Pembahasan perubahan APBD Kotim pertimbangkan laju inflasi – ANKT

Pembahasan perubahan APBD Kotim pertimbangkan laju inflasi – ANKT


Sampit (ANTARA) – Badan Anggaran DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah menyatakan, pembahasan perubahan APBD tahun 2022 mempertimbangkan laju inflasi agar pengalokasian anggaran bisa dilakukan dengan baik. 

“Laju inflasi pun dapat dicermati dari sisi penawaran dan permintaan dalam menetapkan laju inflasi yang dipergunakan sebagai salah satu asumsi dasar dalam penyusunan APBD Perubahan di Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2022,” kata anggota Badan Anggaran DPRD Kotawaringin Timur, Sihol Parningotan Lumban Gaol di Sampit, Jumat. 

Seperti diketahui, ada dua daerah yang menjadi barometer dalam pengambilan sampel penghitungan inflasi di Kalimantan Tengah yaitu Kota Palangka Raya dan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Pemerintah daerah menargetkan capaian pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,2 persen dan inflasi sebesar 3,0 persen. Pergerakan laju inflasi di Kabupaten Kotawaringin Timur di tahun 2022 diharapkan tidak akan melebihi asumsi tersebut dan diupayakan ditekan sepanjang tidak terjadi gejolak yang dapat berpengaruh secara signifikan terhadap kenaikan laju inflasi baik bersifat nasional maupun lokal. 

Bergejolaknya ekonomi global, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi nasional meskipun tidak berdampak parah. 

“Demikian pula dengan kondisi ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur apabila tidak diantisipasi dikhawatirkan akan berdampak pada tatanan kehidupan sosial dan ekonomi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur yang menghambat pembangunan daerah dan banyak faktor yang harus menjadi bahan pertimbangan dalam rangka menentukan kebijakan ekonomi di kabupaten yang kita cintai ini,” ujar Lumban Gaol. 

Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Demokrat ini menambahkan, perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2022, mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 tahun 2020, tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Indikator yang sering dipergunakan untuk melihat keadaan perekonomian suatu daerah adalah tinggi rendahnya inflasi menunjukkan stabilitas ekonomi suatu daerah. Inflasi dapat terjadi karena aktivitas pada sektor moneter yang riil.

}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));


Sumber: https://kalteng.antaranews.com/berita/587749/pembahasan-perubahan-apbd-kotim-pertimbangkan-laju-inflasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Sampit

BERITA

KONTAK

ABOUT

SAMPIT.ID adalah portal agregasi berita tentang kota Sampit (Kotawaringin Timur).

email: [email protected]

STAY CONNECTED

Copyright 2016-2022 Sampit.ID