Harga Sembako Murah Tapi Stok Gula di Bulog Kotim Kosong, Ini Komentar Komisi II

Harga Sembako Murah Tapi Stok Gula di Bulog Kotim Kosong, Ini Komentar Komisi II

DRM/BERITA SAMPIT – M. Abadi S.Pd Ketua Fraksi PKB DPRD Kotim.

SAMPIT – Untuk menekan lonjakan harga, termasuk memerankan fungsi pengawasannya terhadap bahan pokok yang jajaran Komisi II baru ini mengkonfirmasi kepada pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Sampit guna mengetahui bahan pokok apa saja yang saat ini siap sedia untuk masyarakat Kotawaringin Timur (Kotim) ini.

Dalam hal ini Anggota Komisi II M Abadi S.Pd mengatakan saat ini stok bahan pokok di Bulog Sampit masih ada dan bisa menjadi tolak ukur daya saing jual beli bahan pokok dipasaran saat ini terkait dampak penyebaran Covid-19 yang dinilai sudah berdampak ke semua sektor termasuk ekonomi.

“Baru saja saya konfirmasi ke pihak Bulog, yakni dengan pak Puad selaku pihak bidang Komersial Bulog sendiri yang menyatakan bahwa Beras untuk kelas premium 5 kilogram dijual dengan harga 53 ribu rupiah per saknya, untuk premium 10 kg 100 ribu dan beras medium per karung polos 10 kg 93 rinu per sak. Tetapi saat ini Gula pasir yang harganya 12.500 rupiah per kilo gram itu masih kosong, dan menurut keterangan pihak Bulog saat ini sedang dalam proses masuk sampit, kemungkinan minggu depan sudah masuk ke Kotim,” ungkapnya, Selasa 7 Avril 2020.

Dia juga menjelaskan saat ini di Bulog sendiri masih ada stok minyak goreng kemasan 1 liter 12.500 per liter dan Terigu jenis Premium 8.000/kilo gram. Sementara untuk daging beku 80 ribu per kilo, ditambah Bawang merah 40 ribu per kilo dan termasuk Bawang putih 50 dijual dengan harga 50 ribu per kilo gram. Dengan masih adanya stok bahan pokok di Bulog ini Abadi berharap bisa mengurangi beban masyarakat dari sisi  harga, namun menurutnya ketersedian stok di Bulog harus terkaper mengingat kondisi ekonomi masyarakat di daerah saat ini masih terdampak.

BACA JUGA:   Ternyata Sentral Pengembangan Kambing Gibas Ada di Desa Ini

“Contohnya saja meskipun harga gula 12.500 kilo gram kalau barannya kosong, jadinya percuma,sementara perlu kami tegaskan posisi Bulog saat in sangar diharapkan masyarakat bisa membantu meringankan beban mereka, dan itu sudah diatur melalui permendag 24 tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) termasuk menjaga ketersediaan bahan pokok,” ujarnya.

Ketua Feaksi PKB DPRD Kotim ini juga berharap Perum Bulog akan lebih optimal dalam menyerap gabah atau beras dari petani, dengan tujuan untuk memperkuat stok Pemerintah dan dapat menjamin ketahanan pangan. Disisi lain dia juga berharap, Pemerintah akan selalu menjaga kekuatan stok beras maupun bahan pokok lainnya yang saat ini dikelola oleh Perum Bulog untuk menjaga keseimbangan dan ketersediaan pasokan di pasar, terutama di saat pandemi COVID-19 yang melanda  kotim saat ini.

BACA JUGA:   Ketua Bawaslu Kotim Sebut Ada Ratusan Pelanggaran Tapi Sayang Terbatas Kewenangan

“Hal ini merupakan instrumen Pemerintah dalam melakukan intervensi pasar. Selain itu, Pemerintah melalui Perum Bulog juga tetap menjaga stabilitas harga melalui kebijakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) saat terjadi gejolak harga beras maupun bahan pokok dasar di pasar seperti kondisi saat ini. Dan juga Pemerintah perlu mengoptimalkan peran Bulog dan BUMD untuk ketersediaan pangan dan menjadi off-taker produk hasil pertanian,” lanjutnya.

Selain itu dia juga menegaskan Bulog sebagai operator bukan sebagai regulator harus lebih agresif dalam menekan harga bahan pokok melalui strategi khusus,misalnya melaksanakan operasi pasar di wilayah-wilayah pedesaan. Bahkan menurutnya ketidakseimbangan supply-demand beras dan gula yang terlihat saat ini yang mengalami kenaikan merupakan dampak dari masih lemahnya sistem kontrol dari Bulog sendiri dalam meningkatkan level kualitas bahan maupun cara pemasaran Bulog itu sendiri.

“Kenapa kita tekankan itu agar Peran Bulog dalam menjaga pilar ketahanan pangan melalui persediaan yang cukup, akses dan harga beras yang terjangkau oleh masyarakat dan melakukan stabilisasi harga bisa terwujud. Kita ketahui bersama soal Pilar ketersediaan, Bulog dalam hal ini bertanggungjawab untuk menyerap dan memperoleh stok melalui Pengadaan gabah termasuk berasdalam jumlah yang cukup terutama untuk kepentingan darurat dan operasi pasar,” tutupnya. (Drm/beritasampit.co.id).

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: