Tidak Ada Kerumunan, Dalam Seminggu Setiap Siswa Hanya Sehari Belajar Tatap Muka

Tidak Ada Kerumunan, Dalam Seminggu Setiap Siswa Hanya Sehari Belajar Tatap Muka

SAMPIT – Tepat hari ini pembelajaran tatap muka di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah mulai dilakukan, namun belum semua sekolah bisa menerapkan hal tersebut. Pasalnya masih ada persyaratan yang harus dilengkapi. 

Diketahui, hari ini hanya ada satu sekolah yang melaksanakan pembalajaran tatap muka. Yaitu sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 10 Sampit. Dimana sekolah tersebut telah memenuhi persyaratan pembelajaran tatap muka.

Juru bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kotim, Multazam mengatakan, siang ini Satgas penanganan Covid-19 Kotim melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah di dalam Kota Sampit. Sementara di kecamatan masih menunggu setelah hari ini.

“Di pusat kota ini ada 11 SMP yang akan dilakukan verifikasi. Memang pada saat penilaian kami, banyak yang perlu dipersiapkan. Komitmen kami dengan pihak sekolah, persyaratan akan ditunggu sampai dengan tanggal 8 November ini untuk melakukan persiapan,” sebutnya, Senin 2 November 2020.

Lanjutnya, dari seluruh ruang kelas tidak akan terpakai semua, karena sesuai dengan rencana kurikulum yang di desain saat pandemi ini hanya 10 ruangan yang aka digunakan dengan dua kali shift yakni pagi dan sore.

“Jadi jika dihitung, per siswa itu hanya mendapatkan satu hari saja dalam satu minggu. Dan tentunya waktunya tidak sama dengan saat kondisi normal. Kita pastikan kerumunan itu tidak terjadi pada saat penjemputan anak pulang sekolah, karena dalam skema proses belajar mengajar tatap muka sudah ditetapkan ada jeda antara shift satu dan dua sekitar 1 jam 40 menit,” ungkapnya.

Menurut ya, hal itu yang meyakinkan pihaknya bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah bisa dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. 

(dia/matakalteng.com)

Sumber: Mata Kalteng

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: