APBD 2022 Kotim diharapkan mampu percepat pemulihan ekonomi – ANTARA News Kalimantan Tengah

APBD 2022 Kotim diharapkan mampu percepat pemulihan ekonomi – ANTARA News Kalimantan Tengah


Sampit (ANTARA) – Program pembangunan yang dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah diharapkan mampu mendorong percepatan pemulihan ekonomi masyarakat di daerah ini.

“Fraksi kami berharap bahwa APBD tahun 2022 harus memberikan stimulus untuk mendukung reformasi struktural guna memulihkan ekonomi, dampak dari COVID-19,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Kotawaringin Timur Modika Latifah Munawarah di Sampit, Rabu.

Penyusunan APBD tahun anggaran 2022 harus mengikuti amanat dari Permendagri Nomor 27 tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD tahun anggaran 2022. Pada pasal 3 ayat 1 disebutkan bahwa penyusunan APBD tahun anggaran 2022 berdasarkan kebijakan umum anggaran dan prioritas dan plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) berupa target dan kinerja program serta kegiatan yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah daerah. 

Modika menambahkan, Pasal 5 Pemendagri Nomor 27 tahun 2021 menyebutkan bahwa penyusunan APBD tahun anggaran 2022 menitikberatkan kepada pengalokasian anggaran yang memadai untuk mendukung penanganan pandemi COVID-19 dan dampaknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dampak dan penanganan pandemi COVID-19 tersebut yaitu dengan penyusunan program dan kegiatan yang mendukung program pemulihan ekonomi daerah terkait dengan percepatan penyediaan sarana prasarana layanan publik dan ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan penyediaan layanan publik.

Selain itu tujuannya juga untuk perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dukungan pelaksanaan vaksinasi, dukungan kepada kelurahan dalam penanganan COVID-19 untuk pos komando pada tingkat kelurahan, insentif tenaga kesehatan serta belanja kesehatan lainnya sesuai kegiatan prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. 

“Mudah-mudahan semua itu sudah termasuk dalam program dan kegiatan tahun anggaran 2022, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat,” harap Modika.

PDIP juga mendorong pemerintah daerah untuk dapat menyesuaikan dengan budaya kerja baru menggunakan teknologi digital dalam pertemuan atau pelayanan kepada masyarakat, termasuk dunia usaha 

“Diharapkan pemerintah daerah dapat meningkatkan iklim investasi yang akan berusaha di daerah. Ini tentu akan membawa dampak yang bagus bagi masyarakat dan pemulihan ekonomi daerah,” demikian Modika Latifah Munawarah.

Baca juga: Legislator ingatkan Pemkab Kotim tingkatkan kewaspadaan bencana

Sementara itu, rancangan APBD 2022 telah disetujui bersama dalam rapat paripurna pada Rabu (24/11) lalu. Persetujuan itu ditandai dengan penandatanganan oleh Bupati Halikinnor bersama unsur pimpinan DPRD Kotawaringin Timur.

Komposisi APBD 2022 Kotawaringin Timur yaitu pendapatan sebesar Rp1.869.648.670.200 yang terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp345.419.827.300, pendapatan transfer sebesar Rp1.449.124.433.300 serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp75.104.409.600.

Belanja sebesar Rp1.932.811.373.400, terdiri dari belanja operasi sebesar Rp1.247.212.991.757, belanja modal sebesar Rp427.347.749.643, belanja tidak terduga sebesar Rp5.000.000.000 dan belanja transfer sebesar Rp253.250.632.000.

Defisit diperkirakan sebesar Rp63.162.703.200 atau sebesar 3,38 persen. 

Perkiraan penerimaan pembiayaan sebesar Rp77.177.703.200, perkiraan pengeluaran pembiayaan Rp14.015.000.000 dan pembiayaan neto sebesar Rp63.162.703.200.

“Terkait dengan terjadinya defisit ini, maka untuk mengatasi defisit tersebut dapat ditutupi melalui penerimaan pembiayaan melalui silpa tahun anggaran 2021 atau dapat dilakukan kebijakan lainnya yang tidak melanggar ketentuan yang perundang-undangan berlaku,” ujar Bupati Halikinnor saat rapat paripurna tersebut.

Baca juga: DPRD Kotim dorong pengembangan wisata betang Tumbang Gagu

Copyright © 2022 Sampit_ID
%d bloggers like this: