PDIP Jadi Rebutan di Kotim

PDIP Jadi Rebutan di Kotim

Ketua PDIP Kotim, Ahmad Yani saat meberikan keterangan pers

SAMPIT — Sebagai partai pemenang pemilu 2019 lalu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi rebutan dalam Pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020. Termasuk di Kotawaringin Timur (Kotim), PDIP menjadi partai yang paling banyak dilirik oleh figur yang akan maju di Pilkada 9 Desember 2020.

Di Kotim, partau yang berlambang Banteng Moncong Putih ini mencatat ada 20 orang yang mendaftar di PDIP sebagai calon bupati dan wakil bupati Kotim. Figur yang mendaftar di PDIP memiliki latar belakang yang berbeda, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Tokoh, dan sejumlah kader lintas partai.

“Elit politik, ASN, tokoh serta kader dari partai lain memang ada yang mendaftar dan mengikuti prosesnya. Secara keseluruhan baik dari partai lain atau kader PDI – Perjuangan sendiri totalnya ada 20 nama yang sudah mendaftarkan diri hingga akhir masa penutupan pendaftaran beberapa bulan lalu,” sebut Ahmad Yani, Kamis 18 Juni 2020.

BACA JUGA:   Desa Baampah Bantu Warga Terdampak Covid-19 Gunakan PADes

Dijelaskan Ahmad Yani, mengenai fit and proper test kepada para Bacalon akan tetap dilaksanakan. Karena itu merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi para Bacalon untuk mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan.

Selain itu DPC PDIP akan tetap melakukan survey terhadap 20 nama Bacalon yang telah mendaftarkan diri. “Survey itu merupakan rahasia internal partai,” katanya.

BACA JUGA:   Kematian Hermanus Berbuntut Panjang, Kuasa Hukumnya Minta Otopsi Ulang

Siapapun yang direkomendasikan PDIP kata Ahmad Yani, semua pengurus akan mendukung. “Yang pasti siapapun orangnya nanti yang ditetapkan sebagai calon dari PDIP sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati. DPC, PAC serta Kader dan simpatisan siap mengamankan kebijakan yang diputuskan oleh partai untuk dapat memenangkan calon Bupati dan Wakil Bupati nya,” tegas Ahmad Yani.

“Konsolidasi Partai dari 17 kecamatan dan 168 desa yang sudah terbentuk kepengurusannya saat ini sudah berjalan, begitu pula dengan Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) sudah terbentuk ditingkat kabupaten, itu semua dilakukan untuk mengamankan hasil perolehan suara pada Pilkada nanti,” tutupnya.
(im/beritasampit.co.id).

Sumber: BeritaSampit.co.id

Copyright © 2020 Sampit