Keindahan Bundaran Burung Ditelan Kegelapan, Omzet Pedagang Berkurang

Keindahan Bundaran Burung Ditelan Kegelapan, Omzet Pedagang Berkurang

GELAP GULITA : IM/BERITA SAMPIT – Pada malam hari bundaran burung terlihat gelap gulita, terlihat jelas hanya karena sorotan kendaraan yang lewat.

SAMPIT – Pada siang hari keindahan Bundaran Burung yang berada di Jalan Jenderal Sudirman KM 3,5 Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dapat kita nikmati untuk bersua foto. Namun tidak pada malam hari, bundaran yang bisa dibilang menjadi kebanggaan masyarakat setempat ini hilang tertelan oleh kegelapan.

Dari catatan beritasampit.co.id bundaran burung tersebut pada malam hari tidak bisa kita nikmati keindahannya, pasalnya lampu yang dipersiapkan untuk memperindah tampilan bundaran burung itu satu bulan belum pernah hidup.

“Kami sering jalan-jalan ke bundaran burung ini untuk melepaskan penat setelah kerja, di siang hari memang bisa kita nikmati keindahannya. Tapi kalau sudah memasuki waktu malam hari yang terlihat hanya ujung atas dari
bundaran saja. Setiap malam belum pernah hidup lagi lampu nya,” kata Iwan salah satu masyarakat yang mengaku sering menghabiskan waktu di Bundaran Burung itu, Rabu 23 Juli 2020.

BACA JUGA:   Beredar Surat Pengunduran Diri Lurah Baamang Hulu

Selain dikeluhkan oleh masyarakat yang biasa mengunjungi bundaran itu untuk menghabiskan waktu, masyarakat yang berjualan di sekitarnya pun ikut merasakan efek dari matinya lampu bundaran yang diresmikan pada tahun 2015 lalu.

Bahkan menurut pengakuan Ibu Zakiah yang merupakan pedagang sebagian besar pengunjung atau konsen di warung miliknya adalah para pengunjung bundaran burung itu. Namun sejak lampu yang diperuntukan untuk menerangi bundaran itu mati pendapatannya berkurang.

“Kalau sebelum lampu bundaran burung itu mati, para pelanggan yang berkunjung cukup banyak. Tapi setelah tidak hidup lagi berkurang pengunjungnya dan berimbas kepada pemasukan kami sebagai penjual di sekitar sini,” bebernya.

BACA JUGA:   Cabup Beli Suara Dengan Uang, Sama Saja Menganggap Masyarakat Bodoh

Bundaran terbesar yang dimiliki Kota Sampit ini dulunya dikenal dengan Bundaran Pantar dan lebih dulu dibangun sebuah monumen kayu yang juga dijadikan sebagai tugu perdamaian.

Disekeliling bundaran ini juga dibangun sebuah taman yang semakin mempercantik bundaran perdamaian Sampit. Tepat didepanya juga ada sebuah Masjid Agung Wahyu Al Hadi yang merupakan kawasan Islamic Center Kota Sampit.

Namun sayangnya keindahan Bundaran Burung ini tidak bisa dinikmati oleh masyarakat lagi. Entah pemerintah daerah setempat tidak memiliki biaya untuk perawatan karena di alihkan semuanya untuk penanganan Covid-19. (Im/beritasampit.co.id).

Sumber: BeritaSampit.co.id

Copyright © 2020 Sampit
%d bloggers like this: