Apel Persiapan Pelayanan Aksi Mahasiswa Dipimpin Kapolres Kotim

Apel Persiapan Pelayanan Aksi Mahasiswa Dipimpin Kapolres Kotim

Kotawaringin Timur, Borneo24.com – Apel Persiapan Pelayanan Aksi Penolakan Pemberlakuan UU Omnimbus Law Cipta Kerja, dipimpin langsung oleh Kapolres Kotim, bertempat di Mapolres Kotim, Jalan Jenderal Soedirman Km.0, Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. (12/10/2020).

Jelang Pelaksanaan kegiatan Pelayanan Aksi unjuk rasa penyampaian Pendapat oleh Elemen Mahasiswa Kotim dan Buruh, terkait penolakan Pemberlakuan UU Omnimbus Law Cipta Kerja, Personil Polres Kotim melaksanakan Apel bersama, guna Pengecekan Kelengkapan dan Kesiapan Personil yang melaksanakan pelayanan pengamanan dan pengawalan penyampaian Pendapat supaya semua bisa terakomodir dengan baik serta dalam situasi tertib terkendali.

Dalam hal ini telah dilakukan koordinasi kepada masing-masing Korlap dan Ketua, dimana tujuannya adalah untuk meminimalisir dan mengelola agar unjuk rasa bisa berjalan dengan tertib tanpa ada infiltrasi atau penyusupan dari oknum-oknum pihak yang tidak bertanggung jawab, dimana kesepakatan yang telah dicapai bahwa Kita tidak menerima Demonstran dari luar Kotim, kita membiarkan unjuk rasa yang pelaksanaannya adalah warga-warga yang berasal dari Kotim, namun tidak akan membiarkan masuknya pengunjuk rasa dari luar Kotim.
Selanjutnya Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin juga menekankan bahwa tidak akan membiarkan jika ada Pelajar yang juga ikut kegiatan Unjuk rasa, namun jika ditemukan apalagi ditambah ada indikasi membawa senjata tajam dan bahan terlarang lainnya, agar bisa diamankan dan diberikan tindakan sesuai prosedur yang bisa diingat oleh mereka setiap waktu.

Menyikapi resiko dari sebuah Unjuk rasa yang secara umum berpotensi menimbulkan terjadinya tindakan-tindakan diluar Norma yang berlaku, Kapolres Kotim Akbp. Abdoel Harris Jakin mengimbau dan menekankan kepada Anggota Polri di jajarannya agar bisa menjaga kesabaran diri, jangan mudah terpancing dan sadar Camera yang selama ini tidak berimbang penayanganya, jaga emosi agar tidak terjadi sesuatu yang justru menjadi Narasi Kontra Produktif.

Namun jika ada menemukan warga masyarakat dalam unjuk rasa telah berbuat diluar ketentuan agar tetap diamankan, walaupun sebagai Manusia biasa kita tentunya akan sangat emosi namun jangan sampai kita juga malah melakukan tindakan-tindakan kekerasan saat itu, jaga benar Kesabaran kita perbanyaklah Istigfar (Mohon Ampun kepada Tuhan.YME) semoga orang yang telah berbuat tersebut menjadi Sadar, karena yang bisa membolak balikkan perasaan hati Manusia adalah Tuhan, saling mengingatkan sesame rekan untuk bisa sabar dalam setiap keadaan, karena dengan emosi tidak akan pernah menyelesaikan permasalahan, karena sebenarnya masyarakat tersebut lebih banyak tidak mengerti dan tidak tahu apa-apa tentang apa substansi materi apa dari Unjuk rasa yang mereka lakukan, kita sebagai pihak yang paham dituntut untuk bisa ber Empati dan Peduli.

Selanjutnya Kapolres memberikan penekanan kepada Anggotanya agar dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan pengamanan Unjuk rasa agar jangan ada yang membawa Senjata Api maupun senjata tajam, namun kita mengikuti SOP bahwa yang diperkenankan adalah Cuma membawa Tongkat Polisi, dan yang terpenting masing-masing Anggota sudah mengetahui dimana Ploting penempatannya serta mengerti apa tugas dan Cara Bertindaknya, mari kita sama-sama kita berdo’a semoga kita semua dalam perlidungan dan Ridho Allah.Swt Tuhan Yang Maha Esa, apa yang kita lakukan bisa bernilai Ibadah, semuanya bisa berjalan dengan lancar Aman Tertib dan Kondusif. (***)

Sumber: Borneo24

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: