PT Unggul Lestari buat terobosan sosialisasikan pencegahan karhutla di tengah pandemi COVID-19

PT Unggul Lestari buat terobosan sosialisasikan pencegahan karhutla di tengah pandemi COVID-19

Sampit (ANTARA) – Selama pandemi COVID-19 yang masih terjadi, tidak membuat perusahaan besar perkebunan kelapa sawit PT Unggul Lestari yang beroperasi di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, melupakan ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Perusahaan tetap gencar mensosialisasikan bahaya dan pencegahan karhutla dengan membuat terobosan agar sosialisasi tetap bisa dilaksanakan, namun tidak pula mengabaikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ditetapkan pemerintah.

“Biasanya setiap tahun kami banyak melakukan sosialisasi dengan mengumpulkan masyarakat maupun Tim Balakar masing-masing desa dan semua pemangku kepentingan, namun di tengah situasi pandemi COVID-19 ini kegiatan kerumunan atau mengumpulkan massa itu sebisanya kita hindari. Makanya kami melakukan sosialisasi dalam bentuk-bentuk lain yang kami harapkan juga tetap, bahkan lebih maksimal,” kata General Manager PT Unggul Lestari, Toris di Sampit, Selasa.

Perusahaan yang bernaung di bawah bendera Musim Mas Group ini terus konsisten menunjukkan komitmen perusahaan mereka bersama pemerintah daerah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Ini merupakan wujud kepedulian pihak perusahaan terhadap kondisi daerah ini yang termasuk sangat rawan kebakaran hutan dan lahan karena luasnya sebaran tanah gambut. Seperti diketahui, tanah gambut menjadi kering saat kemarau sehingga sangat mudah terbakar, padahal pemadamannya sangat susah karena api membakar hingga ke dalam tanah meski di permukaan tanah sudah terlihat padam.

Untuk itulah PT Unggul Lestari merasa perlu ikut mengambil inisiatif dengan berbagai cara menggandeng masyarakat dan semua pihak untuk mencegah karhutla.

Manajemen PT Unggul Lestari bersama Camat Telaga Antang, Siwen serta anggota Pospol Sangai Polsek Antang Kalang, Danposramil Telaga Antang bersama warga setempat mengepalkan tangan sebagai simbol kesiapan dan komitmen mencegah dan menanggulangi karhutla. ANTARA/HO-PT Unggul Lestari

Bantuan peralatan dan pelatihan diberikan kepada tim pemadam kebakaran, khususnya di desa-desa sekitar perusahaan sebagai stimulus untuk mendorong masyarakat desa untuk bersama-sama menjaga agar wilayah mereka tidak sampai dilanda kebakaran hutan dan lahan.

Sosialisasi bahaya dan pencegahan karhutla bahkan sudah dilakukan ketika belum tiba musim kemarau. Harapannya agar semua pihak mengedepankan langkah pencegahan sehingga kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap tidak sampai terjadi.

Menyadari risiko penularan COVID-19 masih tinggi di tengah pandemi ini, PT Unggul Lestari mengubah cara sosialisasi dengan memperhatikan protokol kesehatan secara penuh. Tujuannya agar sosialisasi bisa tetap berdampak maksimal, tanpa ada terjadi penularan COVID-19.

Toris menjelaskan, metode sosialisasi dilakukan menggunakan empat cara yaitu menyebar pesan singkat melalui WhatsApp yang ditujukan kepada semua pemangku kepentingan di sekitar perusahaan, pemasangan spanduk imbauan pencegahan karhutla, pemasangan stiker imbauan pencegahan karhutla, serta pembagian masker berlogo ‘Stop Karhutla’ untuk perangkat desa.

General Manager Musim Mas Group Regional Kalteng Rusli Salim (kanan) menyerahkan stiker berisi imbauan mencegah karhutla kepada  Kepala Desa Tribuana Ahmad Badirun. ANTARA/HO-PT Unggul Lestari

Seperti yang dilaksanakan pada 18, 19 dan 26 Juni 2020, sosialisasi dengan empat cara itu dilakukan secara masif oleh jajaran PT Unggul Lestari. Mereka berharap cara ini efektif untuk mengajak masyarakat mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Desa-desa yang menjadi sasaran sosialisasi yaitu Desa Bukit Indah, Tribuana, Batu Agung, Tumbang Boloi, Tumbang Kalang, Tumbang Manya, Tumbang Sepayang dan Sungai Hanya.

Manajemen PT Unggul Lestari bersyukur karena sosialisasi dengan empat cara itu disambut antusias masyarakat. Manajemen perusahaan berharap seluruh masyarakat peduli dan ikut bersama-sama mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

“Sosialisasi maupun upaya lainnya untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan akan kami lakukan berkelanjutan, terlebih saat kemarau ketika potensi karhutla semakin meningkat. Kami juga memberikan reward atau hadiah kepada desa-desa binaan kami yang tidak ada kebakaran hutan dan lahan selama satu tahun sebesar Rp25 juta. Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah, termasuk aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh masyarakat atas upaya bersama selama ini,” kata Toris.

Humas PT Unggul Lestari Ali Akbar menyerahkan masker dan stiker sosialisasi pencegahan karhutla kepada Kepala Desa Bukit Indah Kecamatan Telaga Antang, Herman. ANTARA/HO-PT Unggul Lestari

Kebakaran hutan dan lahan harus dicegah karena dampaknya akan merugikan semua orang. Kabut asap kebakaran lahan yang membawa dampak buruk terhadap kesehatan, pendidikan dan perekonomian masyarakat, diharapkan jangan sampai terjadi lagi. Untuk itu semua pihak diimbau bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diajak tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 yang saat ini masih sangat rawan terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur. Masyarakat harus ikut peduli untuk bersama-sama memutus mata rantai penularan virus mematikan tersebut.
 

Baca juga:

Baca juga:

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 Sampit
%d bloggers like this: