Mulai Sosialisasi Sanksi Adat Bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Diharap Lebih Efektif

Mulai Sosialisasi Sanksi Adat Bagi Pembuang Sampah Sembarangan, Diharap Lebih Efektif

ILHAM/BERITA SAMPIT – Camat Mentawa Baru Ketapang Eddy Hidayat, saat memberikan pelayanan kepada salah seorang guru yang datang ke Kantor Kecamatan, Senin 5 September 2022.

SAMPIT – Mulai awal bulan September tahun 2022 ini Pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah mulai menyosialisasikan Hukum Adat bagi warga yang membuang sampah bukan pada tempatnya.

“Hari ini mulai masa sosialisasi, dan jika ada yang tertangkap akan dilakukan pembinaan maupun teguran dulu. Jika nantinya sanksi adat diterapkan, maka bagi yang tertangkap tangan berarti akan dilakukan sidang adat,” jelas Camat MB Ketapang Eddy Hidayat, Senin 5 September 2022.

Dipaparkan, sosialisasi penerapan hukum adat bagi masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya tersebut dilakukan secara berjenjang dari Kecamatan, Kelurahan/Desa, RT/RW dan kepada masyarakat.

Selain itu juga agar masyarakat lebih mengetahui, sosialisasi juga menggunakan spanduk dan media masa.

“Mudah-mudahan hukum adat ini lebih efektif. Intinya kita bukan untuk menghukum masyarakat, tetapi kita mengedukasi masyarakat supaya sadar dan mengerti, artinya tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

“Biar seperti musim hujan seperti ini Kota Sampit tidak banjir, karena kalau buang sampah sembarangan bisa mengakibatkan banjir,” lanjut Eddy.

IST/BERITA SAMPIT – Surat Sosialisasi Penerapan Hukum Adat Bagi pelaku buang sampah tidak pada tempatnya.

Ditambahkan, setelah sosialisasi hukum adat selama satu ini selesai, maka akan dicanangkan secara resmi sanksi adat tersebut ke masyarakat.

“Nanti diresmikan Insya Allah oleh pak Bupati, kemarin sudah kita sampaikan dan beliau sudah oke bulan oktober itu, karena sekaligus dihari itu juga pengukuhan mantir adat se-Kecamatan MB Ketapang,” katanya.

Eddy juga menjelaskan, sejauh ini kesadaran masyarakat di wilayah MB Ketapang setelah dilakukan sosialisasi mulai membaik dan aksi buang sampah sembarangan pun juga berkurang.

“Seperti di jembatan patah itu, biasanya setiap hari sampah menumpuk, sekarang tidak lagi setelah kita pasang spanduk sosialisasi sanksi adat itu,” imbuhnya.

Dengan inovasi baru melalui sanksi adat ini, Eddy berharap lebih efektif menjaga kota Sampit bersih dari sampah.

“Penerapan hukum adat ini mungkin yang pertama kali di Kalimantan Tengah. Kalau ini berjalan efektif tidak menutup kemungkinan nanti bisa diikuti daerah lain,” pungkasnya (ilm).

(Visited 6 times, 6 visits today)




Sumber: https://beritasampit.co.id/2022/09/05/mulai-sosialisasi-sanksi-adat-bagi-pembuang-sampah-sembarangan-diharap-lebih-efektif/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 Sampit

BERITA

KONTAK

ABOUT

SAMPIT.ID adalah portal agregasi berita tentang kota Sampit (Kotawaringin Timur).

email: [email protected]

STAY CONNECTED

Copyright 2016-2022 Sampit.ID