Kotim siap jadi penyangga ketahanan pangan nasional

Kotim siap jadi penyangga ketahanan pangan nasional

Sampit (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah menyambut positif kabar bahwa daerah mereka akan dijadikan sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan nasional.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan ini. Potensi pertanian di daerah ini masih cukup besar,” kata Bupati Supian Hadi di Sampit, Sabtu.

Presiden Joko Widodo telah memilih Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan nasional dengan mengembangkan “food estate” di lahan gambut yang mencakup wilayah Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. “Food Estate” merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan.

Selain dua kabupaten tersebut, diperlukan daerah lain yang berfungsi sebagai daerah penyangga ketahanan pangan. Salah satu yang dinilai sangat berpotensi adalah Kotawaringin Timur karena potensial untuk pengembangan pertanian.

Rabu (1/7) lalu, pemerintah mengirim tim ke Kotawaringin Timur untuk melakukan survei awal. Mereka adalah Direktur Perencanaan Program dan Anggaran, Laksamana TNI Supo Dwi Diantara bersama staf Kementerian Pertahanan serta sejumlah ahli bioteknologi tanah, ahli rekayasa hayati dan ahli beras..

Mereka meninjau lokasi dan mengambil sampel tanah di Kereng Bengkirai Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang untuk diteliti karena diwacanakan menjadi lokasi pengembangan singkong dan jenis tanaman pangan lainnya.

Baca juga:

Informasi yang didapat Supian, dibutuhkan sekitar 70.000 hektare lahan di Kotawaringin Timur untuk mendukung kesiapan sebagai penyangga ketahanan pangan. Tim ahli masih meneliti sampel tanah untuk mengetahui di wilayah mana saja yang dinilai cocok untuk pengembangan program pertanian tersebut.

Supian antusias menyambut wacana kabupaten yang dipimpinnya dijadikan daerah penyangga ketahanan pangan. Dia menyatakan siap mendukung program tersebut nantinya, apalagi pengembangan pertanian daerah ini juga terus meningkat.

Selain potensinya masih besar, Supian yakin program tersebut nantinya akan membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat dan daerah.

“Jika ketahanan pangan terganggu, dikhawatirkan tak hanya mengganggu pembangunan SDM (sumber daya manusia), tapi juga berimplikasi negatif pada pembangunan ekonomi, sosial, hukum, bahkan ketahanan negara. Makanya program ini harus didukung semua pihak,” demikian Supian Hadi.

Baca juga:

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 Sampit
%d bloggers like this: