Muka Jenjang SMP

Bupati Kotim Wacanakan Buka Sekolah Tatap Muka Jenjang SMP

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi bakal mengeluarkan kebijakan baru. Sekolah tatap muka akan dibuka khusus jenjang SMP mulai kelas 7, 8 dan 9. Hanya saja, untuk sementara diberlakukan selama sebulan.

“Ini kebijakan dan risiko yang saya ambil, pasti ada yang beranggapan kebijakan itu akan mengorbankan generasi muda kedepannya. Yang pastinya, ini hasil aspirasi yang disampaikan para ibu-ibu dan bapak-bapak, sekitar 90 persen ibu-ibu,” ucap Supian kepada sejumlah wartawan usai membuka Konferensi Kabupaten PGRI Kotim di kantor Sekretariat PGRI Kotim Jalan Ahmad Yani, Sampit, akhir pekan tadi.

Kebijakan untuk membuka sekolah tatap muka jenjang SMP, menurutnya, juga sudah disepakati para guru pada saat digelarnya Konkab PGRI Kotim yang dihadiri Ketua Provinsi PGRI Kalteng Suriansyah Murhaini bahkan Penjabat Sekda Kotim Suparmadi.

“Untuk sementara hanya jenjang SMP kelas 7, 8 dan 9. Apabila itu berjalan dengan baik akan dilanjutkan membuka tatap muka untuk jenjang sekolah dasar (SD) kelas 4, 5 dan 6,” ujar bupati dua periode ini.

Disamping itu, lanjutnya, pihak sekolah diharapkan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19 misalnya, anak didik diwajibkan gunakan masker, jaga jarak, hingga cuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas masing-masing.

“Sekolah tatap muka akan diberlakukan mulai 2 September 2020. Informasi selanjutnya, diberitahu melalui grup-grup whatsaap (WA) sebelum surat edaran diterbitkan,” tegas bupati termuda di Kalteng ini.

Selain itu, bupati juga menegaskan bahwa tidak semua jenjang SMP akan buka sekolah tatap muka. Yang diprioritaskan, menurutnya, hanya sekolah zona putih dan hijau.

“Untuk zona merah tetap akan dibuka sekolah tatap muka, hanya saja sekolah-sekolah tertentu karena zona merah tidak semua merah,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Suparmadi Kembali Pimpin PGRI Kotim

Suparmadi Kembali Pimpin PGRI Kotim

SAMPIT – Masa Kepengurusan Kabupaten Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), periode 2016-2020 telah berakhir. Untuk itu, panitia mengadakan Konferensi Kabupaten (Konkab) menjaring ketua baru periode 2020-2025.

Panitia sebelumnya sudah melakukan penjaringan memberikan kesempatan kepada para guru untuk mendaftar dan mencalonkan diri maju sebagai ketua PGRI Kotim. Akan tetapi, hingga batas waktu hanya satu calon yang mendaftar.

“Hanya satu calon yakni Suparmadi atau petahana yang mendaftarkan diri maju pada periode berikutnya,” ujar Ketua Panitia Konkab PGRI Kotim Syahrani, Sabtu 24 Oktober 2020.

Lantaran hanya satu calon, lanjutnya, secara aklamasi Suparmadi akhirnya resmi kembali memimpin PGRI Kotim untuk periode 2020-2025 mendatang.

“Sesuai surat edaran dari PGRI Pusat dan diteruskan ke Provinsi Kalteng, seluruh kepengurusan PGRI baik kabupaten/kota bahkan provinsi sebelum akhir Desember 2020 sudah mengadakan konferensi. Kotim saat ini sudah mengadakan konferensi tersebut,” ucap Syahrani yang sekarang menjabat Pengawas SMP pada Dinas Pendidikan Kotim ini.

Sebelumnya, Bupati Kotim Supian Hadi menginginkan siapapun nantinya yang akan memimpin PGRI Kotim selanjutnya hendaknya benar-benar memperhatikan nasib guru.

“Yang terpilih nantinya, saya harapkan hendaknya memperhatikan nasib para guru yang jumlahnya hampir 6000 orang,” pesan bupati termuda di Kalteng ini.

(ifin/beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Pasca TMMD, Diharapkan Kesejahteraan Warga Pulau Hanaut Meningkat

Pasca TMMD, Diharapkan Kesejahteraan Warga Pulau Hanaut Meningkat

SAMPIT – Komandan Kodim (Dandim) 1015/Spt, Letkol CZI Akhmad Safari, menandaskan penentuan Desa Bapinang Hilir dan Babirah, Kecamatan Pulau Hanaut, sebagai sasaran TMMD Reguler ke-109 Kodim 1015/Sampit bukan tanpa alasan.

”Semua sudah melalui survey yang matang, dan diharapkan pasca TMMD nanti, kesejahteraan warga Desa Bapinang Hilir dan Babirah, Kecamatan Pulau Hanaut akan meningkat, sehubungan infrastruktur yang ada sudah dibangun dan aktivitas mereka akan menjadi lancar,” katanya, Minggu 25 Oktober 2020.

Diketahui, sebagian besar mata pencaharian warga Desa Bapinang Hilir dan Babirah, Kecamatan Pulau Hanaut adalah petani dan pedagang. Penentuan pembangunan jalan di TMMD bertujuan untuk memperpendek waktu tempuh, memperlancar arus transportasi pedesaan.

BACA JUGA:   Meriahkan Lokasi TMMD dengan Pertandingan Bola Voli

Komandan Kodim (Dandim) 1015/Spt, Letkol CZI Akhmad Safari berharap dengan adanya TMMD Reguler ke-109 Kodim 1015/Sampit itu juga untuk transportasi pedesaan dalam rangka untuk meningkatkan pemasaran hasil pertanian. ”Sekaligus dengan adanya TMMD diharapkan untuk meningkatkan semangat gotong royong masyarakat desa sasaran,” harap Letkol CZI Akhmad Safari.

Komandan Kodim (Dandim) 1015/Spt, Letkol CZI Akhmad Safari juga berterima kasih karena masyarakat setempat daerah sasaran TMMD 109 Kodim 1015/Spt, menerima anggotanya dengan penuh kekeluargaan dia juga berterima kasih atas bantuan masyarakat terhadap semua rangkaian dalam kegiatan TMMD.

BACA JUGA:   TMMD Akan Tuntas Sesuai Target, Ini Sejumlah Programnya

“Ini dukungan dan bantuan masyarakat sangat besar perannya dalam menyukseskan TMMD ini tanpa dukungan masyarakat hasilnya tidak akan maksimal mudah-mudahan semua berjalan lancar sampai kegiatan selesai dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ucap Komandan Kodim (Dandim) 1015/Spt, Letkol CZI Akhmad Safari. (Rls/beritasampit.co.id).

Dansatgas TMMD Kodim 1015/Sampit Tanam Pohon di Lokasi TMMD 109

Dansatgas TMMD Kodim 1015/Sampit Tanam Pohon di Lokasi TMMD 109

SAMPIT – Dansatgas TMMD ke 109 Kodim 1015/Sampit Letkol CZI Akhmad Safari, Rabu 21 Oktober 2020 resmi menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa ke 109 Tahun 2020 Kodim 1015/Sampit, di Desa Bapinang Hilir dan Babirah, Kecamatan Pulau Hanaut.

Danrem 102/Panju Panjung dan Dandim 1015/Sampit Beserta jajaran melakukan salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan menanam pohon penghijauan di lokasi kegiatan TMMD. Penanaman pohon dilakukan di Desa Bapinang Hilir dan Babirah Kecamatan Pulau Hanaut dan langsung meninjau lokasi.

BACA JUGA:   Kodim 1015/Spt Serius Sukseskan TMMD ke-109

Dansatgas TMMD ke 109 Kodim 1015/Sampit Letkol CZI Akhmad Safari pun mengatakan, pohon tersebut bertujuan selain untuk penghijauan, Buahnya juga bisa di manfaatkan untuk masyarakat,” jelas Letkol CZI Akhmad Safari.

Dansatgas TMMD ke 109 Kodim 1015/Sampit Letkol CZI Akhmad Safari mengatakan, penanaman pohon untuk melindungi dari longsor, dan mewujudkan lingkungan yang asri dan nyaman.

BACA JUGA:   Pemkab Kotim: TMMD Bantu Percepat Pembangunan Desa Terisolasi

“Ini semua kami lakukan sebagai bentuk dukungan kami dalam pelaksanaan TMMD ini dan menjadi kegiatan nonfisik TMMD, serta sebagai bentuk kecintaan kami kepada masyarakat,” ujarnya. (Rls/beritasampit.co.id).

TMMD Sukses, Mobilitas Barang dan Jasa Semakin Meningkat

TMMD Sukses, Mobilitas Barang dan Jasa Semakin Meningkat

SAMPIT – Dengan suksesnya pelaksanaan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-109 di Kecamatan Pulau Hanaut, kini masyarakat sudah merasakan manfaatnya.

Dalam kegiatan TMMD tersebut ada tiga buah jembatan yang dilakukan rehab, yaitu Jembatan Handil Gayam dan Handil Samsu di Desa Bapinang Hilir serta jembatan Sei Babirah di Desa Babirah.

“Warga kini sudah merasakan manfaat kegiatan TMMD. Jembatan yang direhab sudah dimanfaatkan warga,” terang Camat Pulau Hanaut, H. Eddy Mashami, Minggu 25 Oktober 2020.

Menurutnya, saat ini mobilitas warga termasuk aktivitas perdagangan dan jasa mengalami peningkatan setelah jembatan tersebut diperbaiki. “Para petani dan pedagang banyak yang memanfaatkan jembatan ini. Warga tidak khawatir lagi jika membawa hasil pertanian atau perkebunan jika melewati jembatan ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:   TMMD Reguler ke-109 Resmi Ditutup

Dia berharap dengan meningkatnya aktivitas perekonomian dan perdagangan, maka kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Pulau Hanaut juga akan semakin meningkat. “Sektor pertanian masih menjadi unggulan di Kecamatan Pulau Hanaut. Ada juga produksi kelapa dan kopra, serta kopi,” terangnya.

Kegiatan TMMD Reguler ke-109 di Kecamatan Pulau Hanaut ini memiliki lima sasaran fisik yaitu rehab jembatan Handil Gayam ukuran panjang 15,30 meter dan lebar 3,80 meter di  RT 11/RW 4 Desa Bapinang Hilir. Kemudian jabatan Handil Samsu panjang 42 meter dan lebar 3,80 meter di  RT 12/RW 4 Desa Bapinang Hilir.

BACA JUGA:   Dandim Sampit: TMMD, Pengabdiannya TNI Kepada Masyarakat

Selanjutnya jembatan Sei Babirah panjang 42 meter dan lebar 3,80 meter di RT 07/RW 03 Desa Babirah. Kemudian sasaran tambahan rehab Musala Al Hidayah panjang 6,50 meter dan lebar 6,50 meter, serta pembangunan pos terpadu. (Rls/beritasampit.co.id).

TNI Bersama Warga Buat Kerajinan Atap Dari Daun

TNI Bersama Warga Buat Kerajinan Atap Dari Daun

SAMPIT – Kedekatan anggota TNI dari Kodim 1015/Sampit, dengan warga pelosok kini terlihat semakin erat. TNI bersama warga Kecamatan Pulau Hanaut, membuat kerajinan tangan yakni atap dari anyaman daun kelapa.

“Jadi membuat atap dari daun (pelepah kelapa) para prajurit diminta untuk mengajarkan masyarakat di sana membuat atap dari bahan dasar yang mudah ditemukan disana,” Kata Dandim 1015/Sampit, Letnan Kolonel CZI Akhmad Safari, Minggu 25 Oktober 2020.

BACA JUGA:   Pedagang Keliling Berterimakasih ke TNI karena Program TMMD

Ia mengatakan, bahwa apa yang diajarkan para prajuritnya itu bukan hanya sebatas kerajinan semata. Atap tersebut bisa juga menjadi usaha bagi warga untuk menambah penghasilan.

Banyak fungsi dari atap tersebut. Selain ramah lingkungan, atap – atap jenis itu biasa digunakan sebagai atap pondok, kandang ternak, hingga rumah semi permanen. Selain itu, kualitasnya terjamin, walaupun hanya terbuat dari tangan. (Rls/beritasampit.co.id).

Warga dan TNI Latihan Rebana Bersama di Musala Al – Hidayah

Warga dan TNI Latihan Rebana Bersama di Musala Al – Hidayah

SAMPIT – Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 109,  bersama dengan warga pelosok Kecamatan Pulau Hanaut, menggelar latihan rebana di Musala Al – Hidayah yang sebelumnya telah direnovasi.

Latihan tersebut diikuti oleh sejumlah ibu – ibu dan anak – anak. Grup rebana ini sebenarnya telah lama dibentuk, namun sempat vakum lantaran musala yang menjadi tempat latihan sedang direnovasi oleh Satgas TMMD.

BACA JUGA:   Inilah Manfaat Kehadiran TMMD Bagi Masyarakat

“Alhamdulillah hari ini kami bisa kembali latihan seperti biasa dengan musala yang baru dan suasana yang lebih baru lagi,” ucap Linda, salah satu personel dari grup rebana, Minggu 25 Oktober 2020.

Dirinya mengucapkan terimkasih kepada Satgas TMMD, khususnya Kodim 1015/Sampit, lantaran telah memperbaiki musala mereka yang telah tua dan jabuk.

BACA JUGA:   Ketua Persit KCK XLI Kodim 1015 Sampit Beri Semangat Satgas TMMD

“Kami merasa nyaman dalam musholla ini. Keinginan untuk beribadah dan bersujud kepada Allah SWT semakin kuat. Semoga TNI jaya selalu dan sukses selalu,” pungkasnya. (Rls/beritasampit.co.id).

Warga Merasa Nyaman Melaksanakan Ibadah di Musala Al – Hidayah

Warga Merasa Nyaman Melaksanakan Ibadah di Musala Al – Hidayah

SAMPIT – Semenjak selesainya rehab musola Al – Hidayah yang direnovasi oleh Satgas TMMD Reguler Ke 109, Warga Desa Bapinang Hilir, Kecamatan Pulau Hanaut, mengaku merasa nyaman.

“Alhamdulillah, setelah diperbaikinya musala Al – Hidayah, kami bisa beribadah nyaman dan khusyuk,” kata Imam, salah satu warga setempat, Kamis, 25 Oktober 2020.

BACA JUGA:   Material Datang Pekerjaan Dilaksanakan

Dirinya mengatakan, bahwa kegiatan pengajian, ceramah, perayaan hari besar Islam bisa dilakukan semuanya di musala tersebut karena sudah bisa menampung banyak orang.

“Kalau dulukan kayunya udah jabuk, kadang warga juga harus berhati – ketika ingin melaksanakan sholat. Inikan menjelang Naulid Nabi, nantinya bisa dilaksanakan disini, karena sudah bisa menampung banyak orang,” pungkasnya. (Rls/beritasampit.co.id).

Manfaatkan Waktu Luang, Warga Bersama Satgas TMMD Buat Kerajinan Tangan

Manfaatkan Waktu Luang, Warga Bersama Satgas TMMD Buat Kerajinan Tangan

WhatsApp

Facebook

Twitter

LINE

Telegram

Linkedin

SAMPIT – Untuk mengisi waktu luang, sejumlah warga mendatangi Satgas TMMD yang berada di rumah keluarga asuh. Mereka yang kebanyakan dari Ibu Rumah Tangga (IRT) ini, meluangkan waktunya untuk membuat kerajinan tangan, mengolah daun kelapa menjadi atap.

“Saya sengaja sama  teman – teman ke sini untuk belajar langsung bersama para mas – mas dari satgas TMMD untuk belajar membuat atap dari daun kelapa,” kata Siti, warga yang ikut membuat kerajinan yang dilakukan Satgas TMMD, Minggu, 25 Oktober 2020.

BACA JUGA:   Pelajar SMP 3 Pulau Hanaut Semangat Belajar Bahasa Asing Bersama TNI

Siti mengatakan, cukup sulit membuat atap tersebut karena harus dianyam secara manual, sehingga memerlukan konsentrasi yang sangat kuat agar hasilnya bagus dan berkualitas.

“Saya mau belajar karena sudah punya rencana untuk menjadikan ini penghasilan tambahan di masa pandemi Covid 19 seperti ini,” pungkasnya. (Rls/beritasampit.co.id).

Previous articleSemangat Gotong Royong Satgas TMMD dan Warga Bawa Dampak Positif
Copyright © 2020 Sampit