Kades Senori Tuban Tanya Soal Infrastruktur dan Pupuk Subsidi, Dinas Kelimpungan

Kades Senori Tuban Tanya Soal Infrastruktur dan Pupuk Subsidi, Dinas Kelimpungan

JATIMTIMES – Dua organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Tuban kelimpungan saat menjawab persoalan perkembangan infrastruktur dan pembangunan peningkatan Jalan Sidoharjo Senori sampai Sembung Parengan. 

Di mana, jalan tersebut kondisinya terbengkalai dan sejumlah jembatan maupun jalan di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban rusak. 

Baca Juga :
Keberadaan TIK Tunjang Keterlibatan Masyarakat dalam Keterbukaan Informasi Publik

Hal itu terungkap dalam acara Jagongan Kantibmas Polres Tuban yang menghadirkan sejumlah OPD dan pemangku kepentingan di Pendapa Kecamatan Senori.

“Kenapa setiap pengerjaan pembangunan proyek infrastruktur atau jalan malah menambah persolaan baru yaitu bertambahnya kerusakan,” tanya Kades Wanglu Wetan Prasetyo kepada pihak DPUPR PRKP Tuban. 

Dia menyebutkan, sampai sekarang tidak ada kepastian dari pihak Pemkab Tuban, siapa yang bertanggungjawab membangun kembali jembatan damseng yang rusak paska tragedi kecelakaan maut. 

Selain itu, jembatan desa yang retak ditenggarai adanya pembangunan tembok penahan tebing. 

Di tempat sama, tokoh masyarakat Senori Hilaluddin Qomar, menyayangakan adanya pengerukan proyek irigasi dari Bangilan sampai Senori yang dibiarkan terbengkalai. 

“Ini diteruskan kapan. Sebab berpengaruh pada aliran air untuk pertanian di persawahan Sendang,” keluhnya. 

Mendapati cecaran pertanyaan dari kades dan Tomas Senori, pihak perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Kabupaten Tuban Dasti mengatakan, untuk jembatan damseng akan di bangun oleh Pertamina.

“Sedangkan jembatan lainya akan dimasukkan pembangunan di tahun 2023,” jawab Dasti yang mendapat sorakan tamu undangan. 

Di hadapan para hadirin Dinas PUPR PRKP tak bisa menjawab banyak perihal persoalan infrastruktur dan jalan yang rusak parah di lokasi wilayah Kecamatan Senori. 

“Terkait persoalan lain seperti irigasi Bangilan sampai Senori akan kita sampaikan pimpinan. Mudah-mudahan infrastruktur yang rusak bisa direalisasikan 2023,” imbuhnya. 

Di acara sama, disinggung juga oleh para jades se-Kecamatan Senori perihal pendistribusian pupuk subsidi.

Pasalnya, banyak petani yang sudah meninggal terhapus NIK dari database sistem simultan. Tak pelak banyak ibu -ibu berstatus janda di tinggal kepala keluarga yang punya lahan pertanian, mengadu tak dapat pupuk subsidi pada tahun ini. 

“Banyak petani khususnya kepala rumah tangga janda atau perempuan protes ke kades. Sebab, tak mendapat jatah pupuk subsidi. Ini solusinya bagaimana?” tanya kades terpilih Desa Rayung Sutomo kepada perwakilan Dinas DKP2P Tuban. 

Baca Juga :
Apresiasi Inovasi Masyarakat, Lumajang Gelar Lumajang Innovation Award

Menjawab soal itu, Kabid Sarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Hart Novembria menjelaskan, persoalan alokasi dan pendistribusian pupuk subsidi bagi nama atau pemilik lahan pertanian yang telah meninggal tidak dapat memperoleh pupuk. Pasalnya, sistem E-RDKK diajukan pada setiap tahun sekali. 

“Kalau NIK masih tercantum dalam aplikasi otomatis tetap menerima pupuk. Sebaliknya, kalau sistem, NIK terhapus karena yang bersangkutan meninggal, dia tidak dapat pupuk subsidi,” jelasnya. 

“DKP2P Tuban, telah mengkonsultasikan persoalan tersebut kepada kementerian. Tetapi lagi – lagi sistem tak mau membaca. Mohon dimaklumi. Sebab E-RDKK dibuka setahun sekali,” sontak jawaban ini mendapat sorakan dari para kades dan undangan di Pendapa Kecamatan Senori. 

Nove sapaan pendek Hart Novembria menambahkan, terbitnya surat keputusan kementan nomor 10/2022 disebutkan, alokasi pupuk subsidi pemerintah hanya tinggal 2 jenis pupuk yakni Jenis Urea dan NPK. Sedangkan jenis pupuk subsidi lainnya seperti SP36, ZA , dan pupuk hayati sudah tidak ada atau di cabut. 

Selain itu, ditandaskan Nove, untuk komoditas tanaman pertanian yang diakomodir kementan dalam hal ini pupuk subsidi, dari total 70 jenis komoditas tanaman saat ini tinggal 9 tanaman yang dapat jatah subsidi pupuk. 

Diantaranya, jenis tanaman pangan mencakup padi, jagung, kedelai. Lalu untuk Holtikultura hanya tanaman cabai, bawang merah dan bawang putih. Sedangkan perkebunan subsidi pupuk hanya untuk tanaman tebu rakyat, kopi dan kakao. 

“Dasar kami SK kementan. Yang tadinya dari total tujuh puluhan komoditas tanaman dapat subsidi pupuk sekarang tinggal 9 komoditas yang dapat tersubsidi,” tutur Nove. 

Dia juga menyampaikan alur pendistribusian pupuk subsidi dari PT Pupuk Indonesia, distributor, agen, petani, pihak DKP2P hanya dapat mengusulkan pengalokasian. 

“Pengadaan bukan DKP2P tetapi kami hanya mengusulkan. Untuk urusan mekanisme proses pendistribusian dari PI, Distributor, Agen dan petani urusan dinas perdagangan. Fungsi kami hanya pengawasan,” tandanya. 

Dikesempatan itu, DKP2P juga menyampaikan bahwa alokasi pupuk subsidi di Senori, dari jenis urea sebanyak 3.143 ton dan pupuk NPK sebanyak 1.903 ton. Hingga saat ini telah terealisasikan urea 2.577 ton, dan per Oktober, pupuk subsidi di wilayah Senori sisa 363 ton jenis NPK dan urea 566 ton. 

“Kalau hitungan dalam 1 rit delapan ton. Monggo dihitung sendiri. Pupuk tidak langka, seharusnya tinggal bagaimana pengawasan di tingkat agen pada kendali data salur ke petani,” tutupnya. 




Sumber: https://jatimtimes.com/baca/278368/20221123/114500/kades-senori-tuban-tanya-soal-infrastruktur-dan-pupuk-subsidi-dinas-kelimpungan

Leave a Reply

Copyright © 2022 Sampit

BERITA

KONTAK

ABOUT

SAMPIT.ID adalah portal agregasi berita tentang kota Sampit (Kotawaringin Timur).

email: [email protected]

STAY CONNECTED

Copyright 2016-2022 Sampit.ID