Ternyata Pelajar Juga Ingin Ikut Demo di Sampit

Ternyata Pelajar Juga Ingin Ikut Demo di Sampit

SAMPIT – Aksi demonstrasi yang dilakukan Serikat Rakyat Kotim rupanya tidak hanya mengundang antusias dari para mahasiswa serta buruh, ternyata aksi ini juga mengundang antusias dari para pelajar bahkan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Namun demikian, hal itu tidak diperbolehkan lantaran masih dibawah umur dan bisa membahayakan. Sebanyak 15 orang pelajar dan anak putus sekolah diamankan jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim). Karena ditemukan berada dalam barisan yang bersiap melakukan aksi demo di depan Sekretariat HMI Kotim. 

Pelajar tersebut menyusup kedalam barisan namun segera terdeteksi karena tidak memiliki penanggung jawab. “Ada 15 orang pelajar kami amankan, dan kami bawa ke Polres Kotim. Karena kami komitmen bagi pelajar tidak boleh ikut aksi,” ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Senin 12 Oktober 2020. 

Setelah dilakukan interogasi, ternyata 11 orang merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), sedangkan 4 orang lainnya anak di bawah umur yang putus sekolah.

“Semua anak-anak itu masih dibawah umur, jadi tidak boleh mengikuti demo. Dan sekarang sudah diamankan,” ujarnya. Merekapun langsung dibawa ke Polres Kotim untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dan saat diintrogasi, ternyata mereka ikut demo karena diajak di grup whatsapp. 

Sehingga mereka berangkat, karena ingin bertemu dengan teman-teman. Terhadap 15 pelajar tersebut, diberikan pembinaan. Selain itu, juga dipanggil orangtuanya, dan juga kepala sekolahnya. 

(dia/matakalteng.com)

Sumber: Mata Kalteng

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: