Insiden BBM Tumpah ke Sungai Mentaya, Ini Respon DLH Kotim

Insiden BBM Tumpah ke Sungai Mentaya, Ini Respon DLH Kotim

SAMPIT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menurunkan petugas dari Bidang Pengawasan dan Bidang Pengaduan untuk melakukan pengecekan di sekitar lokasi terdampak tumpahan minyak di aliran Sungai Mentaya.

“Kami terjunkan personel untuk melakukan pengecekan ke lapangan. Dalam hal ini DLH fokus pada dampak lingkungan yang disebabkan oleh kejadian ini. Sedangkan untuk kelalaian tersebut apakah terdapat unsur pidananya itu menjadi ranah petugas kepolisian,” kata Kepala DLH Kotim, Ahmad Sarwo Oboi, saat dibincangi beritasampit.co.id, Rabu 18 Februari 2021 malam.

Untuk mengetahui kronologis kejadian tersebut, lanjut Oboi, DLH juga telah menemui pihak Kapal dan Depo Pertamina. “Diakui ada kelalaian yang dilakukan oleh petugas di kapal saat proses pengisian hingga membuat minyak meluber ke sungai. Ini yang sangat kami sesalkan dan kami juga sudah membuat berita acaranya dan kami sampaikan kepada pihak kapal, diantaranya meminta petugas harus disiplin dalam menjalankan prosedur,” imbuhnya.

Dikatakan Oboi, atas kejadian ini pihak kapal harus bertanggung jawab, sebab kejadian serupa bukan yang pertama kalinya. Pihaknya juga merekomendasikan agar pada saat kegiatan atau proses pengisian jangan sampai ada petugas yang meninggalkan tempat dan menjalankan sesuai prosedur dan ketentuan.

Menurutnya, kesalahan prosedur yang dilakukan adalah pada waktu pengisian tidak dijaga atau ditinggalkan oleh petugas kapal.

“Kami juga menyampaikan keluhan dan tuntutan warga. Apapun bentuknya kompensasi dan sesuai kemampuan, itu kami serahkan kepada pihak kapal dan penyalurannya juga harus betul-betul sampai ke masyarakat yang terkena dampak atas kejadian itu,” tutupnya.

Untuk diketahui, sedikitnya 200 liter BBM jenis solar mencemari Sungai Mentaya, tepatnya disekitar pelabuhan Depo Pertamina. Hal itu terjadi saat KM KSOB Mahakam melaksanakan pengisian BBM dari tangki utama ke tangki harian, Selasa 16 Februari.

Saat pengisian penuh tidak ada petugas di kapal yang mengetahui hingga meluber ke Sungai Mentaya.

Bau menyengat dari tumpahan BBM itupun tercium warga yang tinggal di tepi sungai. Mereka mengeluhkan akibat kejadian itu tidak bisa lagi menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci.

Di samping itu bau menyengat yang ditimbulkan mengganggu, bahkan mereka takut untuk menyalakan kompor karena takut dapat memicu api dan menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Atas kejadian itu, berbagai upaya dilakukan oleh Depo Pertamina Sampit agar tidak terjadi pencemaran, salah satunya dengan melakukan penghalauan memakai oil boom.

Kejadian ini juga mendapat perhatian KSOP dengan melayangkan surat teguran kepada pihak operator dan kapal.

Sementara jajaran Satreskrim Polres Kotim masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup mengenai pencemaran dan hal lain yang ditimbulkan, serta mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak terkait lainnya. (Jun/beritasampit.co.id).

.fb-background-color {
background: !important;
}
.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
width: 100% !important;
}

Sumber: BeritaSampit.co.id

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: