Perayaan Natal Dapat Digelar Namun Ada Batasan 

Perayaan Natal Dapat Digelar Namun Ada Batasan 

SAMPIT- Perayaannya Natal bagi umat nasrani dapat digelar namun dilakukan secara terbatas. Peraturan itu diberikan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. “Kami tidak melarang perayaan Natal, tapi cuma terbatas,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Jumat 3 Desember 2021.

Diungkapkannya, kesehatan dan keselamatan seluruh warga merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi Covid-19. Panduan diterbitkan dalam rangka mencegah, menanggulangi, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di gereja sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam perayaan Natal Tahun 2021.

“Upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di tempat ibadah pada saat Natal Tahun 2021 harus dilakukan. Kita semua mesti waspada, terlebih dengan munculnya varian baru yakni Omnicron di sejumlah negara. Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik dalam upaya pencegahan persebaran Covid-19, ” sebutnya. 

Selain itu, sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari nanti pemerintah pusat akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, termasuk Kotim. Sehingga nantinya pelaksanaan kegiatan keagamaan inti dan perayaan Natal di rumah ibadah, juga harus dilakukan dengan memberlakukan kebijakan sesuai dengan PPKM level 3 tersebut. “Namun hal ini nanti akan dirapatkan lagi oleh Satgas Penanganan Covid-19 bagaimana nanti sistemnya, namun yang pasti harus pelaksanaannya menyesuaikan dengan  kebijakan yang berlaku,” tutupnya.

(dev/matakalteng.com) 

Copyright © 2022 Sampit_ID
%d bloggers like this: