Dua Orang Pasien Covid-19 di Kotim Meninggal Dunia

Dua Orang Pasien Covid-19 di Kotim Meninggal Dunia

SAMPIT – Semakin hari penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin mengganas. Bahkan diketahui hari ini terjadi penambahan 18 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, dan dua pasien Covid-19 meninggal dunia.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kotim Multazam saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, dimana pada hari ini 22 November 2020 tepatnya pukul 12.00 WIB telah meninggal dunia dua pasien positif Covid-19 berasal dari Kecamatan MB Ketapang.

“Dan juga di Kotim terjadi penambahan pasien positif sebanyak 18 orang berasal dari Kecamatan MB Ketapang, Baamang dan Pulau Hanaut,” ungkapnya, Minggu 22 November 2020.

Berdasarkan data sebaran pasien Covid-19 Kalimantan Tengah 22 November 2020 pukul 15.00 WIB Kotim masih menduduki angka terbanyak pasien dalam perawatan, yakni 151 pasien dalam perawatan. Kemudian untuk pasien sembuh 385 orang dan meninggal dunia 22 orang. Total keseluruhan kasus yakni 558 kasus.

Sedangkan terbanyak kedua pasien dalam perawatan yakni Kota Palangkaraya dengan 134 dalam perawatan, 1197 sembuh, 72 meninggal dan total keseluruhan kasus 1403.

Terbanyak ketiga yakni Kotawaringin Barat dimana pasien dalam perawatan sebanyak 129 orang, sembuh 686 orang, meninggal dunia 11 orang dan total keseluruhan kasus 826 orang.

Untuk itu Multazam mengimbau agar masyarakat lebih serius dan memperketat lagi penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus korona atau Covid-19 ini. Pasalnya Kotim sudah menjadi zona berbahaya penyebaran Covid-19.

“Tetap jaga kesehatan dan selalu menerapkan 3M yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, saat ini pihaknya tidak henti-hentinya melakukan rajia penggunaan masker sesuai peraturan bupati yang sudah dikeluarkan tahun ini terkait pandemi Covid-19.

“Kita terus melakukan rajia penggunaan masker, dan diharapkan masyarakat Kotim agar selalu tertib guna kesehatan bersama. Karena menjaga kesehatan itu tidak ada ruginya, untuk diri kita sendiri dan juga orang yang ada di sekitar kita,” tutupnya.

(dia/matakalteng.com)

Sumber: Mata Kalteng

Copyright © 2020 Sampit
%d bloggers like this: