Waduh…!!! Pembeli Hasil Panen Padi di Kecamatan Teluk Sampit Bukan Penduduk Lokal?

Waduh…!!! Pembeli Hasil Panen Padi di Kecamatan Teluk Sampit Bukan Penduduk Lokal?

SIAP PANEN : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Puluhan ribu hektare lahan pertanian padi di Kecamatan Teluk Sampit siap dipanen. Disayangkan, pembelinya rata-rata bukan penduduk lokal, Kotim.

SAMPIT – Sejak ditetapkan sebagai lumbung padi di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), persoalan pembeli hasil panen padi hingga sekarang belum ada solusi tepat.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Rasijo. Dia menganggap wajar jikalau hasil panen padi bukan dibeli penduduk lokal (Red_Kotim) melainkan penduduk di luar Kalteng yakni, Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Jangan disalahkan pembelinya dari orang Banjar, Kalsel, karena petani juga menginginkan gabah kering yang dijual harganya lumayan tinggi,” ucapnya kepada wartawan beritasampit.co.id, Selasa 5 Mei 2020.

BACA JUGA:   Dewan Minta Realisasi CSR PBS Harus Bisa Back Up Seluruh Masyarakat Kecuali Pengusaha

Rasijo menjelaskan, selama ini harga jual gabah kering panen khususnya di Kotim dianggap belum ada kepastian atau turun naik. Disamping itu, tidak sesuai juga dengan biaya operasional dilapangan.

Hal itu menurutnya, memicu para petani khususnya di Kecamatan Teluk Sampit terpaksa menjual kepada pengepul di luar Kotim karena mereka mau membeli dengan harga tinggi.

“Kepastian harga gabah kering ditingkat petani masih rendah dan persoalan ini terjadi hampir setiap kali panen. Sampai sekarang belum ada solusi, petani mengharapkan hasil ubinan mereka dijual dengan harga stabil, ini yang diinginkan petani kami,” kata pria berkacamata ini.

BACA JUGA:   PMI Kotim Terima 100 Paket Sembako

Untuk itu, tambahnya, Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Dinas Pertanian diharapkan lebih memperhatikan nasib petani padi.

“Persoalan yang dihadapi para petani kami tidak hanya dari segi harga jual gabah kering panen juga mengenai infrastruktur jalan menuju area pertanian,” tandasnya. (Ifin/beritasampit.co.id).

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: