Dibaca, Obat Dexamethason Ternyata Dipakai untuk Terapi Covid-19

Dibaca, Obat Dexamethason Ternyata Dipakai untuk Terapi Covid-19

SAMPIT – Belum lama ini muncul kabar bahwa obat Dexamethasone dapat mengobati Covid-19. Banyak masyarakat yang memberikan respons positif atas hal ini, karena Dexamethasone mudah ditemukan dan harganya sangat terjangkau.

Dimana sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris menggungkapkan bahwa pemberian dexamethasone mengurangi angka kematian hingga 1/3 pada pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan dengan ventitalor, dan 1/5 pada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen tambahan dalam perawatannya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dr. Faisal Novendra Cahyanto mengatakan, Dexamethason memang dipakai untuk terapi Covid-19.

“Dexamethason termasuk kortikosteroid. Fungsinya sebagai anti inflamasi, ini dipergunakan untuk melindungi pasien-pasien gejala berat dari reaksi imun yang berlebihan yang dapat membahayakan fungsi organ,” bebernya, Kamis 21 Januari 2021.

Misalnya ujarnya, badai sitokin yang sering menyebabkan inflamasi luas. Jadi Dexamethason tidak berfungsi membunuh virus Covid-19, tetapi mereduksi efek yang disebabkannya.

“Protap pemanfaatan Dexamethason digunakan diruang isolasi rumah sakit secara selektif dan diputuskan oleh dokter penanggung jawab pasien. Tidak semua pasien diberikan. Untuk di kic dan isolasi mandiri tidak diberikan,” demikiannya.

Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid yang digunakan untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi, dan penyakit autoimun. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk mengurangi keluhan akibat efek samping kemoterapi.

Meski dikenal sebagai obat warung, penggunaan dexamethasone tidak boleh sembarangan dan harus sesuai dengan petunjuk dokter, karena efek sampingnya tidak ringan dan dapat menekan kerja sistem imun yang justru diperlukan tubuh untuk melawan kuman penyakit.

(dia/matakalteng.com)

The post Dibaca, Obat Dexamethason Ternyata Dipakai untuk Terapi Covid-19 appeared first on Mata Kalteng.

Sumber: Mata Kalteng

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: