DPRD Kotim pastikan dukung anggaran penanganan COVID-19

Sampit (ANTARA) – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah memastikan akan mendukung pengalokasian anggaran untuk percepatan penanganan wabah virus Corona jenis COVID-19.

“Wabah COVID-19 ini masalah kita semua. Kami di DPRD pasti mendukung, makanya kami berinisiatif datang ke posko. Kami juga berkoordinasi dengan eksekutif terkait pengalokasian anggarannya,” kata Ketua DPRD Kotawaringin Timur Rinie di Sampit, Rabu.

Rinie bersama anggota dewan lainnya yaitu Dadang H Syamsu, Rimbun, Agus Seruyantara, Modika Latifah Munawarah, Nadie Enggon, Juliansyah dan Hairis Salamat berkunjung ke Posko Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika.

Mereka menggelar pertemuan dengan Bupati H Supian Hadi membahas realokasi anggaran untuk prioritas penanganan pandemi COVID-19. Pertemuan ini sangat penting untuk mendukung kelancaran pendanaan penanganan COVID-19.

Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur Dadang H Syamsu mengatakan, pihaknya sangat mendukung realokasi anggaran dalam rangka optimalisasi pencegahan dan penanganan COVID-19. Untuk itulah DPRD berinisiatif datang ke posko membahas masalah ini agar semua berjalan lancar.

“Kami di DPRD dengan tegas, sepanjang itu untuk melindungi masyarakat, maka tidak ada alasan bagi DPRD untuk tidak mendukung ini semua. Kami memberi berbagai masukan agar pengalokasian anggaran ini bisa berjalan lancar sesuai harapan,” kata Dadang.

Baca juga:

Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi mengapresiasi kedatangan rombongan DPRD ke posko untuk membahas masalah anggaran penanganan COVID-19. Hal ini menunjukkan kepedulian DPRD membantu menyikapi wabah COVID-19.

“DPRD selama ini berperan aktif menyumbangkan pemikiran dan saran menghadapi masalah ini. Hari ini bahkan mereka yang datang ke posko untuk membahas masalah anggaran,” kata Supian.

Hasil rapat, Supian menyebutkan pihaknya sepakat untuk mengantisipasi jika kondisi ini terjadi cukup lama. Diperkirakan dibutuhkan dana hingga Rp 200 miliar jika kondisi ini terjadi hingga enam bulan.

“Kami menjelaskan terkait anggaran apa saja yang dialihkan untuk penanganan COVID-19, termasuk proyek yang belum dilelang. Saran DPRD menggunakan dana DAK-DR ada Rp100 miliar lebih yang tidak bisa digunakan. Kami disarankan menyurati pemerintah pusat untuk menanyakan. Apa dana itu boleh digunakan, boleh semua atau berapa persen,” kata Supian.

Supian berterima kasih kepada DPRD yang sangat mendukung upaya penanganan wabah COVID-19 ini. DPRD juga membantu sosialisasi kepada masyarakat di daerah pemilihan masing-masing terkait cara pencegahan COVID-19.

Baca juga:

Baca juga:

Sumber: ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 Sampit