Legislator Kotim dorong kemudahan permodalan dukung pemulihan ekonomi

Legislator Kotim dorong kemudahan permodalan dukung pemulihan ekonomi

Sampit (ANTARA) – Anggota DPRD Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Hairis Salamad mendorong pemerintah daerah bersama perbankan mengupayakan kemudahan modal usaha, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan masyarakat luas agar bisa bangkit di tengah pandemi COVID-19 ini.

“Perbankan, khususnya milik daerah diharapkan bisa mempermudah pinjaman lunak kepada mereka yang membutuhkan, terutama dari masyarakat yang berprofesi petani, nelayan, pelaku UMKM dan lainnya agar kembali bangkit,” kata Hairis di Sampit, Jumat.

Pandemi COVID-19 yang merambah ke Kotawaringin Timur sejak Maret lalu, membawa dampak yang luar biasa terhadap hampir semua bidang kehidupan masyarakat. Tidak hanya mengancam keselamatan, pandemi virus mematikan itu juga membuat ekonomi menjadi lesu.

Saat kondisi normal saja, masalah permodalan masih menjadi kendala yang sering dihadapi masyarakat kecil. Kini kondisi semakin sulit akibat dampak pandemi COVID-19 yang membuat perekonomian lesu.

Perlu intervensi pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Khusus untuk ekonomi kerakyatan, pamerintah daerah diharapkan secara serius membantu masyarakat agar bisa kembali bangkit.

Kemudahan dalam mengakses permodalan sangat dibutuhkan agar pelaku usaha bisa kembali membenahi usaha mereka. Dengan bantuan pinjaman modal tersebut diharapkan bisa mendorong kembali menggeliatnya ekonomi kerakyatan meski pandemi COVID-19 masih terjadi.

Baca juga:

Ketua Fraksi PAN ini berharap dukungan penuh pemerintah daerah terhadap sektor ekonomi kerakyatan jangan sampai terputus. Hairis juga berharap pihak perbankan tidak perlu ragu untuk membantu permodalan UMKM dan lainnya karena meski terdampak, namun ekonomi di Kotawaringin Timur lebih stabil dibanding daerah lain di Kalimantan Tengah.

Program pinjaman modal melalui program Kredit Usaha Rakyat maupun program lainnya diharapkan bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. Tujuannya agar program itu benar-benar membawa manfaat besar bagi pengembangan usaha masyarakat.

Jika ekonomi kerakyatan bangkit maka angka kemiskinan secara otomatis akan berkurang. Ini sekaligus menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

“Kita dorong bagaimana ke depannya agar masyarakat lebih muda mengakses permodalan sehingga semakin mudah mengembangkan usaha. Ini sangat dibutuhkan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi, khususnya bagi ekonomi kerakyatan di Kotawaringin Timur ini,” demikian Hairis.

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Kualitas terbaik dunia, rotan Sampit diincar di luar negeri

Kualitas terbaik dunia, rotan Sampit diincar di luar negeri

Sampit (ANTARA) – Kualitas rotan asal Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah sebagai yang terbaik di dunia membuat rotan ini diincar importir di luar negeri padahal larangan ekspor rotan mentah masih berlaku.

“Mungkin semua tahu bahwa rotan dari Sampit merupakan rotan yang terbaik di dunia. Dijaga keluar tapi ternyata data impor di luar negeri itu ada impor rotan dari Indonesia,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tips Madya Pabean C Sampit, Indasah di Sampit, Kamis.

Pemerintah pusat telah memberlakukan larangan ekspor rotan mentah sejak akhir 2011. Namun belakangan ini, hasil penelusuran pemerintah, masih ditemukan rotan Indonesia yang masuk ke negara tetangga, yang diperkirakan merupakan rotan berasal dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Temuan inilah yang membuat Bea Cukai Sampit kembali intens mengawasi pengiriman rotan mentah. Koordinasi dilakukan dengan petugas di perbatasan, baik darat maupun jalur sungai atau laut.

Baca juga:

Secara geografis, kata Indasah, Kalimantan Tengah tidak berbatasan langsung dengan negara tetangga. Penyelundupan rotan diduga menggunakan kapal-kapal kecil dibawa ke laut sekitar Kepulauan Natuna, baru kemudian diselundupkan ke luar negeri, khususnya ke Malaysia.

“Indikasinya seperti itu. Kami juga berkoordinasi dengan KSOP Sampit untuk mencari informasi, kemudian kami sampaikan kepada rekan-rekan di perbatasan. Ada tangkapan rotan di perbatasan cukup banyak dan nilainya memang fantastis,” kata Indasah.

Terkait masalah ini, Indasah menginformasikan bahwa di Kalimantan Selatan saat ini sedang diproses pembuatan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan tentang Tata Kelola Rotan. Jika peraturan itu sudah selesai, kata Indasah, maka bisa menjadi rujukan bagi Kalimantan Tengah untuk membuat peraturan serupa.

Sementara itu, selain mengawasi pengangkutan rotan, Bea Cukai Sampit juga fokus mengawasi barang kena cukai ilegal seperti minuman keras dan rokok. Selama ini rokok ilegal mendominasi penyelundupan di wilayah kerja Bea Cukai Sampit yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan dan Seruyan.

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Bupati Kotim beri penghargaan peduli pendidikan kepada PT Sukajadi Sawit Mekar

Bupati Kotim beri penghargaan peduli pendidikan kepada PT Sukajadi Sawit Mekar

Sampit (ANTARA) – Bupati Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Supian Hadi memberikan piagam penghargaan kepada PT Sukajadi Sawit Mekar atas peran aktif dan kepeduliannya selama ini terhadap dunia pendidikan di daerah ini.

“Penghargaan ini wujud apresiasi dan rasa bangga pemerintah daerah kepada PT Sukajadi Sawit Mekar yang selama ini telah banyak membantu di berbagai bidang, termasuk kali ini apresiasi di bidang pendidikan. Kami berharap pihak perusahaan terus konsisten membantu daerah dan masyarakat karena pendidikan anak-anak bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Supian Hadi saat menghadiri peletakan batu pertama Masjid Al Muhajirin Desa Biru Maju Kecamatan Telawang, Kamis 

Piagam penghargaan diserahkan Supian kepada Senior Manager Musim Mas Group Wilayah Kalimantan Tengah, Teuku Kanna. Turut hadir dalam acara itu, Pelaksana Tugas Camat Telawang Ady Candra.

Supian menyampaikan terima kasihnya karena PT Sukajadi Sawit Mekar yang bernaung di bawah perusahaan besar Musim Mas Group ini, konsisten membantu pemerintah. Pihaknya selalu menerima laporan tentang perusahaan-perusahaan mana saja yang selama ini peduli membantu pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dia mengakui, perlu dukungan swasta agar percepatan pemerataan peningkatan kualitas pendidikan bisa tercapai. Pihak swasta bisa membantu dengan berkoordinasi kepada pemerintah agar program yang dijalankan bisa sejalan sehingga hasilnya lebih maksimal.

Supian sangat mengapresiasi PT Sukajadi Sawit Mekar melalui program CSR (corporate social responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaannya telah banyak membantu masyarakat dan pemerintah daerah. 

Langkah ini diharapkan dilaksanakan berkelanjutan sehingga masyarakat pun bangga dan merasa memiliki karena kehadiran perusahaan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas.

“Saya berharap ini menjadi motivasi dan konsistensi pihak PT Sukajadi Sawit Mekar untuk terus peduli terhadap daerah dan masyarakat. Saya juga berharap ini menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kotawaringin Timur ini,” ujar Supian.

Pelaksana Tugas Camat Telawang Ady Candra mengatakan, penghargaan tersebut memang berhak didapat PT Sukajadi Sawit Mekar. Selama ini perusahaan besar kelapa sawit tersebut sudah banyak membantu masyarakat dalam banyak hal, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, usaha ekonomi, penanggulangan bencana dan lainnya.

“Selama ini pihak perusahaan cepat tanggap dalam membantu masyarakat dan pemerintah kecamatan maupun desa. Kami sangat berterima kasih. Mudah-mudahan perusahaan semakin maju dan juga terus meningkatkan partisipasinya membantu masyarakat dan pembangunan daerah,” harap Ady Candra.

Senior Manager Musim Mas Group Wilayah Kalimantan Tengah, Teuku Kanna menyampaikan terima kasih kepada bupati dan jajaran pemerintah daerah yang ternyata selalu memantau dan kini memberikan penghargaan atas kepedulian perusahaannya, khususnya kali ini di bidang pendidikan.

“Kami berterima kasih atas penghargaan dari Pemkab Kotim ini. Kami berkomitmen akan terus berbakti mencerdaskan putra dan putri bangsa, khususnya di Kotim. Melalui Yayasan Anwar Karim yang fokus pada bidang pendidikan, kami berupaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan standarisasi yang tidak kalah dari daerah lain,” ujar Kanna.

Yayasan Anwar Karim yang dibentuk pihak perusahaan, mengelola Sekolah Dasar (SD) Anwar Karim IV dengan jumlah peserta didik saat ini sebanyak 986 murid. Sekolah yang berlokasi di Desa Sebabi ini menampung murid yang orangtuanya kebetulan menjadi karyawan PT Sukajadi Sawit Mekar. SD Anwar Karim IV yang selama ini menjadi tumpuan warga Kotim yang bekerja di PT Sukajadi Sawit Mekar untuk menyekolahkan anak-anak mereka agar tetap mendapatkan pendidikan terbaik. ANTARA/HO-PT SSM
Yayasan yang dibentuk pada 2007 lalu itu sangat memperhatikan kualitas pendidikan setempat meski lokasi sekolah mereka jauh dari ibu kota kabupaten. Hasilnya, murid sekolah ini mampu bersaing dalam prestasi, bahkan pernah melaju ke tingkat nasional mewakili Provinsi Kalimantan Tengah dalam O2SN.

Tahun 2021, pihak perusahaan mulai membangun berdirinya sekolah jenjang SMP. Bangunan terdiri dari empat lokal atau ruang belajar, ditambah ruang kepala sekolah, ruang guru, UKS, perpustakaan dan lainnya.

Selain untuk memudahkan anak-anak melanjutkan sekolah, ini juga untuk mendukung program pemerintah dalam wajib belajar sembilan tahun.

PT Sukajadi Sawit Mekar juga membantu di satuan-satuan pendidikan yang dikelola pemerintah. Saat ini perusahaan ini membantu pembangunan ruangan SDN 004 Simpang Sebabi. 

Selain itu, selama ini PT Sukajadi Sawit Mekar juga membantu insentif banyak guru honor yang bertugas di sejumlah sekolah di desa-desa sekitar lokasi perusahaan.

“Kami ingin anak-anak di daerah kita ini mendapatkan pendidikan yang terbaik sehingga peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia bisa terwujud. Perusahaan kami akan konsisten membantu sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” demikian Kanna.

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Vaksin jadi harapan pulihkan kondisi Kotim

Vaksin jadi harapan pulihkan kondisi Kotim

Sampit (ANTARA) – Rencana pemberian vaksin COVID-19 secara massal menjadi harapan besar pemerintah daerah dan masyarakat dalam memulihkan kondisi Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah di tengah pandemi virus mematikan tersebut.

“Informasinya Kalteng akan dibantu 1,8 juta vaksin. Untuk tahap awal akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan karena mereka garda terdepan dan paling berisiko. Tapi nanti semua juga diberikan,” kata Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Kamis.

Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak Maret 2020, menimbulkan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Selain banyak warga yang menjadi korban, pandemi ini juga telah berdampak buruk terhadap ekonomi masyarakat karena hampir semua sektor itu terganggu.

Vaksin menjadi harapan semua pihak untuk mengatasi pandemi COVID-19. Terlebih bagi Kotawaringin Timur, diharapkan ada perubahan besar yang positif di tengah meningkatnya kasus baru COVID-19 dan pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

Namun berdasarkan hasil survei, kata Multazam, rencana pemberian vaksin tersebut disambut beragam oleh masyarakat. Ada yang menerima, setengah menerima dan ada pula yang tidak menerima.

Untuk itulah sebelum pemberian vaksin dimulai, pemerintah pusat dan daerah, termasuk melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur, gencar melakukan sosialisasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin tersebut.

Sosialisasi itu juga disampaikan Multazam saat menjadi narasumber dalam webinar bertema ‘Vaksin aman masyarakat sehat’ pada Rabu (2/12). Turut menjadi narasumber dalam kegiatan ini yaitu Kepala Unit Donor Darah PMI Kotawaringin Timur, dr Yuendri Irawanto.

Multazam berharap masyarakat dapat menerima program vaksinasi COVID-19 nantinya. Masyarakat juga diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

“Selama ini Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur banyak dibantu PMI, khususnya untuk skrining warga yang reaktif COVID-19. Selama November ada 12 pasien meninggal dunia. Ekonomi mikro ikut terganggu. Penegakan disiplin mematuhi protokol kesehatan akan lebih baik jika dengan kesadaran sendiri,” kata Multazam.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kotawaringin Timur, dr Yuendri Irawanto menjelaskan berdasarkan gambaran klinis, WHO menyatakan penderita COVID-19 ternyata sekitar 18 persen tanpa gejala, 62 persen gejala ringan, 15 persen gejala berat dan 5 persen kondisi kritis.

Baca juga:

Gejala awal biasanya muncul dalam 3 sampai 8 hari. Namun hasil survei juga menunjukkan bahwa penderita COVID-19 berusia 20 sampai 29 tahun cenderung tanpa gejala. 

Vaksin menghasilkan antibodi yang bisa melawan atau menghancurkan sel yang terinfeksi virus. Vaksinasi nantinya diharapkan membuat interaksi antar manusia bisa berjalan normal kembali seperti semula. 

Vaksin akan meningkatkan kekebalan tubuh yang bertahan sampai waktu tertentu. Namun, kekebalan dampak vaksin ada batasnya karena semakin lama akan semakin turun.

Pemberian vaksin rata-rata akan diberikan dua kali dalam rentang waktu 14 sampai 21 hari. Kejadian ikutan pasca pemberian vaksin juga akan diawasi.

“Dengan divaksin diharapkan muncul kekebalan pada sekelompok orang di dalam populasi sehingga berkurang potensi individu yang terpapar menularkan kepada mereka yang rentan. Kalau semakin banyak yang kebal maka virus akan hilang dengan sendirinya,” demikian Yuendri.

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Bea Cukai Sampit dan Ditpolairud Polda Kalteng intensifkan patroli bersama

Bea Cukai Sampit dan Ditpolairud Polda Kalteng intensifkan patroli bersama

Sampit (ANTARA) – Bea Cukai Sampit dan Direktorat Polairud Polda Kalimantan Tengah meningkatkan sinergitas dengan menggelar latihan patroli bersama di Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Kegiatan ini sudah dilakukan di tingkat pusat, makanya kami di daerah juga melakukan hal serupa. Untuk Sampit relatif kondusif karena tidak berbatasan langsung dengan negara tetangga, tapi kita tetap tidak boleh abai. Ini latihan bersama perdana, nanti diagendakan rutin untuk patroli,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sampit, Indasah di Sampit, Kamis.

Indasah menjelaskan, Kantor Bea Cukai Sampit memiliki wilayah pengawasan yang cukup luas yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan dan Katingan. Untuk itu diperlukan koordinasi, sinergi dan komitmen demi terciptanya pengawasan efektif dan efisien.

Latihan patroli bersama dilakukan dengan menyusuri perairan Sungai Mentaya mulai dari kawasan Pelabuhan Sampit hingga Pelabuhan Bagendang, kemudian kembali ke Pelabuhan Sampit. Dalam latihan patroli bersama ini dilakukan simulasi teknik mendekati kapal target dan pemeriksaan sarana pengangkut.

“Kegiatan sinergi antara Bea Cukai Sampit dengan Ditpolairud Polda Kalteng ini dilakukan demi melindungi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, mengamankan hak-hak negara agar dipatuhi sesuai perundang-undangan yang berlaku,” kata Indasah.

Direktur Polairud Polda Kalimantan Tengah Kombes Pitoyo Agung mengatakan, sinergi dalam membangun negeri merupakan sebuah keharusan. Terlebih bagi Ditpolairud dan Bea Cukai, meski tugas dan fungsi berbeda namun mempunyai tujuan yang sama.

Baca juga:

“Kita tidak akan mungkin bisa bekerja kalau hanya parsial, sedangkan tugas kita itu komplek sehingga sinergi antar instansi sudah menjadi keharusan dan ditingkatkan demi negeri ini,” ujar Pitoyo Agung.

Dia menjelaskan, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan tugas karena bisa diatasi dengan baik berkat sinergi dengan berbagai instansi. Pihaknya juga masih bisa menjamin keamanan, keselamatan dan kekayaan negara.

Prediksi ancaman perairan Kalimantan Tengah tidak terlalu besar karena tidak termasuk daerah yang berbatasan langsung dengan luar negeri. Namun siapapun tidak boleh juga meremehkan.

“Penyelundupan barang-barang ilegal dan narkoba serta barang yang berbahaya yang digunakan kelompok tertentu seperti teroris. Ancaman ini harus diantisipasi, tapi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada hal-hal yang menjadi ancaman serius. Situasi keamanan perairan masih terkendali. Masalah yang ada dapat diselesaikan dengan baik berkat sinergi dengan instansi lain,” demikian Pitoyo Agung.

Baca juga:

Baca juga:

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Kotim siap dilibatkan dukung program 'Food Estate'

Kotim siap dilibatkan dukung program 'Food Estate'

Sampit (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyatakan daerahnya siap dilibatkan dalam mendukung suksesnya program “Food Estate” yang dilaksanakan di Kalimantan Tengah oleh pemerintah pusat.

“Saat panen raya 11 Oktober lalu saya meminta kepada Bulog agar program itu juga bisa diarahkan ke Kabupaten Kotawaringin Timur,” kata Bupati Supian Hadi usai menyerahkan bantuan ‘combine harvester’ atau mesin pemotong padi kepada petani Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, Rabu.

Menurut Supian, potensi pertanian Kotawaringin Timur masih sangat besar. Ketersediaan lahan ini menjadi potensi besar dalam mendukung program “Food Estate” yang saat ini difokuskan di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau tersebut.

Saat ini ada lebih dari 23.000 hektare sawah produktif di Kotawaringin Timur. Bahkan jika dibutuhkan untuk mendukung program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo tersebut, Kotawaringin Timur akan menyiapkan lahan bahkan hingga 40.000 hektare untuk pertanian.

Supian berharap kesiapan daerahnya dalam mendukung program “Food Estate” didengar pemerintah pusat. Dia yakin program ketahanan pangan nasional itu akan membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Dia mengakui, keterbatasan dana saat ini membuat potensi besar sektor pertanian di daerah ini belum dioptimalkan. Bantuan yang didistribusikan pemerintah daerah masih terbatas sesuai dengan kemampuan anggaran.

“Kalau program nasional itu juga diarahkan ke daerah ini maka otomatis jalan usaha tani dan pengairannya juga akan dibantu dibenahi. Begitu pula modernisasi peralatan hingga pemasaran pasti akan banyak dibantu pemerintah pusat. Saya yakin pertanian di Kalimantan bahkan bisa lebih baik kalau didukung penuh oleh pemerintah pusat,” harap Supian Hadi.

Baca juga:

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kotawaringin Timur, Marjuki mengatakan, secara nasional program “Food Estate” memang ditetapkan di Kapuas dan Pulang Pisau, tapi Kotawaringin Timur juga siap menjadi alternatif untuk pengembangan program tersebut, berdasarkan potensi-potensi yang ada.

“Potensi sawah di Kotawaringin Timur yang eksis saat ini sekitar 23.900 hektare yang tersebar di 17 kecamatan. Kecamatan Teluk Sampit memiliki sawah terluas yakni 11.616hektare. Belum lagi jagung, kedelai, umbi-umbian dan lainnya juga bisa dikembangkan di kawasan tengah dan utara sesuai kondisi tanahnya,” kata Marjuki.

Pemerintah daerah terus meningkatkan dukungan kepada petani, salah satunya bantuan “combine harvester” atau mesin pemanen padi yang diserahkan kepada petani Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit. 

Peningkatan teknologi pertanian akan menekan biaya dan waktu sehingga diharapkan berdampak besar terhadap peningkatan hasil yang didapat petani. Sektor pertanian diyakini bisa menjadi sektor yang dapat diandalkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Pelaku UMKM yakin HARATI mampu tingkatkan ekonomi kerakyatan

Pelaku UMKM yakin HARATI mampu tingkatkan ekonomi kerakyatan

Sampit (ANTARA) – Munculnya pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor dan Irawati dengan visi dan misinya yang dinilai strategis, membawa angin segar bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Melihat kepedulian dan perhatian Pak Halikinnor dan Bu Irawati terhadap pelaku UMKM selama ini, saya tidak ragu terhadap komitmen mereka membantu kami. Saya yakin ekonomi kerakyatan akan pulih dan maju,” kata Rahmat Noor, seorang pelaku UMKM di Sampit, Rabu.

Menurut pria akrab disapa Rahmat Kotim ini, Halikinnor semasa menjabat Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur dan Irawati semasa menjabat anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah serta berbagai organisasi sosial yang diikutinya, sudah menunjukkan keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan.

Halikinnor selalu mendukung berbagai upaya yang dilakukan untuk pembinaan dan pengembangan UMKM Kotawaringin Timur. Jika dipercaya menjadi bupati, Rahmat yakin Halikinnor akan lebih memperhatikan nasib pelaku UMKM dan meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Seperti saat Rahmat dan rekan-rekannya gencar mengembangkan produk olahan nanas atau kanas gantang, yakni nanas khas yang banyak dibudidayakan petani di sekitar Bandara Haji Asan Sampit Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang, dukungan juga diberikan Halikinnor dan Irawati.

Begitu juga saat Rahmat dan kawan-kawan mengusulkan dibuat tempat agrowisata Kanas Gantang, Halikinnor juga menyampaikan dukungannya dan siap mengupayakannya.

Menurut Rahmat, kanas gantang layak terus dipromosikan karena memiliki banyak kelebihan. Nanas ini mempunyai ciri khas ukurannya yang besar, manis dan banyak air sehingga segar untuk disantap.

Tahun 2014 lalu Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah mencatatkan rekor MURI terkait makan nanas gantang terbanyak. Tahun 2018, kanas gantang resmi dipatenkan setelah dikukuhkan oleh Kementerian Pertanian.

Baca juga:

Lomba membuat makanan dan minuman berbahan dasar kanas gantang juga sering digelar. Ini sejalan dengan semangat pelaku UMKM setempat yang memproduksi beragam produk olahan berbahan kanas gantang seperti keripik, selai, minuman segar dan lainnya.

“Pelaku UMKM saja diperhatikan beliau, tentu begitu pula sektor lainnya. Saya yakin ekonomi kerakyatan akan semakin maju jika Pak Halikinnor terpilih,” kata Rahmat.

Sementara itu Halikinnor dan Irawati menegaskan komitmennya untuk meningkatkan dukungan terhadap sektor UMKM atau ekonomi kerakyatan. Sektor ini akan menjadi perhatian serius karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Halikinnor menilai produk UMKM lokal Kotawaringin Timur tidak kalah bersaing kualitas dengan produk dari luar daerah, hanya kemasannya yang perlu diperhatikan agar lebih menarik. Selebihnya, inovasi dan kreativitas sangat dibutuhkan untuk menyesuaikan selera pasar yang terus berkembang.

“Pembinaan UMKM akan terus kita tingkatkan. Bantuan stimulan pusat dan daerah juga ditingkatkan untuk membantu permodalan. Selain itu kita akan bantu pemasaran secara konvensional maupun online supaya UMKM kita terus berkembang dan pelaku UMKM sejahtera,” demikian Halikinnor.

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Bantuan alsintan mampu tingkatkan kesejahteraan petani Kotim

Bantuan alsintan mampu tingkatkan kesejahteraan petani Kotim

Sampit (ANTARA) – Bantuan alat produksi pertanian (alsintan) yang terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah diyakini akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani setempat.

“Kami sangat senang dan bangga karena bantuan ini sangat bermanfaat. Dengan adanya ‘combine harvester’ ini otomatis akan mengurangi biaya yang dikeluarkan. Otomatis pula penghematan itu akan menambah penghasilan,” kata Udi, petani Desa Lampuyang, Rabu.

Udi dan puluhan petani Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit tampak antusias saat Bupati Supian Hadi didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kotawaringin Timur, Marjuki secara resmi menyerahkan bantuan pemerintah daerah berupa ‘combine harvester’ yakni mesin pemanen padi.

Mesin pemanen padi ini merupakan usulan petani saat penyerahan Kartu Tani di desa setempat pada 12 September lalu. Usulan itu kemudian dikabulkan dalam pengadaan yang dibiayai APBD Perubahan tahun 2020.

Kecamatan Teluk Sampit, khususnya Desa Lampuyang merupakan lumbung padi utama Kotawaringin Timur. Ada sekitar 11.600 hektare sawah terdapat di kecamatan yang berada di kawasan pesisir tersebut.

Selama ini petani memanen padi secara manual atau menggunakan mesin pemanen sewaan yang didatangkan dari Kabupaten Kapuas. Diperkirakan total uang yang dikeluarkan petani setempat untuk menyewa mesin pemanen padi tersebut setiap musim panen mencapai Rp3 miliar.

Secara hitung-hitungan petani, biaya produksi atau upah jika panen secara manual Rp1.300/kg, sedangkan jika menggunakan mesin pemanen hanya mengeluarkan biaya operasional sekitar Rp700/kg.

“Ini jelas akan berdampak pada efisiensi biaya dan peningkatan hasil. Selain itu kami juga meminta perbaikan jalan usaha tani karena kalau jalan sudah bagus maka biaya bisa lebih ditekan lagi sehingga pendapatan bersih petani semakin meningkat,” ujar Soleh, petani lainnya.

Bupati Supian Hadi menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan bantuan alat produksi pertanian. Dia berjanji mengupayakan pengadaan mesin pemanen, ekskavator mini, roller tractor dan lainnya.

“Kita upayakan nanti penambahan masing-masing 10 unit dulu dan kita juga akan meningkatkan jalan usaha tani. Distribusinya dengan melihat luasan lahan pertanian produktif di kecamatan masing-masing. Kita berharap dengan optimalisasi ini berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” kata Supian Hadi.

Supian berharap semua bantuan alsintan yang telah diberikan pemerintah dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu lama. 

Supian mendorong masyarakat untuk meningkatkan produksi pertanian karena potensinya masih sangat besar. Bidang ini tetap bisa diandalkan untuk menopang peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga:

Dia mengapresiasi kegigihan petani dan semua pihak sehingga produksi pertanian terus meningkat. Saat dia baru menjabat bupati pada 2010, Kotawaringin Timur kekurangan beras sekitar 32.000 ton. Berkat kerja keras semua pihak, pada 2017 lalu kabupaten ini sudah mampu surplus 3.200 ton dan terus meningkat.

“Saya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Dinas Pertanian dan pada penyuluh pertanian yang telah konsisten membantu pendampingan kepada petani. Saya berharap petani kita akan semakin sejahtera,” harap Supian Hadi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur, Marjuki mengatakan, ‘combine harvester’ atau mesin pemanen padi tersebut akan dikelola oleh Balai Penyuluhan Pertanian setempat. Kelompok tani bisa mengajukan usulan pemakaiannya secara bergiliran.

Marjuki menyebutkan, potensi sawah di Kotawaringin Timur yang eksis saat ini sekitar 23.900 hektare yang tersebar di 17 kecamatan. Kecamatan Teluk Sampit memiliki sawah terluas yakni 11.616 hektare. 

Selain itu, sekitar 58 persen padi Kotawaringin Timur setiap musim panen dihasilkan oleh petani Kecamatan Teluk Sampit. Tidak berlebihan jika bantuan juga diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kalau panen bersamaan itu maka ‘combine harvester’ini sangat dibutuhkan karena kalau panen secara manual hasilnya pasti terbatas. Mesin ini menjadikan efisiensi sampai 50 persen sehingga kesejahteraan petani bisa terus meningkat. Pak Bupati tadi juga sudah menyatakan tetap berkomitmen membantu petani, juga dalam bentuk alsintan lainnya akan diupayakan secara bertahap,” demikian Marjuki.

Baca juga:

Sumber: ANTARA

DPRD Kotim dukung penuh pembentukan Perda Penanganan COVID-19

DPRD Kotim dukung penuh pembentukan Perda Penanganan COVID-19

Sampit (ANTARA) – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Sanidin menyatakan pihaknya mendukung penuh rencana pembentukan peraturan daerah tentang penanganan COVID-19.

“Ini memang diperlukan sebagai payung hukum bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan untuk menangani pandemi COVID-19 ini. Saya yakin seluruh anggota DPRD akan setuju karena ini demi menyelamatkan seluruh masyarakat,” kata Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Sanidin di Sampit, Selasa.

Wacana membentuk peraturan daerah bergulir dengan tujuan lebih mengoptimalkan penanganan COVID-19, seiring terus meningkatnya pandemi virus mematikan itu, khususnya di Kotawaringin Timur.

Saat ini sudah ada peraturan terkait penanganan COVID-19 yang diatur melalui Peraturan Bupati Kotawaringin Timur Nomor 29 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Dalam pelaksanaannya, peraturan bupati yang efektif diterapkan mulai September 2020 lalu dinilai masih perlu disempurnakan, salah satunya terkait aturan sanksi yang dinilai belum memberikan efek jera kepada pelanggar protokol kesehatan sehingga pelanggaran pun masih banyak terjadi.

Sanidin menegaskan pihaknya siap mendukung penuh dengan cara mempercepat proses pembahasannya di DPRD. Untuk itu dia mendorong pemerintah kabupaten segera mengajukan rancangan peraturan daerah tersebut, bahkan dalam satu atau dua hari ini.

Dia yakin pemerintah kabupaten maupun pihak lain sebagai pemrakarsa rancangan peraturan daerah tersebut sudah banyak mendapat masukan. Dengan begitu, pembahasan nantinya pun diharapkan tidak terlalu lama.

Baca juga:

“Yang penting bagaimana peraturan daerah itu nanti terlaksana, mengakomodir dan melindungi masyarakat. Untuk pembiayaan penanganan COVID-19, kita sudah paham semua. Selama ini bahkan anggaran sudah dipangkas, termasuk anggaran kami di DPRD. Kami tidak menolak karena ini untuk kepentingan masyarakat Kotawaringin Timur,” ujar Sanidin.

Pelaksana Tugas Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya saat memimpin rapat di Posko Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur menyatakan dukungannya terhadap rencana pembuatan peraturan daerah tersebut untuk mengoptimalkan penanganan COVID-19 di Kotawaringin Timur.

“Sepakat perda inisiatif bersama untuk penanganan COVID-19 sebagai payung hukum. Perlu efek jera bagi pelanggar agar tidak mengulangi lagi,” tegas Habib Ismail.

Sementara itu Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin mengatakan, peraturan daerah dibutuhkan sebagai payung hukum untuk berbagai langkah yang diambil, tidak terkecuali terkait penegakan disiplin agar masyarakat menjalankan protokol kesehatan.

“Sudah menjadi rahasia umum masyarakat beranggapan bahwa sanksi pelanggaran protokol kesehatan di daerah kita ini paling disuruh push up atau membacakan Pancasila. Menurut kami, memang perlu payung hukum dengan memuat sanksi tegas agar menimbulkan efek jera bagi pelaku. Kita ini ingin menyelamatkan masyarakat kita,” demikian Jakin.

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Copyright © 2020 Sampit