Sekolah di Kotim Akan Lakukan Sistem Pembelajaran Tatap Muka, Ini Syarat dan Ketentuannya

Sekolah di Kotim Akan Lakukan Sistem Pembelajaran Tatap Muka, Ini Syarat dan Ketentuannya

VERIFIKASI : IST/BERITA SAMPIT – Tim Satgas Covid-19 Kotim melakukan verifikasi sekolah yang akan melakukan sistem pembelajaran tatap muka.

SAMPIT – Satuan Pendidikan Dasar (SD dan SMP) dan Madrasah (MI dan MTs) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akan melakukan sistem pembelajaran tatap muka. Hal ini berdasarkan Surat Edaran Bupati Kotim Nomor : 421/5895/DISDIK/X/2020, tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Kotim.

Menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Kotim tersebut, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kotim, melakukan pemantauan lapangan (verifikasi) ke sejumlah sekolah di kecamatan-kecamatan dalam Kota Sampit dan selanjutnya akan dilakukan di kecamatan lainnya.

Pada verifikasi yang dilakukan di sekolah-sekolah di kecamatan dalam Kota Sampit, hanya satu sekolah yang diberikan izin melakukan pembelajaran tatap muka, sementara untuk sekolah lainnya Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kotim memberikan beberapa catatan untuk dilengkapi agar pada pelaksanaannya nanti sesuai dengan ketentuan.

Batas waktu persiapan tersebut diverifikasi ulang pada tanggal 8 November 2020 yang selanjutnya akan diberikan rekomendasi/izin apabila sekolah tersebut telah memenuhi syarat dalam melakukan kegiatannya.

Dalam Surat Edarannya tertanggal 27 Oktober 2020, Bupati Kotim memerintahkan kepada Satuan Pendidikan dan Madrasah untuk melaksanakanPembelajaran Tatap Muka di Sekolah mulai :
a. Hari Senin, tanggal 02 – 09 November 2020 untuk jenjang SMP dan MTs.
b. Hari Senin, tanggal 09 – 16 November 2020 untuk jenjang SD dan MI Kelas 4,5 dan 6.
c. Hari Senin tanggal 16 – 23 November 2020 untuk jenjang SD dan MI Kelas 1, 2 dan 3.

BACA JUGA:   Suparmadi Kembali Pimpin PGRI Kotim

Untuk menunjang hal tersebut, di perintahkan kepada Satuan Pendidikan dasar untuk
menyediakan beberapa perlengkapan dalam rangka kegiatan Pembelajaran tatap muka di
Sekolah Wajib memperhatikan Standar Operasional Protokol Kesehatan sebagai berikut :

1. Satuan pendidikan wajib mendapatkan persetujuan orang tua atau wali murid serta Komite Sekolah terhadap keikutsertaan putra-putrinya dalam pembelajaran tatap muka di sekolah (dengan mengisi form yang ditandatangani orangtua/wali). Meskipun sekolah telah memenuhi syarat protokol kesehatan, para orang tua atau wali murid tetap berhak untuk memutuskan anaknya ikut atau tidak belajar tatap muka di Sekolah. Sekolah dilarang memaksa siswa untuk belajar tatap muka jika orang tua merasa tak aman. Bagi murid yang tidak diizinkan orang tuanya, bisa tetap melaksanakan kegiatan belajar dari rumah
atau pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

2. Ketersediaan sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih, sarana cuci tangan memakai
sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), dan
penyemprotan disinfektan secara berkala serta melakukan pengaturan jarak/tempat duduk
1 – 1,5 meter.

3. Menerapkan area wajib masker atau pelindung wajah (face shield) dengan memasang
beberapa penanda yang dapat terlihat dan dipasang dengan kuat serta untuk di patuhi dan
menuangkan di bawahnya ketentuan tersebut adalah seusai dengan Peraturan Bupati
Kotawaringin Timur Nomor 29 Tahun 2020.

BACA JUGA:   Elektabilitas Harati Terus Meningkat

4. Sekolah memiliki pengukur suhu tubuh (thermogun) dan menyiapkan petugas khusus
yang di menjaga dan melakukan pengecekan temperatur di pintu masuk sekolah.

5. Mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau unit layanan kesehatan
dengan cara berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat dalam rangka
pencegahan penyebaran Covid-19.

6. Sekolah mampu mengakses fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit dan lainnya.

7. Wajib mendapatkan persetujuan dari Satgas Penanganan COVID-19 Kab. Kotim dan atau Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kecamatan masing-masing di semua satuan pendidikan.

Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum darurat yang di berlaku selama satu tahun ajaran 2020/2021.

a. Dalam satu kelas maksimal hanya diisi 50% dari kapasitas, yakni dengan ketentuan maksimal 16 orang untuk jenjang SD/MI, maksimal 18 orang untuk jenjang SMP/MTs dan jarak antara siswa minimal 1,5 meter.

b. Pembelajaran dilakukan dengan 2 shift dengan jarak 60 menit atau menyesuaikan dengan keadaan banyaknya siswa di satuan pendidikan tersebut.

c. Waktu tatap muka perjam pelajaran
– SMP/MTs 20 menit per jam pelajaran
– SD/MI 15 menit per jam pelajaran

Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal 02 Nopember 2020 dan dapat dilakukan perubahan dengan memperhatikan kondisi perkembangan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur. (jun/beritasampit.co.id).

Sumber: BeritaSampit.co.id

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: