Pasien positif COVID-19 di Kotim tersisa tiga orang

Pasien positif COVID-19 di Kotim tersisa tiga orang

Sampit (ANTARA) – Seorang pasien positif COVID-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang sehingga jumlah pasien positif yang masih dirawat tersisa tiga orang.

“Hari ini pasien nomor 04 berjenis kelamin laki-laki usia 48 yang berasal dari Kecamatan Baamang, dinyatakan sembuh. Masih ada tiga pasien positif yang dirawat. Mudah-mudahan semuanya segera sembuh,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur Multazam di Sampit, Selasa.

Multazam menyebutkan, pasien 04 tersebut termasuk kluster Gowa. Setelah dinyatakan sembuh, pasien diizinkan pulang namun diingatkan tetap menjaga kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

Dengan sembuhnya pasien 04, maka total ada 11 pasien positif COVID-19 yang sembuh. Selain itu, beberapa waktu lalu ada dua pasien positif yang meninggal dunia.

Meski banyak pasien yang sembuh, namun masyarakat diminta tetap waspada karena jumlah orang dalam pemantauan (ODP) justru bertambah. Saat ini jumlah ODP bertambah empat orang menjadi 24 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak dua orang.

Bertambahnya ODP harus menjadi perhatian karena menunjukkan potensi penularan COVID-19 meningkat. Jika ternyata terjadi penambahan kasus positif, petugas akan menelusuri riwayat kontak pasien untuk melakukan deteksi awal kemungkinan terjadi penularan kepada orang lain.

Baca juga:

Multazam yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotawaringin Timur mengajak masyarakat menyadari bahwa COVID-19 masih mengancam keselamatan. Potensi penularan virus mematikan ini masih tinggi, tidak terkecuali di Kotawaringin Timur yang berstatus masih zona merah.

Masyarakat diimbau mematuhi anjuran pemerintah dalam mencegah penularan COVID-19. Protokol kesehatan wajib dijalankan seperti tetap berada di rumah, menggunakan masker jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, tidak bersentuhan, sering mencuci tangan, menjaga asupan gizi makanan, serta berolahraga dan beristirahat secara teratur.

“Kami meminta masyarakat tetap waspada karena daerah kita ini belum aman dari COVID-19. Potensi penularan masih tinggi, makanya kita harus selalu waspada,” kata Multazam.

Kesadaran dan kepedulian masyarakat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemerintah menangani pandemi COVID-19. Kerja keras pemerintah tidak akan memberikan hasil maksimal jika masyarakat mengabaikan anjuran pencegahan penularan COVID-19.

Baca juga:

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 Sampit
%d bloggers like this: