Pengusaha Asal Bandung Tidak Hadir, Diberi Waktu Lagi Lima Hari Selesaikan Masalah Lahan di Cempaga Hulu

Pengusaha Asal Bandung Tidak Hadir, Diberi Waktu Lagi Lima Hari Selesaikan Masalah Lahan di Cempaga Hulu

Rapat masalah lahan di areal kebun sawit milik Acen yang kini diklaim oleh Alpin Laurence Cs.

SAMPIT – Alpin Laurence Cs tidak hadir dalam pertemuan yang digelar di kantor kebun di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat, 29 Juli 2022.

Padahal pihak Hok Kim alias Acen sudah menunggu bersama kuasa hukumnya, Guruh Eka Saputra dan rekan. Alpin Cs hanya diwakili oleh kuasa hukumnya Mambang Tubil dan rekan serta Adi orang yang mengaku ditunjuk Alpin Cs sebagai manajemen untuk mengelola sawit tersebut.

Rapat mediasi yang dipimpin Damang Cempaga, Hulu Duwin tersebut terkait penyelesaian masalah lahan antara Alpin Cs dan Acen dengan luasan lahan sekitar 700 hektare. Di mana lahan itu dikelola oleh Acen dan kini berpolemik setelah Alpin Cs mengerahkan sejumlah orang dari Palangka Raya untuk menghentikan aktivitas Acen.

Rapat tersebut sempat berjalan alot lantaran pihak Alpin bersikukuh ingin melakukan aktivitas di lahan itu juga. Sementara pihak Acen keberatan lantaran lahan itu adalah miliknya sebagaimana legalitas yang dikantonginya.

Karena tidak ada jalan tengah saat itu hingga akhirnya disepakati agar masalah ini diselesaikan antara Acen dan Alpin, agar keduanya bisa bertemu secara langsung untuk menyelesaikan masalah itu tanpa campur tangan pihak lain.

Dalam musyawarah itu Duwin memberi kesempatan agar kedua belah pihak menentukan waktunya.

Hingga kemudian disepakati waktu lima hari, pertemuan akan dilakukan agar Alpin bisa hadir pada Rabu, 3 Agustus 2022 di kantor kebun itu.

“Kita sepakat waktu selama lima hari mereka lakukan pertemuan, Pak Alpin nanti agar bisa hadir menyelesaikan ini bersama Pak Acen,” tegas Duwin.

Mereka ingin masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan mengingat Acen dan Alpin masih ada hubungan kekerabatan.

Bilamana Alpin tidak hadir, disepakati agar Alpin bisa menarik orang-orang suruhannya yang kini diturunkannya untuk menghentikan aktivitas Acen di areal kebun tersebut.

Sebelumnya Acen sempat jadi tersangka di Polda Kalteng atas laporan Alpin Laurence, Soejatmiko Lieputra, Yansen dan H Wahju Daeny atas dugaan penggelapan sertifikat.

Acen sempat ditahan selama 60 hari, hingga akhirnya dibebaskan lantaran tidak cukup bukti untuk kasusnya diajukan ke tingkat penuntutan. (Naco).


Sumber: https://beritasampit.co.id/2022/07/29/pengusaha-asal-bandung-tidak-hadir-diberi-waktu-lagi-lima-hari-selesaikan-masalah-lahan-di-cempaga-hulu/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Sampit

Subscribe dan Like!

Dapatkan informasi terbaru tentang Sampit secara realtime!

BERITA

KONTAK

ABOUT

SAMPIT.ID adalah portal agregasi berita tentang kota Sampit (Kotawaringin Timur).

email: [email protected]

STAY CONNECTED

Copyright 2017 Sampit.ID