Pemkab Kotim Diminta Jangan Ragu Menetapkan Siaga Karhutla

Pemkab Kotim Diminta Jangan Ragu Menetapkan Siaga Karhutla

SAMPIT – Dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kewaspadaan diri dan infrastruktur monitoring harus ditingkatkan.

Pesan ini disampaikan Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam kegiatan Touring Peduli Covid-19 dan Penanggulangan Karhutla, Sabtu 13 Maret 2021.

“Kita harapkan Kotim jangan ragu-ragu untuk menetapkan status siaga supaya kita bisa mengantisipasi hal itu lebih dini, karena seperti kata orang tua bahwa api itu kecil jadi kawan, besar jadi lawan, sehingga jangan sampai itu membesar,” tutur Habib Ismail.

Habib Ismail mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama juga untuk bisa mengedukasi masyarakat tentang karhutla.

Selain itu, kesiapan dini seluruh komponen yang ada, seperti TNI, Polri, dan juga pemerintah, serta seluruh komponen masyarakat, untuk bekerja sama, bersatu-padu untuk sama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan ini dengan kesadaran masing-masing sangat diharapkan.

Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor, bersyukur rombongan kegiatan touring yang diinisiasi Polda Kalteng ini menyinggahi Kotim. Dia menyatakan kesiapan Kabupaten Kotim dalam menghadapi Karhutla.

Armada pemadaman di Kotim, kata dia, cukup memadai, dan Kotim siap. Meski demikian, dirinya juga tetap mengharapkan bimbingan dan arahan dari Polda Kalteng dalam menghadapi Karhutla.

Dalam pertemuan singkat itu Kapolda Kalteng, Irjen Pol Dedi Prasetyo meminta masyarakat tidak lengah menghadapi musim kemarau meskipun saat ini masih ada curah hujan di Kalteng.

Kesiapsiagaan Karhutla di tempat-tempat yang rawan dilaksanakan secara terpadu dan pengecekan dilakukan setiap bulan terhadap sarana prasaran. Sinergi pemerintah daerah, Polri ,TNI, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan sukarelawan peduli api harus terus ditingkatkan.

Selain itu Dia meminta Bupati Kotim Halikinnor agar menyampaikan pesan pada masyarakat untuk tidak abai protokol kesehatan.

“Meskipun vaksin terus digalakkan secara nasional, bukan berarti Prokesnya diabaikan. Kita harus betul-betul disiplin dan ketat menjalankan Prokes sebagai bentuk ikhtiar,” tegasnya. (HARDI/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Sumber: BeritaSampit.co.id

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: