Seorang Kerani Terseret Perkara Pupuk Oplosan di Sampit

Seorang Kerani Terseret Perkara Pupuk Oplosan di Sampit

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Seorang kerani berinisial H (28) terseret dalam perkara pupuk oplosan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). H sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik unit I Polres Kotim sejak Senin (9/1) lalu.

“H adalah seorang kerani yang perannya menghubungkan sopir transporti berinisal S kepada pembeli. H adalah tersangka ke empat dari perkara pupuk oplosan ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Lajun Siado Rio Sianturi. Kamis, 19 Januari 2023.

Kejadian itu bermula ketika sang sopir S mengeluh karena penghasilannya dirasa kurang. H kemudian menawarkan untuk membawa pupuk yang diangkut ke gudang di Jalan Wengga Metropolitan terlebih dahulu sebelum dibongkar ke perusahaan yang memesan.

Dari perkara itu, sebelumnya dua sopir dan satu penadah berinisial M lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kepolisian. H sendiri diancam dengan Pasal 372 Jo 56. Keempat tersangka itu berasal dari dua laporan di kepolisian.

“Kita telah melalukan penyelidikan dan penyidikan, sebelum akhirnya H ditetapkan tersangka dan telah mendapatkan alat bukti baru dari keterangan saksi. H mendapatkan untung Rp20 ribu pada setiap karung pupuk yang dioplos, dan Rp30 ribu keuntungan untuk S,” bebernya.

Sebelumnya, Senin (12/12) malam lalu, warga bersama sejumlah transportir menggerebek gudang yang diduga dijadikan tempat pengoplosan pupuk di Jalan Wengga Metropolitan yang berada di Kecamatan Baamang, Kotim.

Polisi menyebut bahwa saat penggerebekan oleh warga, pihak Polres Kotim juga tiba di lokasi, dimana saat tiba sejumlah pekerja di gudang itu melarikan diri dan hanya menyisakan sopir yang membawa sebanyak 180 karung pupuk dari distributor yang semestinya dibawa ke perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Cempaga Hulu.

Dimana saat itu sang sopir melakukan upaya penggelapan, sopir menurunkan sebanyak 45 karung untuk dioplos, namun yang sempat dioplos hanya 40 karung sebelum akhirnya polisi tiba di lokasi.

Akibat ulah sopir, kerugian diperkirakan polisi sekitar Rp123,500 juta. Sementara pengakuan sang sopir baru sekali melakukan hal demikian. (**)

Editor: Irga Facheza


Sumber: https://www.intimnews.com/seorang-kerani-terseret-perkara-pupuk-oplosan-di-sampit/

Leave a Reply

Copyright © 2023 Sampit

BERITA

KONTAK

ABOUT

SAMPIT.ID adalah portal agregasi berita tentang kota Sampit (Kotawaringin Timur).

email: [email protected]

STAY CONNECTED

Copyright 2016-2022 Sampit.ID