Jaksa Menghentikan Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Justice

Jaksa Menghentikan Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Justice

Seruyan, infobanua.co.id – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum melalui Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda (Oharda) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Agnes Triyanti, SH., MH. Kamis (24-11-2022) menyetujui Permohonan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Perkara Tindak Pidana pelaku pencurian dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Seruyan atas nama tersangka S yang disangka melanggar Pasal 362 KUHPidana.

Ekspose secara virtual yang dihadiri Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda (Oharda) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Agnes Triyanti, SH., MH., Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Budi Hartawan Panjaitan, Asisten Tindak Pidana Umum Riki Septa Tarigan, SH., M.Hum., Kajari Seruyan.

banner 325x300

Kronologis tindak pidana pencurian yang dilakukan tersangka S bahwa pada, Senin (5-9-2022) sekitar jam 12.00 WIB, pergi menuju warung Korban Siti Mariyah dengan menggunakan sepeda motornya Yamaha Jupiter MX 150 dengan Nopol KH 4897 PG untuk membeli gado gado dan es teh untuk di bungkus.

Pada saat itu tersangka ada melihat 1 buah tas hitam yang berada di dalam lemari kaca,tersangka menduga ada uang di dalam tas tersebut. Setelah selesai menerima gado-gado dan es teh yang di pesan tersangka membayar Rp. 20.000 dan kemudian tersangka pergi dari warung tersebut, namun di tengah jalan tersangka teringat dengan anaknya yang masih belita 10 bulan yang sudah satu hari belum minum susu.

Kemudian timbul niat jahat tersangka untuk mengambil 1 buah tas warna hitam tadi milik korban SM dan kemudian tersangka kembali kewarung, saat itu kondisi warung dalam keadaan sepi tersangka masuk kedalam warung dan mengambil 1 buah tas warna hitam dengan membuka pintu lemari kaca.

Setelah itu tas di masukan kedalam baju dan tersangka langsung keluar dan kabur dari warung dengan menggunakan sepeda motor, Sehingga atas perbuatan tersangka diancam dengan Pasal 362 KUHPidana
Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif tersebut diberikan dengan pertimbangan tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana,ancaman pidana penjara tidak lebih 5 tahun, tersangka menyesal dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya, memenuhi kerangka pikiran keadilan restoratif dan telah tercapai kesepakatan perdamaian antara tersangka dan pihak korban tanpa syarat.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum melalui Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda (Oharda) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Agnes Triyanti, SH., MH.,, menyampaikan ucapan apresiasi kepada Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah dan Jajarannya, Kepala Kejaksaan Negeri Sukamara, Kepala Kejaksaan Negeri Seruyan serta Jaksa Fungsional yang telah aktif menjadi fasilitator sehingga terwujudnya proses Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, dimana Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif ini adalah salah satu upaya Kejaksaan mendekatkan diri dengan masyarakat sesuai dengan arahan bapak Jaksa Agung.

Selanjutnya Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda (Oharda) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Agnes Triyanti, SH., MH., memerintahkan Kepala Kejaksaan Negeri Sukamara dan Kepala Kejaksaan Negeri Seruyan menerbitkan SKP2 dan melaporkannya kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum dan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah.

Zainal.

banner 325x300




Sumber: https://infobanua.co.id/2022/11/25/jaksa-menghentikan-penuntutan-berdasarkan-keadilan-restoratif-justice/

Leave a Reply

Copyright © 2022 Sampit

BERITA

KONTAK

ABOUT

SAMPIT.ID adalah portal agregasi berita tentang kota Sampit (Kotawaringin Timur).

email: [email protected]

STAY CONNECTED

Copyright 2016-2022 Sampit.ID