Polisi juga dikerahkan pantau potensi banjir di Kotim

Polisi juga dikerahkan pantau potensi banjir di Kotim

Sampit (ANTARA) – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah turut mengantisipasi potensi banjir dengan mengerahkan personel mereka memantau kondisi pasang Sungai Mentaya di kawasan rawan banjir, salah satunya di Kecamatan Telaga Antang.

“Kami melakukan kegiatan sambang dan pemantauan kondisi air karena curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, serta melihat rumah warga yang terkena banjir akibat luapan air Sungai Mentaya,” kata Kapolres AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Antang Kalang Ipda Rino Heriyanto di Sampit, Sabtu.

Kawasan utara yang meliputi Kecamatan Parenggean, Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Tualan Hulu dan Bukit Santuai. Sebagian lokasi di kawasan yang merupakan hulu dari Sungai Mentaya ini menjadi langganan banjir, khususnya di bantaran sungai dan dataran rendah.

Sepekan terakhir, curah hujan kembali meningkat sehingga cukup rawan memicu banjir akibat luapan sungai. Untuk mengantisipasi dampak bencana musiman itu, kepolisian turut berupaya membantu pemerintah daerah dalam hal pencegahan dan penanggulangan banjir.

Seperti pada Sabtu pagi, personel Polsek Antang Kalang memantau kondisi debit air sungai di sekitar permukiman warga di Jalan Jatta  RT 01 dan RT 02 Desa Tumbang Sangai Kecamatan Telaga Antang.

Anggota Bhabinkamtibmas mengecek kondisi banjir yang menggenangi jalan dan halaman rumah warga. Pantauan di beberapa tempat, ketinggian air maksimal hingga 50 centimeter.

Baca juga:

Dampak terparah sementara dialami oleh keluarga Mardiana warga RT 01 dan Suharyanto warga RT 02. Banjir yang melanda sekitar rumah mereka sampai menggenangi lantai warung dan rumah. Kondisi ini cukup mengganggu aktivitas warga setempat.

Anggota Bhabinkamtibmas mengimbau warga selalu siap siaga terhadap banjir yang sewaktu-waktu kedalamannya bisa bertambah saat curah hujan kembali meningkat. Warga diminta antisipasi jangan sampai peralatan listrik atau elektronik terkena air karena bisa mengancam keselamatan jika terjadi setrum listrik.

Apabila kedalaman banjir semakin bertambah, warga diingatkan selalu utamakan keselamatan dalam mengevakuasi barang atau mengamankan rumah. Warga diingatkan segera meminta pertolongan kepada tetangga sekitar, pemerintah ataupun pihak kepolisian.

“Kepada warga yang rumahnya berada di tepian sungai juga diingatkan agar menjaga kelestarian lingkungan dengan cara menanam pohon di sekitar rumah sebagai antisipasi tanah abrasi akibat banjir atau arus air yang kuat,” ujar Rino.

Pemantauan juga dilakukan oleh seluruh Polsek dengan memantau wilayah masing-masing. Jika kondisi rawan terjadi banjir, mereka segera berkoordinasi dengan pemerintah desa atau kecamatan yang kemudian menyampaikannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk diambil tindakan cepat.

Baca juga:

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 Sampit
%d bloggers like this: