Waktu Tetap Berinvestasi, Harga Emas Mulai Naik

Waktu Tetap Berinvestasi, Harga Emas Mulai Naik

SAMPIT – Dalam sepekan belakangan ini, harga emas perhiasan mulai merangkak naik, terutama pada emas jenis 999/amerika yang kenaikannya mencapai Rp. 10.000 per gram.

“Mungkin trend dibulan ramadan biasanya harga emas cenderung ada kenaikan, dan kami pedagang otomatis mengikuti. Apalagi saat ini harga emas belum begitu stabil,” kata Sani, salah seorang pedagang emas di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Sabtu 17 April 2021.

Bagi masyarakat Kotim yang gemar berinvestasi emas, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli, sebab tidak menutup kemungkinan mendekati lebaran idul fitri nanti, harga emas kembali naik.

“Kemungkinan bisa naik, sebab biasanya kalau mendekati lebaran harga emas ini terus naik,” papar Sani.

Untuk emas perhiasan yang saat ini mengalami kenaikan terjadi pada emas 999/amerika yang sebelumnya hanya berkisar Rp 830.000 per gram, kini naik mencapai Rp 840.000 per gram.

Sedangkan pada emas jenis 750 bertahan di harga Rp 760.000 per gram, emas jenis 700/singapur dikisaran Rp 650.000 per gram, serta emas jenis 420 dan 375 yang masih pada harga Rp 410.000 dan Rp 390.000 per gram.

“Jika melihat perkembangan harga emas saat ini, tidak menutup kemungkinan dengan belum stabilnya harga emas dunia, harga emas akan terus merangkak naik,”ucapnya

Ditambahkan Sani, meski harga emas mulai naik, namun belum berpengaruh terhadap minat beli masyarakat. Dan yang masih menjadi primadona diburu oleh warga yakni emas jenis 700 dan 420.

“Biasannya emas 999 digunakan warga yang senang berinvestasi, kalau harganya turun, minat beli masyarakat akan meningkat. Namun jika harga emas naik, maka minat jual yang meningkat,”tandasnya.

(Cha/beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Pembeli dan Penjual Abaikan Prokes, Pasar Ramadan Terancam Ditutup

Pembeli dan Penjual Abaikan Prokes, Pasar Ramadan Terancam Ditutup

SAMPIT – Sikap tegas Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), memutus mata rantai penyebaran Covid-19, patut diacungkan jempol. Pasalnya, pihaknya ancam pasar Ramadan akan ditutup apabila penjual dan pembeli abaikan penerapan protokol kesehatan.

“Kami ingatkan kembali baik pengunjung, pembeli maupun penjual wajib pakai masker, terapkan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, apabila hal ini sering diabaikan, pasar Ramadan akan ditutup,” ucap Ketua RT 02 Baamang Tengah, Muhammad Nasir pada saat mengimbau pedagang dan pembeli di pasar Ramadan Baamang Tengah, Jumat 16 April 2021.

Menurutnya, sudah banyak laporan bahwa di pasar Ramadan sering ditemukan para pengunjung tanpa gunakan masker, sehingga ada kesan dibiarkan tanpa tindakan. Padahal, Peraturan Daerah (Perda) Kotim tentang pelanggar prokes dikenakan sanksi tegas.

“Kami hanya sebatas memberikan imbauan, kalau tetap mengabaikan kemungkinan besar izin dari Satgas Covid-19 akan dicabut dan pasar Ramadan akan ditutup,” tegas Nasir.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Camat Baamang Gusti Mukafi mengimbau kepada para penjual maupun pembeli hendaknya utamakan prokes.

Sebab, kata dia, jangan sampai terjadi klaster Covid-19 selanjutnya lantaran penjual maupun pembeli telah mengabaikan apa yang sudah ditentukan.

Pantauan Berita Sampit, di Kecamatan Baamang ada beberapa titik pasar Ramadan, yakni di Jalan Muchran Ali, Jalan Suka Bumi, Jalan Tidar dan pasar Alkamal Jalan Hasan Mansyur. (ifin/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Dana Aspirasi Dewan Disebut Banyak Bantu Peningkatan Jalan Usaha Tani

Dana Aspirasi Dewan Disebut Banyak Bantu Peningkatan Jalan Usaha Tani

SAMPIT – Mengharap bantuan untuk peningkatan jalan usaha tani tidak hanya sebatas melalui APBD Kotawaringin Timur (Kotim), bahkan bisa melalui berbagai sumber. Salah satunya, aspirasi anggota DPRD baik kabupaten bahkan provinsi.

“Paling banyak yang membantu peningkatan jalan usaha tani melalui dana aspirasi dewan,” ucap Plt Kepala Dinas Pertanian Kotim melalui Kepala Bidang Prasarana dan sarana Totok Tristijono saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 16 April 2021.

Totok menyebutkan, data sementara yang masuk untuk peningkatan jalan usaha tani melalui dana aspirasi DPRD yakni, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Cempaga, Teluk Sampit dan Parenggean.

“Kami dari Dinas Pertanian sudah berupaya bantu petani sesuai anggaran dan itupun terbatas, sedangkan yang konsen terhadap peningkatan jalan usaha tani melalui dana aspirasi,” tegas Totok.

Hingga kini, lanjutnya, Dinas Pertanian masih menunggu hingga Mei 2021. Alasannya, tambah Totok, seluruh kegiatan yang masuk melalui Dinas Pertanian akan dilaksanakan pada Mei mendatang.

“Jangan tanyakan siapa pelaksana proyek di lapangan nantinya, yang jelas saya kurang tau, bisa ditanyakan ke bagian teknis,” saran Totok. (ifin/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Bongkar Muat Kelapa, Pupuk dan Semen Mulai Dialihkan ke Pelabuhan Bagendang

Bongkar Muat Kelapa, Pupuk dan Semen Mulai Dialihkan ke Pelabuhan Bagendang

SAMPIT – Guna menjaga dan memelihara kualitas jalan agar tetap awet, Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mulai melarang bongkar muat di pelabuhan Sampit dan sekitarnya terutama truk bermuatan di atas 8 ton.

Sesuai instruksi Bupati Kotim, semua truk bermuatan seperti kelapa, pupuk bahkan semen, rencananya akan dialihkan ke pelabuhan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

“Angkutan bongkar muat truk yang melebihi dari 8 ton akan dialihkan ke pelabuhan Bagendang dan aturan ini sesuai program Pemkab Kotim,” ujar Pelaksana Tugas Dinas Perhubungan Kotim Siagano, Jumat 16 April 2021.

Pada saat mulai penerapan aturan tersebut, lanjutnya, sudah banyak yang protes terutama sopir, menurut mereka, kata Siagano, biaya cost barang akan tinggi serta alasan lainnya.

“Ketika kami sarankan agar bongkar muat langsung ke pelabuhan Bagendang, sopir banyak yang protes, ada soal cost barang akan tinggi dan macam-macam alasan lainnya,” kata Siagano.

Agar program tersebut berkelanjutan, Dishub Kotim mengharapkan dukungan semua pihak. Selain mengurangi kerusakan jalan dalam Kota Sampit, juga mendukung program pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kotim Halikin-Irawati menjalankan 100 hari kerja.

“Kami mengajak seluruh masyarakat terutama para sopir, mari kita sama-sama menjaga agar jalan di perkotaan tetap terpelihara dengan baik,” tandasnya. (ifin/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Stok Beras Di Bulog Sampit Dipastikan Aman Hingga Usai Lebaran

Stok Beras Di Bulog Sampit Dipastikan Aman Hingga Usai Lebaran

SAMPIT – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Sampit, memastikan stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kaliantan Tengah (Kalteng), aman hingga usai Lebaran Idul Fitri nanti.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Sampit, Roni Hadianto, melalui Kepala Seksi Komersil, Muhammad Azwar Fuad, menyatakan, saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog sebanyak 1.400 ton. Berdasarkan permintaan selama ini, stok terebut cukup untuk memenuhi permintaan selama enam bulan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan beras selama bulan suci Ramadhan ini karena stok beras kita aman, bahkan lebih dari cukup. Jumlahnya juga terus ditambah,” ujarnya, Kamis 15 April 2021.

Azwar mengatakan, bahwa stok akan terus bertambah karena Bulog masih menyerap beras hasil panen petani di Kalimantan Tengah, khususnya dari Pegatan.

Jumlah stok beras ini akan terus dijaga untuk memastikan pasokan selalu tersedia jika dibutuhkan masyarakat. Jika stok berkurang, maka pasokan akan ditambah sesuai perkiraan kebutuhan dan dipastikan aman.

Selama ini Bulog Sampit juga menyerap beras hasil panen petani lokal di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Pegatan Kabupaten Katingan. Pasokan cukup besar berasal dari Pegatan, yakni 50-100 ton per hari pengiriman.

Penyediaan stok beras disesuaikan perkiraan permintaan beras ke Bulog. Beras tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga mulai Rp. 8.600/kilogram (kg) hingga paling tinggi untuk jenis premium yaitu Rp. 10.000/kg.

Untuk diketahui, bahwa konsumsi beras di Kotim, dipengaruhi selera masyarakat terhadap jenis beras dan nasi yang dihasilkan. Sebagian masyarakat  kebanyakan lebih memilih membeli beras kemasan dari pedagang yang didatangkan dari luar daerah.

“Masyarakat kita ini ada yang menyukai beras yang nasinya pulen ketika dimasak. Beras jenis ini umumnya didatangkan dari Pulau Jawa. Tapi ada juga yang lebih senang mengonsumsi nasi dari beras hasil panen petani lokal,” tambah Azwar.

Selain beras, Bulog Sampit juga menyediakan bahan kebutuhan lainnya seperti gula pasir, minyak goreng, tepung, daging kerbau dan daging sapi.

Gula pasir dan minyak goreng dijual dengan harga masing-masing Rp 12.500/kg, tepung Rp. 9.000/kg, daging kerbau Rp. 80.000/kg dan daging sapi Rp. 93.000/kg.

Sementara untuk saat ini, disebutkan, bahwa stok daging beku tersedia sebanyak dua ton. Rencananya pada 21 hingga 22 April 2021 nanti akan kembali tiba sebanyak delapan ton daging beku. (BS-65/beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Temukan Pembeli Tanpa Masker, Camat Baamang: Kami Hanya Mengimbau

Temukan Pembeli Tanpa Masker, Camat Baamang: Kami Hanya Mengimbau

SAMPIT – Menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat di pasar ramadan khususnya di depan gang Sehari, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), pembeli ada yang tidak gunakan masker, ternyata benar.

“Kami dari pihak kecamatan dan kelurahan baamang tengah serta unsur Muspika Baamang gerak cepat turun lapangan mengecek laporan tersebut, ternyata, masih ada beberapa pembeli terlihat tidak gunakan masker saat berbelanja,” ucap Pelaksana tugas Camat Baamang Gusti Mukafi saat berada di pasar Ramadan, Kamis 15 April 2021.

Sesuai dengan surat izin yang dikantongi pengelola pasar Ramadan, lanjutnya, salah satu tugasnya adalah menegur pembeli apabila ditemui tanpa masker ketika akan berbelanja.

Selain itu, tambahnya, pihak pengelola juga diharapkan menyediakan air mengalir untuk cuci tangan dan mengawasi antara pembeli agar jaga jarak.

“Kami tidak menindak hanya sebatas mengimbau, tujuannya untuk memutus penyebaran covid-19 di Kecamatan Baamang,” ujar Mukafi.

Sementara itu, Lurah Baamang Tengah Zikrillah menegaskan bahwa pasar Ramadan yang masuk dalam pengawasan pihaknya hanya di depan gang Sehari.

“Kami mengimbau kepada pembeli maupun penjual di pasar Ramadan Baamang Tengah, utamakan protokol kesehatan demi memutus penyebaran covid-19,” saran Zikrillah.

(ifin/beritasampit.co.id)

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

138,57 Gram Sabu-Sabu Dimusnahkan Polres Kotim

138,57 Gram Sabu-Sabu Dimusnahkan Polres Kotim

SAMPIT – Polres Kotawaringin Timur (Kotim) memusnahkan barang bukti narkotika golongan 1 berupa sabu-sabu seberat 138,57 gram, Kamis 15 April 2021.

Barang haram tersebut merupakan hasil tangkapan Sat Resnarkoba dari tersangka berinisial SD (39) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang berhasil dibekuk di jalan Semekto Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, pada Selasa 6 April 2021.

“Pemusnahan barang bukti ini dari yang kita sisikan dari barang bukti dengan berat kotor 145,51 gram,” kata Waka Polres Kotim, Kompol Abdul Aziz Septiadi, Kamis 15 April 2021.

Pemberantasan narkoba ini terus digalakan Polres Kotim, tentunya keseriusan ini telah terlihat dengan pengungkapan kasus besar narkoba dalam satu bulan belakangan ini.

“Intinya Kepolisian di dukung rekan-rekan Pemda dan jajaran, Komitmen dalam pemberantasan narkotika. Dan kami juga tidak bisa bekerja sendiri tanpa partisipasi dan bantuan masyarakat. Apa pun laporan masyarakat akan segera kami tindak lanjuti terkait peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Kotim,” tegasnya.

Sementara itu, pemusnahan barang bukti sendiri disaksikan tersangka, Plt Asisten 1 Setda Kotim, Sutimin, Kepala Kesbangpol Kotim, Wim RK Benung, Anggota DPRD Kotim, perwakilan dari Dinkes serta Kejari Sampit.

Pemusnahan sendiri dilakukan dengan cara melarutkan sabu-sabu ke dalam larutan pembersih lantai, setelah larut kemudian air mengandung sabu-sabu itu ditumpahkan di selokan. (Cha/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Masih Ada Sopir Truk Muatan 8 Ton Ngotot Masuk Kota Sampit, Begini Alasannya?

Masih Ada Sopir Truk Muatan 8 Ton Ngotot Masuk Kota Sampit, Begini Alasannya?

SAMPIT – Pengalihan truk bermuatan 8 ton agar tidak melintas di area perkotaan sudah diterapkan sejak 13 April 2021. Namun penerapan aturan itu tidak mudah karena masih ada sopir yang tetap memaksa masuk dengan alasan rumah ada di dalam Kota Sampit.

“Upaya pengalihan ini berdasarkan surat perintah dari Bupati Kotim, tapi masih ada saja sopir yang ngotot mencoba masuk Kota Sampit dengan truk bermuatan 8 ton, alasannya, rumah di dalam kota,” ucap Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Kotim Siagano, Kamis 15 April 2021.

Kelemahan untuk menerapkan aturan pengalihan jalur truk agar ‘wajib’ melintas jalur lingkar utara dan selatan, kata dia, tidak ada sanksi. Alasannya, sementara ini hanya sebatas imbauan.

“Untuk sanksi tidak ada, sementara cuma imbauan saja, kami harapkan dukungan kepada semua angkutan supaya mengurangi kerusakan jalan-jalan dalam Kota Sampit dan sekitarnya agar mematuhi aturan peralihan jalur,” saran Siagano.

Pengalihan rute khusus truk bermuatan melewati jalur lingkar utara-selatan, tambahnya, sesuai surat perintah Bupati Kotim dilaksanakan selama sepekan mulai 13 April 2021.

“Sementara ini, kami sebatas imbauan, kemungkinan nantinya akan diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup) tentang rute truk bertonase wajib lewat jalur lingkar utara-selatan,” pungkasnya. (ifin/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Merasa Dirugikan, Pengepul Sarang Burung Walet Ini Mengadu ke DAD Kotim

Merasa Dirugikan, Pengepul Sarang Burung Walet Ini Mengadu ke DAD Kotim

SAMPIT – Hendricus Hendra (41) warga Jalan Penjaitan, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendatangi kantor Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim, di Jalan Ahmad Yani.

Dia melaporkan rekan se-profesinya sebagai pengepul sarang burung walet berinisial R, karena dianggapnya telah memberikan informasi tidak benar ke atasannya.

Dalam laporannya Hendricus Hendra, yang biasa dipanggil Hendra ini merasa keberatan atas tindakan R, yang dianggapnya telah memberikan info tidak benar kepada atasannya, sehingga berdampak hubungan dirinya dan atasannya tersebut menjadi renggang atau kurang baik.

Melalui pengaduannya ke DAD Kotim, Hendra berharap persoalan dapat diselesaikan dengan seadilnya, baik melalui mediasi maupun sidang adat.

“Saya punya chatingan antara dia dengan Bos saya, dalam chat tersebut saya merasa dirugikan,” tegasnya, Rabu 14 April 2021.

Sementara itu, Ketua Harian DAD Kotim, Untung TR, membenarkan telah menerima laporan atas nama Hendricus Hendra, dan selanjutnya akan ditindaklanjuti apakah melalui mediasi atau sidang adat.

“Kita DAD Kotim akan memanggil semua yang terkait sesuai jadwal yang telah di agendakan,” tandasnya. (Cha/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Dukung Pasar Ramadan, Radianur Minta Perhatikan Soal Ini

Dukung Pasar Ramadan, Radianur Minta Perhatikan Soal Ini

SAMPIT – Wakil Ketua (Waket), DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur sangat mendukung dengan diadakannya pasar ramadan yang berlokasi di taman Kota Sampit karena dianggap sangat positif.

“Pasar ramadan ini sangat positif untuk menambah perekonomian masyarakat. Kami justru mendorong pasar ramadan tetap digalakkan, baik di daerah mana saja di Kotim ini,” kata Rudianur, usai menghadiri pembukaan pasar ramadan, Selasa 13 April 2021.

Kendati demikian. Menurut legislator partai Golkar ini mengenai Protokol Kesehatan (Prokes), di lokasi pasar ramadan itu belum lengkap. Karena belum ada menyediakan tempat cuci tangan dan alat Prokes lainya.

“Jadi saat masyarakat masuk mereka langsung mencuci tangan dulu. Petugas harus proaktif sesuai dengan pidato Bupati tadi, Satpol PP dibantu TNI-Polri untuk menegakan disiplin Prokes,” sebut Waket DPRD itu.

Ditambahkanya. Prokes saat ini harus tetap di jalankan, karena merupakan aturan yang sedang dipakai di negara Indonesia saat ini.

“Tetap jaga jarak, pakai masker dan mencuci tangan,” tandasnya.

(im/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Copyright © 2021 Sampit