Ditengah Pandemi Pelayanan Puskesmas ini Tidak Dibatasi

Ditengah Pandemi Pelayanan Puskesmas ini Tidak Dibatasi

SAMPIT – Meski wabah virus korona atau Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum juga selesai, salah satu tempat pelayanan kesehatan yang ada di Kotim yakni Puskesmas Baamang I Sampit tidak membatasi pelayananya. 

Pasalnya, Puskesmas Baamang I merupakan puskesmas yang terletak ditengah-tengah kota. Sehingga banyak masyarakat yang harus dilayani, karena berbagai macam penyakit.

Kepala Puskesmas Baamang I Supriadi mengatakan, selama pandemi ini kegiatan di Puskesmas Baamang I tetap berjalan namun disesuaikan dengan protokop kesehatan. Yaitu disediakannya tempat mencuci tangan di depan puskesmas, saat menunggu antri pasien diwajibkan menjaga jarak dan sebelum memasuki puskesma semua harus sudah menggunakan masker.

“Itu kita terapkan sampai sekarang, karena Puskesmas Baamang I ini terletak ditengah kota. Dimana masyarakat banyak menggunakan fasilitas kesehatan disini. Jadi, kami wajib melaksanakan protokol kesehatan itu. Dan juga kasus Covid-19 di wilayah Baamang ini cukup tinggi,” ujar Supriadi, Rabu 28 Oktober 2020.

Kepala Puskesmas Baamang I Sampit, Supriadi.

Lanjutnya, untuk jam kerja sendiri tidak ada pengurangan serta pasien yang masuk tidak dibatasi. Awal bulan Maret saat Covid-19 sudah mulai mewabah di Kotim, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait terutama Dinas Kesehatan terkait standar pelayanan.

“Khususnya bagi dokter, perawat, analis, apotek, administrasi kartu, bidan dan semua yang terlibat pelayanan langsung kepada pasien. Mereka wajib menggunakan standar untuk mencegah penularan Covid-19, yaitu menggunakan masker, face shield, baju pelindung dan hand skun,” sebutnya.

Adapun beberapa penyakit yang menunjukkan gejala Covid-19, dirinya mengaku puskesmas tidak menyediakan rapid tes. Namun pasien akan dirujuk untuk melakukan rapid tes di Labkesda atau PMI.

Sedangkan untuk jumlah pasien selama pandemi ini menurutnya tetap stabil, dimana Puskesmas Baamang I jarang sepi. Namun selama Covid-19 ini dirinya mengaku laanya pasien berobat dibatasi, sehingga jika ada ketidak puasanya dirinya meminta maaf.

“Pasalnya karena pandemi ini pemeriksaan tidak boleh berlama-lama agar pasien dan dokter tidak terlalu lama di dalam satu ruangan,” ujarnya.

Disebutkannya, setiap harinya pasien yang berobat di Puskesmas Baamang I mencapai 100 orang. Meski di awal pandemi dari bulan Maret hingga Mei, pihaknya tidak melayani pasien dari luar daerah. Namun saat ini kebijakan tersebut sudah tidak ada, semua akan dilayani.

“Agar semua petugas aman, kami juga menyiapkan petugas surveyline ke lapangan untuk me trecking orang-orang yang beresiko Covid-19. Misalnya ada orang yang positif kami akan mendatangi kerumahnya, dan keluarga yang melakukan kontak erat dengan pasien kami wajibkan isolasi mandiri dan di anjurkan mengikuti swab,” jelasnya.

Dari puskemsas untuk pencegahan, pihaknya tidak henti-hentinya baik secara mandiri maupun lintas sektor dengan kepolisian, TNI, kelurahan dan kecamatan. Secara mandiri pihaknya berkeliling menggunakan ambulance untuk melakukan penyuluhan tentang Covid-19, kegiatan ini dilakukan sebanyak 4 kali dalam seminggu.

“Serta kami juga memasang spanduk di depan puskesmas, kantor kelurahan dan kecamatan serta di tempat ibadah. Terutaa tentang penerapan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ungkapnya.

Sedangkan lintas sektor pihaknya melakukan operasi yustisia tentang ketaatan penggunaan masker di beberapa titik, termasuk pasar keramat dan pasar sejumput yang merupakan tempat berkumpulnya banyak orang.

Dikatakanya, tujuannya agar masyarakat sadar dan peduli bahwa menjaga kesehatan itu sangat penting. Karena dalam prinsipnya pencegahan itu saat ini sangat diperlukan agar tetap sehat.

(dia/matakalteng.com)

Sumber: Mata Kalteng

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: