Pejabat Eselon II di Kotim Postif Covid-19

Pejabat Eselon II di Kotim Postif Covid-19

SAMPIT – Angka pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus bertambah. Bahkan Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kotim merilis ada satu pejabat eselon II dinyatakan positif Covid-19, dan kini pasien tersebut sudah dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Murjani Sampit.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kotim Multazam menyebutkan, pejabat tersebut sudah dirawat di RSUD dr Murjani Sampit selama dua hari hingga hari ini.

“Peningkatan kasus positif Covid-19 Kotim akhir-akhir ini menjadikan Kotim zona merah beresiko tinggi. Penambahan ini akibat adanya pasien rawat inap dirumah sakit dimana sudah punya penyakit. Di dalam prosesnya dilakukan treking rapid dan swab dan terjadi peningkatan dari hasilnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, salah seorang pebajat Eselon II juga menjadi pasien positif Covid-19 yang tertular dan dapat menularkan. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil swab, yang akan keluar nanti sore atau paling lambat besok pagi.

“Untuk mengetahui siapa yang terlebih dahulu positif nanti dari hasil swab, apakah yang bersangkutan atau orang disekitarnya. Pejabat ini memang ada gejala, namun tidak tentu mengarah Covid-19, karena punya penyakit penyerta. Sudah dua hari dirawat di RSUD dr Murjani, dan ini bukan hasil trecking. Dirinya sakit, di isolasi dan dilakukan rapid,” ungkapnya.

Dikatakan Multazam, hari ini dirinya sudah berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Kondisinya saat ini masih stabil, dan sekarang masih dilakukan observasi terhadap pasien tersebut secara medis. Akibat pasien tersebut pagi ini ada beberapa orang yang akan di tes swab, yakni keluarganya.

“Hal ini karena banyaknya pekerjaan di akhir tahun. Seperti kegiatan nasional Pilkada kemudian ditambah cuaca ekstrim. Padahal yang bersangkutan sehat saja,” ujarnya.

Kantor tempat pejabat tersebut bekerja menjadi atensi bersama, dimana pihaknya akan melakukan observasi. Yang pertama apakah karyawan di kantor tersebut ada yang berkontak erat dengan yang bersangkutan.

“Dari hasil wawancara, yang bersangkutan dirinya ada kontak dengan karyawan di kantor dan beberapa kepala SOPD. Namun nanti akan kita telusuri lagi. Virus ini juga punya waktu inkubasi hingga 2 minggu. Bisa saja sekarang diperiksa negatif kemudian beberapa hari positif. Untuk itu harus dilakukan swab hingga dua kali untuk mendapatkan hasil akurat,” tutupnya.

(dia/matakalteng.com)

Sumber: Mata Kalteng

Copyright © 2020 Sampit
%d bloggers like this: