13 Desa Yang Terendam Banjir di Mentaya Hulu Sudah Surut

13 Desa Yang Terendam Banjir di Mentaya Hulu Sudah Surut

SAMPIT – Setelah hampir dua pekan lamanya banjir menggenangi wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya sudah surut. Banjir kali ini merupakan banjir terlama dan terparah yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

Plt Camat Kecamatan Mentaya Hulu Sardinin mengatakan, dirinya sudah melakukan pengecekkan di desa-desa yang terdampak banjir di wilayahnya. Dan semuanya sudah surut.

“Ada 13 desa yang terendam banjir dari 15 desa dan 1 kelurahan yang ada di Mentaya Hulu, dan sudah hampir satu minggu ini air sudah surut. Tidak lagi menggenangi rumah warga, paling ada air yang masih menggenangi jalan di beberapa desa,” ujarnya, Jumat 25 September 2020.

Menurutnya, banjir sudah 4 kali turun naik debit airnya. Dan yang terakhir ini sejak tanggal 9 hingga 19 September 2020 yang paling parah hingga masuk kerumah warga.

“Meski demikian, tidak ada warga yang mengungsi selama 10 hari banjir itu. Semua memilih tetap bertahan dirumah masing-masing,” sebutnya.

Dikatakannya, semakin tinggi curah hujan maka semakin tinggi pula debit air yang naik menjadi banjir dirumah warga.

Sedangkan untuk bantuan, dirinya mengaku sudah mulai berdatangan untuk warga yang terdampak. Baik dari swasta maupun pemerintahan.

“Hari ini Jumat 25 September 2020 ada bantuan dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sampit dan Provinsi Kalimantan Tengah 140 paket bahan makanan yang akan disalurkan di 1 kelurahan dan 2 desa. Kalau untuk bantuan dari pemerintah kabupaten belum ada. Katanya akan disalurkan hari Senin 28 September nanti,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua HMI Cabang Sampit Burhannurohman yang hari ini turun langsung menyerahkan bantuan di Kecamatan Mentaya Hulu mengatakan, dirinya turut prihatin atas keadaan saat ini. Dimana ditengah pandemi Covid-19 sebagian warga juga harus tertimpa musibah banjir.

“Semoga dengan bantuan yang kami berikan ini meski tidak banyak kami harap dapat membantu masyarakat yang terdampak banjir,” ucapnya.

Diketahui, pihaknya telah menggalang dana donasi banjir selama satu minggu untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di Kotim dan juga Seruyan. Dan akan membuka donasi tahap dua lagi setelah selesai penyaluran di Mentaya Hulu ini.

Ia juga turut mempertanyakan bantuan pemerintah kabupaten Kotim yang tak kunjung disalurkan. Karena menurutnya bantuan sudah sangat lambat, bahkan sampai kedahuluan dari pemerintah provinsi.

“Harusnya pemerintah setempat dalam hal ini Pemkab Kotim yang lebih sigap untuk memberikan bantuan. Ini malah Pemprov Kalteng yang datang untuk memberikan bantuan. Seharusnya dana darurat itu sudah siap dan tinggal menyalurkan ketika terjadi bencana,” tutupnya.

(dia/matakalteng.com)

Sumber: Mata Kalteng

Copyright © 2021 Sampit
%d bloggers like this: