Pembangunan Puskesmas Baamang I Terlambat, Plt Kadinkes: Jangan Diberitakan

Pembangunan Puskesmas Baamang I Terlambat, Plt Kadinkes: Jangan Diberitakan

Pada, 31 Desember 2021 papan proyek tidak ada lagi di lokasi dan terlihat sejumlah tukang masih bekerja

Pembangunan gedung Puskesmas Baamang I yang berlokasi di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan nilai kontrak Rp4.380.000.000,00 (empat miliar tiga ratus delapan puluh juta rupiah) diduga bermasalah.

Sebabnya, saat wartawan indeksnews.com investigasi ke lokasi pekerjaan gedung Puskesmas Baamang I ditemukan material besi tulangan dengan ukuran yang berbeda.

Foto dokumentasi: bahwa besi tulangan dengan ukuran yang berbeda ditemukan di lokasi pembangunan gedung Puskesmas Baamang 1

Berdasarkan papan proyek yang terpampang di lokasi pekerjaan, seharusnya jangka waktu pekerjaan itu selesai pada 17 Desember 2021.

Pakta di lapangan, pada 31 Desember 2021 terlihat sejumlah tukang masih mengerjakan alias belum selesai 100 persen. Dan papan proyek tidak ada lagi di lokasi pekerjaan.

Tak hanya beberapa item yang janggal ditemukan. Sejumlah pekerjaan juga tidak menggunakan alat pelindung (K3 kontruksi).

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, Umar Kaderi, mengatakan pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Baamang I terlambat pihaknya sudah memberikan sanksi denda terhadap kontraktor yang bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan.

“Kami evaluasi di lapangan terus, jadi kami tidak mau mengambil resiko. Soalnya apabila diluar spesifikasi resikonya besar,” kata Umar Kaderi kepada indeksnews,com saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (7/1/2022).

Inikan belum diperiksa BPK, BPK itukan punya alat mengetesnya, nanti keliatan besar kecil besinya. “Jadi begini, spesifikasi kami kalo yang di lantai duanya ada besi yang kecil daerah daerah yang tertentu memang tidak sama besinya,” jelasnya.

Saat ditanya campuran beton mutu K berapa oleh indeksnews,com, jawab Umar Kaderi yang tahu pengawasnya di lapangan.

“Engga usah diberitakan cuma seperti itu aja, jadi kami inikan yang membayar harus APIP, APIP itu Aparat Pengawas Internal Pemerintah. APIP ini begini, kami berhak memanfaatkan APIP kalo keyakinan kami kurang yakin hasil dari konsultan pengawas, kami jadi bisa meminta APIP untuk pemeriksaan,” kata Umar Kaderi.

“Pekerjaan itu sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan pekerjaan itu bagus, kenapa pekerjaan itu terlambat karena tukangnya diancam preman. Simpang tiga itu banyak preman, tukangnya diancam tiga minggu tidak bekerja. Saya aja tidak tahu,” kata Umar Kaderi.

Sementara, PT Dua Bersama kontraktor yang bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan tersebut ketika dikonfirmasi secara tertulis melalui pesan WhatsApp belum ada balasan. Hingga berita ini diterbitkan.

Berita Pembangunan Puskesmas Baamang I Terlambat, Plt Kadinkes: Jangan Diberitakan ini agregasi dari:
https://kalteng.indeksnews.com/pembangunan-puskesmas-baamang-i-terlambat/.

Copyright © 2022 Sampit_ID
%d bloggers like this: