Angka Stunting di Mentawa Baru Ketapang Masih Tinggi

Angka Stunting di Mentawa Baru Ketapang Masih Tinggi

BORNEONEWS, Sampit – Permasalahan kurang gizi atau stunting di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, masih tinggi. Bahkan berdasarkan data dari 2020 ke 2021 kasus stunting di kecamatan ini mengalami kenaikan 0,20 persen

Fakta ini terungkap dalam rapat koordinasi bersama lintas sektor terkait pencegahan dan pengendalian penyakit triwulan pertama di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. 

Camat Mentawa Baru Ketapang, Eddy Setiady mengakui 17 kecamatan di Kotim diketahui jika  Kecamatan Mentara Baru Ketapang salah satu wilayah dengan angka stunting yang tinggi. 

“Selain fokus menanggulangi Covid-19, saat ini kami juga lagi berupaya dalam menangani stunting, karena di Mentawa Baru Ketapang cukup banyak kasusnya,” katanya, Kamis, 13 Januari 2022.

Hal yang diyakini menjadi faktor utama tingginya stunting di Mentawa Baru Ketapang adalah jumlah penduduk yang cukup banyak dibanding kecamatan lain. Saat ini jumlah penduduk Mentawa Baru Ketapang berjumlah 98.680 jiwa.

“Ini dapat menjadi salah satu faktor masalah kurangnya gizi yang menyebabkan anak tumbuh tidak normal,” ujarnya. 

Untuk menanggulangi itu, pihak Kecamatan Mentawa Baru Ketapang berkoordinasi dengan banyak. Sebab, untuk menanggulangi stunting tidak bisa sendiri.

“Tentunya sesuai tupoksinya dan yang pasti saling mendukung. Kami juga akan kembali  mengaktifkan kembali posyandu yang vakum serta mendirikan posyandu baru. Ini bertujuan untuk terus memantau perkembangan balita yang ada di Kecamatan ini,” sebutnya. 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kotim kasus stunting di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mengalami kenaikan pada 2021. 




Baca berita selengkapnya di Borneo News.

Copyright © 2022 Sampit_ID
%d bloggers like this: