Wah, Segini Biaya Swab Mandiri di RSUD dr Murjani Sampit

Wah, Segini Biaya Swab Mandiri di RSUD dr Murjani Sampit

SAMPIT – Tarif swab test bagi masyarakat yang ingin melakukan secara mandiri telah ditetapkan. Test swab guna mengetahui positif tidaknya terhadap Covid-19. Test swab mandiri ini dapat dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Murjani Sampit dan memiliki tarif sebesar Rp900 ribu.

“Untuk swab test mandiri tarifnya sebesar Rp900 ribu kalau hasil tracking gratis,” kata Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr. Febby Yudha Herlambang, Rabu 4 November 2020. Tarif yang dikenakan tersebut sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dimana harga atau tarif tertinggi swab test mandiri adalah Rp900 ribu.

Jumlah tarif tersebut telah mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai penyelenggara. Test swab mandiri ini biasanya dilakukan bagi warga yang dituntut melakukan swab sebagai syarat perjalanan ataupun pekerjaan.

“Untuk masyarakat yang diwajibkan swab tes untuk syarat pekerjaan,perjalanan atau sekolah ya pake swab tes mandiri dan itu bayar Rp 900 ribu,” ungkap dr. Febby Yudha Herlambang.

Dijelaskan pula, untuk pengambilan swab test dapat dilakukan setiap hari kerja, namun untuk proses pemeriksaan di laboratorium pihaknya menyesuaikan dengan kuota yang sekali running kurang lebih sebanyak lima belas sample agar lebih efesien. Sehingga memerlukan waktu untuk mengetahui hasilnya.

“Kalau kita main sedikit,misalkan hanya lima sample maka yang sepuluh akan terbuang, kan mubazir itu ada uangnya,” jelasnya. Sehingga dirinya mengimbau kepada masyarakat yang ingin memerlukan hasil swab tes tersebut sebaiknya jauh-jauh hari  telah melakukan pemeriksaan. 

Pasalnya pemeriksaan tidak dapat langsung dilakukan lantaran mengefesienkan pemeriksaan dimana harus menunggu hingga jumlah sekali running terpenuhi selain itu pihaknya juga lebih mementingkan pemeriksaan yang sifatnya urgent. 

“Makanya kalau yang mandiri perhatikan kapan diperlukannya, jangan dadakan. Karena kemampuan kita masih terbatas,” jelasnya. Dirinya memaparkan bahwa alat PCR yang dimiliki saat ini dalam sekali running ada 32. 

Dimana 30 adalah spesimen dan 2 sebagai kontrol. Sedangkan satu sesi running memerlukan waktu kurang lebih tiga jam. “Kalau di jam kerja itu 30 spesimen, paling banyak ya 60 atau dua kali sesi dan tergantung juga dengan kemampuan mesin” papar dr. Yudha.

Menurutnya jika ingin ditingkatkan jumlah spesimen perlu menyediakan mesin tambahan atau metode tambahan untuk mengoptimalkan jumlah yang diperiksa setiap hari. “Untuk sementara ini kita menjaga mutu pemeriksaan kita,” tutupnya.

(dev/matakalteng.com)

Sumber: Mata Kalteng

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: