Tak Hanya Pandemi Covid-19, Bencana Alam Juga Menjadi Perhatian Saat Periode Nataru

Tak Hanya Pandemi Covid-19, Bencana Alam Juga Menjadi Perhatian Saat Periode Nataru

SAMPIT – Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi mengatakan, dalam periode perayaan natal tahun 2021 dan tahun baru 2022 (nataru), tidak hanya pandemi Covid-19 yang menjadi perhatian dan pengawasan namun juga bencana alam.

Menurutnya, melalui instruksi menteri dalam negeri (Inmendagri), pemerintah meminta instansi pelaksana bidang perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penguatan, pengendalian, pengawasan terhadap pelaku perjalanan. “Yang mana hak itu dilakukan pada Posko Check Point di daerah masing-masing bersama dengan TNI dan POLRI selama periode libur nataru,” kata Umar, Kamis 2 November 2021.

Selain itu, seluruh Satpol PP, Satlinmas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Pemadam Kebakaran juga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keterlibatan aktif. “Salah satunya dalam mencegah dan mengatasi aktivitas publik yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Ditambahkannya, juga dalam mencegah dan mengatasi aktivitas berkumpul/kerumunan massa di tempat fasilitas umum, fasilitas hiburan (pusat perbelanjaan dan restoran), tempat wisata, dan fasilitas ibadah, selama periode libur nataru. “Pemerintah juga meminta untuk melakukan antisipasi terhadap kondisi cuaca yang berpotensi terjadinya bencana alam seperti banjir, gempa, tanah longsor dan gunung meletus pada bulan Desember 2021 dan Januari 2022. Khususnya di Kotim ini yang sering terjadi yaitu bencana banjir,” pungkasnya.

Sementara itu diketahui, dari informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandar Udara H Asan Sampit, saat ini Kotim masih dalam musim penghujan. “Untuk gambaran umum cuaca bulan November 2021 berdasarkan monitoring data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, menunjukkan bahwa saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0,96 pada Dasarian III Oktober 2021. Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan kita harus bersiap dengan kehadiran La Nina 2021/2022 yang diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah – sedang, setidaknya hingga Februari 2022,” jelas Kepala BMKG Kotim, Musuhanaya.

Dengan adanya potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap dampak yang berpotensi terjadi seperti banjir.

(dia/matakalteng.com)

Copyright © 2022 Sampit_ID
%d bloggers like this: