Puluhan Pelaku Seni di Kota Blitar Diwajibkan Gunakan Aplikasi IBUDANI

Puluhan Pelaku Seni di Kota Blitar Diwajibkan Gunakan Aplikasi IBUDANI

Blitar (beritajatim.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar mulai melakukan sosialisasi penggunaan Aplikasi Budaya dan Seni (IBUDANI) untuk para pelaku seni dan budaya. Dalam tahap awal ini ada 50 pelaku usaha seni dan budaya di kota Blitar yang dilakukan pendataan dengan aplikasi IBUDANI.

“Saat ini kita tahap sosialisasi ke 50 pelaku seni dan budaya di kota Blitar untuk dilakukan pendataan menggunakan aplikasi IBUDANI” Kepala Disbudpar Kota Blitar, Edy Wasono. Sabtu (19/11/2022).

Aplikasi IBUDANI ini, sengaja diterpakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar setelah jumlah pelaku seni terus bertambah, dan selama ini tidak ada pendataan yang jelas mengenai hal tersebut. Aplikasi ini menjadi trobosan baru, agar keberadaan pelaku seni dan budaya lebih terkoordinir dan termonitor dengan baik. Hal itu akan memberi peluang lebih bagi pelaku seni untuk mengembangkan dan mempromosikan bentuk keseniannya.

Selain digunakan untuk pendataan, aplikasi IBUDANI ini juga bisa manfaatkan oleh para pelaku seni untuk mendaftarkan Nomor Induk Kesenian (NIK). Caranya cukup mudah yakni para pelaku seni cukup mengakses link ibudani.visitblitar.com/ibudani.apk melalui smartphone atau android. Rencananya, dalam waktu dekat link tersebut juga akan diintegrasikan ke website blitarkota.go.id.

“Selain pendataan aplikasi ini juga kami manfaatkan untuk mendaftarkan nomor induk kesenian bagi pelaku seni yang belum memiliki nik” imbuhnya.

Aplikasi ini juga menjadi trobosan ditengah banyaknya event atau kegiatan seni yang digelar di kota Blitar. Selama ini pelaku seni yang tampil atau diundang dalam acara seni kota Blitar hanya orang-orang tertentu. Sehingga dengan adanya aplikasi seni dan budaya ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bisa melihat potensi lain untuk ditampilkan dalam acara-acara seni kota Blitar.

“Kita bagaimana mempunyai database yang lebih akurat soal pelaku seni sehingga semua database dan potensi pelaku seni budaya bisa terakomodir dengan baik dan juga bisa mempermudah mengembangkan potensi budaya dan seni” Pungkas.

Sementara itu, para pelaku seni di Kota Blitar mengaku cukup senang dengan adanya aplikasi IBUDANI ini. Selain memudahkan mereka untuk memperoleh Nomor Induk Kesenian (NIK), aplikasi juga memberikan peluang bagi pelaku seni untuk lebih memperkenalkan potensi kesenian yang dimilikinya.

Aplikasi IBudaNI juga dinilai efisien, jika Pemkot Blitar ingin mengundang pelaku seni maka bisa melihat portofolio yang ada dalam aplikasi tersebut.

“Saya sangat mendukung ya adanya aplikasi ini. Aplikasi IBudaNI juga memberikan kemudahan nantinya bagi pelaku seni dan budaya untuk mengekspose karyanya” kata Faisal Hakim, pelaku seni di Kota Blitar.

Meski begitu menurut para pelaku seni aplikasi IBUDANI ini masih sedikit sulit diakses. Selain itu mereka juga belum fasih melakukan pendaftaran ataupun menggunakan fitur yang ada di dalam aplikasi ini.

Para pelaku seni pun berharap meski sudah ada aplikasi, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tetap memberikan pendampingan agar proses pendaftaran melalui aplikasi budaya dan seni ini bisa berjalan lancar.

“Ya aplikasi baru mas kita belum fasih, terus aplikasi juga masih sulit diakses ya mungkin masih perlu perbaikan, tapi trobosan ini cukup bagus bagi mereka dan kita yang punya usaha seni tapi belum terkenal” pungkasnya.(owi/kun)

 




Sumber: https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/puluhan-pelaku-seni-di-kota-blitar-diwajibkan-gunakan-aplikasi-ibudani/

Leave a Reply

Copyright © 2022 Sampit

BERITA

KONTAK

ABOUT

SAMPIT.ID adalah portal agregasi berita tentang kota Sampit (Kotawaringin Timur).

email: [email protected]

STAY CONNECTED

Copyright 2016-2022 Sampit.ID